Wednesday, March 7, 2012

Semua Sayang Jav, Semua Dukung MPASI Homemade untuk Jav

-->
Tidak terasa sudah delapan bulan Jav mendapat MPASI. MPASI homemade tentunya. Terimakasih untuk HHBF yang sudah menemani dan menginspirasi saya memasak MPASI homemade dan sehat untuk Jav selama ini. Seperti pemberian ASI Eksklusif, pemberian MPASI homemade pun dipengaruhi oleh dukungan keluarga terutama suami dan orang tua.

Alhamdulillah, sejak awal suami sudah sepakat dengan saya untuk memberikan Jav MPASI homemade. Suami selalu ikut terlibat pada semua hal yang berkaitan dengan MPASI Jav seperti makanan apa yang akan diberikan pada hari pertama, saat Jav mengalami sembelit, sampai saat GTM menghampiri Jav. Begitu juga saat datang godaan-godaan berupa komentar negatif tentang MPASI homemade, suami terus menyemangati saya untuk terus memberikan MPASI homemade.

Berbeda dengan suami, meskipun orang tua kami tidak pernah menentang pemberian MPASI homemade untuk Jav, tapi selalu saja ada komentar-komentar dari mereka yang menyarankan agar Jav sebaiknya tidak hanya diberi MPASI homemade. Misalnya saat GTM Jav yang pertama, komentarnya "Bosen kali makanannya engga ada rasanya.. Coba dikasih bubur instan, kan gurih..". Atau saat  menu makan Jav  bukan nasi, komentarnya "Gimana mau gemuk, makanannya ubi..". Juga saat melihat saya sibuk membuat biskuit homemade, komentarnya "Daripada repot-repot, mending kasih Marie Regal aja..". Dan masih banyak komentar-komentar lain yang tidak perlu saya tulis semua disini. Saya paham bahwa komentar-komentar tersebut bukan bermaksud untuk menyudutkan saya, komentar-komentar tersebut merupakan bentuk rasa sayang mereka pada cucunya. Saya mengerti mereka hanya ingin menyenangkan Jav. Tapi yang paling tidak mengenakkan adalah ketika melihat orang tua sedih saat cucunya dikatakan mungil dan dibanding-bandingkan dengan bayi lain. Padahal meskipun terlihat mungil, tinggi dan berat badan Jav termasuk ideal. Dan yang penting tumbuh kembangnya baik.

Sedikit-sedikit saya berikan penjelasan pada orang tua apa keunggulan MPASI homemade, kenapa makanan bayi tidak perlu diberi gula dan garam, bahwa bayi gemuk belum tentu sehat dan sebagainya. Syukurlah akhirnya orang tua kami mengerti dan ikut mendukung MPASI homemade untuk Jav. Sekarang orang tua kami tidak pernah menawarkan biskuit kemasan lagi, tapi menyediakan buah-buahan segar sebagai cemilan Jav apabila kami datang berkunjung. Bahkan terkadang dengan semangat menjadi 'juru bicara' saya menceritakan MPASI homemade-nya Jav saat ada tetangga atau saudara yang mencoba memberikan biskuit kemasan atau kerupuk pada Jav.

Dampak jangka pendek pemberian ASI Eksklusif dan MPASI homemade ini sudah dapat dilihat. Jav sangat aktif dan sejak lahir sampai sekarang baru satu kali mengalami flu dan batuk. Jauh berbeda dengan saya yang hampir tiap bulan langganan flu. Puncak buruknya kesehatan saya yaitu sakit tifus saat Jav berumur delapan bulan.

Saya ibu rumah tangga tanpa ART. Apabila saya sakit, tentu berpengaruh pada semua kegiatan rumah tangga, terutama dalam hal pengasuhan Jav. Jangankan masak, untuk makan saja saya harus susah payah. Makanya saya mengajak suami dan Jav untuk mengungsi ke rumah orang tua selama saya sakit, dengan harapan bahwa ada yang membantu suami mengurus Jav.

Saya biasanya sekali masak makanan Jav untuk persediaan sampai dua-tiga hari. Jadi pada beberapa hari pertama, masih ada persediaan makanan untuk Jav di kulkas. Maka setelah persediaan makanan Jav di kulkas habis, untuk memudahkan suami dan keluarga, dengan berat hati saya terpaksa meminta suami untuk membeli makanan bayi instan. Saya benar-benar sedih saat mengatakannya. Tapi bagaimana lagi, ini kondisi darurat.

Ternyata suami saya tidak bersedia membelikan makanan bayi instan untuk Jav. Dia menyanggupi untuk membuat MPASI homemade untuk Jav selama saya sakit. Bahagia dan terharu rasanya. Jadi pada pelaksanaannya semua keluarga kami ikut mendukung pemberian MPASI Jav selama saya sakit. Suami saya yang belanja bahan makanan sehari sebelumnya, ibu saya yang mengukus makanan pagi hari lalu beliau pergi ke kantor, suami saya yang memblender makanan lalu pergi ke kantor juga. Adik dan ibu mertua yang bergantian menyuapi Jav.

Saya bersyukur dalam keadaan darurat pun Jav tidak tersentuh makanan instan. Berbeda dengan hal lainnya.
o   Saat saya sehat Jav pakai cloth diaper, saat saya sakit Jav jadi pakai disposable diaper. Saya sakit dan mengurus Jav pun sudah merepotkan, saya tidak ingin keluarga tambah repot dengan mencuci cloth diaper Jav.
o   Saat saya sehat Jav minum ASI, saat saya sakit Jav terpaksa minum susu formula. Ini karena saya harus minum antibiotik yang tidak aman untuk ibu menyusui, sedangkan antibiotik yang aman saya alergi. Sementara persediaan ASIP di freezer hanya dua botol.

Mendengarkan Jav selalu menangis minta ASI selama dua minggu dan dilanjutkan dengan nursing strike setelahnya (meskipun hanya satu hari) membuat saya terpukul dan berjanji bahwa saya tidak boleh sakit lagi. Ini adalah pengalaman paling buruk dalam mengurus Jav selama ini. Namun tentu saja ada hikmah yang saya dapatkan, saya jadi tahu bahwa suami dan keluarga mendukung penuh pemberian MPASI homemade dan sehat untuk Jav meskipun harus kebagian repot. Makasih ya, me and Jav love you all.

~~~~~

Tulisan ini diikutkan untuk Lucky Draw Februari 2012 yang diadakan oleh Homemade Healthy Baby Food

5 comments :