Saturday, January 19, 2013

Cintaku Mentok di Kamu

"So.. Berapa hati yang lu sakitin di Melbourne?" tanya Adjie sambil mengendarai New CRV-nya keluar dari tempat parkir Cititrans dan menyusuri Jalan Dipati Ukur.

"Dua taun engga ketemu.. Dan itu pertanyaan pertama dari lu?" aku geleng-geleng kepala.

"Hahaha ya gimana lagi.. Waktu kita kuliah, lu kan banyak fansnya dan hobi gonta-ganti pacar.." Adjie membela diri.

"Nope..!" jawabku pendek.

"What?! Becanda kan lu?" Adjie menengok ke arahku yang duduk di sebelahnya.

"Engga lah.." kataku.

"Masa sih.. Jadi lu belum bisa move on dari anak pengusaha minyak itu?" tanyanya sambil menyebutkan pacarku yang terakhir sebelum kepergianku ke Melbourne.

"Enak aja.." jawabku

"Terus kenapa dong?" Adjie masih penasaran.

"Engga kenapa-kenapa.." jawabku sambil menatap ke luar jendela. Tidak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya pada sahabatku ini.

"Gema masih kerja di bank?" aku menanyakan kabar istrinya.

"Sejak Ariel lahir, dia mutusin untuk jadi ibu rumah tangga.." jawabnya.

"Oohh.." aku merasa iri pada Gema.

"Gimana, seru jadi ayah?" tanyaku lagi.

"Seru banget! Engga terkatakan deh.. Makanya lu juga cepet nikah, cepet punya anak.." katanya.

Aku hanya tersenyum.

Rupanya kami sudah sampai di tempat tujuan. Adjie pun mencari tempat parkir. Saat weekend seperti ini, cukup sulit mendapatkan tempat parkir.

"Wow.. Banyak banget yang berubah ya.." kataku saat melihat bangunan Ciwalk yang baru. Kami ke sini untuk menjemput Gema yang katanya baru selesai bertemu dengan teman-teman SMA-nya.

"Yup.." Adjie menjawab pendek.

"Tuh..!" syukurlah aku melihat tempat parkir yang kosong. Adjie pun langsung memarkirkan mobilnya.

Dug!

"Ups! Mentok hahaha.." rupanya ban mobil Adjie sudah mengenai besi pembatas.

Lagi-lagi aku hanya tersenyum. Bukan hanya ban mobil yang mentok, tapi cintaku juga mentok. Aku menghela nafas berat.

Cintaku mentok di kamu Djie. Tentu saja kamu tidak tahu bahwa aku sudah mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu. Dan kamu tidak tahu bahwa aku bergonta-ganti pacar hanya untuk mengalihkan perasaanku darimu. Kamu juga tidak tahu bahwa aku sengaja melanjutkan kuliah ke Melbourne agar aku tidak perlu menghadiri pernikahanmu dan Gema.

"Yuk! Gema udah nunggu di Starbucks.." kata Adjie saat kami sudah keluar dari mobil.

Kami pun berjalan masuk ke tempat yang dimaksud. Dan memang benar Gema sudah menunggu kami bersama Ariel. Adjie langsung menghampiri Gema dan menggendong Ariel yang begitu senang melihat ayahnya datang.

"Halo jagoan Papa.. Kenalin nih temen Papa.. Nanti kamu minta diajarin main bola ya sama Om Ferro.." Adjie mengenalkan bayi tampan berumur satu tahun itu padaku.

~~~~~

#13HariNgeblogFF Hari ke-7

11 comments :

  1. Kereenn nattt br tau klo suka nuliisss

    ReplyDelete
  2. wadawww! Ferro nyeseknya dobel tuh!

    ReplyDelete
  3. Cerita yang bagus... Terus menulis, ya... :D

    ReplyDelete
  4. Ferro.. kembalilah ke jalan yang benar.. :D

    ReplyDelete
  5. @ noichil: makasih :)

    @ Mayya: hihihi..

    @ Ruri: iya.. nasib nasib.. :D

    @ cerita bintang: makasih :)

    @ rinibee: aamiin hehe..

    ReplyDelete
  6. Heh??
    Om Ferro?

    Apa aku yg banci bacanya ya, ku kira lawan ngomongnya Pak Adji itu cewek, ehh kok Om xD

    ReplyDelete