Tuesday, February 5, 2013

Telat!

Jalanan di Jakarta benar-benar payah! Total waktu perjalanan antara bandara dan rumah sakit harus kutempuh selama dua jam! Sepanjang perjalanan, hatiku tidak dapat tenang. Dadaku terasa sesak membayangkan bahwa kini istriku sedang meregang nyawa. Aku begitu menyesal karena tidak dapat mendampinginya di saat dia sangat membutuhkan kehadiranku. Aku tahu betul bahwa istriku pasti mampu berjuang dan bertahan meskipun tanpa aku di sisinya. Namun tetap saja aku merasa menjadi laki-laki yang tidak berguna, bukan suami yang bertanggung jawab. Kini aku hanya berharap bahwa aku tidak datang terlambat.

Nut.. Nut..!

Ponselku berbunyi lagi saat taksi yang kutumpangi akhirnya memasuki pelataran rumah sakit.. Rima, adik iparku memberikan kabar terbaru tentang kondisi istriku. Aku telat! Perasaanku menjadi tidak keruan. Dengan tangan gemetar karena menahan gejolak perasaan, aku segera membalas SMS-nya.

Sebentar lagi aku sampai.

Setelah memberi beberapa lembar uang lima puluh ribu pada supirnya, aku langsung keluar dari taksi dan masuk ke gedung rumah sakit. Aku lalu berlari menyusuri lorong-lorong rumah sakit, tanpa mempedulikan tatapan sebal dari pengunjung rumah sakit yang lain. 

"Gawat!"

Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit! Kupercepat lariku, walaupun tahu bahwa itu hanyalah usaha sia sia. Aku sudah telat!

"Tidak apa-apa," kataku menenangkan hati.

Aku mulai memasuki ruangan dan mengetuk pintu. Seketika semua mata di dalam ruangan ini melihat ke arahku.
Dengan nafas yang masih terengah-engah dan keringat yang bercucuran, aku mendapati ibu mertuaku, bapak mertuaku, adik-adik iparku, serta dokter dan suster yang menangani istriku berdiri mengelilingi istriku yang terbujur di atas kasur.

Tiba-tiba badanku terasa sangat lemas. Bapak mertuaku menghampiri dan merangkulku, lalu beliau membimbingku berjalan untuk melihat kondisi istriku.

Setelah melihat kondisinya dari dekat, air mataku pun tumpah tanpa dapat kutahan. Kugenggam tangannya dan kucium keningnya. Lalu tanpa membuang waktu lagi, aku segera mengumandangkan adzan di telinga seorang bayi mungil yang sedang menyusu di dadanya. Melihat pemandangan di depannya, istriku menitikkan air mata sambil tersenyum bahagia.

~~~~~

Monday Flashfiction: Prompt #3 Telat!

37 comments :

  1. so sweet.. ihik ihik jadi pengen punya baby :D

    ReplyDelete
  2. subhanallah terharu

    sempet mikir ending lain gara2 baca "ibu mertuaku, bapak mertuaku, adik-adik iparku, serta dokter dan suster yang menangani istriku berdiri mengelilingi istriku yang terbujur di atas kasur."

    ReplyDelete
  3. hihihi... sama seperti mbak Diah Indri, saya pikir endingnya si istri meninggal ^^
    Bagus mak ceritanya, salam kenal :)

    ReplyDelete
  4. awwwwwwwwwwwwwwwwwwww... merindiiiiiiiiiiiiiiing.... T____T

    ReplyDelete
  5. Suspensenya terasa, jadi leganya juga terasa.
    Tapi kelahiran bukanlah suatu hal yg keterlambatannya bisa dihitung sampai ke menit. Kecuali... Itu kelahiran caesar yg dijadwalkan. Jd mungkin akan lebih smooth jika ditambahi sedikit keterangan tentang itu ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waa makasih buat masukannya mba :)
      awalnya saya juga bingung gimana supaya ceritanya masuk akal..
      makanya di cerita ini saya buat perhitungan telatnya itu sejak ada sms dari adik iparnya yang isinya ngabarin kalau anaknya udah lahir (bukan dari kontraksi atau dari istrinya masuk rs).. dia nyampe rs itu udah telat 3 menit, dtambah msh hrs lari2 nyari kamar jd nambah lg telatnya.. pdhl dia ingin bgt nge-adzanin anaknya..
      atau saya tulis aja isi smsnya biar jelas? tapi kalau gitu ntar endingnya ga ngagetin kayanya..
      gimana?
      *nunggu komentar selanjutnya* :D

      Delete
    2. tiga menit setelah menerima sms menurutku juga kurang pas. itu sangat sebentar loh, untuk hitungan 'terlambat' di kasus ini.

      penjelasan tentang operasi caesar kurasa tidak akan mengubah suspense sepanjang cerita. bisa diletakkan di bagian di mana dia merasa menyesal tidak bisa mendampingi sang istri. misalnya dengan keterangan:

      Padahal aku sudah diberitahu operasinya akan dilakukan hari ini. Harusnya aku berangkat kemarin. Tapi aku bertahan satu hari lagi demi pekerjaanku. Aku sama sekali tak menyangka macet akan seperti ini.

      Delete
    3. eh keburu ke enter padahal belum selesai. ditambahin ya :D

      di sini terlambat 3 menit juga masih tidak masuk akal. karena 3 menit setelah jadwal itu baru dapat masuk ruang operasi dan belum ngapa-ngapain. jadi bisa dikasih kejutan lain, bahwa ternyata bayinya minta lahir sebelum jadwal operasinya. karena pecah ketuban, karena pada kontrol terakhir jantung bayi melemah, atau sebab2 lain yang memaksa operasi dilakukan lebih awal...

      semoga membantu :)

      Delete
    4. membantu skali mba untuk eksplor cerita proses kelahirannya :)

      tapi kok saya belum paham yah, kenapa proses kelahirannya jadi masalah :D karena menurut saya ide cerita ini simple aja, mau lahir normal atau lahir caesar intinya pas anaknya lahir dia ga ada di tempat, jd dia telat buat nge-adzanin anaknya, 3 menit cukup signifikan soalnya dia inginnya kalimat pertama yang didenger anaknya kalimat tentang kebesaran Allah..

      *garuk2 kpala ga gatel* :D

      Delete
  6. aw aw kirain istrinya meninggal pas abis lahiran :D ternyata masih hidup, hihihi...

    ReplyDelete
  7. sempat erfikir kejutannya si istri meninggal, eh salah :D

    ReplyDelete
  8. issh, mantap nih, sempet terkecoh sama endingnya. Ta pikir meninggal, dan dirimu sukses membuat ending keren itu. wfiuh, nafas lega :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mba :)
      syukur klo idungnya udah ga mampet lagi #eh

      Delete
  9. Setuju sama mba Latree. Ini lahirannya caesar? Kok tahu kalau terlambat 3 menit?
    Tapi ide ceritanya bagus.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama jawabannya dengan buat mba latree :D
      lahirannya normal mba.. perhitungan telatnya sejak sms dari adik iparnya yg ngabarin kalau anaknya udah lahir (bukan sejak kontraksi atau sejak istrinya masuk rs)..
      lagian kalau caesar terjadwal mah, si 'aku' pasti udah cuti & terbang ke jakarta dari sehari sebelumnya biar ga telat hehe..
      gimana mba?

      Delete
    2. Gimana kalau gini. Jadi udah dijadwalin untuk lahir caesar. Tapi ternyata suaminya ada urusan mendadak dulu. Eh ternyata sebelum dia sempet datang ke RS sesuai jadwal caesar, ternyata bayinya udah lahir duluan dengan normal.. :)

      *jadi lebih dari 500 kata ya? :D

      Delete
    3. gapapa sih lebih dari 500 kata jg.. eh atau ada ketentuannya ga boleh lebih dari 500 kata mba? :D

      blum ngerti mba, knapa harus caesar.. malah klo caesar suaminya kan ga boleh ngedampingin.. padahal intinya mah kan si 'aku' telat nge-adzanin, bukan telat ngedampingin istrinya..

      Delete
    4. Jadi ikutan bingung.. Wkwkwkwk.. :D

      Tapi ceritanya udah baguss kok.. :)

      Delete
    5. lah kok malah ikut bingung? hihihi.. kan mba jagonya bikin ff..

      lia masih harus banyak latihan nih :)

      Delete
  10. Waduh ... bahagianya si aku sekarang sudah menjadi ayah.. :)

    ReplyDelete
  11. Sama dengan yang lain, perasaan baca nya ..mengelilingi istriku yang terbujur kaku di atas kasur, pas baca lagi ternyata gak ada kaku nya. halahh..yang baca keder, abis udah berasumsi istrinya pasti kenapa2 ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang kelewat baca kelebihan satu kata aja bisa mengubah pemahaman keseluruhan..
      soalnya saya sering begitu hihihi..

      Delete
  12. ga bisa komentar .... malah jadi ngebayangin nanti ini ngelahirinnya gimana :)))

    doakan saya ya maak lahirannya lancar

    ReplyDelete
  13. oh yes. I see... dia mengejar waktu buat mengadzankan ya mak? Siiip... Bagus ceritanya :)

    ReplyDelete
  14. hiks.... aku kira mati :((( #mewek

    keren FFnya mba......

    huhuhuhuhuhh #masih mewekkkkkkk

    ReplyDelete