Wednesday, July 10, 2013

Kala Cinta Menggoda

Air mataku menetes seiring dengan kepergian kereta yang sedang kutumpangi meninggalkan Stasiun Tugu. Kenangan tentang tadi malam kembali hadir. Suasana hangat di sebuah warung angkringan di Jalan Malioboro. Heru yang selama ini hanya berani mencuri pandang, tadi malam mulai mendekatiku dan memberiku sebuah lagu melalui pengamen jalanan. Sangat manis. Sama persis seperti yang Geri lakukan padaku setahun yang lalu.

Aku mulai membandingkan Heru dan Geri. Dari segi fisik, Heru memang lebih baik dari Geri. Namun dalam caranya mendekatiku, Heru tidak seluwes Geri. Tetapi justru hal itulah yang membuatku semakin menyukai Heru. 

Saat kami harus menyeberangi jalan menuju shelter Trans Yogya, Heru menggenggam tanganku. Perasaan hangat menjalar dari tangan ke seluruh tubuhku. Aku sangat menyukai sensasi itu. Sama persis seperti yang Geri lakukan padaku setahun yang lalu.

Ya Tuhan, aku jatuh cinta pada Heru. Tetapi saat itu aku melepaskan tanganku dari genggaman tangan Heru, pelan-pelan. Aku mencoba tersenyum padanya, meskipun hatiku terasa sakit. 

Kuhapus air mata yang mengalir di pipiku. Sepotong hatiku tertinggal di Yogya. Namun aku lega karena kali ini aku tidak tergoda. Aku sangat menyayangi Iwan, dan aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan perselingkuhanku bersama Geri setahun yang lalu.

~~~

192/500 kata

#FF2in1 Sesi 10 Juli 2013 (2) 
Tema: "Cinta Dua Hati" - Afgan

6 comments :

  1. Hm...sangat sulit untuk mengenang yang lalu dan menjumpai ada yang sama, hiks..ini kejadian nyataku ditulis manis oleh Mba Diana. Keren banget...

    Salam
    pecintakenangan

    ReplyDelete
  2. Selingkuh itu menyenangkan tapi berbahaya #ApaSihV

    ReplyDelete