Sunday, June 16, 2013

Lava Tour Merapi

Siapa yang sudah pernah ke Yogya? Kalau lagi di Yogya sukanya jalan-jalan ke mana? Malioboro, Prambanan, Borobudur, dan Parangtritis biasanya masuk ke dalam daftar obyek wisata yang wajib dikunjungi. Betul enggak? Kalau saya sih begitu. Acara keluarga sama kantor Mamah, liburan sama temen-temen SMA, bahkan refreshing waktu studio di Gunungkidul juga rutenya pasti ke situ. Bosan. Untungnya waktu pelatihan Just Write 2 kemarin saya mendapatkan kesempatan mengunjungi obyek wisata yang berbeda.

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada akhir bulan Oktober dan awal bulan November tahun 2010 yang lalu memang menimbulkan duka yang mendalam bagi masyarakat di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Bagaimana tidak, banyak desa dan pemukiman di wilayah ini luluh lantak akibat awan panas dan lahar panas yang dimuntahkan Gunung Merapi. Bencana ini telah merenggut banyak korban jiwa, bukan hanya masyarakat setempat tetapi juga relawan, wartawan, dan tokoh yang sangat disegani oleh masyarakat setempat yaitu Mbah Maridjan.

Namun, selalu ada hikmah di balik setiap musibah. Kawasan bekas erupsi tersebut kini telah menjadi obyek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Namanya Lava Tour Merapi. Yang menjadi daya tarik dari obyek wisata ini bukan hanya suasana alamnya, tetapi juga adanya dukungan fasilitas transportasi berupa mobil jeep yang membuat wisata ini menjadi lebih berkesan.

Pukul lima pagi, para supir dan jeep-nya sudah siap menjemput saya dan teman-teman di depan Villa Mawar Asri (tempat pelatihan). Namun baru setengah jam kemudian kami semua bisa siap dan berkumpul. Satu jeep bisa diisi oleh empat sampai lima orang penumpang. Saya bersama Mas Irfan, Mba Juni, Nabu, dan Chilmi dibawa Pak Suswanto menyusuri Jalan Kaliurang yang masih gelap. Hembusan angin pagi itu 'menampar' wajah kami yang belum sempat mandi pagi. Segar!

Brrrr... (Dok. Panitia Just Write 2)
Sepanjang jalan, Pak Suswanto menunjukkan kepada kami daerah mana yang tidak terkena dampak erupsi, daerah mana yang dulunya berupa pemukiman namun sekarang sudah tidak ada yang tersisa, pemakaman yang terkubur abu dan material lainnya namun kini sudah digali lagi. Pemandangan yang membuat hati bergetar. Di beberapa tempat terlihat sudah mulai menghijau, pohon-pohon dan rerumputan tumbuh di atas lahan yang subur. Namun di tempat lain masih terlihat sisa-sisa erupsi, terutama di sungai-sungai yang kami lewati.

Pemberhentian pertama yaitu Batu Alien. Di sana kami bisa melihat indahnya matahari terbit, tetapi sayang ketika itu cuaca sedang berkabut. Lagi-lagi di tempat ini, Pak Suswanto dan teman-temannya memberikan penjelasan tentang kejadian erupsi Gunung Merapi dan dampaknya yang masih dapat kita lihat sampai sekarang. Ya, pekerjaan Pak Suswanto dan teman-temannya bukan hanya sebagai supir, mereka juga merangkap pemandu wisata (serta fotografer yang siap mendokumentasikan kenarsisan kami!).

Foto bersama (Dok. Panitia Just Write 2)
Supir sekaligus pemandu wisata sekaligus fotografer (Dok. Panitia Just Write 2)


Setelah mendapatkan banyak pengetahuan mengenai erupsi Gunung Merapi, kami pun dipandu menuju batu alien. Batu alien adalah sebuah batu besar yang apabila diperhatikan secara seksama menyerupai wajah manusia, lengkap dengan mata, hidung, dagu, dan telinga.

Berpose di depan batu alien (Dok. Panitia Just Write 2)
Setelah puas foto-foto di depan batu alien, perjalanan kembali dilanjutkan ke Kaliadem. Kaliadem merupakan wilayah berupa hamparan pasir dan batu-batu besar. Dari tempat ini kami dapat melihat area yang masih mengeluarkan asap dan bau belerang, pemandangan Gunung Merapi, serta pemandangan Kota Yogya dan sekitarnya.

Berpose di Kaliadem (Dok. Panitia Just Write 2)
Sambil menikmati pemandangan, kami juga bisa beristirahat sejenak di warung-warung kecil yang berjajar di tempat itu. Saya dan teman saya mencoba wedang gedang - minuman khas daerah tersebut, yaitu minuman jahe yang disajikan bersama potongan pisang. Rasanya unik!

Nyari yang anget-anget di warung (Dok. Panitia Just Write 2)
Selain menjual berbagai makanan dan minuman, di sini juga terdapat bunga Edelweis bajakan. Katanya, bunga abadi yang terkenal dan sulit didapatkan ini, kini ditanam di ladang hihihi.

Sebenarnya masih banyak tempat yang dapat dikunjungi dalam perjalanan wisata ini, seperti Makam Almarhum Mbah Maridjan dan Museum Sisa Hartaku. Namun sayang waktu kami sangat terbatas karena pelatihan akan segera dimulai.

Tetapi bagi saya pribadi, bagian yang paling seru dari wisata ini justru saat kami kembali pulang, menjelajahi medan offroad. Pak Suswanto sengaja mengambil jalan yang tidak beraspal, membuat kami terhempas kesana-kemari di dalam jeep. Rombongan kami juga dibawa ke sungai tempat lahar dingin mengalir (kalau tidak salah Kali Opak dan Kali Kuning). Apabila sedang tidak hujan, sungai ini kering dan hanya berisi endapan pasir dan batu-batu besar.

Yihaaa! (Dok. Panitia Just Write 2)
Pak Suswanto membawa jeep kami melakukan manuver-manuver ekstrim. Tanjakan dan turunan yang terjal pun tidak luput kami lewati. Wahana yang menantang dan sangat  cocok untuk memicu adrenalin. Semakin kencang suara teriakan kami, maka Pak Suswanto semakin puas. Seru! Lumayan lah sebagai pengganti naik Yamaha Racing Coaster yang belum kesampaian.


Yuhuuu! (Dok. Panitia Just Write 2)
Bagi penyuka wisata alam dan petualangan, Lava Tour Merapi ini bisa menjadi alternatif liburan lain yang seru. Dijamin enggak akan membosankan. Pilihan paketnya beragam, ada short route, medium route, dan long route. Juga paket spesial seperti paket sunrise dan paket malam. Biayanya berkisar antara Rp 250.000 sampai Rp 700.000 per jeep.

Ditambah supir yang ramah dan multitalented, perjalanan menyusuri lereng Gunung Merapi ini menjadi terasa lebih menyenangkan. Hanya siap-siap saja, Pak Suswanto dan teman-temannya ini ternyata jahil juga. Kami sudah dua kali menjadi korbannya hihihi.

16 comments :

  1. Replies
    1. di rumah aja sama ayahnya..
      bundanya menikmati me time dulu hehe..

      Delete
  2. Waaah, aku memiliki kenangan tersendiri di Yogyakarta, Merapi, Kalidem, KAli Opak, Kaliurang...uuuuh...kedip kedip mata kelilipan. Seru banget Mba

    Salam
    Astin

    ReplyDelete
  3. itu nyoba off-roadnya gag smpt mual mb.. ?!

    kereen !

    ReplyDelete
  4. halo mbak nathalia.. apakah masih menyimpan contact org lava tournya?
    terimakasih :)

    ReplyDelete
  5. yang paliong seru itu pas jeep nya masuk kali itu kak tapi aku nggak mau waktu itu takut kamera basah...haha

    ReplyDelete