Friday, August 23, 2013

Antara Ketapang dan Gilimanuk

"Backpacking ke Bali yuk." Rena berkata padaku dengan tatapan lugu ala Puss in Boots


Bagaimana mungkin aku tidak luluh dengan tatapan perempuan yang sangat kusayangi itu. Maka pagi ini di sinilah kami, terguncang-guncang di sebuah kapal feri karena gelombang perairan selat Bali yang sedang tinggi.


Seharusnya Rena menikmati perjalanan ini. Sayangnya, dia harus berkali-kali ke toilet untuk melegakan perutnya yang terus bergejolak. Ini adalah kali pertama Rena menggunakan kapal laut. Seandainya aku membelikannya tiket pesawat, mungkin Rena tidak perlu menderita seperti ini.


"Kayanya kita enggak bisa nerusin perjalanan ini." ucap Rena ketika kembali dari toilet.



"Kenapa? Kamu sakit? Aku kira kamu cuma mabuk laut?" tanyaku khawatir.



Rena menggeleng sambil memperlihatkan sesuatu padaku.



"Apa ini?" aku tidak mengerti.



"Dasar cowok. Ini namanya test pack. Kalau yang muncul satu garis, tandanya negatif. Nah kalau yang muncul dua garis, tandanya positif!" Rena menjelaskan dengan sangat antusias.



"Jadi... Kamu hamil?" tanyaku lagi.



Rena mengangguk. Senyumnya merekah.



Untuk beberapa detik aku diam terpaku dan tersadar ketika Rena menghambur memelukku. Aku segera membalas pelukannya. "Akhirnya..." bisikku di dekat telinga Rena.



"Iya... Akhirnya... Setelah tiga tahun menunggu." Rena melepaskan diri dari pelukanku. Wajahnya masih terus tersenyum. Tetapi tiba-tiba matanya membelak dan dia segera menutup mulutnya dengan tangannya. Dengan tergesa-gesa Rena berlari menuju toilet.



Aku menyalakan rokokku. Suasana hatiku tiba-tiba suram, tidak tahan untuk menyalahkan diriku sendiri. Meskipun aku adalah travelmate Rena yang selalu dapat diandalkan karena suaminya terlalu sibuk untuk menemani Rena backpacking, namun aku tidak pantas untuk berharap lebih. Lihatlah, kini keluarga mereka akan semakin lengkap dengan kehadiran sang bayi. Aku harus berhenti berteman dengan Rena. Tidak baik untuk kesehatan jiwaku.



"Merokok itu enggak baik tau untuk kesehatan!" suara Rena mengagetkanku. 



Aku segera membuang rokokku ke laut. "Ya, aku akan berhenti..." ucapku lirih, meskipun aku tahu rasanya akan sangat berat.



~~~~~



295/300 kata



Ditulis dalam rangka menjawab tantangan Monday Flashfiction Prompt #22: Bloating of Boat.

Credit

11 comments :

  1. woww, suka twistnya ^^. kerrrreeennn :)

    ReplyDelete
  2. Aduh, udah ngira dia suaminya. Hahaha. Ternyata cuma di-friendzone.

    ReplyDelete
  3. "Ya aku akan berhenti...."

    #BERHENTI mengharapkan Rena kayaknya tuh, bukan berhenti merokok ya

    ReplyDelete
  4. Aih, suka plintirannya. Cara bertuturnya juga rapi. :)

    ReplyDelete
  5. kasihan si cowok. tapi ya memang harus menjauh ya. baik untuk kesehatan :)

    ReplyDelete
  6. Twistnya keren, Mbak ^^
    Tapi Rena ini memang minta dikurung. Udah jadi istri orang kok jalan-jalan sama laki-laki lain. Hih! #terbawaemosi

    ReplyDelete
  7. lhohh... kirain hamil anaknya, ternyata anak suaminya.. :)

    ReplyDelete
  8. Iya Kecele, tadinya aku pikir pacaran, hamil trus jd konflik. Eh, ada kata alhirnya trus pelukan tanda bahagia, trus aku kira lagi itu bukan pacaran tapi sdh menikah. Ealaahh.. bukan jugaak

    ReplyDelete
  9. iya nih, udah jadi istri orang kok pergi cuma berdua sama lelaki lain? pake peluk-pelukan pula? wah wah wah... *pura-puranya ikutan emosi. :p

    ReplyDelete