Thursday, January 9, 2014

Ibuku Lulusan ITB, So What?

ITBMotherhood
Sabtu 28 Desember yang lalu, saya menghadiri sebuah pameran dan seminar parenting yang diadakan oleh ITBMotherhood. ITBMotherhood adalah komunitas ibu-ibu muda alumni ITB yang sudah berdiri sejak tahun 2009. Melalui fasilitas grup di Facebook, kami membahas apa pun yang terkait dengan peran seorang ibu dan istri. Bukan hanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengasuhan anak, seperti ASI, MPASI, tumbuh kembang anak, memilih dokter anak, tetapi juga membahas ART, memilih peralatan rumah tangga, hubungan dengan orang tua/mertua, investasi, pendidikan agama, sampai berbagai tips tampil menarik untuk suami. 

Sungguh saya mendapatkan banyak sekali ilmu dari grup ini. Makanya, ketika wacana tentang seminar ini muncul, saya langsung bertekad untuk hadir. Sayangnya, teman-teman dekat saya ternyata berhalangan hadir. Karena tidak ada teman, saya juga sempat mengurungkan niat untuk hadir. Namun setelah dipikir-pikir, sayang sekali kalau saya melewatkan kesempatan ini. Apalagi saya juga membutuhkan inspirasi untuk menyambut tahun 2014 ini. Akhirnya saya pun pede saja datang sendiri :D

Suasana di Aula Barat ITB (Dok. ITBMotherhood)
Pameran
Acara ini berlangsung di Aula Barat ITB dan terbuka untuk umum. Setelah melakukan registrasi dan mendapatkan goodie bag yang berisi paket Wardah dan voucher belanja dari beberapa usaha para anggota ITBMotherhood, peserta akan disambut dengan sebuah papan yang memamerkan foto-foto keluarga anggota ITBMotherhood yang tersebar di seluruh penjuru dunia. 

Pameran foto ITBMotherhood Around The World (Dok. ITBMotherhood)
Ketika saya datang, sebenarnya acara sudah dimulai. Tapi rasanya enggak afdal kalau belum mengintip pameran usaha Mompreneur ITB. Akhirnya saya pun cuci mata dulu mengelilingi arena pameran yang terdiri dari 15 stand dan 35 merk, toh acaranya belum benar-benar mulai, masih sambutan hehehe... Barang yang dipamerkan cukup beragam. Mulai dari makanan, pakaian, sampai mainan edukasi, ada. Membuat saya beberapa kali tergoda untuk membeli :p

Pameran usaha Mompreneur ITB (Dok. ITBMotherhood)
Dibalik Wanita Hebat Ada Dukungan Dari Suami Hebat
Sesi pertama dari acara seminar ini berjudul "Ibu Alumni ITB Berkarya Untuk Masyarakat Melalui Rumah, Bisnis, dan Karir". Sesi ini mengundang tiga pembicara yang mewakili profesi ibu rumah tangga, pengusaha, dan wanita karir. Pembicara pertama yaitu Teh Yanti Herawati (T. Planologi, 1989). Beliau adalah ibu rumah tangga dan praktisi homeschooler. Sebagai mantan Ketua KMPA (Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam), hobinya mendaki, dan menjadi ibu rumah tangga tentu bukanlah cita-citanya. Namun jalan hidup ternyata berkata lain. Beliau dianugerahi anak yang sangat berbakat sehingga memerlukan pendampingan khusus darinya. Ketika sekolah alam sudah tidak dapat lagi memuaskan hasrat belajar anaknya, beliau akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya di sebuah LSM asing, dan menjadi guru bagi anak-anaknya. Selain bercerita mengenai pengalamannya menjadi penggiat homeschooler, beliau juga berbagi tips bagaimana mengatasi kejenuhan menjadi ibu rumah tangga, juga bagaimana mengkomunikasikan pilihannya tersebut pada orang tua/mertua.

Pembicara kedua yaitu Ibu Nurhayati Subakat (Farmasi, 1971). Beliau adalah pendiri Wardah Cosmetic yang berhenti bekerja kantoran atas permintaan anak-anaknya. Seru sekali mendengar cerita beliau ketika baru merintis usahanya pada tahun 1985. Bagaimana beliau pada awalnya menjual produk sampo yang diproduksi di rumah dan menjualnya door to door dari satu salon ke salon lain. Beliau juga berbagi tips bagaimana membagi waktu antara mengurus anak dan bisnis, juga bagaimana mendelagasikan tugas dan menjaga hubungan baik dengan ART. Kini beliau sudah bisa merasakan manfaatnya. Anak-anaknya bisa menjadi lebih hebat dari beliau, dan kini anaknya lah yang menjalankan bisnis tersebut.

Pembicara ketiga yaitu Teh Fenny Martha Dwivany (Biologi, 1990). Beliau adalah dosen sekaligus peneliti berprestasi di SITH (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati) ITB. Beliau harus menunggu sebelas tahun untuk mendapatkan buah hati. Maka dari itu, selain menikmati karirnya sebagai peneliti, beliau juga selalu menikmati semua momen kebersamaan dengan anaknya. Kepada para peserta, beliau berbagi tips bagaimana memanfaatkan teknologi agar tidak kehilangan momen penting bersama anaknya ketika beliau sedang mengerjakan penelitian post doctoral di Brisbane, Australia.

Sesi 1 (Dok. ITBMotherhood)
Dari ketiga pembicara tersebut, saya dapat menarik sebuah kesimpulan. Bahwa apa pun profesinya, baik itu ibu rumah tangga, pengusaha, atau wanita karir, mereka memilihnya dengan ikhlas serta atas ridho dan dukungan dari suami. Dan yang terpenting, mereka fokus menjalani pilihan tersebut dengan sungguh-sungguh dan tidak setengah-setengah. Hal itulah yang menjadi kunci keberhasilan mereka selama ini.

Anak Merupakan Investasi Sekaligus Tanggung Jawab
Sesi kedua dari acara seminar ini berjudul "Tantangan Dunia Pengasuhan Anak dan Kesehatan Keluarga". Sesi ini mengundang dua pembicara. Pembicara pertama yaitu Bunda Rani Razak Noe’man (T. Industri). Merasa tidak pandai membagi waktu, akhirnya beliau memilih untuk meninggalkan karirnya di sebuah bank swasta. Pilihan itulah yang membawanya menjadi seorang trainer parenting. Bunda Rani mempresentasikan materinya dengan sangat menarik, dibuka dengan pertanyaan yang membuat para peserta tergagap, "Kenapa punya anak?" Sindirannya begitu mengena di hati, data-data yang dipaparkannya pun sukses membuat saya menitikkan air mata (lagi). Beliau menegaskan betapa pentingnya dual parenting dan membangun komunikasi yang baik dengan anak. 

Pembicara kedua yaitu Mba Amanda Pingkan Wulandari (T. Planologi, 1996). Beliau adalah salah satu admin grup Facebook Homemade Healthy Baby Food. Sebelum memulai penjelasannya, Mba Ingkan mengajak para peserta untuk melakukan senam ASI sambil menggendong anaknya yang sedang demam karena sedang teething. Salut! Setelah suasana menjadi segar kembali, beliau menjelaskan betapa pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi yang cukup bagi anak, tidak hanya ketika sudah memasuki masa MPASI, tapi sudah dimulai sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Beliau menegaskan bahwa tidak ada pantangan makanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi yang baru mulai belajar makan. Prinsipnya adalah nikmati dan amati.

Sesi 2 (Dok. ITBMotherhood)
Dari kedua pembicara tersebut, saya dapat menarik benang merah. Apa pun yang kita berikan pada anak saat ini (pola pengasuhannya dan makanannya) akan berpengaruh pada karakter dan kesehatan anak hingga dia dewasa

Reuni
Alhamdulillah... Saya bersyukur tidak melewatkan kesempatan untuk hadir di acara ini. Selain mendapatkan ilmu dan pencerahan, melalui acara ini saya juga bisa bertemu dengan teman-teman lama. Ada yang makin langsing, ada yang sedang hamil, ada yang datang bersama suami, ada yang datang sambil menggendong bayi. Seru! Saya juga inginnya sih datang bareng suami, toh Jav bisa main di playground dari PAS (Pembinaan Anak-Anak Salman) ITB yang sudah disediakan untuk peserta yang membawa balita (untuk yang menyusui juga disediakan ruang menyusui). Namun karena beberapa pertimbangan, akhirnya saya pergi sendiri saja, sementara suami mengasuh Jav di rumah :D

Playground (Dok. ITBMotherhood)
Ibuku Lulusan ITB, So What?
Oleh-oleh yang paling penting (dan paling jleb) dari acara ini yaitu kalimat berharga dari Bunda Rani. Ibuku lulusan ITB, so what? Mau lulusan SD atau lulusan S3, tidak ada bedanya, kalau tidak mau belajar ilmu parenting.
Kita bergabung bukan untuk memperuncing perbedaan, memamerkan kepintaran, berlomba membeli barang mahal dan bergosip tak karuan. Melainkan untuk membantu para ibu mengemban tugas mereka sebagai pembangun peradaban. (Teh Patra, Ketua ITBMotherhood)
Bertabur hadiah (Dok. ITBMotherhood)

47 comments :

  1. yap, saya setuju mba, yang paling penting adalah fokus dan sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu alias tidak boleh setengah2. Dan, hal tsb, seperti lentera yg akan menuntun kita kemana pun :)

    ReplyDelete
  2. yang dibahas dalam komunitasnya banyak banget ya... pastinya banyak ilmu yg diperoleh :)

    ReplyDelete
  3. istri ane kalo ikutan gituan pasti dia seneng.. banyak ilmu yang di dapet tuh kyknya

    ReplyDelete
  4. emang bner mbk.. apapun yang dilakukan istri kalo penuh dukungan suami pasti hasil yang di dapat bisa maksimal.. keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. seneng ya kalau didukung suami & anggota keluarga lainnya :)

      Delete
  5. wanita selalu hebat kalo berkarya.. acung 4 jempol ..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wanita ato pria sama aja kalau dikasih kesempatan :)

      Delete
  6. asik banget ada komunitas ini. banyak berbagi ilmu dan pengalaman pasti ya. mau lulusan manapun yang penting pandai mengurus keluarga dan rumah tangga ya mbak :) salam kenal

    ReplyDelete
  7. wah,bermanfaat sekali ya mbk acaranya....^^

    ReplyDelete
  8. betul mbak, ilmu parenting itu harus terus di cari. Yang cuma lulusan SD pun tidak kalah hebat kok kalau mau belajar ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak ya cerita ibu yg biasa2 aja tp anak-anaknya sukses..

      Delete
  9. keren mbak acaranya, pasti bermanfaat sekali ya

    ReplyDelete
  10. keren dong lulusan salah satu kampus terbaik di negeri ini

    ReplyDelete
  11. setuju banget. Lulusan sekolah tinggi sekalipun gak otomatis ilmu parenting lebih tinggi. Dan kayaknya untuk pareting kita seumur hidup dituntut untuk belajar

    ReplyDelete
  12. yang jelas sih, lulusan ITB itu pasti... (isi sendiri titik-titiknya :)

    ReplyDelete
  13. wah bermanfaat sekali acaranya, dapet banyak ilmu baru :)

    ReplyDelete
  14. Kalo dah punya suami dan anak, Insya Allah akan joint pada komunitas ini
    Skrg msih maen2 tiap hari di ITB. hiks hiks

    ReplyDelete
  15. setuju mbak, so what itu belajar yang paling penting. ilmu parenting untuk anak yang terbaik

    ReplyDelete
  16. Sukaaa dengan postingan ini. Komunitasnya keren mbak :)

    ReplyDelete
  17. Banyak banget kegiatannya ya mbak. Pastinya bermanfaat banget tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya br sekarang ikut kegiatan offline-nya, biasanya klo ada kopdar ga pernah bisa ikut :)

      Delete
  18. iya benar banget dibalik kehebatan sorang istri adalah dukungan dari suami... dibalik anak yang hebat adalah orang tua yang hebat juga.. dalam sebuah keluarga memang sudah seharusnya untuk saling mendukung

    ReplyDelete
  19. acaranya bagus banget ya mak.... terima kasih sudah berbagi.

    ReplyDelete
  20. Senangnya bisa reuni plus dapat ilmu yang bermanfaat. saya suka quotesnya..mak jleb

    ReplyDelete
  21. Sepertinya ilmu yg didapat banyak ni mak...wah beruntung sekali ya bs ikutan acara spt itu...

    ReplyDelete
  22. wow seru! saya tinggal di Bandung euy padahal & pernah liat pengumuman acara ini terus lupa weh gak ikutan. heuheheu :(( nyesel ga dateng euy

    ReplyDelete
  23. wanita hebat itu, dia yang bisa membagi waktunya dengan adil.. tanpa membeda-bedakan mana waktu yang lebih penting, semuanya mereka anggap penting termasuk untuk mengurus keluarganya.
    follback ya jng lpa

    ReplyDelete