Tuesday, February 25, 2014

Trial Class @ Al-Hikmah

Setelah ngubek-ngubek brosur playgroup, pencarian playgroup yang cocok untuk Jav pun dilanjutkan dengan ikut trial class di Al-Hikmah. Untuk program sih saya udah enggak ragu lagi. Soalnya Al-Hikmah ini digawangi oleh Teh Sasa Esa Agustiana, penyiar dan istri Pak Aam Amiruddin. Liat foto-foto kegiatan di Facebooknya juga seru. Cuman pengen liat aja, apa Jav nyaman bermain di sana atau enggak. Mmmm iya saya bohong :D Sebenernya sih pengen liat, apa saya bisa meninggalkan Jav bermain di sana dengan tenang atau enggak heuheu...

So, pagi itu beberapa hari minggu yang lalu, saya dan Jav sudah tiba di Al-Hikmah pukul delapan pagi. Suasana masih sepi, karena kegiatan baru dimulai pukul setengah sembilan. Jav pun bermain dulu di playground. Mainan favoritnya yaitu perosotan. Tidak berapa lama, anak-anak lain pun mulai berdatangan, kebanyakan anak TK. Ada yang bermain di playground, ada juga yang dites bacaan Iqronya. Guru-guru yang lewat, menyapa setiap anak yang sedang bermain di playground satu per satu, termasuk Jav. "Assalamualaikum... Wah ada murid baru. Siapa namanya?" Dan dijawab "Jav!" dengan suaranya yang imut-imut hihihi...

Dok. Pribadi

Dok. Pribadi
Karena Jav udah banyak temannya, saya pun memilih duduk di pinggir. Tapi sesuatu terjadi. Jav berdiri di belakang ayunan yang sedang digunakan anak-anak TK sambil mendorong ayunan tersebut. Ayunan itu bergerak semakin cepat. Saya segera berlari menghampiri Jav. Tapi terlambat, Jav sempat beberapa kali terangkat sampai akhirnya terjatuh. Sumpah badan saya rasanya lemas sekali. Fiuh! Untung Jav enggak kenapa-kenapa, hanya terlihat cukup kaget, dan enggak kapok dorong-dorong ayunan lagi (tapi kali ini di pinggir).

Akhirnya kegiatan pun dimulai. Pak Guru memanggil anak-anak untuk berbaris dan masuk ke dalam kelas sambil main kereta api-kereta apian. Jav, harus saya bujuk dulu sebelum mau ikut masuk ke kelas. Kegiatan dibuka dengan berdoa bersama, lalu dilanjutkan dengan senam pagi dan permainan gerak badan lainnya. Jav masih malu-malu dan cuman ngeliatin aja. Baru pas bagian loncat dari satu busa ke busa lain, Jav berani ikutan. Terlalu semangat malah. Dia inisiatif loncat sendiri lagi dan lagi, padahal bukan gilirannya hahaha...

Yang paling seru yaitu waktu acara bikin lukisan dari busa sabun warna-warni. Jav semangat banget ngocok busa sabunnya. Tapi giliran disuruh megang kertas yang udah kena sabun, malah enggak mau. "Nanti kotor," katanya. Gubrak! Saya langsung tutup muka karena malu hihihi... "Nanti kan bisa cuci tangan," kata saya dan Bu Guru, tapi Jav tetap enggak mau. Dia malah asyik ngocok busa sabunnya padahal harusnya gilirannya udah selesai, gantian sama temannya yang lain. Setelah dibilangin waktunya makan, baru deh Jav mau berhenti.

Dok. Pribadi
Satu hal yang paling saya tunggu-tunggu kalau Jav udah 'sekolah' adalah menyiapkan bekal makan untuk Jav. Makanya, pagi itu, sebelum Jav bangun, saya semangat bikin muffin buat bekalnya Jav. Tapi ternyata saya harus gigit jari, karena ketika waktu makan, kotak makan teman-teman Jav isinya seputar wafer, cokelat, jelly, dan jajanan kemasan lainnya. Kecewa hiks...

Dok. Pribadi
Setelah selesai makan, istirahat deh, main-main di playground. Kali ini aman karena enggak bareng sama anak-anak TK, dan didampingi Pak Guru - Bu Gurunya. Bu Guru dan beberapa anak main gambar-gambaran di tanah pakai batu. Jav? Tetep dorong-dorongin ayunan :D

Pukul sepuluh, anak-anak diajak masuk ke kelas lagi dan berdoa sebelum pulang. Tapi Jav enggak mau pulang hihihi...

Ternyata trial satu hari itu kurang yah. Tapi kurang lebihnya udah cukup lah untuk menjadi bahan pertimbangan saya dan suami. Tinggal dicocokin sama ciri-ciri preschool yang berkualitas menurut the National Association for the Education of Young Children (NAEYC). Diantaranya (sumber dari sini):
  • Anak-anak menggunakan sebagian besar waktunya bermain , mengerjakan material pembelajaran dan bersosialisasi dengan anak lain.
  • Anak bisa mencoba bermacam-macam aktivitas sepanjang hari.
  • Guru mengajar anak secara individu, kelompok kecil dan seluruh grup dalam waktu berbeda dalam hari yang sama.
  • Kelas anak didekorasi dengan prakarya orisinil anak.
  • Anak-anak belajar konsep angka dan alfabet dalam konteks pengalaman sehari-hari. ? (sepertinya belum)
  • Anak mengerjakan proyek untuk bermain dan melakukan eksplorasi (dalam waktu minimal satu jam).  Lembar kerja sebaiknya diberikan seminimal mungkin. × (waktunya dibatasi, seperti ketika Jav sedang seru mengocok busa sabun)
  • Anak-anak memiliki kesempatan bermain di luar ruangan setiap hari.
  • Guru membacakan buku untuk anak , baik secara individual maupun dalam kelompok kecil. (di brosurnya sih menekankan story telling)
  • Guru menyadari, murid memiliki latar belakang dan pengalaman berbeda sehingga mereka tidak bisa mempelajari hal sama dalam waktu sama dan dengan cara sama. (tidak ada paksaan ketika anak tidak mau mengikuti salah satu kegiatan)
  • Anda merasa aman menyekolahkan anak di sekolah tersebut. Jika anak merasa tak sabar ingin pergi ke sekolah, jarang menangis dan mengeluh merasa sakit, berarti preschool pilihan Anda sudah tepat. × (bagian main bareng sama anak yang lebih tuanya)

Semoga poin-poin di atas bisa bermanfaat juga untuk teman-teman yang sedang memilih playgroup untuk anaknya. Saya pribadi sih, masih ada hal penting lain yang menjadi bahan pertimbangan dalam memilih playgroup (selain harga juga tentunya), yaitu lokasinya. Al-Hikmah ini tempatnya nanggung. Enggak usah lewat jalan besar, cukup nyebrang aja dari komplek ke komplek. Tapi kalau jalan kaki kejauhan, kalau pakai beca kemahalan, kalau pakai mobil terlalu dekat, kalau pakai motor sayanya belum bisa hehehe...

4 comments :

  1. Simak artikel Trial Class @ Al-Hikmah menarik sekali si kecil
    Yang sedang belajar itu yah Teh Nathalia, itu Anak Teteh yah? yang mana tuh?

    ReplyDelete
  2. Alhamdullilah dapat Pertamax nya dari Teh Nathalia

    ReplyDelete
  3. dulu waktu anakku umur 2,5 tahun mau kami masukkan ke playgroup..cuma waktu trial kami lihat mainannya semua dari besi dan tinggi2, serta pas main para gurunya tidak ada yg ngawasin kami jadi merasa was-was. Soalnya tempat bermainnya semua bareng dgn anak TK juga. tau sendiri kalau anak2 TK mainnya udah dorong2an..
    Alhasil kami batal masukin anak kesana dan menunggu setahun kemudian baru masuk playgroup B ditempat yg lain..yg lebih aman :D
    Ayo Jav semangat :D

    ReplyDelete