Sunday, April 20, 2014

Obat Gratis untuk Sembuhkan Pasien TB

Masih cerita tentang Alya nih, survivor Tuberkulosis (TB) Paru. Jadi, setelah mengalami gejala TB dan memeriksakannya ke rumah sakit, Alya pun divonis dokter bahwa dia positif mengidap penyakit TB Paru Aktif.

Apa TB Bisa Disembuhkan?
Seperti yang sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya, TB disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis, bukan penyakit turunan, apalagi penyakit kiriman alias disantet :p Selain itu, kabar baiknya penyakit TB ini bisa disembuhkan. Iya, TB memang bisa disembuhkan. Namun tentu saja ada syaratnya, yaitu pasien TB  harus mengkonsumsi obat secara teratur hingga dinyatakan sembuh oleh dokter.

Obat Apa Saja yang Harus Dikonsumsi Pasien TB?
Untuk pasien TB baru, obat anti TB (OAT) yang harus dikonsumsi adalah Rifampicin, Isoniazid, Pyrazinamide, dan Ethambutol. Obat-obatan tersebut dikonsumsi selama dua bulan pertama (tahap intensif) pengobatan. Empat bulan selanjutnya (tahap lanjutan), OAT yang harus dikonsumsi cukup Rifampicin dan Isoniazid saja.

Banyak banget ya obatnya? Memang. Kuman TB sangatlah kuat, tidak dapat disembuhkan hanya dengan satu macam obat saja. Pada tahap intensif, jika OAT dikonsumsi secara teratur, TB yang menular dapat berubah menjadi tidak menular. Walaupun begitu, pengobatan tetap harus dilanjutkan, untuk membunuh kuman persister serta mencegah penyakit TB kambuh lagi.

Apa yang Akan Terjadi Jika Pasien TB Tidak Mengkonsumsi OAT Secara Teratur?
Sayangnya, banyak pasien TB yang tidak teratur, bahkan tidak tuntas mengkonsumsi OAT. Alasannya biasanya karena malas.
  • Malas karena obatnya sangat banyak.
  • Malas karena obatnya harus dikonsumsi setiap hari.
  • Malas karena harus kontrol secara rutin.
  • Malas karena tidak mempunyai uang untuk berobat.
  • Malas karena setelah dua minggu mengkonsumsi obat, pasien TB biasanya sudah merasa sembuh.
Padahal, apabila sekali saja OAT tidak dikonsumsi sesuai anjuran, resikonya selain pasien TB tidak akan sembuh, juga:
  • Jika berhenti sebelum satu bulan, maka pengobatan harus diulang dari awal. Duh, males kan...
  • Jika berhenti setelah satu bulan, kuman TB akan resisten. Penyakit TB yang diderita pasien pun akan naik tingkat menjadi MDR-TB (Multi-drug Resistance Tuberculosis). Maka obat yang harus dikonsumsi pun lebih banyak, yaitu tambahan suntikan Streptomycin setiap hari selama dua bulan. Hmmm lebih repot lagi, kan... Tapi kalau tidak diobati, maka pasien TB akan menularkan kuman TB yang resisten juga. Duh, jangan sampai deh :(
Program Pemerintah untuk Keberhasilan Pengobatan TB
TB termasuk salah satu masalah utama kesehatan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah benar-benar serius menangani masalah ini.

OAT Kombinasi Dosis Tetap (KDT)
Sejak tahun 1995/1996, pemerintah mulai menyediakan OAT KDT. Keuntungannya:
  • Dosis obat disesuaikan dengan berat badan pasien, sehingga hasilnya lebih efektif dan efek sampingnya pun lebih sedikit.
  • Mengurangi resiko konsumsi obat tunggal (karena pasien lupa atau tidak teliti) juga kesalahan dalam penulisan resep.
  • Jumlah tablet yang ditelan pasien lebih sedikit, sehingga lebih memudahkan pasien.
Sumber

Directly Observed Treatment Short-course (DOTS)
Sejak tahun 1995, Indonesia telah menerapkan strategi DOTS. Pada tahun 2000, strategi ini sudah berjalan secara nasional di seluruh pelayanan kesehatan (puskesmas). Komponen dalam strategi ini salah satunya yaitu pengobatan menggunakan OAT dengan pengawasan langsung oleh Pengawas Menelan Obat (PMO). PMO adalah seseorang yang dipercaya oleh petugas kesehatan sekaligus disegani oleh pasien. Tugasnya yaitu mengingatkan, mengawasi, dan mendorong pasien TB agar disiplin mengkonsumsi OAT.

OAT Gratis
Dalam rangka mendukung program DOTS, pemerintah juga memberikan OAT secara gratis.

Apa?! OAT Gratis?
Iya! Gratis! Pengobatan TB gratis bisa didapatkan di seluruh puskesmas, rumah sakit pemerintah, dan dokter swasta yang bekerjasama dengan pemerintah. Syaratnya? Tidak ada syarat apapun. Pasien TB cukup datang ke puskesmas atau rumah sakit pemerintah dengan membawa hasil diagnosa yang menunjukkan bahwa dia mengidap penyakit TB Aktif. Selanjutnya pasien TB pun dapat menikmati pengobatan TB secara gratis.

Tapi jadi curiga nih... Gratis begitu, jangan-jangan kualitasnya kurang oke. Eits, tidak perlu khawatir, dengan mengkonsumsi obat TB gratis, pasien TB dijamin tetap akan sembuh kok. Tentu syaratnya masih berlaku, obat TB dikonsumsi secara teratur ya... Jadi kalau dianalogikan, obat TB gratis dan obat TB yang bayar itu ibarat seseorang yang melakukan perjalanan Bandung-Jakarta dengan menumpang teman dan menggunakan travel. Yang satu gratis, sedangkan yang satu lagi harus mengeluarkan ongkos. Tapi dua-duanya memberikan hasil yang sama kan, yaitu sampai di Jakarta :)

Bagaimana? Sebenarnya tidak ada alasan pasien TB untuk malas berobat. Obatnya gratis! Cukup kemauan yang kuat dari diri sendiri serta dukungan dari orang terdekat (PMO), maka pasien TB pun bisa sembuh. Seperti Alya :)

So, apabila mengalami gejala TB atau menemukan saudara/teman yang mengalami gejala TB, langsung periksakan ke dokter agar segera diobati. Karena pengobatan TB yang teratur bukan hanya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit pasien TB, tapi juga untuk mencegah kekambuhan, memutus rantai penularan, dan mencegah resistensi kuman TB terhadap OAT. Demi Indonesia yang lebih sehat :)

~~~

Referensi:
  • http://www.tbindonesia.or.id
  • KMK No. 364 tentang Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis

~~~

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition: Temukan dan Sembuhkan Pasien TB
(Serial 2: Obat TB Gratis)


28 comments :

  1. Selamat malam Teteh Nathalia, penuturan tentang penyakit yang di derita Mbak Alya.
    Andaikan pada semua Puskesmas, atau pos kesehatan lainya ada obat gratis seperti
    Yang Teh Nathalia posting ini. maka nasib orang kecil yang gak mampu berobat pasti
    akan teratasi yah Teh.? Sae pisan artikelna Teteh, salam santun nu kapihatur :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. smoga artikel ini bisa membantu penyebaran informasi bahwa obat tb itu gratis :)

      Delete
  2. Sangat mmbantu penderita tb ya mbk...gratis soalnya ;)

    ReplyDelete
  3. sepertinya masih banyak yang belum tahu tentang obat TB grtais ini ya mbak

    ReplyDelete
  4. Hebat, obat gratis untuk pengidap TB. Semoga semakin banyak yang kembali sehat. Amen :)

    ReplyDelete
  5. Terkena TB itu menakutkan, apalagi tahap kedua, pengobatannya sampai 9 bulan dan harus di suntik selama waktu itu pula. Ngeri kan, saya sudah pernah merasakanya, bukan cuma sakit di badan, tapi secara sosialpun terganggu, jangan sampai deh..

    Makanya, buat para penderita TB, SEMANGATLAH UNTUK SEMBUH, disilipn mengikuti petunjuk pengobatan dari dokter bersangkutan, TB ITU BISA SEMBUH dan Obat TB itu gratis

    ReplyDelete
  6. banyak banget obatnya ya, klo sudah kena tb, sudah seharusnya pengobatan di gratiskan, dan tidak hanya untuk tb..

    sukses kompetisinya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak dan lama :(
      tp skarang udah ada yg djadiin 1 tablet :)

      Delete
  7. disiplin, kuncinya kalau ingin sembuh dari TB ya :)

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah ya, obat utk TB bisa didapatkan secara gratis. Semoga Indonesia bisa bebas TB

    ReplyDelete
  9. Semoga dengan gratisnya OAT membuat masyarakat kurang mampu yang sakit TB bisa diobati sampai sembuh

    ReplyDelete
  10. Jadi keinginan untuk sembuh itu ya mba, gaboleh putus pokonya

    ReplyDelete
  11. Andai aku tau sejak 2 taun lalu tentang obat gratis ini, atau ini baru dimulai mbak programnya?
    aku dulu sempat 6 bulan terapi TB dan menguras kantong bangeeetttt T.T

    ReplyDelete
  12. Benar Mbak, obat TB itu gratis, sangat membantu utuk yang terkndala biaya. Saya tau karean saya sudah pernah terkana TB dan alhamdulillah sembuh, dan TB itu sangat bisa di sembuhkan dengan meminum obat secara rutin dan disilpin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga semua pasien TB sadar bahwa TB bisa disembuhkan asal disiplin :)

      Delete
  13. Mari temukan dan sembuhkan TB, Indonesia bebas Tuberkulosis, Yes!!!

    ReplyDelete