Tuesday, October 7, 2014

Evaluasi Perkembangan Anak Usia Dini

Alhamdulillah, Sabtu 27 September yang lalu saya berkesempatan mengikuti seminar dan workshop mengenai 'Assessment untuk Perkembangan Anak Usia 2-6 Tahun'. Acara ini diadakan oleh Kinarya Gagas.

Penyelenggara (Dok. Pribadi)
Gratis untuk guru dan orang tua. Tentu saja jumlah pesertanya dibatasi, dan saya nyaris tidak bisa ikut karena terlambat mendaftar (sebelumnya saya ragu karena ada kemungkinan waktunya bentrok dengan jadwal keluarga). Untungnya, di detik-detik terakhir ada calon peserta yang mengundurkan diri, jadi saya bisa menggantikan ;)

Setelah melakukan gerak badan bersama, acara pun dimulai sekitar pukul setengah sembilan. Materi disampaikan oleh Ibu Irawati Imran, Psi (Psikolog Sekolah Gagas Ceria).

Perkembangan Anak
Sebelum masuk ke materi assessment perkembangan anak, terlebih dahulu kita harus memahami perkembangan anak itu sendiri.

Prinsip perkembangan anak diantaranya:
  • Berkesinambungan sejak lahir
  • Dalam susunan tertentu: dari tengah ke luar, dari atas ke bawah, dari gerakan kasar ke gerakan halus
  • Berurutan, melalui tahapan
  • Lajunya berbeda, ada yang normal, ada juga yang butuh intervensi
  • Bergantung pada usia dan kematangan (tidak bisa diintervensi) serta pengalaman bisa diintervensi)
Adapun aspek perkembangan anak terdiri dari:
  • Perkembangan kognitif: memproses informasi dan menggunakan informasi tersebut secara tepat, memecahkan masalah, berpikir logis, dan berpikir simbolis
  • Perkembangan motorik: bergerak dan mengendalikan tubuhnya, mencapai kualitas kontrol motorik kasar dan motorik halus
  • Perkembangan bahasa: pertukaran informasi, berbicara dan mendengar, membaca dan menulis
  • Perkembangan sosial: mengenal emosi, ekspresi, dan mampu mengontrolnya, sense of self, bertanggung jawab, berperilaku tepat
Assessment
Nah, setelah mengetahui sedikit gambaran tentang perkembangam anak, baru deh masuk ke materi assessment.

Apa sih yang dimaksud dengan assessment perkembangan anak?
Yaitu proses mengamati, mencatat, dan mendokumentasikan kegiatan yang dilakukan anak dan bagaimana mereka melakukannya sebagai dasar bagi beberapa keputusan pendidikan terkait perkembangan anak tersebut (NAEYC, 1991)
Assessment penting dilakukan dalam memantau perkembangan anak. Tujuannya yaitu untuk:
  • Screening: mengecek perkembangan anak
  • Instructional: dikaitkan dengan kurikulum yang berlaku
  • Diagnostic: identifikasi anak berkebutuhan khusus oleh profesional
  • Program evaluation: mengukur performance secara keseluruhan
Prinsip dalam melakukan assessment perkembangan anak:
  • Menyeluruh
  • Berkesinambungan
  • Obyektif
  • Otentif
  • Bermakna
  • Paradigma positif, berdasarkan kemampuan terakhir yang anak bisa
  • Mendidik
Dalam melakukan assessment perkembangan anak, kita harus menghargai anak. Terdapat etika yang perlu diperhatikan:
  • Mengutamakan kepentingan anak
  • Menghormati hak anak
  • Menjaga kerahasiaan data
  • Membangun harga diri anak
  • Menerima anak dengan paradigma positif
  • Menerima keunikan anak
Metode dalam assessment perkembangan anak diantaranya:
  • Observasi
  • Tes
  • Performance
  • Diskusi
  • Wawancara
  • Kuesioner
  • Jurnal
Observasi merupakan bagian paling penting dalam proses assessment. Waktu yang paling baik untuk melakukan observasi adalah ketika anak sedang bermain, karena lebih natural. Guru atau orang tua boleh ikut terlibat dalam permainan. Namun informasi yang diperoleh akan lebih banyak apabila guru atau orang tua mengamati sambil mengambil jarak. Guru dan orang tua harus menyisihkan waktu khusus untuk melakukan observasi dan melakukannya secara berkala, kurang lebih 5-10 menit. 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan didokumentasikan ketika observasi adalah:
  • Apa yang dilakukan anak
  • Apa yang terjadi
  • Bagaimana reaksi anak terhadap kejadian
Sedangkan cara penilaian dan pencatatannya dapat dilakukan dengan:
  • Checklist
  • Scala
  • Rubrik (ada rentang kualitas, kontinum)
  • Narasi
  • Rekaman foto dan video
Ingat! Hindari memasukkan unsur judgemental dalam mengumpulkan data.
Contoh: "Hari ini Timmy nakal. Dia menumpahkan air ke dalam sepatu teman-temannya." Seharusnya: "Hari ini Timmy bermain air. Sebagian air tumpah ke dalam sepatu teman-temannya." Interpretasi boleh dilakukan setelah selesai mengumpulkan data.

Interpretasi terhadap data dapat digunakan untuk mengetahui:
  • Minat
  • Fokus
  • Kelainan anatomi tubuh
  • Kebutuhan sensori (vestibular dan proprioseptik)
  • Kesadaran ruang
Tugas guru dan orang tua dalam assessment perkembangan anak adalah:
  • Memahami tujuan belajar
  • Memahami tahapan belajar
  • Mengamati anak setiap hari dan mendokumentasikannya
  • Mengumpulkan informasi, memelihara sampling foto dan video
  • Menyimpulkan apa yang dipelajari dari setiap anak, mendiskusikannya, lalu membuat rencana tindak lanjut
Contoh alat yang dapat digunakan untuk melakukan assessment perkembangan anak diantaranya:
  • Bayley
  • ASQ (age-stage questionnaire)
  • DDTK
  • Suryakanti
  • Denver
Suryakanti (Sumber)
Workshop
Acara seminar berlangsung secara interaktif. Ibu Ira memberikan contoh-contoh studi kasus dalam presentasinya baik berupa foto dan video. Kemudian para peserta diminta ditodong untuk mengemukakan hasil observasi terkait contoh studi kasus tersebut. Dalam hal ini, tentu saja diperlukan konsentrasi yang baik supaya dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya dari foto dan video yang sudah ditampilkan. Dan yang pasti, harus berhati-hati juga agar ketika mengemukakan hasil observasi tidak terselip kata-kata judgemental.

Tapi itu kan latihan secara lisan. Nah, latihan praktek input data secara tulisannya ya di acara workshop. Para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok. Satu kelompok terdiri dari delapan orang peserta dan didampingi oleh satu orang fasilitator (guru dari Sekolah Gagas Ceria). Namun dalam pengerjaannya, dibagi lagi menjadi sepasang-sepasang.

Kami diberi satu set formulir assessment (ASQ) serta data pribadi seorang anak. Data tersebut harus diterjemahkan sebagai input untuk mengisi formulir ASQ. Sebetulnya tidak sulit, karena sebelum ini saya juga pernah menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk mengevaluasi perkembangan Jav. Hanya saja indikator dalam KPSP lebih sedikit dan sederhana (namanya juga Pra Skrining, wajar apabila lebih sederhana),  sedangkan indikator dalam ASQ lebih banyak dan lengkap.

Formulir ASQ usia 48 bulan untuk indikator communication (Sumber)
Formulir ASQ usia 48 bulan untuk indikator gross motor (Sumber)
Namun prakteknya ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Bagaimana tidak, saya kan tidak pernah berinteraksi dengan anak yang dijadikan studi kasus. Jadi, diperlukan waktu yang agak lama untuk dapat membaca kumpulan dokumen data pribadi anak tersebut agar mengenal kebiasaan dan memahami kemampuannya. Ada data hasil wawancara, ada catatan yang diambil dari buku penghubung antara guru dan orang tuanya, ada juga beberapa gambar hasil coretan anak tersebut.

Seru sih, hanya saja waktu yang disediakan rasanya terlalu singkat. Perhatian saya pun sempat terganggu karena pasangan saya lebih memilih menyontek hasil pekerjaan teman di sebelahnya. Weleh-weleh… Ada-ada saja :p Padahal saya yakin, tujuan penyelenggara mengadakan workshop ini bukan untuk menilai hasil kerja peserta (benar atau salah), tapi sebagai ajang latihan untuk menilai perkembangan anak.

Setelah workshop selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Cukup banyak juga peserta yang bertanya. Para guru kebanyakan menanyakan masalah perkembangan anak yang terjadi di sekolahnya. Walaupun saya bukan guru, tapi lumayan juga untuk menambah wawasan. Sayang, saya bingung mau bertanya apa. Padahal kalau di rumah dan sedang pusing dengan kelakuan Jav, rasanya ingin sekali meminta pendapat dari psikolog :D

Setelah mundur satu jam dari jadwal yang sudah ditentukan, akhirnya acara ditutup dengan penjelasan mengenai Kinarya Gagas, Elmuloka (perpustakaan Gagas Ceria yang terbuka untuk umum), serta Penerbit Erlangga (tempat acara ini terselenggara). Hmmm, kapan-kapan, ingin deh, mengajak Jav main ke Elmuloka.

Evaluasi di Rumah
Sebenarnya, penyelenggara menjual CD yang berisi materi seminar dan kompilasi ASQ untuk anak usia 2-6 tahun. Namun, karena katanya formulir ASQ bisa di-download di website-nya, saya pun tidak ikut membeli, lebih baik download sendiri saja *emak irit* :D

Tapi, setelah saya cek di website-nya, ternyata harus bayar. Yang gratis hanya sampelnya hihihi…. Untungnya di tempat lain ada yang gratis. Untuk orang tua yang sayang anak membutuhkan, bisa download formulirnya di sini. Cukup memasukkan tanggal lahir anak, maka formulir ASQ pun bisa di-download secara gratis.

ASQ gratis (Sumber)
Ada lima indikator yang dinilai dalam ASQ, yaitu communication, gross motor, fine motor, problem solving, dan personal-social. Nanti, kita bisa menghitung total nilai perkembangan anak.
  • Apabila total nilai anak berada di area berwarna putih, artinya perkembangan anak di atas ambang batas, dan sesuai dengan jadwal.
  • Apabila total nilai anak berada di area berwarna abu, artinya perkembangan anak mendekati ambang batas, sehingga guru dan orang tua harus menyediakan kegiatan belajar untuk menstimulai perkembangannya serta terus melakukan pemantauan.
  • Apabila total nilai anak berada di area berwarna hitam, artinya perkembangan anak di bawah ambang batas, sehingga perlu dilakukan penilaian lebih lanjut oleh profesional.
Formulir resume ASQ (Sumber)

32 comments :

  1. Replies
    1. Betul ya Mas Nunu info Teh Nathalia ini
      Sangat bermanfaat buat orang banyak :)

      Delete
    2. setuju ama yg diatas, Informatif Bangeet artikelnya

      Delete
    3. hehe saya cuman meneruskan informasi yg saya terima dari acara seminar kemarin... alhamdulillah klo bermanfaat :)

      Delete
  2. baca ini,beneran banget kayak jaman kuliah psikologi dulu,pas matkul psikoogi perkembangan sama psikologi pendidikan hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi... coba deket, bisa konsultasi tentang jav sama miss hanna ;)

      Delete
  3. Lengkap sekali Teh Nathalia penerangan Evaluasi perkembangan anak
    Pada usia dininya.. ini bisa menginfirasi buat saya yang baru punya
    Anak nih Teh. makasih atas info pengetahuan ini *salam silaturrahim :)

    ReplyDelete
  4. informatif dan lengkap :)
    senang ya, bisa tahu perkembangan anak sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, jd kalau ada yg terlambat bisa langsung ketauan & distimulasi :)

      Delete
  5. Hehe perjuangan mbak ikutan seminar berbuah manfaat ya :)

    ReplyDelete
  6. detail banget informasinya dan sangat berguna buat para orang tua yang akan punya anak :)

    ReplyDelete
  7. pasti menarik banget workshop dan seminarnya, pas banget anak saya juga seusia itu

    makasih mba...coba saya pelajari

    ReplyDelete
  8. Tak bookmark mak, keren & bermanfaat artikelnya ;)

    ReplyDelete
  9. Ibu2 sekarang bisa menggali informasi dari mana aja. Banyak seminar. Asal mau menyempatkan diri untuk modal mengasuh anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mak... infornasi banyak, tinggal prakteknya juga yg gampang2 susah :D

      Delete
  10. kalo sekarang bisa tahu perkembangan anak lewat acara ini ya..dulu kan kayak dibiain tumbuh setumbuh tumbuhnya..ga tau kalo ada stimulasi dan lain lain

    pas posyandu sempat sih ada screening dari puskesmas, 3 bulan sekali
    makasih banyak link nya :)
    moga sehat selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. waa enak posyandunya suka ada screening 3bln sekali...
      dsini posyandu cmn nimbang berat bada aja :(

      Delete
  11. Komplit plit. Aku bookmark mbak Lia. Pengen aku baca2 lagi biar mudah dipahami.

    ReplyDelete
  12. Waaah asyik sekali kegiatannya Mbak. Gratis lagi .... untungnya kebagian kursi ya ... itu instrumennya, bisa didapat di mana saja ya? TFS :)

    Oya ,,, ikutan kuis buku saya di Twitter yuk Mbak .... ada ketentuannya di postingan terbaru saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. link untuk download instrumennya udah saya kasih di artikel mbak :)

      Delete
  13. mbak..makasih banyak ya
    temenku bingung anaknya usia segini kok belum bisa ini itu..terus aku kasih link ke blog ini
    sangat bermanfaat

    ReplyDelete