Thursday, June 15, 2017

Mudik Selamat, Aman, dan Nyaman Menggunakan Pesawat

mudik selamat aman nyaman

Enggak terasa ya, saat ini kita sudah akan memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Bagaimana puasanya teman-teman? Masih tetap semangat kan? Biasanya kalau saya sih setelah memasuki sepuluh hari terakhir, hari-hari terasa berjalan sangat cepat. Tahu-tahu sudah takbiran dan lebaran saja.

Ngomongin soal lebaran, ada satu kegiatan berkaitan dengan momen tersebut yang enggak pernah saya rasakan seumur hidup. Yaitu mudik. Ya iyalah, rumah orang tua hanya berjarak beberapa meter. Dan untuk ke rumah mertua hanya perlu waktu sekitar empat puluh lima menit. Enggak punya tempat mudik. Enggak ada kampung halaman. Makanya saya penasaran banget sama sensasi mudik.

Kalau teman-teman mudik ke mana? Pakai apa? Untuk perjalanan jauh, paling cepat dan nyaman memang menggunakan transportasi udara ya. 

Meskipun enggak pernah mudik, tapi saya pernah lah beberapa kali bepergian menggunakan pesawat. Dan setiap sebelum berangkat, saya pasti merasa was-was. Takut kenapa-kenapa, hehehe.... Padahal pesawat merupakan moda transportasi yang paling aman loh.

Nah, supaya enggak deg-degan lagi dan lebih siap melakukan perjalanan menggunakan pesawat, saya bergabung dengan #SobatAviasi. #SobatAviasi merupakan komunitas yang dibentuk oleh Direktorat Jendral Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan. Bagi teman-teman yang mudik menggunakan transportasi udara, berikut beberapa tips yang saya rangkum dari #SobatAviasi agar perjalanan udaranya selamat, aman, dan nyaman (disingkat #selamanya).

Persiapan Sebelum Berangkat 
Tiket 
  • Sebisa mungkin beli tiket sejak jauh-jauh hari. Apalagi tiket untuk sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri. Tahu sendiri kan bagaimana padatnya arus mudik lebaran di Indonesia. Permintaan akan transportasi udara menjadi sangat tinggi dan mempengaruhi ketersediaan tiket. Jangan sampai gagal mudik karena keasyikan menyiapkan oleh-oleh tapi malah kehabisan tiket.
  • Agar lebih mudah, teman-teman beli tiket secara online saja. Bisa melalui situs biro perjalanan yang terpercaya atau langsung pada situs maskapai yang dipilih. 
  • Teliti dalam mengisi data yang dibutuhkan. Seperti nama (harus sesuai dengan kartu identitas), kontak (nomor telepon dan alamat email), waktu keberangkatan, nama bandara, serta kota tujuan kedatangan.

Barang Bawaan
  • Selain tas kecil berisi keperluan pribadi, membawa koper ke dalam kabin tentu lebih praktis dan menghemat waktu. Namun ada syarat yang perlu diperhatikan. Ukuran koper tidak boleh melebihi 58 x 46 x 23 cm dengan berat maksimal 7 kg. 
  • Jangan terlalu banyak membawa barang dan kemas pakaian secara efisien. Kalau saya, biasanya memilih pakaian, kerudung, dan alas kaki yang multifungsi dengan warna-warna netral, agar lebih mudah memadupadankannya. 
  • Bagaimana dengan peralatan mandi dan kosmetik? Bentuknya kan cairan, aerosol, atau gel. Boleh dibawa? Tentu saja boleh. Namun kapasitas wadahnya maksimal 100 ml dan dimasukkan ke dalam 1 kantong transparan ukuran 30 x 40 cm. Total yang boleh dibawa yaitu 1000 ml.
  • Barang-barang lain yang boleh dibawa ke kabin adalah laptop/tablet, kamera, sweater/selimut, bahan bacaan, dan baby stroller. Pssst, berdasarkan pengalaman beberapa waktu yang lalu, tripod ternyata enggak boleh dibawa ke dalam kabin.
  • Untuk keamanan barang-barang yang masuk ke dalam bagasi, sebaiknya enggak hanya memasang gembok di koper, tetapi juga membungkusnya dengan plastik wrap. 
  • Agar enggak tertukar dengan bawaan penumpang lain, sebaiknya teman-teman menggunakan tas atau koper dengan warna yang mencolok. Selain itu, tandai juga agar mudah dikenali. Bisa dengan pita, scarf, atau apapun.

Surat-Surat
  • Bepergian ketika sedang hamil? Boleh. Namun perempuan yang sedang hamil wajib memiliki surat rekomendasi terbang dari dokter.
  • Atau bepergian bersama bayi? Usia yang dianggap aman untuk bayi naik pesawat yaitu 3 bulan. Tentu saja tetap harus membawa surat keterangan medis dari dokter yang menyatakan bahwa bayi cukup kuat dan sehat untuk terbang.
  • Begitu pula dengan penumpang yang menggunakan oxygen mask dan stretcher wajib mengajukan permintaan kepada badan usaha angkutan udara. Serta wajib didampingi oleh paramedis dan memiliki surat rekomendasi dari dokter.

Di Bandara
Check-In
  • Ada rumus 3-2-1 sebelum terbang loh. Yaitu telah sampai di bandara 3 jam sebelum waktu penerbangan. Melakukan chek-in 2 jam sebelum waktu penerbangan. Serta berada di waiting room dan gate sesuai penerbangan 1 jam sebelum waktu penerbangan. Mudah diingat kan.
  • Kalau mau lebih praktis, sebaiknya memanfaatkan fasilitas check-in online saja.
  • Batas waktu penutupan loket check in adalah 30 menit sebelum keberangkatan pesawat.
  • Untuk menghindari antrian panjang saat check-in, sebaiknya teman-teman sudah mempersiapkan kelengkapan dokumen (tiket dan kartu identitas) agar proses check-in berjalan cepat.
  • Apabila memungkinkan (tergantung pihak maskapai), pilih tempat duduk sesuai kondisi teman-teman. Jika memiliki phobia ketinggian, ya jangan duduk di dekat jendela. Sebaliknya, jika mudah mengalami mabuk udara, teman-teman pilih kursi yang dekat dengan jendela. Duduk di dekat pintu darurat memang lebih leluasa. Namun enggak semua orang boleh duduk di situ. Ada syaratnya. Yaitu cukup dewasa, sehat, enggak buta warna, mampu membaca, dan dapat membantu awak pesawat membuka pintu seandainya terjadi kondisi darurat.

Pemeriksaan
  • Untuk alasan keselamatan dan keamanan, teman-teman harus sabar dan patuh ya saat diperiksa oleh petugas keamanan bandara.
  • Ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika teman-teman melewati Gawang Detektor Logam pihak keamanan bandara. Di antaranya yaitu menyimpan alat-alat yang mengandung logam di dalam bagasi, melepas aksesori yang mengandung logam, dan enggak bercanda.
  • Barang bawaan merupakan tanggung jawab pribadi. Teman-teman perlu melindungi sendiri barang bawaan saat berada di bandara. Yaitu dengan selalu mengawasi tas dan barang bawaan. Saat proses Security Check Point, masukkan aksesori dan barang berharga ke dalam tas kecil, jangan dibiarkan tercecer begitu saja. Serta jangan mendahului tas saat melewati detektor logam. 
  • Untuk menghindari hal yang enggak diinginkan, jangan bercanda tentang bom ya. Dan jangan mau menerima titipan bagasi dari orang yang enggak dikenal. 

Di Pesawat
Keselamatan
  • Pahami berbagai pengetahuan mengenai prosedur keselamatan. Seperti lokasi penyimpanan baju pelampung, arti lampu petunjuk, cara penggunaan sabuk pengaman, aturan pemakaian masker oksigen, serta instruksi untuk menegakkan sandaran kursi dan membuka jendela saat tinggal landas dan mendarat.
  • Ingat baik-baik ya. Jangan mengaktifkan ponsel atau laptop, karena gelombang elektromagnetiknya dapat mengganggu instrumen navigasi dan komunikasi penerbangan. Teman-teman boleh mengaktifkan ponselnya setelah tiba di dalam gedung bandara.
  • Berikut barang elektronik yang boleh diaktifkan selama penerbangan. Di antaranya portable voice recorder, hearing aids, heart peacemakers, dan portable electric shaver. 

Kenyamanan
  • Sebelum naik pesawat, teman-teman sebaiknya sudah tahu nomor kursinya. Bila kecil, masuk dari pintu depan. Sedangkan bila besar, masuk dari pintu belakang. 
  • Kalau teman-teman ingin merebahkan kursi, lakukan dengan cara yang sopan, agar penumpang di belakang sama-sama nyaman.
  • Untuk teman-teman yang menggunakan soft lens dan melakukan perjalanan lebih dari 8 jam, sebaiknya menggantinya dengan kacamata. Sehingga terhindar dari mata kering dan iritasi akibat turunnya kadar kelembapan di dalam pesawat.
  • Suka mabuk udara? Teman-teman bisa melakukan upaya ini untuk mengatasinya. Yaitu makan dan minum secukupnya, menghindari kandungan asam, minyak, dan lemak, minum obat anti mabuk perjalanan, menghindari membaca buku saat pesawat enggak stabil, menghindari sesuatu yang beraroma menyengat, menghisap permen jahe atau mint, serta menggunakan penutup mata saat beristirahat.
  • Apabila membawa bayi/balita, sebaiknya tetap membeli kursi ekstra. Selain bisa digunakan untuk menaruh perlengkapan bayi/balita, juga agar lebih longgar dan leluasa. 

Keamanan
  • Saat menggunakan toilet pesawat, jangan lupa untuk mengunci pintunya ya.

Untuk tips lebih lebih lengkapnya, teman-teman juga bisa bergabung dengan #SobatAviasi di akun Instagram dan Facebook-nya. 

Oh iya, bagi teman-teman yang mempunyai ide atau cerita mengenai keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan nasional, ikut lomba vlog-nya yuk. Hadiah utamanya paket wisata ke Raja Ampat loh. Caranya? Langsung saja cek di http://selamanya.id/ ;)

~~~

Referensi: https://www.instagram.com/djpu151/

29 comments :

  1. cekin online ini bantu banget, apalagi kalau bawa anak, jadi bisa milih tempat duduk yg nyaman buat anak dimana TFS mba :)

    ReplyDelete
  2. Aku juga lebaran ga mudik, Lia. Pengen merasakan mudik yang jauh ke mana gitu hehehe. Aku pernah ke Bali check ini setengah jam sebelum adzan subuh. Dari rumah berangkat jam setengah 3 pagi kalau ga salah. Malamnya ga bisa tidur,takut kesiangan soalnya.

    ReplyDelete
  3. aku ga mudik teh.. ortu d bdg mertua d bekasi. pengen sih pulang ke padang, tapi saudara ortu malah lbh banyak d jkt drpd d kampung.

    ReplyDelete
  4. Teringat dulu teman ada yg namanya ga sama dgn kartu identitas, ribet ngurus lagi deh.

    ReplyDelete
  5. saya dulu pernah sampai rela berjam - jam di bandara cuman karna takut ketinggalan pesawat hehe

    ReplyDelete
  6. naik pesawat lebih hemat waktu dan tenaga...apalagi musim mudik yang pasti macet kaya sekarang

    ReplyDelete
  7. Pergi pake pesawat tuh emang nyaman. Dan persiapan juga harus bener ya, Teh :)

    ReplyDelete
  8. Transportasi udara memang pilihan nyaman utk bepergian lintas pulau, lebih cepat ^_^

    ReplyDelete
  9. Tips-nya lengkap bangeeeeeetttt.....

    Ternyata ada 3 kondisi yg mengharuskan surat izin, to...

    ReplyDelete
  10. Ane belum pernah naik pesawat dan masih takut kayak'e :D

    ReplyDelete
  11. Nah aku paling sebel mba kalau ada depanku rebahin kursinya ga bilang2 lalu dorong wae ckckck makanya aku juga kalau naik pesawat selalu tengok2 dulu ga mau bikin org ga nyaman.
    so far aku belum pernah mudik pake pesawat krn kampungnya deket palingan dinas aja nek pesawatnya

    ReplyDelete
  12. Wuiiih.. lengkaaaappp....

    Makasih ilmunya Mbak

    ReplyDelete
  13. Paling sebel kalo ada yang tidak siapin dokumen di saat check in. Musti cari2 dulu. Hehehehe....

    ReplyDelete
  14. Persiapan yang matang memang sangat membantu ya

    ReplyDelete