Monday, September 18, 2017

Yuk, Terapkan 7 Kebiasaan Ini di Rumah


Bulan April yang lalu, Jule & Antzer Motherschool kembali mengadakan acara sharing ilmu parenting di TPA Ar-Rahmat. Kali ini narasumbernya yaitu Bapak Indra Indihira Trimasty, S.ST. Pada kesempatan tersebut Pak Indra membahas materi dari buku 7 Habits of Highly Effective People yang ditulis oleh Stephen Covey dan terbit pertama kali pada tahun 1989.

Saya tahu bukunya yang sangat terkenal itu, tapi memang belum tergerak untuk membacanya. Untung ada acara ini, hehehe.... Kata Pak Indra, kalau mau menguasai semuanya, butuh waktu delapan hari untuk membahas buku ini. Satu hari untuk pendahuluan dan tujuh hari untuk tujuh kebiasaan. Berhubung acara sharingnya hanya satu hari, jadi yang dibahas adalah gambaran besarnya saja.

Teman-teman setuju tidak bahwa saat ini Indonesia mengalami kemerosotan akhlak? Nah, 7 Habits merupakan salah satu alat/metode untuk mengembangkan karakter baik. Apabila setiap orang memperbaiki karakternya maka akan terjadi komunikasi yang lancar, tumbuhnya perhatian, dan saling membantu. 

Mungkin teman-teman Muslim ada yang bertanya, kenapa 7 Habits? Kenapa metoda dari Barat? Tenang.... 7 Habits ini tidak bertolak belakang dengan nilai-nilai Islam kok. Bahkan sesuai dengan akhlak Rasul yang merupakan hamba Allah yang paling baik budi pekertinya. Yaitu:
1. Proaktif (tidak menunggu orang lain untuk mulai berdakwah)
2. Memikirkan hasilnya lebih dulu
3. Ahli strategi/politik (penguasaan tanpa perang)
4. Tidak ingin menang sendiri (tidak egois)
5. Pendengar yang baik (tidak pernah memutus pembicaraan lebih dulu)
6. Berkolaborasi (dengan sahabatnya)
7. Menjaga keseimbangan hidup (olahraga: berenang, berkuda, memanah dan pola makan: 1/3 untuk makan, 1/3 untuk minum, 1/3 untuk napas)
Jadi, 7 Habits hanya sebagian kecil dari akhlak Rasul.

Namun perlu diingat bahwa 7 Habits bukan formula instan. Dibutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan keinginan agar menjadi kebiasaan. Semuanya bisa dimulai dari diri dan keluarga kita sendiri. Mau tahu apa saja 7 Habits tersebut? Berikut ringkasannya.

Habit 1: Be Proactive
Jadilah orang yang proaktif, jangan reaktif. Contohnya ketika mau pergi tapi tiba-tiba hujan besar. Orang yang reaktif akan marah-marah. Sedangkan orang yang proaktif akan bersyukur dan mencari solusi.
1. Menentukan Pilihan. Memilih mana yang terbaik. Ingat, kita memiliki kebebasan untuk memilih, tetapi konsekuensinya tidak bebas.
2. Stop and Think. Kontrol berada pada diri kita sendiri.
3. Proactive Language. Bahasa yang kita pilih harus positif, sehingga memotivasi diri sendiri dan orang lain. 
4. Lingkaran Pengaruh. Contohnya peraturan pemerintah yang kurang oke. Kita tidak bisa mengubahnya, tapi jalankan apa yang bisa kita lakukan.
5. Tokoh Transisi. Contohnya ketika anak memiliki masalah, apa peran kita sebagai orang tua.

Habit 2: Begin with the end in mind
1. Apa yang menjadi impian kita, bagaimana agar terwujud? Contohnya sebagai muslim, ingin masuk surga. Saat meninggal ingin dikenang sebagai apa? Harus direncanakan. Begitupun dalam berkomunikasi. Apabila kita berkata sesuatu pada teman, dia akan sedih/marah tidak?
2. Dari semua peran kita apa harapannya, bagaimana agar tercapai? Contohnya sebagai istri, tanyakan bagaimana harapan suami.

Habit 3: Put Firsts Thing First
1. Dahulukan yang utama, fokus pada prioritas utama
2. Bedakan keperluan yang:
- Penting dan mendesak. Contoh: deadline project, sakit keras/kecelakaan, komputer error, motor mogok 
- Penting tapi tidak mendesak. Contoh: mengikuti rencana, pola hidup sehat, back up data, service rutin 
- Mendesak tapi tidak penting. Contoh: membaca status FB, WA, dll, membaca email-email selain tugas, rapat tambahan, update status 
- Tidak penting dan tidak mendesak. Contoh: menggosip, menonton sinetron/film, bermain game

Apabila habit 1 sampai habit 3 telah menjadi kebiasaan, maka berhasil mencapai private victory.

Habit 4: Think Win-Win
Percaya bahwa semua bisa berhasil dan semua bisa bahagia. Sebelum bekerjasama dengan orang lain, harus menyamakan sudut pandang terlebih dahulu. Samakan persepsi dengan cara mengungkapkan kelebihan, kekurang, harapan yang dimiliki secara terbuka. 

Habit 5: Seek First to Understand Then to be Understood
Sebelum mengatakan sesuatu, pahami dulu. Tidak menghakimi, Tidak menginterupsi, apabila ditanya baru memberi pandangan 
Mendiagnosa sebelum mengobati
Mendengarkan dengan hati

Habit 6: Synergize
Kebiasaan Kerjasama Kreatif: 
1. Periksa Kesediaan Diri. Harus sepenuh hati. 
2. Refleksi Sudut Pandang. Apa kelebihan/keahlian dan ekspektasi/harapan masing-masing.
3. Buat Gagasan-Gagasan Baru

Apabila habit 4 sampai habit 6 telah menjadi kebiasaan, maka berhasil mencapai public victory.

Habit 7: Sharpen The Saw
Perhatikan keseimbangan hidup. Menjaga agar bisa tetap produktif.
1. Tubuh (dimensi fisik)
2. Pikiran (dimensi mental)
3. Hati (dimensi emosi)
4. Jiwa (dimensi spiritual)

Lalu bagaimana cara menerapkannya pada anak-anak? Bisa melalui story telling. Ceritakan mengenai kisah-kisah orang sukses dan menginspirasi. Kalau Jav, saya belikan juga buku 7 Kebiasaan Anak Bahagia yang ditulis oleh Sean Covey. Ada tujuh buah cerita ringan lengkap dengan ilustrasi menarik dan panduan refleksi yang cocok untuk anak-anak. Tapi yang paling penting dan berat, tentu saja teladan dari orang tuanya ;)


12 comments :

  1. Wah iya bun saya pernah mendengar tentang judul buku diatas. Katanya sih bagus. Cuma saya belum baca. Tapi dari gambaran tulisan diatas keliatan banget bagusnya. Apalagi kalau baca bukunya langsung ya

    ReplyDelete
  2. harus dari kecil bgt ini buat membiasakan habit ini

    ReplyDelete
  3. ternyata kebiasaan baik gak cuma melulu soal sikat gigi sebelum tidur, cuci tangan sebelum makan, dan lain lain yaa
    tapi ternyata banyak banget kebiasaan baik yang harus dimulai sejak sekarang

    ReplyDelete
  4. Mbak aku penasaran Jule & Antzer Motherschool ini apa ya? Bisa diikuti semua ortu?
    'btw thx sharing materinya ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buatan temen saya sama temen2 kuliahnya mba... Mereka suka ngumpulin dana buat kegiatan ky gini, temen saya yg eksekusinya, bikin acara parenting, beli buku utk perpus, dll... Cakupannya lokal aja sih, ibu2 di sekolah anak & di sekitar komplek :D

      Delete
  5. wah keren tipsnya, mbak! bener, kita kadang lebih ingin dimengerti ketimbang mengerti. dan saya juga selalu bilang sama anak2, mau dikasih image apa sama orang, just behave well :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelemahan saya bgt nih, selalu ingin dimengerti hihihi...

      Delete