Wednesday, February 13, 2013

Berburu E-book Gratis

Terkecuali jurnal akademis, saya tidak terlalu suka membaca buku terutama novel terjemahan. Kadang novel yang diterjemahkan, bahasanya menjadi kaku dan sering terdapat istilah yang menjadi aneh setelah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Makanya, meskipun harga buku novel impor lebih mahal dari buku novel yang sudah diterjemahkan, saya lebih memilih membeli buku novel impor yang menggunakan bahasa aslinya. Eh tapi, buku yang saya beli itu buku impor yang menggunakan Bahasa Inggris ya. Saya mana bisa Bahasa Korea atau Bahasa Jepang, apalagi Bahasa Perancis hihihi.

Dulu sebelum Jav lahir, saya tidak perlu berpikir panjang setiap hendak membeli buku impor. Tapi sekarang, banyak sekali pertimbangannya. Karena kalau dihitung-hitung, satu buku impor bisa menjadi dua buku cerita anak dan satu buku parenting. Saya kan ibu pelit sayang anak hehehe. 

Makanya semenjak Jav lahir, saya biasa membeli buku impor bekas. Lumayan murah meriah, dan syukurlah selama ini saya selalu mendapatkan buku impor bekas dengan kualitas yang masih cukup baik. Sayangnya, tidak mudah mendapatkan buku impor bekas yang saya inginkan. Apalagi kalau judul buku yang dicari belum terlalu lama terbit. 

Sekarang ini saya sedang ingin membaca Heart of the Matter-nya Emily Giffin. Saya tertarik pada buku itu, karena buku tersebut menjadi salah satu hadiah dari lomba review buku di akhir tahun 2012 yang saya ikuti kemarin. Karena saya tidak menang, maka tidak ada cara lain selain membeli sendiri buku tersebut. Tapi kalau ada yang mau beliin ya syukur hihihi. Selain itu, setelah membaca review buku peserta lain dari lomba yang sama, saya juga menjadi penasaran dengan Fifty Shades of Grey-nya E.L. James yang ketika itu sedang ramai dibicarakan dan The Casual Vacancy-nya J.K. Rowling.

Kalau menunggu buku bekasnya, entah kapan saya bisa dapat bukunya. Pilihan saya akhirnya jatuh pada e-book.

E-book atau electronic book adalah versi elektronik dari buku . Jika buku biasa terdiri dari kumpulan kertas yang berisikan informasi dalam bentuk tulisan dan atau gambar, maka buku elektronik ini juga berisikan informasi yang sama namun dalam bentuk digital. Format buku elektronik ini beragam, namun format yang umum digunakan biasanya dalam bentuk pdf. Buku elektronik dapat dibaca melalui komputer atau peralatan elektronik lainnya seperti tablet pc dan smartphone.

Setelah mencoba berburu novel e-book gratisan di Google, akhirnya beberapa waktu lalu saya berhasil mendapatkan novel Fifty Shades of Grey dan The Casual Vacancy versi e-book (Heart of the Matter-nya belum berhasil dapet yang gratisan hehehe). 

Kini kedua novel berformat pdf tersebut masih tersimpan rapi di ponsel saya. Tersimpan rapi? Iya. Saya belum berhasil membacanya. Ternyata membaca buku melalui ponsel itu malasnya luar biasa hehehe. Membaca artikel pendek atau blogwalking melalui ponsel sih saya oke banget. Tapi kalau membaca buku melalui ponsel, hmmm rasanya seperti bukan membaca buku tapi membaca ponsel hehehe. Ada sensasi yang tidak bisa dirasakan seperti saat membaca buku konvensional, yaitu sensasi terlihat keren saat membaca buku membaca buku sambil mencium wanginya yang harum. Jadi kalau diberi dua pilihan antara e-book dan buku konvensional, maka saya lebih memilih membaca buku konvensional yang berwujud kumpulan kertas saja deh.

Kalau kamu bagaimana? :)

14 comments :

  1. saya juga milih yg konvensional
    terasa gimanaaa gitu
    hehehe

    salam kenal mba

    ReplyDelete
  2. Hahaha...sama mbak...kalau baca buku kan bisa dikasih pembatas buku yak. nah loh, kalau komputer atau henpon? 0_0

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi betul mba..
      tapi kelebihannya baca di komputer ato henpon kita bisa pake ctrl+F :D

      Delete
  3. uwahhhh,,,skrg di batam sulit dapet buku,dulu wktu di malang sering beli buku...wbook juga sering cari,suka yg gratisan hehe....kl sekarang blm pernah lg,maklum da sibuk ngajar :D

    salam kenal :D

    ReplyDelete
  4. aku kagak bisa baca buku terjemahaan atau ebook, mending full english atau full indonesia, soalnya aku suka genre sastra, jadi kalau di terjemahin, pasti makna'a beda trus kaku kaya batu bahasa'a

    ReplyDelete
    Replies
    1. hoho sama.. mending full english ato full indonesia..
      tapi saya mah bacaannya bukan sastra, yg ringan2 aja hehe :D

      Delete
  5. samaan mbak. Lebih suka buku konvensional. Lebih asyik. Beberapa ebook belum saya buka2 juga :D

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  7. wah, terbalik sama saya mbak, klo mbaca di henpon itu enak, mo guling2, lagi mati lampu gak masalah, kapan dan dimanapun okeh

    klo mbaca buku yang analog, misal berat bukunya ampe 2 kg, nggak kukuh saya baca sambil guling2 kesana kemari, apalag klo lagi mati lampu, mata saya yang udah sipit, lama2 bentuknya jadi segaris hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. buku apa mba sampe 2kg gitu? :))

      kalo mati lampu saya lebih suka blanja online aja.. jadi milih barangnya bisa sambil guling2 :D

      Delete