Friday, March 29, 2013

Cemburu

Anggi menghampiri Tesa setelah Hendro pamit dan meninggalkan rumah.

"Mba marah?" tanya Anggi sedikit takut.

"Pertanyaan bodoh!" Tesa berbalik dan menatap jendela.

"Maaf Mba.. Tapi Mba enggak cemburu kan?" Anggi menyentuh pundak Tessa.

"Hah? Tentu saja aku cemburu! Mengetahui Hendro menikahimu saja aku tidak dapat terima! Apalagi membawamu tinggal di rumah ini! Hendro benar-benar tidak punya hati!" Tesa menahan air matanya.

"Maaf Mba.. Aku tidak bermaksud membuat Mba cemburu.." Anggi mundur dan duduk di kursi.

"Kamu tidak tahu bagaimana perasaanku tadi malam, saat membayangkan apa yang kamu lakukan dengan suamiku di kamar sebelah pada malam pertama kalian!" Tesa berteriak, air matanya kini turun tak dapat dibendung lagi.

Anggi terdiam sambil menunduk.

"Tolong jawab dengan jujur.. Kamu mencintainya?" tanya Tesa.

"Kurasa Mba sudah tahu jawabannya.." jawab Anggi.

"Sepertinya aku akan minta cerai saja.. Aku tidak akan tahan melihat Hendro bersikap mesra padamu!" kata Tesa.

"Tetapi Mas Hendro juga tentu tidak akan berhenti bersikap mesra pada Mba, karena Mba masih istrinya.. Tentu aku juga akan cemburu, bukan Mba saja!" Anggi pun mulai terisak.

"Jangan pergi Mba.. Aku melakukan ini demi kita semua.. Dengan menikahinya, maka aku bisa melahirkan anak untuk Mas Hendro.." lanjut Anggi.

Tesa berbalik menatap Anggi.

"Lagipula dengan begini, Mba tidak perlu pergi diam-diam di belakang Mas Hendro dan menempuh waktu berjam-jam untuk dapat menemuiku.. Sekarang kita bisa bertemu tiap hari Mba.." kata Anggi sambil menatap mata Tesa.

Tesa berjalan menghampiri Anggi.

"Maafkan Mba ya karena sempat terbawa emosi.. Terima kasih atas pengorbanan yang telah kamu lakukan.. Aku sangat mencintaimu.." Tesa memeluk Anggi.

"Aku juga Mba.." Anggi mencium bibir Tesa sekilas lalu membalas pelukannya.

~~~~~

Monday Flashfiction: Prompt #7

Sumber: tumblr

27 comments :

  1. Woww... double supraiiiisss... :D, keren mbak. syuukaaa bangetttt

    ReplyDelete
  2. wawawawaawawwwww ah, ini ceritanya bikin saya melongo :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. melongo itu pertanda baik atau pertanda buruk nih mba? :D

      Delete
  3. AArrggh, kirain mereka sama2 terluka gara2 dimadu! Ternyata madu mencicipi madu. Hihi. Keren, Mbak!

    ReplyDelete
  4. waw... jeruk nyeruput jeruk di belakangnya gelas :))))))

    ReplyDelete
  5. poligami ini, ujung2'a, tp gpplah asal semua'a menerima hal tsb, hehehe :)

    ReplyDelete
  6. =)))))) ngakak mbaca komennya mbak Carra :D. sukak buanget twistnya! :)

    ReplyDelete
  7. wkwkwkkwwkkw
    sekilas kayak cerita india, lah kq ternyata lesbong..
    keren mbak :-D

    ReplyDelete
  8. Ini si Hendronya nanti yang akhirnya cemburu juga he he ..

    ReplyDelete
  9. Lingkaran yang tak bertepi, mbulet aja :D antara Hendro, Tesa dan Anggi kok ya pas banget mereka ketemunya. terkaget2 di akhir cerita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hendro, tesa, dan anggi ini kampung halamannya sama :)

      Delete
  10. kejutan seperti ini lagi. lama-lama jadi ngga mengejutkan ya, karena banyak yang bikin cerita soal homo/lesbian...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener, harus nambah wawasan lagi nih..
      makasih ya mba :)

      Delete
  11. Hmmm... hmmm... kok saya malah kepikiran yang keenakan nanti si Hendro? Bisa Three Some
    *Oops, ngomong opo toh*
    Kalo TS, saya rasa Tesa dan Anggi sudah gak perlu diam2 lesbong
    *whuwaaaaa... kiamat udah deket*

    ReplyDelete
  12. #KFBlogwalking

    Wogh! Twisted ;). Walaupun sudah agak-agak bisa menduga arahnya karena beberapa kali menemukan twist yang mirip seperti ini, tetap saja masih menghibur.

    ReplyDelete