Monday, June 2, 2014

Trip to Jogja #3: Jogja Memang Enggak Ada Habisnya

Sebelumnya, Trip to Jogja #2: Serunya Jalan-Jalan Keliling Jogja.

Hari terakhir di Jogja, rencananya cukup jalan-jalan ke tempat yang dekat-dekat saja. Pagi ke Taman Sari, siang ke undangan pernikahan, sore beli bakpia, terus malamnya pamit sama keluarga uak.

Ternyata, kakak sepupu yang diminta menemani beli bakpia, mempunyai waktu kosongnya pagi. Jadi sebelum ke Taman Sari, beli bakpia dulu deh.

Taman Sari
Saya penasaran sekali dengan tempat ini. Apalagi kalau melihat foto-foto teman-teman yang sudah pernah berkunjung ke sini, sepertinya indaaah sekali. Dan setelah melihat secara langsung, memang benar, tempat ini begitu memukau dengan keeksotisannya.

Pengetahuan saya tentang Taman Sari (juga tempat-tempat sejarah lainnya) sangatlah kurang. Yang saya tahu, Taman Sari ini merupakan tempat pemandian Sultan, istrinya, selir-selirnya, dan putri-putrinya. Beruntung, saat itu ada pemandu. Jadi kami berjalan mengelilingi Taman Sari sambil mendengar penjelasan dari Pak Pemandu.

Ada lapangan yang berfungsi sebagai tempat penyambutan dan hiburan berupa tari-tarian, ada bangunan yang berfungsi sebagai tempat berganti pakaian, ada ruangan tempat Sultan beristirahat, dan sebagainya. Yang paling seru sih, menara di mana Sultan dapat melihat istri dan selir-selirnya ketika mereka sedang mandi. Siapa yang dilempari bunga oleh Sultan, maka dialah yang terpilih untuk menemani Sultan pada malam itu. Syukurlah tradisi seperti itu hanya berlangsung hingga masanya Sultan Hamengku Buwono III saja :p

Klasik... (Dok. Pribadi)
Eksotis... (Dok. Pribadi)

Adem... (Dok. Pribadi)
Cantik... (Dok. Pribadi)
Segar... (Dok. Pribadi)

Taman Sari
Alamat: Jl. Taman, Kraton, Yogyakarta 
Harga Tiket: Rp 3.000
Buka: Setiap hari
Pk 08.00 - 14.00 WIB

Lava Tour Merapi
Karena beli bakpia sudah terlaksana di pagi hari, maka jadwal sore hari pun kosong. Masih ada waktu untuk jalan-jalan lagi. Kakak sepupu saya menawarkan, "Kenapa enggak ke Kaliurang?". "Off road?" tanya saya untuk memastikan. Kakak sepupu mengangguk. "Bukannya status Merapi sedang waspada?" tanya saya lagi. Kakak sepupu (yang bekerja di travel agent) hanya tertawa. Akhirnya setelah selesai menghadiri acara pernikahan tetangga, kami pun segera meluncur ke Kaliurang.

Awalnya sih agak pesimis bisa off road, karena di sepanjang Ring Road, hujan turun dengan sangat deras. Syukurlah ketika memasuki Jl. Kaliurang, hujan berangsur berhenti. Cuaca pun cerah kembali. Tidak terbayangkan sebelumnya bahwa saya bisa kembali lagi menikmati sejuknya udara Kaliurang, dan serunya off road di sekitar Merapi. Meskipun tidak direncanakan, kesampaian juga off road bersama keluarga di sini :)

Walaupun ini merupakan kali yang kedua bagi saya. Namun Pak Wanto (supir jeep, sekaligus pemandu wisata, sekaligus fotografer) memberikan pengalaman yang berbeda. Karena belum salat, kami diajak Pak Wanto untuk salat di masjid yang baru dibangun di tempat relokasi pemukiman penduduk. Selain itu, kami juga diajak ke Green Canyon-nya Merapi. Subhanallah... Ternyata di Indonesia ada pemandangan seindah ini :D

Off road-nya? Seru dong... Ketika Pak Wanto membawa jeepnya menyusuri medan yang ekstrim, badan kami pun terhempas kesana-kemari di dalam jeep, termasuk Jav. Jav senang sekali diajak ber-off road ria. Dia ikut tertawa ketika jeep yang kami tumpangi melonjak-lonjak serta miring ke kanan dan ke kiri menaklukkan batu-batu besar, juga ikut berteriak ketika jeep tersebut menuruni jalan yang sangat curam.

Tapi pengalaman yang paling tak terlupakan yaitu ketika sore itu kami samar-samar mendengar suara alarm yang berkumandang di atas udara. Pak Wanto mematikan mesin mobil jeepnya (yang berisik) agar bisa mendengar suara itu dengan lebih jelas, sambil melihat ke arah puncak Merapi. Kami menanti penjelasan dari Pak Wanto dengan perasaan cemas.

Rupanya, karena status Merapi yang sedang 'waspada', maka sedang dilakukan uji coba pemasangan alarm. Fiuh! Tapi tetap saja suasananya terasa begitu mencekam. Saya membayangkan bagaimana rasanya apabila Merapi benar-benar mengeluarkan uap panasnya, lalu kami berusaha secepat mungkin menuju ke tempat yang aman bersama dengan penduduk lainnya. Merinding... Pak Wanto berkata bahwa kami beruntung bisa merasakan pengalaman itu (meskipun hanya uji coba).

Setelah kejadian itu, kami pun segera kembali ke Kaliurang. Bukan karena khawatir dengan kondisi Merapi, tapi karena kami harus segera kembali ke rumah keluarga uak untuk pamit dan sudah harus stand by di Stasiun Tugu pukul delapan malam. Saatnya pulang :p

Tempat relokasi pemukiman penduduk (Dok. Pribadi)
Ada peternakan sapinya juga (Dok. Pribadi)
Green Canyon-nya Merapi... (Dok. Pribadi)
Batu Alien (Dok. Pribadi)
Asyik... (Dok. Pribadi)
Kaliurang Adventure
Telepon: 081392188771
Biaya: Mulai Rp 300.000

28 comments :

  1. uwah,sere juga ya mbk pas denger alarm meskipun ui coba hehehe..mupeng banget,belum pernah ke kaliurang lagi,terakhir 2010.. ^^

    ReplyDelete
  2. ternyata taman sari bagus, ya. Waktu itu saya cuma lewat aja

    ReplyDelete
  3. Waktu kecil aku suka blusukkan di Taman sari mak. Cuman dulu belum di renovasi. Sekarang bagus, sayang banyak pemukiman warga disana ya

    ReplyDelete
  4. wah selalu terlewat ke Taman Sarinya nih...jadi tambah kepengen liat foto2nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya jg baru kesampaian sekarang :)
      orang tau saya yg lebih sering ke jogja juga sama, baru kali ini masuk ke taman sari :D

      Delete
  5. Aku belum pernah ke Taman sari nih mbak, pengen juga deh xD
    Ke kali urang juga nggak puas -__-

    Mbak dapet awards dari aku, selamat ya :3

    http://mimithpunyacerita.blogspot.com/2014/06/akika-dapet-liebester-awards-cyiin.html

    ReplyDelete
  6. Aku juga ke Jogja belum sempet ke taman sari.. nih ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ternyata banyak yg blum sempat ke taman sari yah...

      Delete
  7. Selalu miris kalo baca ttg raja2 dulu yang suka ngoleksi perempuan buat menemaninya tidur :)

    Aih foto2nya keren2 mbak Lia

    ReplyDelete
  8. Andai sekarang masih berlaku tangkap bunga, pasti di demo ya, Mba. :D

    ReplyDelete
  9. Beberapa kali saya motret tamansari, tapi hasil nggak sebening sejosss foto panjenengan mbak, salut saya...

    ReplyDelete
  10. Woh.. kota saya ini mbak
    tapi aku sendiri malah belum pernah masuk ke Taman Sari dan maen ke Lava Tour Merapi :D

    nonton fotonya wae lah

    ReplyDelete
  11. Maakkk... Individu apa pakai paket jalan jalan gitu? Kalau pakai paket tour, boleh tau gak pake tour apa dan dimana? Oia aku follow GFC nya ya #162 ditunggu follow back nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sendiri... Dr Bandung pakai kereta, di Jogja sewa mobil & nyusun itinerary sendiri, dibantu sodara yg tinggal di sana...

      Delete