Tuesday, September 29, 2015

GTO... Oh GTO...

Sudah beberapa bulan ini GTO (Gardu Tol Otomatis) dioperasikan di gerbang tol Kota Bandung. GTO hanya bisa dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan roda empat yang memiliki kartu pembayaran berupa uang elektronik (e-money). Kalau belum punya, masih bisa kok memanfaatkan gardu lain yang menggunakan uang tunai untuk membayar tol .

Tujuannya, tentu agar dapat meminimalkan waktu antrian. Di gerbang masuk, pengguna jalan tol yang memiliki e-money enggak perlu mengambil kartu tol, cukup menempelkan kartu di mesin pembaca hingga portal terbuka. Di perjalanan, pengguna jalan tol juga enggak perlu repot menyiapkan uang pas sambil menyetir. Dan di gerbang keluar, enggak perlu berlama-lama bertransaksi dengan petugas. Tempelkan lagi kartu e-money di mesin pembaca, maka saldo yang tersimpan langsung terpotong sesuai dengan tarif yang berlaku.

Saya sendiri baru benar-benar ngeuh dengan GTO ini ketika Idul Fitri kemarin. Waktu itu mobilitas memang sedang cukup tinggi, silaturahmi ke sana, silaturahmi ke sini, termasuk ke daerah Jabodetabek. Memang terlihat, antrian kendaraan di jalur GTO lebih cepat maju dibandingkan dengan jalur yang biasa. Kami yang ketika itu sedang enggak mempunyai e-money, langsung bertekad untuk segera memilikinya juga.

Sayangnya, di Bandung, keberadaan GTO ini malah memperparah panjang antrian. Setiap berkunjung ke rumah mertua di Cimahi, kami selalu mengalami antrian sangat panjang yang mengular baik di gerbang tol Buah Batu maupun di gerbang tol Baros. Kok bisa?

Itu karena masih sedikit sekali pengguna jalan tol di Bandung yang memiliki e-money. Jadi, dari 4 gardu yang tersedia, hanya 3 yang efektif. Yang 1 lagi (GTO), justru menganggur. Kalaupun ada yang memanfaatkan, kebanyakan adalah mobil berplat B. Maka, semakin kuatlah keinginan kami untuk memiliki e-money.

GTO yang menganggur
Namun, keinginan tersebut cukup lama dapat terwujud. Suami saya lupa terus, dan saya juga lupa mengingatkan. Dalam hal penyediaan GTO ini, Jasa Marga hanya bekerjasama dengan Bank Mandiri. Karena kami bukan nasabah Bank Mandiri, maka agak malas untuk mampir ke bank tersebut hanya demi membeli e-money.

Memang sih, kartu tersebut bisa juga dibeli di minimarket yang sudah bekerjasama dengan Bank Mandiri, seperti Alfamart, Indomaret, Circle-K, dan lain-lain. Sebenarnya beberapa tahun yang lalu, suami (yang hingga sekarang masih rajin bolak-balik Bandung-Jakarta) pun pernah mempunyai kartu yang dikeluarkan oleh Indomaret. Tetapi ketika kartunya enggak terbaca, dan suami saya mengembalikannya ke minimarket tempat membuat kartu tersebut, hingga sekarang belum ada kabar bagaimana nasibnya. Padahal masih ada saldo sekitar Rp 50.000 loh. Makanya suami malas membeli kartu di minimarket lagi.

Saya dan suami jadi bingung, Jasa Marga ini niat enggak ya menjadikan GTO sebagai perangkat untuk meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol.... Karena kalau ingin program ini berjalan dengan sukses (pengguna jalan tol yang menggunakan uang tunai beralih menjadi menggunakan kartu e-money), seharusnya disediakan juga tempat pembelian kartu e-money di sekitar gerbang. Sehingga pengguna jalan tol enggak kesulitan untuk mendapatkannya.

Karena kapok membeli di minimarket, akhirnya kemarin suami sengaja mampir ke Bank Mandiri. Hore, sekarang kami sudah mempunyai kartu e-money lagi. Kartunya baru dicoba digunakan dua kali sih, pergi/pulang ke/dari Cimahi. Alhamdulillah, sekarang enggak perlu mengantri panjang lagi. Serasa VIP deh, bisa langsung melesat ke jalur GTO yang kosong. Lumayan sekali, menghemat waktu dan menghemat BBM :D Setidaknya sampai warga Bandung lain mulai sadar untuk memiliki e-money juga, hihihi....

Sambil menikmati fasilitas pembayaran tol yang lancar ini, saya sih sambil berdoa juga.
  • Semoga kartunya enggak hilang. Kalau hilang, orang yang menemukan bisa bebas menggunakan kartu tersebut karena enggak ada pengamannya. Makanya enggak boleh diisi terlalu banyak. Batas maksimalnya adalah satu juta rupiah.
  • Semoga kartunya enggak lupa diisi. Malu dong kalau sudah masuk jalur GTO tapi harus mundur lagi karena ternyata saldonya enggak mencukupi :p

32 comments :

  1. punya Kartu tapi kok ya pas abis malas ngisinya ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo pengguna mandiri enak ya, tinggal transfer aja :)

      Delete
  2. Waduh ada baik buruknya ya itu kartu pembayarannya, mudah-mudahan ga hilang itu kartu bu.

    Masa iya bu harus mundur lagi kalau enggak ada saldo yang mencukupi?

    Terus isi ulangnya dimana?

    Berarti kartu itu harus banyak perubahan karena masih ada koreksi dari pengguna,

    Makasih bu atas pengalamannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga usah mundur lg klo ada pengguna e-money yg mau minjemin kartunya :D

      Delete
  3. ribet juga ya mbak,maunya ke tol pingin cepet malah antri..apalagi buat yg belum punya kartu e moneynya

    ReplyDelete
  4. Iya ya seharusnya memang ada disekitar gerbang yang jual kartunya supaya yang lupa kartu ataupun yang belum punya kartu bisa beli, kan sebenarnya lumayan ya mbaa buat bisnis jual beli kartunya untuk jasa marga :p

    ReplyDelete
  5. lewat GTO lebih cepet, nah itu saldo kartu e-money jangan sampe lupa diisi

    ReplyDelete
  6. walah, beli di Indomaret beresiko rusak ya... :( Memang sih kartu prepaid ini mendingan jangan diisi banyak2... Nanti kalau hilang, tinggal gigit jari deh karena yang nemu yg keenakan menggunakan saldonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan beresiko rusak mba, tp ketika rusak, kasirnya kurang profesional...

      Delete
  7. Saya bukannya gak mau bikin kartu GTO mbak, lah punya mobil dan nyetir aja belum bisa2 sampai sekarang... HeHe

    ReplyDelete
  8. Herannya kenapa yah yang punya mobil kurang minat dengan GTO padahal kan sangat memudahkan apa memang sudah budayanya suka ngantri

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah saya sejak pertama GTO meluncur sudah punya, maklum saya kan paling senang kalau yang berbau e-money gituh...
    GTO nya punya, sayangnya mobilnya malah belum punya...gimana, coba?

    ReplyDelete
  10. pengalaman saya kurang baik untuk e-money dari indo*ar* card , katanya bisa pake untuk KRL ternyata pas di tempelin dimesinnya ehhhh gak bisa digunain,,, akhirnya beli kartu yang biasa ... padahal dah diisi 100 rb juga gak mempan

    ReplyDelete
  11. perlu diingat nih kartunya engga perlu diisi banyak ya

    ReplyDelete
  12. aku pake emoney kemana2
    tapi....belum pernah dipake ke gto ini *ra nduwe mobil huhuhu

    ReplyDelete
  13. mungkin karena belum terbiasa ya mbak. Kalau di Jakarta udah wajib banget naik apa-apa pakai, sampai bis yang bukan busway pun sekarang pakai, parkir juga

    ReplyDelete
  14. Kalo dah terbiasa pake e-money, lama2 gak bakal lupa2 deh. Seperti bawa uang tunai, biasanya kan gak lupa ... nanti kalo sudah familiar dengan e-money, mudah2an gak lupa bawa cash .. eh :D

    ReplyDelete
  15. Sepertinya perlu ada sosialisasi tentang GTO kalik ya, Mbak. Blm semua masyarakat tahu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu, saya kurang tau, ada sosialisasinya ga yah, ga pernah baca koran sih :D

      Delete