Tuesday, December 19, 2017

Setelah Jav Menjadi Kakak


Entah sejak usianya berapa tahun, Jav sudah menyatakan keinginannya untuk memiliki seorang adik. 3 tahun atau 4 tahun ya, lupa. Untungnya kerinduan Jav memiliki adik agak terobati dengan hadirnya tiga orang adik sepupu. Tapi tetap saja, adik sepupu enggak sama dengan adik kandung ya. Alhamdulillah, Allah baru mengabulkan keinginannya setelah Jav berusia 6,5 tahun. 

Dulu saya pernah membaca, bahwa idealnya jarak usia kakak dan adik itu 3 sampai 5 tahun. Apabila jaraknya di bawah 3 tahun, orang tua akan merasa seperti memiliki anak kembar. Sedangkan apabila jaraknya di atas 5 tahun, orang tua menjadi seperti mengasuh dua anak tunggal.

Memang betul sih, begitu yang saya alami ketika memiliki dua anak dengan jarak 6,5 tahun. Setelah merasa keenakan karena Jav sudah cukup mandiri, saya jadi lumayan kaget saat harus mengurus bayi lagi. Setelah menikmati nyamannya hidup dengan santai, saya jadi merasa agak capai harus menjalani rutinitas bersama bayi lagi. Plus karena jaraknya cukup lama, saya jadi lupa bagaimana serba-serbi mengurus bayi. Makanya harus belajar kembali dari awal.

Tapi enaknya, Jav sudah cukup mengerti. Dia enggak pernah cemburu dan terlihat sayang sekali pada adiknya. Sehari-harinya, Jav juga senang membantu saya. Misalnya mengambilkan air minum saat saya sedang menyusui Rashya, mengambilkan tisu kalau Rashya gumoh, mengambilkan popok, dan lain-lain. Pokoknya asisten andalan banget deh.

Namun namanya juga anak-anak ya, pasti ada aja kelakuannya yang ajaib dan menggemaskan sehingga saya jadi kesal. Makanya saya menulis cerita ini supaya enggak lupa bahwa di balik sikapnya yang sering membuat saya mengelus dada sambil istighfar, Jav sebenarnya anak yang manis. 

Pertama, Jav itu perhatian banget sama saya. Jadi, dulu saya pernah ngobrol sama Jav tentang tukang pempek yang udah lama enggak lewat ke depan rumah. Nah, suatu sore, kami mendengar bunyi khas tukang pempek. "Jav, itu pempek ya?" Berhubung saya enggak bisa keluar karena sedang menyusui Rashya, Jav mengangguk dan bergegas keluar untuk memanggil tukang pempek. Tapi kok lama banget, saya tunggu-tunggu Jav enggak balik lagi, begitu pula dengan si tukang pempek.

Hingga beberapa menit kemudian akhirnya Jav muncul bersama tukang pempek, dengan nafas yang terengah-engah. "Jav dari mana? Kok lama banget?" tanya saya. Lalu dia menjelaskan, "Tukang pempeknya udah jauh di belokan, jadi sama Jav dikejar." Saya pun berujar, "Ya ampun, kalau udah jauh mah enggak usah dikejar, biarin aja." Kemudian dia menjawab, "Kalau enggak dikejar, Bunda enggak bisa makan pempek lagi dong." Huaaa, kata-katanya bikin mata saya berkaca-kaca.

Pernah juga saya dan Jav ngobrol tentang pizza. "Bunda pingin pizza ih, nanti kita pesen yuk." Maklum ibu menyusui, jadi bahasannya makanan terus, hihihi.... Rupanya beberapa hari kemudian, ada teman sekelas Jav yang membawa bekal roti pizza. Jav dikasih, biasalah mereka kan suka tukar-tukaran makanan gitu. Tapi sama Jav enggak dimakan, malah dibawa ke rumah. Katanya buat Bunda karena kemarin Bunda mau pizza. Hiks, so sweet banget ya.

Kedua, Jav itu sayang banget sama adiknya. Kadang kalau Rashya menangis terus dan saya udah jenuh, tanpa disuruh, Jav suka mencoba mengambil alih Rashya. Baik mengajak mengobrol atau bermain. Dan ajaibnya, Rashya langsung berhenti menangis loh. 

Yang dramatis nih, Rashya pernah tuh menangis lebih kencang dari biasanya. Udah berbagai cara dicoba, tapi nangisnya enggak berhenti juga. Jav marah-marah dong. Dia langsung masuk ke kamar sambil teriak, "Aku kesel sama Rashya, enggak mau main lagi sama Rashya!" Namun beberapa detik kemudian dia keluar lagi.

"Jav kenapa?" tanya saya. Awalnya dia enggak mau menjawab. "Jav khawatir gara-gara Rashya nangis terus?" Akhirnya dia menjawab sambil menangis, "Iya, Jav takut nanti suara Rashya jadi soak." Perasaan saya antara terharu tapi geli juga pingin ketawa. Ujungnya kami menangis bareng deh sambil berpelukan bertiga. Rashya menangis entah karena apa, Jav menangis karena Rashya, dan saya menangis karena Jav, hihihi....

Hmmm, cinta pertamanya Bunda. Semoga Jav menjadi anak saleh yang sukses di dunia dan akhirat. Maaf ya, Bunda masih banyak memiliki kekurangan dalam mengasuh dan mendidik Jav.

8 comments :

  1. Ya Allah Teh, saya ikut berkaca-kaca bacanya, so sweet dan gemazzz

    ReplyDelete
  2. Aamiin. Jav perhatian banget ya sama adiknya. Semoga rukun-rukun selalu ya. Bikin gemes deh.

    ReplyDelete
  3. hati jadi hangat baca postingan ini. Semoga anak2 tumbuh menjadi anak shaleh yang terjaga fitrah baiknya. Aamiin

    ReplyDelete
  4. Masya Allaaah, ikut seneng dan terharu gitu. Insya Allah habis menyapih mau program lagi 😀😍😍

    ReplyDelete
  5. Penge punya anak lagi, tapi kayaknya si sulung belum siap jadi kakak huhuhu

    ReplyDelete