Tuesday, July 16, 2013

Mari Menghabiskan Uang Suami :D

Semenjak berubah status menjadi seorang istri, saya dipercaya untuk menghabiskan uang suami. Enak? Enggak! Menghabiskan uang itu ada ilmunya, dan sampai sekarang saya belum khatam mempelajari seluk beluk mengelola keuangan rumah tangga. 

Untungnya sekarang ini ilmu tersebut tidak sulit untuk dicari. Berbagai seminar, buku, dan artikel tentang mengelola keuangan mudah didapatkan. Salah satu sumber saya untuk mencari ilmu yaitu LiveOlive. LiveOlive merupakan sebuah website yang memberikan sumber informasi bagi wanita untuk mendapatkan kiat-kiat mengatur keuangan sehari-hari. Mulai dari tips-tips berhemat, berbagai informasi tentang produk keuangan, sampai kalkulator pinjaman semuanya dibahas dengan gaya penyampaian yang ringan namun jelas dan menarik.



Setelah mengumpulkan berbagai informasi, maka beginilah cara saya menghabiskan uang suami.

Menyusun Prioritas

Setelah gaji suami sampai di tangan saya, yang pertama saya lakukan yaitu mengamankan sebagian untuk:
  • Zakat sebesar 2,5% dan sedekah
  • Premi asuransi jiwa untuk suami saya (autodebet sih), karena dia yang bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan untuk kesehatan suami dan keluarga masih bisa ditanggung dari kantor suami.
  • Tabungan. Sebagian disimpan di bank, sebagian lagi berupa logam mulia. Rencananya saya akan mencoba reksadana juga.
  • Baru sisanya untuk belanja. Dulu, saya biasanya belanja dulu. Hasilnya, seringkali tidak ada uang yang tersisa untuk tabungan hehehe. Untuk belanja ini, saya mengatur dan membaginya lagi ke dalam amplop-amplop. Saya pisahkan untuk belanja per minggu dan belanja rutin seperti membeli pulsa listrik, beras, air, gas, asisten rumah tangga, arisan, dan lain-lain. 
Jadul? Biarin.. (Dok. Pribadi)
Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran
Saya selalu mencatat semua pemasukan/pengeluaran sedetail mungkin, bahkan membayar parkir motor di pasar Rp 1.000 pun saya catat. Dengan begitu, saya dapat dengan mudah melakukan evaluasi. Kebiasaan ini sudah saya lakukan semenjak masih single. Setelah menikah, saya berpikir catatan tersebut dapat menjadi semacam laporan keuangan untuk suami. Tapi ternyata suami tidak tertarik meliriknya. Jadi kalau ada kejadian luar biasa saja saya menggunakan catatan tersebut sebagai bahan untuk diskusi bersama suami. Awalnya saya membuat catatan ini dalam bentuk file excel. Namun sekarang, saya sudah meng-install aplikasi keuangan di Android saya sehingga saya bisa mencatat pemasukan/pengeluaran langsung setelah transaksi. Lebih mudah, karena saya tidak perlu membuka pc/laptop dulu untuk mencatat transaksi. Sebenarnya LiveOlive telah bekerjasama dengan Samsung Electronics Indonesia dalam mengembangkan aplikasi MyLiveOlive. Namun sayang Android saya tidak memadai, karena aplikasi tersebut hanya tersedia untuk OS Honeycomb dan Ice Cream Sandwich di Samsung Apps Store. 


Tampilan aplikasi keuangan di Android saya (Dok. Pribadi)
No Hutang
Prinsip saya, kalau tidak mempunyai uang untuk membeli sesuatu, ya tidak usah dipaksakan untuk berhutang. Apalagi untuk membeli barang yang harganya terus turun seperti gadget atau kendaraan. Kalau untuk sesuatu yang harganya selalu naik seperti tanah dan rumah, atau sesuatu yang dapat meningkatkan produktivitas seperti motor untuk berdagang, baru boleh berhutang. 

Hemat
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk berhemat. Mulai dari selalu membuat daftar belanja, selain menghemat uang juga dapat menghemat waktu. Memasak makanan sendiri di rumah, sampai mengganti disposable diaper dengan cloth diaper

Beginilah cara saya mengelola keuangan rumah tangga. Bagaimana denganmu? 

Nah, untuk teman-teman yang mau belajar dan menambah ilmu tentang mengelola keuangan, langsung aja ”Like” Facebook Fanpage MyLiveOlive, “Follow” Twitter MyLiveOlive, “Follow” Google+ Page MyLiveOlive, dan “Subscribe” ke channel YouTube MyLiveOlive.


~~~



10 comments :

  1. saya nggak begitu suka mbak berurusan dgn yg namanya uang, jadi sebisa mungkin kalau nggak terpaksa ya lepas, saya serahkan semua pada suami, jadi dia yg mencatat dan mengelola semuanya, jadi bebas merdeka saya :)

    ReplyDelete
  2. gak pusing mbak ngatur keuangan seperti itu? hehe
    saya yg masih sigle aja kadang suka kecolongan duit entah lari kemana.. :P
    ikutan donlot aahhh ^^

    ReplyDelete
  3. Saya awal2 menikah aja nyatet pengeluaran sampai detail. Sekarang udah ga lagi. Masih keteteran juga sih soal ngatur uang ini :D

    ReplyDelete
  4. aku juga gitu.. tapi masih aja tetep kecolongan :D

    ReplyDelete
  5. aku juga mau belajar ah, download di android ya mbak

    ReplyDelete
  6. Emang bener yaa.. nabung itu musti didahulukan, kalau nunggu sisa emang biasanya suka ga ada yang sisa di akhir bulan :))

    ReplyDelete
  7. HIhiii...saaamaaa..dari aku masih lajang dengan penghasilan lumayan, aku sudah mengatur prioritas utama dan memasukkan ke dalam amplop, waktu itu (bensin, makan, lain-lain) postnya.

    Sekarang aku terapkan juga masih seperti itu, tapi kok ya...masih saja ada kurangnya ya? #eh

    Salam
    Astin

    ReplyDelete
  8. wah...saya mau belajar juga ah...terima kasih infonya mba :)

    ReplyDelete