Monday, July 13, 2015

Lebaran: Saatnya Mengenalkan Balita pada Keluarga Besar

lebaran silaturahmi

Lebaran tinggal beberapa hari lagi! Walaupun enggak punya tempat mudik, tapi tetap perlu siap-siap nih bakal jalan-jalan seharian keliling daerah Bandung dan sekitarnya untuk bersilaturahmi dengan seluruh keluarga besar :)

Saya dan suami lahir dalam keluarga yang bisa dikatakan cukup kecil. Saya hanya memiliki satu saudara kandung. Begitu juga dengan suami yang hanya memiliki dua saudara kandung. Walaupun begitu, kami beruntung karena merupakan bagian dari keluarga besar orang tua masing-masing. Bayangkan, ayah saya mempunyai sebelas saudara kandung. Begitu pun dengan ayah mertua yang mempunyai dua belas saudara kandung.

Sayangnya, karena kesibukan masing-masing, sulit bagi seluruh anggota keluarga besar untuk dapat berkumpul. Biasanya, kami baru bisa bertemu pada momen-momen spesial seperti acara pernikahan atau lebaran.

Walaupun begitu, saya enggak khawatir Jav akan kesulitan mengenal saudara-saudaranya. Karena biasanya, saya selalu memanfaatkan momen lebaran untuk mengenalkan Jav dengan seluruh anggota keluarga besar.

Yup, setiap lebaran, kami mengunjungi minimal empat tempat. Bersilaturahmi dengan keluarga besar ibu saya, keluarga besar ayah saya, keluarga besar ibu mertua, dan keluarga besar ayah mertua. Capek tapi seru :D

Beberapa hari sebelum lebaran, saya biasanya mempersiapkan Jav dengan memberitahunya terlebih dahulu siapa saja yang akan kami kunjungi selama lebaran. Dengan begitu, Jav sudah mempunyai sedikit gambaran mengenai siapa saja yang akan dia temui, hubungan kekerabatannya, di mana tempatnya, dan sebagainya.

Ketika tiba di tempat tujuan, sambil berjalan, saya ulangi lagi penjelasan sebelumnya. Untungnya, ke mana pun kami pergi, Jav yang selalu ingin tahu selalu bertanya, "Ini di mana?". Begitupun ketika lebaran. Maka, saya pun akan menjawab, "Kita udah sampai di Cimahi, di rumahnya Wa Mamat. Wa Mamat itu kakaknya Aki. Nanti di dalem, banyak sodara-sodaranya Aki, ngumpul semua di sini."

Saat memasuki rumah, saya akan mengajak Jav bersalaman dengan saudara-saudara yang kami temui. Enggak lupa, saya sebutkan juga siapa namanya. Dengan begitu, Jav enggak akan merasa asing dengan saudara-saudaranya meskipun kami jarang bertemu.

Biasanya sih awalnya Jav selalu malu-malu dulu apabila bertemu dengan orang-orang yang belum dia hafal. Saya biarkan saja, toh dulu juga ketika pertama kali dikenalkan pada keluarga besar suami, saya juga butuh waktu agak lama untuk pemanasan dan melihat situasi :p Maka, saya pun enggak mendesak Jav agar bisa langsung akrab dengan mereka. Nanti juga kalau sudah merasa cukup nyaman, Jav berani berinterkasi dan bermain dengan saudara-saudara sebayanya. Akhirnya malah susah ketika diajak pulang :))

Agar ingatan tentang saudara-saudaranya tetap terjaga, di rumah, saya ajak Jav untuk bercerita tentang kegiatan kami ketika lebaran. Kalau sempat, saya juga mengabadikan beberapa momen di rumah saudara menggunakan kamera. Supaya Jav bisa melihat dan mengingat wajah serta kenangan bersama saudara-saudaranya ;)

25 comments :

  1. seru tuh kenalan sama saudara-saudaranya

    ReplyDelete
  2. orangtua aku dulu juga kek gitu, mak.
    ngajakin muter2 dan kenalan saat lebaran.
    tapi sejak bapak sakit, ga pernah lagi mbak :((

    ReplyDelete
  3. dari foto anak-anak bisa mengenal keluarganya ya apalagi kalau jarang bertemu

    ReplyDelete
  4. iya bener tuh mba, aku jrg gabung sm keluarga besar jd gak hafal nama2 mereka :D

    ReplyDelete
  5. Semakin besar suatu keluarga--semakin beranak-pinak--dan hidup tersebar di banyak daerah, biasanya kita mulai kesulitan mengingat nama masing-masing dari mereka.

    ReplyDelete
  6. wah, pasti bakal malu malu tuh jav saat dikenalin ke saudara saudaranya.
    saat silaturahmi, hati-hati nanti dijalannya mbak.

    ReplyDelete
  7. Lebaran itu momen keluarga banget ya mbak. Krn biasanya semua ngumpul, lebih mudah membuat anak hafal semua keluarga jika dibiasakan dgn foto juga.

    ReplyDelete
  8. saatnya ngumpul2, kenal dg keluarga besar, pasti special banget

    ReplyDelete
  9. Seru ya bisa ngumpul. Tapi sekarang mah, keluarga besar jarang ngumpul. Udah pada sendiri-sendiri. Hiks.... jadinya anak-anakku gak tahu sodara-sodara mereka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya klo generasi tua udah pd ga ada, jd susah ngumpul ya mak...

      Delete
  10. iya perlu mengenal keluarga besar dan aku juga mengajarkan mereka cara memanggilnya. untu kakek dan nenek misal aku menyebutnya dengan eyang. Dan di belakangnya dengan tempat tinggalnya. Krn ibuku di Bandung, jadi menyebutnya yang ti bandung. Begitu.... begitu juga dg bulik/pakli atau bude/pakde

    ReplyDelete
  11. seru yaa lebaran bareng keluarga besar, alde dan nai juga ogah pulang kalau diajak ketemuan dengan sepupu2nya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi biasanya anak2 itu akrabnya justru pas udah mu bubar heuheu...

      Delete
  12. iya, biasanya momen kumpul dengan keluarga besar itu saat lebaran :)

    ReplyDelete