Sunday, October 4, 2015

Nyarios Sunda, Ah...

Apa bahasa ibu teman-teman?

Kalau saya, kapanpun dan di manapun selalu setia menggunakan Bahasa Indonesia, termasuk di rumah. Padahal ayah saya keturunan Sunda-Jawa. Begitu juga dengan ibu saya yang asli Sunda. Di rumah, mereka biasa berkomunikasi mengggunakan Bahasa Sunda. Tetangga-tetangga di sekitar rumah menggunakan Bahasa Sunda. Saudara-saudara juga menggunakan Bahasa Sunda.

Namun entah bagaimana awalnya, saya dan adik saya malah selalu menggunakan Bahasa Indonesia. Yang membuat kami terlihat agak Nyunda hanya selipan kata teh, mah, dan tea dalam pemakain kalimat sehari-hari :D

Dulu, ketika kami masih sekolah, ibu saya sempat menginisiasi penggunaan Bahasa Sunda (dan Bahasa Inggris) di rumah setiap satu minggu sekali. Jadi, hari Sabtu minggu pertama kami berkomunikasi menggunakan Bahasa Sunda, kemudian hari Sabtu minggu kedua kami berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Begitu seterusnya. Tapi sayang, enggak berjalan. Saya dan adik saya lebih memilih untuk diam daripada harus berbicara menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris :p

Kalau mendengar orang-orang berbicara Bahasa Sunda sih, saya mengerti apa maksudnya. Tapi kalau saya sendiri yang berbicara, butuh waktu agak lama untuk berpikir terlebih dulu. Karena dalam Bahasa Sunda, penggunaan kata untuk bawahan, untuk teman, untuk orang dewasa, untuk diri sendiri, berbeda-beda. Mengucapkannya pun terasa canggung. Akhirnya, daripada salah, ketika ditanya menggunakan Bahasa Sunda, saya menjawab dengan Bahasa Indonesia, huhuhu....

Hingga kemudian saya menikah dengan suami yang keluarganya Nyunda sekali. Beberapa kali saya mendapatkan saudara-saudara suami terheran-heran dengan gaya bahasa saya. Orang Sunda dengan ibu yang cukup Nyunda dan ayah yang Nyunda banget (bahkan ikut bergabung dalam komunitas Nyarios Sunda), tapi sayanya malah enggak Nyunda sama sekali.

Jujur, saat itu saya merasa terintimidasi. Merasa seakan-akan disudutkan. Lah, suami saya yang Nyunda saja, kalau di rumah malah menggunakan Bahasa Indonesia setiap berbicara dengan saya dan Jav. Padahal, setelah mempunyai anak, saya mulai menyadari loh betapa pentingnya mengajarkan bahasa daerah pada anak. Agar anak mengetahui jati dirinya serta mencintai dan menjaga kebudayaan daerahnya. Plus, malu juga sama kaos Nyarios Sunda yang dikasih oleh ayah saya :))

Kaos Nyarios Sunda

Makanya, seminggu yang lalu, saya memutuskan untuk menggunakan Bahasa Sunda di rumah. Sambil mengajari Jav, sambil sayanya belajar juga. Memang sih masih sering canggung dan lupa, masih sering bertanya pada suami, kata ini apa Bahasa Sundanya. Harus punya kamus Bahasa Indonesia - Bahasa Sunda nih :p Tapi enggak apa-apa. Mudah-mudahan dengan banyak latihan jadi hilang canggungnya.

Sementara ini latihan di rumah dulu. Kalau sudah lancar, baru nanti dipraktikkan di luar rumah sama tetangga-tetangga, saudara-saudara saya, dan saudara-saudara suami ;)

Kalau teman-teman, biasa menggunakan bahasa apa di rumah? Bahasa nasional, bahasa daerah, atau Bahasa Inggris dan Bahasa Arab? :D

30 comments :

  1. nu matak ge' atuh nyi, ai bahasa sunda nu janten bahasa ibu mah ulang di hilap-hilapkeun geura...bilih Prabu Siliwangi nenek moyang urang...ngambek

    ReplyDelete
  2. aku juga orang sunda mak, dari bapak, hiks ngga bisa bahasa sunda..maluu...bengong aja kalau ketemu sodara2 ngobrol di sukabumi...ngerti tapi ngga bisa nimbrung...

    ReplyDelete
  3. Menerapkan bahasa daerah sangat bagus sekali. apalagi kalau untuk diajarkan ke anak, sehingga bahasa daerah dapat dilestarikan. kalau saya keturunan Jawa, ngga bisa lancar berucap jawa. tapi ngerti apa yang di bicarakan...saya kalau dirumah cuma pakai bahasa indonesia aja :D karena sifatnya nasionalisme...

    ReplyDelete
  4. halllooo neng geulis, kumaha damang?
    abdi teh tiyasa nyarios sunda ngan saeutiiiik pisan, itu juga kalo abis emam peuteuy jeung jengkol sareng sambel leunca oncom .... hikhikhik , aduuuhhh hapunten, era euy.

    ReplyDelete
  5. wah sama tapi beda, jika teteh nggk bisa basa sunda, kalau sy kurang lancar memakai bahasa indonesia hmmmm. gimana nih teh, soalnya kan kalau disekolah itu harus pakai bahasa indonesia ketika persentasi, tapi jika sy kurang oke bahasa indonesianya jd rusak deh tuh persentasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo dipake terus, lama2 jg lancar bahasa indonesianya :)

      Delete
  6. kalo di rumah sih Bahasa Indonesia, soalnya anak kalau di sekolah udah pake Bahasa Jepang, biar gak lupa sama Bahasa Indonesia :)

    ReplyDelete
  7. abdi teh teu tiasa nyarios sunda, lha asline wong jowo kok mbak :v

    ReplyDelete
  8. Emang penting banget mengajarkan bahasa daerah ke anak, saya juga gak bisa bahasa daerah saya, padahal ibu sama bapak sama sukunya...

    ReplyDelete
  9. ah, bener sekali... Saya jg kadang nyesel gak menguasai satu bahasa daerah pun... Semoga tekniknya berhasil ya ^_^

    ReplyDelete
  10. Aku pakai ngapak, dong. :D
    Btw, Sunda sama Ngapak bertolak belakang banget, ya. Ngapak kasaar soalnya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. klo ngapak drmn? pelajaran geografi saya parah bgt soalnya :D

      Delete
  11. Samaaaaa, walo aku n miswa orang jawa, tetep klo di rumah sukanya pke bhs indo

    ReplyDelete
  12. ga usah malu pake bahas daerah. gw akuin sih akan terdengar leboh gaul klo lagi nongkrong make bahas indonesia tapi klo bukan kita yang gunain siapa lagi?

    ReplyDelete
  13. Ayah dan Ibu saya orang tegal,,,, tapi semua anaknya tidak bisa bahasa Tegal tapi paham apa yang dimaksud

    ReplyDelete