Wednesday, April 19, 2017

Botram, Bawa Apa Ya....


Sejak menikah dan mempunyai anak, saya sering menerima undangan botram. Baik dari ibu-ibu komplek maupun dari ibu-ibu di sekolah Jav. Yup, sebagai orang Sunda, botram merupakan kegiatan yang rutin diadakan. Teman-teman tau botram?

Dari yang pernah saya baca, katanya tradisi botram itu sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dulu, orang Belanda sering piknik di taman sambil membawa bekal roti isi (alias sandwich atau boterham kalau dalam bahasa Belanda). Nah, orang-orang Sunda enggak mau ketinggalan. Mereka juga ikutan makan bersama di luar rumah sambil menggelar tikar dan menyesuaikan namanya menjadi botram. Begitu pula menunya, disesuaikan dengan selera orang Sunda. Supaya lebih seru, makannya ramai-ramai menggunakan alas daun pohon pisang.


Saya sih seneng aja kalau diajak botram. Makan terasa jadi jauh lebih nikmat kalau bersama-sama. Masalahnya, semua orang bertanggungjawab membawa makanan untuk dimakan ramai-ramai. Saya suka bingung harus bawa apa. Tentunya ingin membawa yang simpel, tapi tetap disukai semua orang. Maklum, saya enggak jago masak, hehe....

Berikut beberapa pilihan menu yang bisa dipilih untuk botram.
  • Nasi. Ini sih jelas ya, botram enggak akan jalan kalau enggak ada nasi. Bikinnya mudah dan pasti laku, hohoho.... Kalau mau lebih asyik, bawanya nasi liwet pakai ikan asin. Ah, maknyus....
  • Masakan pedas. Menu yang selalu dicari nih. Soalnya bikin makan jadi lahap. Bisa tulang jambal, cumi cabai hijau, bihun cabai gendot, dan lain-lain. Pokoknya apa aja deh yang pedas. Dijamin laku.
  • Lalab dan sambel. Ini jelas harus ada. Bisa lalab mentah atau sayur kukus. Gampang sih, tapi saya suka enggak pede bikin sambalnya. Karedok juga seru, apalagi kalau dibikinnya dadakan.
  • Jengkol. Bukan botram namanya kalau enggak ada jengkol. Enggak afdal. Favorit ibu-ibu nih, hihihi.... Saya juga suka, tapi enggak bisa masaknya. Makanya seneng banget kalau ada yang membawa jengkol untuk botram, apalagi kalau pas suami sedang di luar kota. Puas-puasin deh makan jengkol, hohoho....
  • Pelengkap. Seperti tahu goreng, tempe goreng, perkedel, dan lain-lain. Dari pengalaman saya selama beberapa kali botram, menu ini enggak terlalu laku. Tapi penting loh untuk ibu-ibu yang membawa anak kecil, soalnya aman enggak pedas. Dan kalau masih ada sisa, biasanya bisa dibawa pulang ke rumah. Lumayan, enggak usah masak, hihihi....
  • Kerupuk. Paling gampang nih. Beli aja di warung dekat rumah. Enggak ribet, tapi pasti banyak peminatnya.
  • Pencuci mulut. Apabila semua orang membawa masakan, pencuci mulut pasti akan menjadi favorit. Kalau ingin simpel, beli buah aja. Tapi kalau mau sedikit repot, bisa membuat puding, jus, es buah, rujak, yoghurt, dan lain-lain yang segar-segar.
  • Camilan. Namanya ibu-ibu, kalau sudah ngumpul, susah bubarnya. Asyik juga kalau ada yang membawa camilan seperti seblak basah atau batagor bandung
  • Air mineral. Masih enggak ada ide mau membawa apa? Beli aja air mineral. Enggak akan mubazir, hohoho.... Tapi berat, hihihi....

Sebenarnya, enggak membawa apa-apa juga enggak masalah. Yang penting hadir dan bisa menikmati kebersamaan. Tapi saya pribadi sih malu kalau cuma bermodal perut kosong. Lagipula, nanti wadah bekas makanannya kan bisa diisi lagi dengan makanan yang dibawa teman lain. Dasar ibu-ibu, hihihi....

36 comments :

  1. Indonesia kaya sama budaya ya. Kalau di daerah saya, Kutai, ada juga tradisi adat yang mirip kaya gini mbak. Namanya "beseprah". Orang duduk baris berhadapan sepanjang jalan aspal (kurang lebih 500m) untuk menyantap makanan didepannya.

    ReplyDelete
  2. Kalau datang gak bawa apa2 malu, Mbak. Apalagi nggak semua orang bisa berpikir positive. :D Kalau botram aku suka kalau ada yang bawa sambel goreng ati. :D

    ReplyDelete
  3. belum pernah ikutan botram nih, jadi ngiler deh liatnya

    ReplyDelete
  4. di Medan belum ada yang kayak gitu mbak, asyik juga ya

    ReplyDelete
  5. Aku belum pernah botram beralas daun pisang Teh, pengen nyoba hahay

    ReplyDelete
  6. Aku belum pernah ih nyoba botram makannya rame-rame beralaskan daun pisang. Jadi kabita :) euh apalagi kalau nasinya liwet plus ikan asin plus sambal dan lalapan. Juara itu mah ya teh. Nikmat *kemudian lapar

    ReplyDelete
  7. Hahaha ini tradisi saya kalau lagi di kampung halaman. Seruuu rame-ramennya.

    ReplyDelete
  8. huheehehe makan seperti itu seru banget loh . lebih merakyat dan asik

    ReplyDelete
  9. aku suka botram yg murah meriah, nasi gurih, samabl, lalapan, ikan asin , goteng tempe dan tahu, mantap

    ReplyDelete
  10. Kangen botram sama emak-emak KEB Bdg jadinya :)

    ReplyDelete
  11. Wah seru nih..makan rame2 di daun pisang..menu nya juga istimewa..jengki:)

    ReplyDelete
  12. Aku baru tau tradisi botram ini adopsi dari kebiasaan para bule londo. Yuk ah emak-emak KEB Bandung, kita botram :)

    ReplyDelete
  13. Paling suka botram makan di atas daun gitu. Kerasa banget kebersamaannya.

    ReplyDelete
  14. Bareng-bareng emang terasa lbh nikmat :)

    ReplyDelete