Wednesday, June 24, 2015

Munggahan: Ajang Silaturahmi dan Saling Memaafkan

munggahan

Alhamdulillah ya, hari ini sudah masuk hari ke-7 saum Ramadan. Bagaimana puasanya? Masih semangat kan ;)

Saya mau cerita tentang munggahan nih, tradisi masyarakat Sunda dalam menyambut Bulan Ramadan. Munggahan berasal dari kata unggah yang artinya pindah atau naik. Dalam konteks ini, berarti perpindahan dari Bulan Syaban ke Bulan Ramadan--bulan yang penuh berkah. Kegiatannya biasanya dilakukan tepat sehari sebelum Bulan Ramadan. Acaranya yaitu kumpul-kumpul, makan-makan, dan maaf-maafan bersama keluarga.

Tahun kemarin sih semuanya berkumpul, keluarga saya, keluarga adik, dan keluarga mertua juga ikut. Tempatnya di saung milik orang tua. Menu utamanya, sate kambing dan sate ayam. Masing-masing membawa menu tambahan sesuai dengan kemauannya kemampuannya. Waktu itu saya bawa apa ya? Sepertinya nasi deh, yang paling mudah membuatnya, hihihi....

Tapi tahun ini berbeda. Karena munggahan kemarin jatuhnya pada hari kerja, maka kami tidak mengadakan acara khusus. Suami belum pulang. Adik dan keluarganya juga masih di luar kota. Yang ada hanya kami bertiga, saya dan kedua orang tua saya. Eh ditambah Jav jadi berempat :D Kami makan malam seperti biasa. Tapi sebelum bubaran untuk salat Tarawih, tetap ada acara maaf-maafan dulu.

Yang lumayan berkesan di tahun ini yaitu acara botram (makan-makan) bersama ibu-ibu di komplek. Kegiatannya diadakan seminggu sebelum Bulan Ramadan. Pertimbangannya, karena kalau diadakan sehari sebelum Bulan Ramadan, khawatir akan mengganggu acara keluarga.

Sempat deg-degan dan bingung, makanan apa ya yang akan saya bawa. Karena idealnya, botram itu kan membawa makanan masing-masing untuk dikumpulkan dan dimakan bersama-sama. Sempat terpikir untuk beli saja. Soalnya saya tidak pede membawa makanan hasil masakan saya untuk ditukar dengan makanan hasil masakan para ibu-ibu yang sudah senior di dapur. Tapi, untungnya Ibu RT menginstruksikan agar kami tidak perlu membawa apa-apa. Fiuh.... Tempat dan dananya disediakan oleh Ibu RT. Sedangkan yang memasaknya, salah satu tetangga yang memang sudah terkenal jago memasak.

Ini adalah pertama kalinya saya ikut acara ini, karena kebetulan waktunya memang cocok. Itupun saya datang agak terlambat karena menjemput Jav ke sekolah dulu. Ketika saya datang sih, acara utamanya belum dimulai, masih ngobrol-ngobrol santai membicarakan gosip isu-isu hangat yang terjadi di komplek, seperti masalah air bersih serta uang sahur untuk pertugas keamanan dan petugas kebersihan. Ternyata lumayan banyak juga yang ikut meramaikan. Dari sekitar 50 kepala keluarga, ada tiga per empatnya yang datang.


Baru deh, setelah masuk waktu makan siang, acara makan-makannya dimulai. Menunya sederhana saja, tapi sangat nikmat. Ada nasi liwet, ayam goreng, tumis tahu, serta tidak ketinggalan sambal, lalap, dan kerupuk. Minumannya ada jus kuini yang segar. Pencuci mulutnya ada buah semangka dan pisang. Wuih, nikmat banget deh, siang-siang, makan sambil ngobrol sama ibu-ibu :D Terakhir, kegiatan ini ditutup dengan acara salam-salaman dan maaf-maafan.

Kalau teman-teman, bagaimana cerita munggahan-nya? :)

33 comments :

  1. Halo mak salam kenal :)
    Seru acara munggahannya , semoga lancar ya ibadahnya tahun ini ^^

    ReplyDelete
  2. hallo mak nathalia.. salam kenal yaaa...
    aduuuh mupeng pisan ih aku uda, di jkt mah ga ada botram.. dulu pas di bandung suka ikut botram ama temen2nya mama aku.. hahaha enaak pisan makan rame2 sambil dengerin ibu2 ngegosip.. hehe

    oia aku udah follow yaa mak, GFC 147 #KEB asiiiik :))

    folbek jg ya mak di www.vitawirapraja.com

    ReplyDelete
  3. Saya dengar pertama kali istilah munggahan ini dari seorang teman beberapa hari menjelang Ramadan kemarin. Ternyata bagus banget rangkaian acaranya.

    ReplyDelete
  4. hehe, di sini juga ada tradisi munggahan. ntar ada udun-udunan juga. makanannya biasanya yang ringan aja, mba. kayak ketan kepala yang dicampur sama kacang. Atau bisa juga ketupat.

    ReplyDelete
  5. Kalau di luar negeri kayak potluck ya Tante, masing-masing menyumbangkan makanan untuk dimakan bersama-sama. Eh, btw, botram tuh apa ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya itu, botram teh potluck gitu :D cuman makanannya masakan tradisional sunda :)

      Delete
  6. munggahan kali ini aku gak ada apa-apa nih mbak

    ReplyDelete
  7. senengnya munggahannya sama tetangga tetangga jadi bisa sekalian ajang mempererat silaturahmi ya :)

    ReplyDelete
  8. Munggahan di rumah ortu biasanya di mushola, bawa makanan masing-masing terus dimakan bareng.

    *Mak aku udah follow blognya ya*

    ReplyDelete
  9. Kalo di kampung saya namanya megengan Mak. Tapi acaranya buat bapak-bapak aja, ngumpul di satu rumah warga sebelum taraweh pertama. Masing2 KK bawa 2 nasi berkat dari rumah, trus nanti ditukar antar warga. Habis berdoa dibawa pulang.

    ReplyDelete
  10. Kalau tempat saya namanya ruwahan mungkin, ya. Asyik banget memang. Makan sama keluarga besar menjadikan menu yang biasa menjadi istimewa ya, Jav.

    ReplyDelete
  11. Kalo di daerah saya mungkin nyadran/sadranan biasanya kumpul di halaman masjid/mushola gelar tikar terus setelah berdoa sama-sama makan bareng-bareng deh. Hehe.

    ReplyDelete
  12. ssama mak, di kampung halaman juga ada istilah ini :)

    ReplyDelete
  13. munggahan tahun sekarang jenuh banget diem di rumah :D

    ReplyDelete
  14. di artikelnya kan saya tulis botram ibu2 komplek & saya yang paling junior :p

    ReplyDelete
  15. Aku malah baru tau ada acara ini... prasaan dari dulu ortu ga prnh ngadain yg bgini jg sih mba... seru jg ya, bisa makan bareng sebelum puasa

    ReplyDelete