Thursday, April 26, 2018

Lancar Menyusui dengan Bra Menyusui dari Mooimom


"Masih ASI?"
"Enggak ditambah sufor?"
Begitu beberapa pertanyaan yang dilontarkan tetangga dan saudara apabila bertemu dengan saya dan Rashya. Setelah saya jawab "Iya," pertanyaan kemudian berlanjut dengan...
"Oh, banyak ya ASI-nya?"
Biasanya saya hanya menjawab dengan ucapan "Alhamdulillah," sambil tersenyum. Padahal di dalam hati sih berteriak, "Enggak!"

Menyusui itu kegiatan yang sangat menyenangkan. Namun bagi saya sih, jujur enggak mudah. Iya, kalau payudara sebelah kanan dihisap Rashya, payudara sebelah kiri biasanya ikut mengeluarkan ASI. Tapi... itu kalau ASI-nya sudah keluar (LDR--Let Down Reflex). Jadi, saat awal bayi menyusu polanya yaitu terus mengisap dengan jeda yang pendek. Nah setelah LDR, maka polanya berubah menjadi mengisap, menelan, mengisap, dan seterusnya. Kalau LDR lama munculnya? Ya, drama juga.

Teman-teman pasti sudah tahu dong ya, dua hormon yang berperan dalam proses menyusui. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang bekerja berdasarkan prinsip supply-demand. Jadi banyak atau sedikitnya ASI ya tergantung seberapa sering payudara dikosongkan. Sedangkan lancarnya aliran ASI dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang bekerja sesuai dengan suasana hati ibu. 

Nah, tantangan menyusui saya ada di hormon oksitosin ini. Kalau lagi tenang atau happy ya lancar banget keluar ASI-nya. Tapi kalau sedang enggak nyaman atau ada pikiran yang mengganggu, agak lama deh keluar ASI-nya. Kadang sampai bikin Rashya ngamuk dan membuat saya semakin enggak nyaman. Jadinya lebih lama lagi deh keluar ASI-nya.

Masalahnya, saya tipe orang yang suasana hatinya mudah naik-turun. Membaca email tawaran job review saja, langsung LDR, hehehe.... Begitupun sebaliknya, misalnya ketika Rashya telat BAB, sepele kan ya (soalnya baru telat loh bukan enggak BAB berhari-hari), tapi langsung seret deh ASI-nya.

Untungnya sampai sekarang saya masih diberi hidayah untuk terus menyusui Rashya. Berikut hal yang saya lakukan agar bisa lancar menyusui ketika Rashya minta nenen saat ada yang sedang mengganjal di pikiran saya.
  • Mengkonsumsi makanan dan minuman yang disukai, supaya happy.
  • Pijat. Pijat payudara dengan lembut, seperti yang diajarkan di kelas breastcare dulu. Kalau sedang ada suami, beliau juga suka memijat punggung saya. 
  • Menyusui di tempat yang nyaman. Paling santai sih memang tiduran di kasur. Tapi sambil duduk di sofa juga oke, asalkan ada bantal yang menyangga punggung dan tangan agar enggak pegal. 
  • Perhatikan pelekatan. Posisi mulut bayi dan payudara ibu harus pas.
  • Rileks. Turunkan bahu. Serta menarik nafas dalam dan panjang, kemudian membuangnya secara perlahan. Terus diulang hingga ASI keluar. 
  • Fokus. Pusatkan pikiran hanya pada anak. Perbanyak juga skin to skin contact dengan mencium dan mengusap bayi.
  • Menggunakan pakaian yang nyaman. Menyusui itu suka bikin keringatan. Makanya di rumah paling enak mengenakan daster tanpa lengan yang adem. Penting juga memakai bra yang nyaman, yaitu bra yang memang khusus untuk menyusui, enggak bikin gerah, dan menopang payudara dengan baik.

Sebenarnya saya masih memiliki beberapa bra menyusui bekas menyusui Jav dulu. Tadinya enggak akan beli lagi. Tapi karena masa menyusui ini akan panjang (harapannya bisa sampai dua tahun), saya pun mempertimbangkan untuk menambah beberapa buah lagi.

Pilihan saya pun jatuh pada Ultra-Comfort Seamless Nursing Bra dari Mooimom. Kenapa saya memilih jenis ini? Karena saya terpikat pada desainnya yang seamless dan tanpa kawat sehingga terlihat sangat nyaman. Ultra-Comfort Seamless Nursing Bra ini terdiri dari 2 macam warna yaitu nude dan black. Serta tersedia dalam 4 macam ukuran yaitu S, M, L, dan XL. Tenang, di website-nya dijelaskan kok bagaimana cara mengukurnya, jadi enggak akan sampai salah beli ukuran, dan kebesaran atau kekecilan.
Setelah dicoba, memang nyaman banget loh. Bahannya terbuat dari 89.3% Nylon dan 10.7% Spandex sehingga terasa lembut di kulit. Elastis juga sehingga enggak bikin gerah karena memberikan sirkulasi udara yang baik. Desain seamless-nya pun membuat bra ini terasa pas banget di tubuh. Enggak bikin eungap dan enggak berbekas. Tali branya juga lebar, terasa fit di pundak. Meski tanpa kawat, namun tetap bisa menopang payudara dengan baik.

Untuk menggunakan dan melepas bra ini, terdapat 4 hook atau pengait pada bagian belakangnya. Bayangkan, 4 kali 4 loh! Mantap banget ya. Misalnya kondisi tubuh ibu berubah menjadi lebih kurus atau lebih gendut, bra ini bisa tetap digunakan karena ukurannya bisa disesuaikan. 

Fitur paling penting dari bra menyusui tentu adanya bukaan untuk menyusui. Bagian depan Ultra-Comfort Seamless Nursing Bra ini memiliki bukaan menyusui yang praktis. Cantelannya mudah dibuka meski hanya dengan satu tangan dan satu gerakan. Saya bisa langsung menyusui Rashya tanpa pakai lama.
Terakhir, Ultra-Comfort Seamless Nursing Bra ini juga disertai dengan bra pad yang fleksibel. Sayangnya, kalau sedang menyusui begini, saya enggak suka mengenakan bra ber-pad, soalnya kan masih harus menggunakan breast pad. Jadi double-double dan terasa sesak. Untungya bra pad pada Ultra-Comfort Seamless Nursing Bra ini bisa dilepas-pasang. Sekarang dilepas dulu, nanti kalau sudah enggak menyusui, bisa dipasang lagi bra pad-nya.

Nah, bagi teman-teman yang sedang hamil atau menyusui dan tertarik dengan bra menyusui dari Mooimom, bisa cek ke sini ya.

Website: www.mooimom.id
Facebook: MOOIMOM
Instagram: MOOIMOM

Oiya, tanggal tanggal 26-29 April 2018 ini Mooimom Indonesia hadir di Mother & Baby Fair 2018 loh. Tempatnya di Balai Kartini, Jakarta. Yuk, datang dan dapatkan diskon langsung up to 60% saat pameran berlangsung. Jangan sampai kelewatan ya.

2 comments :

  1. klonpake yg kawat mah duh bye teh hahaha sakit pisan klo dah ngebagel 😂

    ReplyDelete