Friday, October 5, 2018

Ingin Mendapatkan Manfaat Susu Tanpa Rasa Mulas? Coba Susu dari Sapi A2


Susu merupakan minuman favorit keluarga kami, setelah air bening tentunya, hohoho.... Ketersediaannya harus selalu ada di rumah. Bukan hanya karena rasanya yang gurih dan enak, tetapi juga karena kandungannya yang lengkap.

Susu, Sumber Pangan Bergizi Lengkap

Sehari-hari, saya selalu berusaha menyajikan makanan dengan gizi seimbang sesuai dengan panduan WHO. Bahasa kerennya sih menu 4 bintang, yaitu menu yang dalam satu porsinya terdiri dari karbohidrat, sayur, protein hewani, dan protein nabati. Untuk mengoptimalkan penyerapannya, saya menyajikan buah sekitar satu jam sebelum waktu makan. 

Nah, supaya semakin afdal, kami minum susu juga. Karena susu merupakan sumber pangan dengan kandungan gizi yang paling lengkap. Diantaranya sebagai berikut:
  • Karbohidrat yaitu laktosa.
  • Lemak yaitu fosfolipid (kolin dan spingomyelin). Merupakan sumber energi serta pelarut vitamin A, D, E, dan K. 
  • Protein yaitu kasein dan whey. Merupakan zat pembangun.
  • Vitamin yang terdiri dari 12 macam vitamin.
  • Mineral yang terdiri dari 13 macam mineral.

Makanya, setiap belanja mingguan, saya selalu membeli susu UHT. Kenapa? Karena susu tersebut diproses dengan teknologi Ultra High Temperature (UHT) yang membuat semua bakteri dan spora mati tanpa merusak kandungan gizi pada susu. Sayang kan, kalau kita enggak bisa mendapatkan manfaat dari susu hanya karena teknik pengolahan yang membuat kandungan gizi pada susunya menjadi hilang.

Kebiasaan Minum Susu Keluarga 

Keluarga kami memiliki kebiasaan minum susu yang berbeda. Anak pertama saya, Jav, biasa minum susu setiap hari. Waktu rutinnya sih pagi setelah sarapan dan malam setelah makan malam. Tapi, di luar itu, dia sering minum susu juga dengan frekuensi suka-suka. Membaca buku, sambil minum susu. Makan kudapan, sambil minum susu. Selesai main sore, buka kulkas, lalu minum susu. Pokoknya Jav itu tersangka utama yang selalu menghabiskan susu di kulkas, hihihi....

Suami juga penggemar berat susu. Dia minum susu setiap hari, tapi enggak ada jadwal rutin seperti Jav. Kadang siang hari, kadang malam hari. Namun yang pasti, suami saya ini enggak bisa minum susu di pagi hari. Karena apabila dia memaksakan minum susu sebelum tengah hari, perutnya bisa langsung bereaksi, mulas.

Sedangkan saya, berbeda dengan Jav dan suami yang suka sekali minum susu, saya kurang suka minum susu secara langsung. Saya ini sangat suka mengonsumsi makanan yang menggunakan bahan dasar susu. Bolu, schotel, puding, es krim, dan lain-lain. Jadi susunya dalam bentuk yang sudah diolah kembali. Karena entah mengapa, kalau minum susu secara langsung, saya malah merasa eneg. Apalagi susu tawar, ugh.... Makanya, supaya enggak terlalu eneg, saya biasanya memilih susu dengan rasa cokelat atau kopi, itupun harus dalam keadaan dingin. 

Gejala Mual, Kembung, dan Diare Karena Susu

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian tahun 2016, konsumsi susu di Indonesia saat ini masih lebih rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya loh. Rupanya, sebagian orang melewatkan manfaat dari susu karena merasa mual, menimbulkan diare, atau karena alergi.

Waduh.... Ternyata banyak juga ya yang mengalami gejala seperti saya dan suami setelah minum susu. Padahal, manfaat susu sangat penting untuk pemenuhan nutrisi. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, susu mengandung nutrisi lengkap yang terdiri dari protein, lemak, dan karbohidrat sebagai sumber energi, mineral, dan vitamin untuk mendukung fungsi tubuh.
“Gejala mual, kembung, dan/atau diare setelah mengonsumi susu terjadi karena kandungan protein beta casein A1 dalam susu yang bereaksi dengan protein pencernaan lainnya di dalam tubuh, sehingga memicu gejala yang menyerupai intoleransi terhadap laktosa, seperti ketidaknyamanan perut, flatulensi (akumulasi gas berlebih dalam perut dari usus besar), kembung, dan diare yang terjadi setelah mengonsumsi produk susu.” (dr. Rizal Alaydrus, MSc., pakar gizi)
Jujur, saya baru kali ini mengetahui tentang protein A1. Rupanya, sekarang ini susu sapi pada umumnya memiliki kandungan protein A1 dan protein A2 dengan rasio 40% dan 60%. Sebenarnya, perbedaan kandungan protein A1 dan protein A2 itu hanya sedikit. Protein A1 memiliki asam amino histidin yang terletak pada posisi 67 dalam rantai protein. Sedangkan protein A2 memiliki asam amino prolin. 

Sumber: http://azdhia.com

Agar nutrisinya dapat diserap tubuh, protein A1 pada susu harus dipecah oleh protein pencernaan. Ketika sampai pada histidin, proses tersebut menghasilkan fragmen protein yang disebut beta-casomorphin-7 (BCM-7). Nah, fragmen ini yang dituduh membuat seseorang merasa enggak nyaman setelah mengonsumsi susu A1. 

Padahal, awalnya sapi di seluruh dunia itu hanya menghasilkan protein A2 saja. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan adanya mutasi genetik, membuat semakin banyak sapi yang menghasilkan susu dengan kandungan protein A1. Kalau sudah begini, wajar ya apabila banyak orang seperti saya dan suami, mengalami gejala mual, kembung, atau diare setelah mengonsumsi susu, hiks....

Tentang Susu dari Sapi A2

Hingga beberapa waktu yang lalu, saya menemukan KIN Fresh Milk ketika sedang belanja di supermarket. Di antara berbagai macam produk susu baru yang menggempur pasar Indonesia, saya tertarik pada tulisan 'A2 Cows' yang tercantum di kemasan KIN Fresh Milk. Wah, rupanya di Indonesia sudah ada loh susu segar dari sapi A2.

susu sapi a2

Saat ini, susu A2 memang sedang mendapat perhatian dari dunia kesehatan karena potensinya yang bisa menjadikan susu sapi lebih baik dari segi nutrisi maupun dari segi toleransi oleh sistem pencernaan. Susu yang hanya mengandung protein A2, dipercaya lebih mudah dicerna oleh tubuh dan nutrisinya lebih mudah diserap. Jadi enggak akan menimbulkan gejala mual, kembung, atau diare.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan industri susu sapi perah telah menemukan sapi jenis A2 yang dipercaya dapat menghasilkan susu yang lebih baik bagi tubuh manusia. Sapi A2 ini didapat dari proses seleksi alami melalui tes DNA. Jadi tanpa rekayasa genetik ya.

KIN, Susu Segar dari Sapi A2

Di Indonesia, sapi jenis A2 ini dihasilkan dari peternakan yang dikelola oleh PT ABC Kogen Diary. PT ABC Kogen Dairy percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan nutrisi terbaik dari alam. Oleh karena itu PT ABC Kogen Dairy menghadirkan terobosan baru lewat KIN Fresh Milk - Susu Berkelas dari Sapi Teratas.
“Sebagian orang banyak mengalami reaksi pada tubuhnya sesaat setelah mengonsumsi susu dan menganggap hal itu adalah normal. Reaksi yang dirasakan diantaranya adalah rasa tidak nyaman di perut seperti rasa kembung, eneg, bahkan mulas. Padahal seharusnya minum susu sama seperti kita mengonsumsi minuman lain yang tidak menimbulkan respon di perut. Banyak orang menduga hal ini disebabkan karena mereka lactose intolerant, padahal bisa jadi karena tubuhnya tidak dapat mencerna protein A1 yang terdapat dalam susu.” (Anton Budiharjo, Marketing Manager KIN
KIN Fresh Milk, terbuat dari 100% susu segar, alami tanpa ada yang ditambahkan atau dikurangi kandungannya. Untuk menjamin kualitas susu yang dihasilkan, peternakan yang dikelola oleh PT ABC Kogen Dairy hanya memelihara jenis sapi A2. Sehingga produknya pun berupa susu dari sapi A2 yang hanya mengandung Protein A2 (tanpa protein A1) sehingga lebih mudah dicerna dan nyaman di perut. Sebagai satu-satunya peternakan sapi terintegrasi yang menghasilkan susu dari sapi A2 secara eksklusif di Indonesia, seluruh sapi di peternakan KIN menjalani proses pemeriksaan ketat. Dimulai dari kualitas kesehatan, kondisi hidup, hingga pemeriksaan DNA untuk memastikan susu yang dihasilkan enggak mengandung protein A1.

“KIN Fresh Milk merupakan produk susu segar pertama di Indonesia yang berasal dari sapi A2 dan hadir sebagai pilihan yang lebih baik bagi konsumen, karena tidak menimbulkan rasa eneg atau kembung akibat minum susu. Susu dari sapi A2 ini adalah 100% susu segar, tanpa ada yang ditambahkan atau dikurangi pada kandungannya. KIN Fresh Milk hanya mengandung protein A2 yang lebih bersahabat untuk perut, sehingga lebih mudah dicerna dan diserap dalam tubuh”. (Tiffany Pratiwi Suwandi, Brand Manager KIN)
Demi menghilangkan rasa penasaran, saya pun langsung mencoba KIN Fresh Milk. KIN Fresh Milk tersedia dalam 3 rasa, yaitu Original, Chocolate, dan Coffee.

susu sapi a2

“Dengan ragam rasa Kin Fresh Milk yang tersedia, konsumen memiliki kebebasan untuk menikmati manfaat murni dari susu sapi segar tanpa khawatir akan timbulnya rasa eneg atau kembung. Kin Fresh Milk juga hadir sebagai pilihan yang lebih sehat bagi para penggemar susu dan aman untuk dikonsumsi anak usia 2 tahun ke atas,” (Tiffany Pratiwi Suwandi, Brand Manager KIN)
Teman-teman mau tahu lebih detail mengenai KIN Fresh Milk? Tunggu ulasan saya di artikel selanjutnya ya. Atau kalau memang penasaran banget, langsung coba saja sendiri. Cara mendapatkannya sangat mudah kok, karena KIN Fresh Milk tersedia di minimarket / supermarket terdekat.

~~~


KIN Fresh Milk
Website: www.kindairy.com
Instagram: @kindairyid

22 comments :

  1. oke , langsung masuk ke wishlist untuk kesehatan badan :D

    ReplyDelete
  2. Sering liat di Supermarket jadi pengen coba juga ah Teh

    ReplyDelete
  3. Aku suka susu yang langsung diminum gini Teh, lebih praktis. Nanti cobain susu KIN ah

    ReplyDelete
  4. Wah kemarin liat di Alfa. Kukira Yogurt kemasan baru teh.. mau coba ah ntar 😁

    ReplyDelete
  5. Sama Teh, saya juga baru bisa minum susu kalau dingin biar efek mualnya ga terasa banget.

    ReplyDelete
  6. wah sekarang explore ke susu ya, aku penasaran sih sama yang ini jadi kepengen cobain

    ReplyDelete
  7. Brand Kin ini aku sukanya yang yoghurt belum pernah nyobain yang susu

    ReplyDelete
  8. Oh ada merk susu Kin ya di supermarket? Nanti nyobain deh. Anak-anak seneng susu soalnya.

    ReplyDelete
  9. Wah sudah mulai bisa diminum anak-anak usia 2 tahun ya? Recomended banget nih untuk menambah menu bekal anak sekolah atau bimbel :)

    ReplyDelete
  10. Aku suka produknya KIN enak2 yoghurtnya, susunya enak juga nih kayaknya. Barutau banget soal susu sapi A2, mayan dpt ilmu baru nih :)

    ReplyDelete