Kenapa saya memutuskan menjadi instruktur SHiNE Dance Fitness dan UPLIFT Strength Fitness? Banyaaak sekali alasannya. Salah satunya sih supaya seorang ibu rumah tangga ini bisa tetap melatih otaknya.
Yup, dengan menjadi instruktur senam, fungsi kognitif bisa tetap terjaga. Karena saya harus mengingat urutan gerakan, transisi, dan hitungan musik, sambil tetap memperhatikan teman-teman lain. Hal ini melatih working memory dan fokus secara bersamaan.
Tapi namanya juga manusia, kadang ada aja saat di mana tiba-tiba kehilangan fokus. Apalagi ada juga yang disebut muscle memory di mana saking seringnya mengulang gerakan tertentu, membuat otot otomatis bergerak tanpa perlu banyak berpikir.
Ujung-ujungnya, otak pun bisa menjadi agak santai, enggak perlu terlalu fokus, dan akhirnya malah berpikir macam-macam.
Pikiran-Pikiran Random
Berikut beberapa hal random yang sempat terlintas di pikiran saat saya sedang mengajar SHiNE Dance Fitness dan UPLIFT Strength Fitness kemarin.
"Suaranya aneh begini, hiks...."
Gara-gara sebelumnya tersedak obat waktu perawatan saluran akar di dokter gigi. Rasa kaporit, bikin batuk-batuk terus, huhuhu.... Untungnya enggak separah dan seserak pas bangun pagi.
"Panas banget"
Ya ampun, hari ini cuaca panas banget. Belum apa-apa baju udah basah. Tapi enggak apa-apa lah, daripada hujan terus. Jemuran susah kering, belum lagi mobil berkali-kali jadi korban banjir. Maklum, tinggal dan berkegiatan di SCBD (Sapan, Ciwastra, Bodogol, Derwati) Area yang banyak waterpark-nya sih, heuheu....
"Keren ih!"
Ceritanya memuji diri sendiri dan teman-teman lain, hehehe.... Soalnya tampak keren aja gitu, melihat di depan cermin kami semua bergerak secara kompak bersamaan. Cakep, kaya penari latar di panggung, hihihi....
"Heart rate berapa ya?"
Heart rate saya kalau lagi latihan sendiri biasanya aman. Tapi kalau sedang jadi instruktur, terutama beberapa minggu ini, meski niatnya santai, tetap aja terbawa suasana yang akhirnya membuat heart rate menjulang tinggi, huhuhu.... Enggak terasa, makanya harus sering-sering mengecek smartwatch.
"Ups, kok gerakan ini lagi"
Teman-teman saya ini paling enggak suka gerakan yang ribet dan berputar-putar. Tapi supaya tetap menantang, biasanya tetap saya kasih sedikit dong, itupun diberi pilihan modifikasi tanpa putaran. Tapi kemarin entah kenapa, saya memasukkan 4 gerakan putaran dalam satu sesi. Cuma bisa nyengir sambil minta maaf dan memberi motivasi, hohoho....
"Outfit-nya Teh Lili lucuuu"
Bagus juga perpaduan warna bajunya Teh Lili. Nanti beli juga ah. Biar sekalian check out bareng sama pompa dispenser buat Mamah.
"Kenapa lagunya enggak beres-beres"
Tiba-tiba bingung, kami sudah masuk putaran ke berapa. Kayanya udah putaran terakhir deh. Eh tapi ternyata masih lanjut, berarti sepertinya baru putaran ketiga, belum keempat. Duh, ini lagunya panjang banget ya. Dalam hati mengeluh, tapi wajah tetap senyum dan memberi semangat.
"Kok tangan yang kiri lemes banget"
Meski berusaha tampil kuat di depan teman-teman, sejujurnya tangan kiri saya kemarin terasa lebih lemah dibanding tangan kanan. Sambil memberi instruksi, pikiran saya berputar-putar mencari tahu penyebabnya. Oh, mungkin karena sebelumnya saya mengepel dulu di rumah, memakai tangan kanan. Makanya otot-otot tangan kanan sudah lebih siap dipakai latihan dibanding tangan kiri.
"Terharu ih sama Teh Melati, ayo jangan kalah semangat sama Teh Anggrek"
Terharu sama Teh Melati karena meski kondisi badannya sedang kurang fit, dia tetap datang. Tentunya sambil mendengarkan tubuhnya dan melakukan modifikasi saat diperlukan. Kalau Teh Anggrek, gerakannya yang bagus dan energinya yang enggak habis-habis menjadi penyemangat buat saya. Begitu juga dengan teman-teman lain dengan ciri khasnya masing-masing. Instruktur menginspirasi peserta? Bagi saya justru teman-teman lah yang menginspirasi saya.
"Alhamdulillah"
Jumlah peserta yang belum sebanyak kelas senam lain, membuat saya galau setiap waktunya membayar biaya membership tahunan. Lanjut atau udahan aja nih? Untungnya saya masih memilih untuk tetap lanjut. Melihat senyum teman-teman, membuat saya enggak menyesal dengan keputusan tersebut.
Penutup
Ternyata enggak random-random amat ya, masih seputar kelas, musik, gerakan, dan orang-orangnya, hehehe....
~~~
Tulisan ini diikutsertakan dalam Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog April 2026
Tema: Cerita Random

Hohooo kirain musti konsen penuh ke koreografi. Ternyata bisa sambil mikir random juga ya? Hihihi ✌️
ReplyDeleteSemangaaattt 🔥