Saturday, April 30, 2016

Mukena Terbaik Menjadi Kado Terindah di Hari-hari Khusus

Sebagai umat muslim, kita memiliki tanggung jawab yang harus ditunaikan. Yakni menjalankan apa-apa yang telah Allah perintahkan. Salah satu kewajiban setiap manusia, yang mana apabila meninggalkan atau tidak melakukannya akan mendapatkan dosa dan siksa, yakni shalat. Seperti yang telah kita ketahui bersama, shalat dilakukan memiliki sejumlah manfaat yang akan kita peroleh untuk diri kita sendiri. Dan untuk menjalankannya, kita harus berbekal ilmu yang mumpuni, karena tanpa ilmu tak akan berarti apa-apa. Dalam menjalankan salah satu perintah-Nya yang satu ini, baik laki-laki maupun perempuan haruslah mengenakan seperangkat peralatan shalat yang akan menunjang keafdhalan shalat itu sendiri. Perlengkapan shalat bagi wanita, yakni yang sering kita sebut dengan mukena. Penting untuk anda ketahui, bahwa jangan melulu memperhatikan penampilan anda dikala bertemu dengan orang lain, tapi prioritaskan penampilan kita untuk menghadap Sang Ilahi. Maka wajar saja apabila kita memilih model mukena yang terbaik. 


Kini, anda dapat dengan mudah untuk memperoleh model mukena yang anda sukai. Tak perlu merasa ragu untuk membelinya walaupun dengan harga yang mahal, hal ini tentu bagi anda yang merasa mampu. Salah satu toko online terlengkap, yang di dalamnya menyediakan beragam jenis model perlengkapan shalat untuk wanita yakni hijup.com. Anda penasaran? Kunjungi halaman websitenya tanpa perlu menunggu lama. 

Pembelian mukena, menjadi salah satu barang yang dapat anda jadikan sebagai hadiah bagi orang-orang yang anda sayangi. Berikut diantaranya: 
  • Untuk sang ibu tercinta 
Bagi anda yang masih diberi kesempatan bersama-sama dengan orang tua, khususnya ibu. Maka alangkah baiknya anda membeli mukena untuk kado beliau, terutama saat menjelang bulan suci Ramadhan seperti sekarang ini. 
  • Untuk calon istri di hari pernikahan 
Hal ini ditujukan bagi kaum adam, yang akan segera melangsungkan pernikahan. Anda tentu sangat mencintai pasangan anda, dan ingin menjadikan dirinya sebagai wanita yang sholehah, dan terbaik untuk diri anda. Maka jangan salah, bahwa mukena yang anda berikan haruslah muken yang terbaik. 

Read more >>

Tuesday, April 19, 2016

Indeks Kebahagiaan: Antara Angka dan Kenyataan

indeks kebahagiaan

Sekitar sebulan yang lalu, ada acara ramai-ramai di lapangan komplek seberang. Kegiatannya yaitu sepeda santai, bazar, lomba nasi liwet antar RW, pentas seni persembahan anak-anak sekolah, dan lain-lain. Rupanya acara tersebut diadakan dalam rangka perpisahan bersama Ibu Camat yang pensiun dini karena alasan kesehatan. Kebetulan ayah dan suami saya ikut sepeda santai. Jadi setelah agak siang, saya dan ibu saya menyusul ke sana. Mengincar produk bazarnya :D

Yang spesial di acara tersebut adalah hadirnya Bapak Walikota Bandung tercinta, Kang Emil. Langsung deh dikerubungi ibu-ibu yang heboh kepingin foto welfie sama beliau. Saya? Ah santai saja. Dulu zaman saya masih kerja dan beliau belum jadi walikota, sudah sering ketemu kalau ada kegiatan di SAPPK ITB. Ketemu aja, da enggak kenal juga sih, wkwkwk....

Pada kesempatan kali itu, Kang Emil menyampaikan banyak petuah. Mulai dari izin dan pinjaman untuk UKM yang semakin dipermudah (dalam rangka memanfaatkan peluang dari jumlah wisatawan di Kota Bandung yang terus meningkat). Hingga tentu saja himbauan untuk para jomblo, heuheu....

Kang Emil juga menyebutkan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Departemen Statistika UNPAD dan menggunakan data dari BPS, dalam skala 0-100, indeks kebahagiaan warga Kota Bandung yang pada tahun 2014 sebesar 68,23, meningkat menjadi 70,60 pada tahun 2015.

Mengetahui data tersebut, saya mengerutkan kening. Apa saya bahagia? Iya sih kalau di rumah. Tapi kalau di luar rumah? Hmmm, entahlah.... Loh kok? Kan sekarang di Bandung banyak taman? Jujur, saya belum pernah menikmati. Lebih tepatnya, sulit untuk menikmati. Lah, setiap akhir pekan macet begitu. Makanya  setiap akhir pekan, kalau enggak terpaksa, orang Bandung saya mah mending diam saja di rumah :(

Nah, awal April kemarin, hari Minggu, saya kan ingin menemani suami yang sedang menginap di rumah sakit setelah menjalani operasi gigi geraham. Berangkat dari rumah di Ciwastra pukul setengah sembilan pagi. Coba tebak pukul berapa saya tiba di RSHS? Pukul sebelas siang. Dua setengah jam dong T_T Kalau sudah begitu, tentu saja bisa dipastikan indeks kebahagiaan saya merosot tajam.

Dengan tingkat kemacetan Kota Bandung yang separah itu, kok bisa ya indeks kebahagiaannya tinggi begitu? Ternyata, setelah saya mencari tahu, sepuluh indikator yang digunakan untuk mengukur indeks kebahagiaan itu adalah:
  1. Keharmonisan keluarga (78,34)
  2. Hubungan sosial (74,20)
  3. Kondisi keamanan (73,56)
  4. Kesehatan (73,55)
  5. Keadaan lingkungan (71,94)
  6. Ketersediaan waktu luang (71,79)
  7. Kondisi rumah dan aset (69,00)
  8. Pekerjaan (66,97)
  9. Pendidikan (65,09)
  10. Pendapatan rumah tangga (63,72)

Oh, pantas. Indikatornya agak aneh. Apakah pekerjaan yang  mapan dan pendapatan rumah tangga yang tinggi dapat menjamin kebahagiaan? :D Indikator waktu tempuh perjalanan pun enggak diukur. Padahal penting loh. Karena berdasarkan hasil penelitian yang pernah saya baca di sini, menunjukkan bahwa:
The longer the drive, the less happy people were. A person with a one-hour commute has to earn 40% more money to be as satisfied with life as someone who walks to the office. For a single person, exchanging a long commute for a short walk to work has the same effect on happiness as finding a new love.
dan
The more we flock to high‑status cities for the good life – money, opportunity, novelty – the more crowded, expensive, polluted and congested those places become. Surveys show that Londoners are among the least happy people in the UK, despite the city being the richest region in the UK.
Wow! Mungkin sebaiknya UNPAD juga memasukkan indikator waktu tempuh perjalanan dalam pengukuran indeks kebahagiaan warga Kota Bandung, agar hasilnya bisa lebih mendekati kenyataan.

Namun di balik semua angka-angka tersebut, sebenarnya bahagia itu kan relatif ya. Saya pernah baca juga kutipan (lupa dari mana), bahwa:
Bukan bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi dengan bersyukur dapat membuat kita bahagia ;)

Read more >>

Friday, April 15, 2016

Body Rafting Hingga Panjat Tebing di Ngarai Hijau Cukang Taneuh, Pangandaran

Sumber: indonesiajelajah[dot]com

Cukang Taneuh (bahasa Sunda, artinya “Jembatan Tanah”) merupakan ngarai hijau yang terbentuk karena aliran Sungai Cijulang mengerosi gua selama jutaan tahun. Erosi tersebut menjadikan sungai ini mengalir di tengah bukit bebatuan yang hijau akibat lumut dan pepohononan. Nama Cukang Taneuh sendiri diberikan oleh penduduk setempat karena memang di sana terdapat jembatan selebar 3 meter yang terbentuk dari tanah dan melintang di atas tebing kembar di tepi Sungai Cijulang.

Mungkin kebanyakan dari Anda asing dengan nama ini. Namun, jika nama tersebut diganti dengan Green Canyon, pasti hampir semua orang pernah mendengarnya. Ya, Cukang Taneuh inilah Green Canyon yang begitu populer sebagai objek wisata alam yang fantastis di Pangandaran. Letaknya sendiri tidak persis di Pangandaran, namun sekitar 31 km dari sana, atau lebih tepatnya di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang – Kabupaten Ciamis.

Cukang Taneuh/Green Canyon ini lebih mudah diakses dari Bandung. Jadi, jika Anda berasal dari luar kota, terbanglah terlebih dahulu ke Bandung. Masalah terbang murah ke Bandung, bisa Anda selesaikan dengan memesan tiket pesawat Sriwijaya Air dari jauh-jauh hari. Lebih bagus lagi jika menggunakan agen online yang terpercaya dan cepat contohnya Traveloka.

Sesampainya di Bandung, lanjutkan perjalanan darat hingga ke dermaga Cisereuh. Dari dermaga, Anda perlu menyewa sampan untuk menyeberang masuk sampai Cukang Taneuh (kurang lebih 3 km/30-45 menit). Biaya sewa sampan sekitar Rp75.000/orang. Satu sampan (disebut Ketinting) memuat paling banyak 5 orang dan beroperasi sepanjang pukul setengah 8 pagi sampai pukul 4 sore.

Pemandangan alam di Cukang Taneuh ini sangat hijau. Pepohonan dan lumut menjadikan tebing dan air sungai pun serba hijau. Cahaya matahari menembus di antara tebing bak sinar surga yang jatuh ke bumi. Gemericik air mengalir dari atas tebing membentuk suara lembut air terjun. Semuanya begitu alami dan bersih. Kehidupan liar pun masih asri, dimana Anda bisa sesekali melihat ular atau kadal melompat ke sungai dan muncul di permukaan air.

Pemandangan ini sangat sejuk sehingga Anda dijamin tak bisa menolak godaan untuk melakukan body rafting. Body rafting ini pada dasarnya sama dengan rafting/arung jeram umumnya. Hanya saja kita tidak menggunakan media perahu karet untuk menyusuri sungai, melainkan dengan badan sendiri yang telah dilengkapi ban dan jaket pelampung. Anda tidak perlu khawatir karena pendayung perahu yang Anda sewa siap memandu dan menjaga Anda.

Semakin ke dalam, Anda akan menemukan banyak stalaktit dan stalakmit di sekeliling Anda. Air Terjun Palatar nampak megah di mulut gua. Anda bisa lanjut memanjat terbing atau memancing dari atas sampan sepuas body rafting. Tak sedikit wisatawan menguji nyalinya dengan melompat ke sungai dari tebing batu setinggi 5 meter. Setelahnya, lanjutkanlah berenang hingga Anda akan menemukan sebuah gua yang dihuni banyak kelelawar sebagai tanda ujung perjalanan.

Tips mini menikmati Cukang Taneuh
Pastikan Anda menggunakan sandal anti-slip selama berada di Cukang Taneuh karena tebingnya sangat licin oleh air dan lumut. Akan lebih baik jika Anda menggunakan sandal khusus adventure. Pakailah tas anti air, terutama untuk melindungi ponsel dan kamera Anda. Pasangkan cover pelindung anti air pada kamera agar tetap leluasa berfoto karena Anda tidak mungkin rela kehilangan momen mengabadikan surga tersembunyi Pangandaran ini. Selain itu, jangan lupa membawa uang tunai secukupnya karena mesin ATM dan bank sama sekali tidak tersedia di dekat sini.

Read more >>

Monday, April 11, 2016

Kegiatan Baru Jav: Taekwondo

Sejak setahun yang lalu, saya mempunyai keinginan untuk mencarikan kegiatan ekstra bagi Jav. Seperti musik, olahraga, dan lain-lain. Apa saja yang penting Jav suka, energinya dapat tersalurkan, dan bermanfaat. Saya sih prinsipnya, perkenalkan dan tawarkan semua jenis kegiatan. Kalau suka ya diteruskan, tapi kalau enggak suka ya sudah enggak apa-apa, cari lagi kegiatan yang lebih cocok. Syukur-syukur kalau ternyata Jav malah menemukan passion-nya. Kan enak tuh, bisa diasah sejak usia dini.

Saya pernah ngobrol sama seorang psikolog, menurut beliau salah satu olahraga yang baik untuk anak enggak bisa diam aktif seperti Jav yaitu berkuda. Sayangnya, di tempat latihan berkuda yang sudah saya survei rupanya hanya menerima anak di atas usia delapan tahun. Jadi, terpaksa ditunda dulu. Dan juga nabung dulu, karena biayanya ternyata lumayan banget T_T Saya juga ingin memberikan kursus renang untuk Jav, supaya enggak takut air seperti bundanya, hihihi.... Tapi sampai sekarang malah belum serius mencarinya.

Nah bulan Maret kemarin, salah satu orang tua teman Jav di sekolah mengadakan latihan privat taekwondo. Beliau kenal sama pelatihnya. Makanya mengajak Jav dan teman-teman yang lain yang tertarik untuk bergabung. Daripada Jav enggak ada kegiatan, saya ikutkan Jav pada latihan tersebut. Kebetulan Javnya juga mau.

Latihannya seminggu sekali, tiap Sabtu pagi, di rumah salah satu teman Jav. Karena privat, pesertanya pun terbatas, delapan anak saja. Sebulan pertama sih masih menggunakan pakaian bebas, baru bulan selanjutnya kompakan pakai seragam. Biar keren dan semakin semangat latihannya.

Keren, enggak? :p
Selama ini, saya selalu mendampingi ketika Jav sedang latihan. Pertama, karena saya malas bolak-balik, latihannya kan hanya satu setengah jam. Kedua, karena saya memang ingin melihat bagaimana latihannya, apakah Jav suka atau enggak, serius atau enggak, bisa mengikuti atau enggak. Dan yang ketiga, tentu saja karena saya harus mendokumentasikan kegiatan tersebut :D

Rupanya kalau saya perhatikan, olahraga taekwondo ini (dan mungkin semua jenis olahraga juga) bagus banget untuk menstimulasi tumbuh kembang balita. Jadi, niat saya yang awalnya mengikutkan Jav latihan taekwondo hanya agar energinya tersalurkan, malah mendapat lebih banyak manfaat.

Selain melatih fisiknya, manfaat lainnya diantaranya sebagai berikut:
  • Meningkatkan kemampuan bersosialisasi. Memang sih, beberapa anak merupakan teman yang sudah lama dikenal Jav. Namun ada juga beberapa teman yang baru Jav kenal. Selain itu, Jav mengenal guru baru juga tentunya. Panggilannya sabeum.

Hari pertama latihan, perkenalan dulu....
  • Belajar berhitung. Setiap gerakan, pelatih meminta anak-anak untuk berhitung secara bergantian, baik ketika pemanasan, latihan inti, maupun pendinginan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan....
  • Belajar mengikuti aturan. Anak-anak belajar untuk mengikuti aturan dalam latihan seperti duduk rapi, berbaris, maupun antri dan bergantian menunggu gilirannya tiba. 
Belajar antri
  • Melatih kemampuan mengikuti perintah. Kadang pelatih memberikan contoh, namun kadang juga hanya memberikan instruksi. Misalnya untuk berbaris, duduk, telentang, tengkurap, dan lain-lain.
Back-up.... Pelatihnya hanya memberi instruksi, enggak memberi contoh. 
  • Melatih konsentrasi. Anak-anak harus fokus agar dapat mendengarkan dan melakukan instruksi yang diberikan oleh pelatihnya.
Lomba lari, kalau enggak konsentrasi, bisa ketinggalan....
  • Meningkatkan kemampuan membedakan kanan dan kiri. Gerakan tendangan yang diajarkan oleh pelatih dilakukan bergantian antara kaki kanan dan kaki kiri.
Belajar menendang dengan kaki kanan
  • Melatih koordinasi antara tangan dan kaki. Kalau yang memukul tangan kanan, berarti yang di depan adalah kaki kanan. Begitu juga sebaliknya.
Maju, mundur, balik, dan seterusnya.
  • Melatih ketangkasan. Anak-anak bukan hanya diajarkan gerakan memukul dan menendang, tetapi juga lomba berlari ataupun mengambil target secepat-cepatnya.

Lari bolak-balik mengambil target yang dilempar pelatih
Sementara ini sih begitu hasil pengamatan saya. Alhamdulillah, setelah selama satu bulan setengah Jav latihan, dia memang tampak dapat mengikuti instruksi dari pelatih. Namun suka ada saja enggak fokusnya. Main-main sama temannya, duh.... Mudah-mudahan seiring dengan berjalannya waktu, Jav bisa lebih serius dan fokus.

Read more >>

Friday, April 8, 2016

Terharu di Kedai Kopi 170

Mungkin teman-teman mengerutkan keningnya ketika membaca judul artikel saya ini. Mungkin teman-teman juga bertanya-tanya, ada kejadian apa di Kedai Kopi 170, kok bisa sampai membuat saya terharu. Apakah di sana suami saya memberi kejutan liburan ke Bali? Bukan Belum, hihihi.... Atau apakah saya mendapat makanan dan minuman gratis dari sana? Enggak tuh, tapi enggak nolak kok, hehehe.... Jadi ada apa dong? Enggak ada apa-apa, saya hanya makan saja di sana. Tapi betulan deh, saya sih terharu banget makan di sana.

Jadi, waktu itu saya dan suami ada perlu ke salah satu toko di Jalan Karapitan, itu loh outlet-nya Kaos Gurita. Sepulangnya dari sana sudah masuk waktu makan siang tuh. Suami bertanya, saya mau makan di mana. Berhubung beberapa hari terakhir itu saya sedang enggak enak badan, jadi saya sedang enggak enak makan juga. Makanya mau makan apa saja, terserah deh, toh rasanya pasti sama saja, hambar di lidah saya.

Suami pun mengajak saya makan di Kedai Kopi 170. Letaknya berada di Jalan Naripan, dekat banget tuh dari Jalan Karapitan. Mendengar kata kopi, saya membayangkan makanannya pasti enggak terlalu variatif, ala tempat ngopi di kafe-kafe modern gitu deh. Ya sudah lah. 

Kedai Kopi 170
Buku Menu di Kedai Kopi 170
Eh tapi ternyata saya salah loh. Pertama, tempatnya bukan ala kafe modern, tapi jadul gitu. Berada di bangunan zaman kolonial yang terasa homey. Kedua, makanannya pun sangat bervariasi dan menggoda. Kebanyakan ala oriental gitu. Ya iyalah namanya saja kan kedai ya, bukan kafe. Sok tau deh saya. Maklum lah ya, kan waktu itu sedang enggak enak badan :p

Di sana, kita bisa memilih duduk di area indoor atau outdoor. Karena di area outdoor sedang ramai, maka kami pun memilih duduk di area indoor. Tempatnya cukup luas dan suasananya juga cukup nyaman. Lalu ketika tiba saatnya untuk melihat buku menu dan memilih pesanan, saya pun langsung bingung. Ada bakmi, bihun, nasi goreng, sate, garang asem, bebek, steak, dan dimsum. Semuanya menggiurkan.

Kedai Kopi 170
Area indoor
Akhirnya kami memesan tiga porsi Nasi Putih, Udang Goreng Mayones, Sapi Lada Hitam, dan Tumis Kangkung Garlic. Serta Es Jeruk dan Teh Tarik Panas untuk minumnya. Ketika pesanan kami tiba, saya cukup kaget. Porsinya tampak sedikit, beda sama foto di menu. Duh, khawatir enggak bakal kenyang, huhu.... Tapi kalau dari segi rasa, ternyata memang jempol banget deh.

Kedai Kopi 170
Udang Goreng Mayones - Rp 27.000
Pertama Udang Goreng Mayones. Yaitu udang yang digoreng, disiram saus mayones, dan diberi taburan biji wijen. Tampilannya cantik. Rasanya gurih. Enggak enek. Enak banget! Cocok dimakan sama nasi, tapi dicamilin juga oke.

Kedai Kopi 170
Sapi Lada Hitam - 27.000
Lalu Sapi Lada Hitam. Yaitu potongan daging sapi yang dimasak bersama saus lada hitam, bawang bombay, dan paprika. Tekstur dagingnya unik banget, lembut dan juicy. Saus lada hitamnya juga enak, tapi kurang banyak euy.

Kedai Kopi 170
Tumis Kangkung Garlic - Rp 11.000
Kemudian Tumis Kangkung Garlic. Yaitu sayur kangkung yang ditumis menggunakan bumbu bawang putih. Aroma dan rasa bawang putihnya sangat kentara. Kangkungnya juga renyah. Maknyus....

Kedai Kopi 170
Teh Tarik Panas - Rp 14.500
Rasa Teh Tarik Panas dan Es Jeruk-nya juga lumayan. Ya standar lah. Sayang, Es Jeruk-nya enggak sempat difoto, karena langsung diseruput sama Jav, heuheu....

Kenyang? Walau porsinya terlihat sedikit, ternyata setelah dimakan sih pas-pas saja tuh, hehe.... Hanya saja, kami memang masih ingin ngemil. Makanya pesan Tahu Gejrot dan Siaw May sebagai pencuci mulut. Lah pencuci mulut kok Tahu Gejrot dan Siaw May, hihihi....

Kedai Kopi 170
Tahu Gejrot - Rp 12.000
Tahu pada Tahu Gejrot-nya sih biasa saja. Tapi bumbunya memang enak. Aroma bawang merahnya bikin ngiler. Rasanya pedas-pedas segar!

Kedai Kopi 170
Siaw May (Steam) - Rp 12.900
Siaw May-nya nih yang menurut saya mantap banget. Rasanya gurih. Bagian luarnya lembut, sedangkan bagian dalamnya (udangnya) renyah banget. Terasa sekali bahwa udangnya memang fresh. Dicocol saus sambal pula, duh enggak bisa berhenti makan deh.

Pengalaman pertama saya makan di Kedai Kopi 170 ini memang sangat menyenangkan. Enggak menyangka deh bahwa saya akan bisa sangat menikmati menu-menunya, setelah berhari-hari enggak nafsu makan. Makanya saya terharu banget. Nikmat banget soalnya.... Terima kasih banyak  suamiku, karena sudah mengajak saya ke sini :D

Pelayanannya juga oke. Pelayannya ramah, termasuk pada Jav. Ini penting banget. Kalau mau salat juga ada musala. Recomended! Jadi kalau ada kesempatan, saya mau banget da diajak ke sana lagi. Penasaran ingin mencoba menu-menu lainnya.

~~~

Kedai Kopi 170
Jalan Naripan No. 99 Bandung
Twitter: @kedaikopi170_
Instagram: @kedaikopi170

Read more >>
- See more at: http://www.annisast.com/2015/09/tutorial-menghapus-otomatis-link-hidup.html#sthash.4NuQZx0Z.dpuf