Thursday, February 4, 2016

Seminar Menjadi Ibu Bijak [1]: Tumbuh Kembang Anak


Hari Sabtu tanggal 23 Januari yang lalu, saya berkesempatan untuk menghadiri sebuah acara seminar dengan judul "Menjadi Ibu Bijak" di Prodia Wastukencana, Bandung. Acara ini merupakan sebuah seminar charity yang diadakan oleh Yayasan Kharisma Satria Kirana. Yayasan ini terdiri dari para tim dokter yang memiliki fokus kegiatan untuk membantu kelompok lansia kondisi berat seperti sakit, hidup sendiri, dan/atau tidak mempunyai dana untuk biaya hidup.

Percaya tidak, mereka ini biasa makan daging hanya setahun sekali loh yaitu ketika Hari Raya Qurban. Nah, yayasan ini mengupayakan agar mereka bisa makan daging setiap bulan. Selain itu yayasan ini juga mengusahakan peningkatan kualitas tempat tinggal mereka. Sehingga rumah mereka dilengkapi dengan wc dan tidak lagi beralaskan tanah.

Saat ini ada 38 orang lansia yang dibiayai oleh yayasan Kharisma Satria Kirana. Biaya hidup mereka sebesar Rp 200.000 per orang per bulan. Kita bisa loh ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mulai dari mengunjungi para lansia dan menjadi teman bicaranya. Ataupun memberikan sumbangan berupa uang melalui rekening Mandiri No. 132-00157-94580 a/n Yayasan Kharisma Satria Kirana.


~~~

Materi pertama yang diberikan dalam acara seminar ini yaitu mengenai "Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak". dr. Yovi Yoanita membuka penyampaian materinya dengan fakta-fakta yang terkait dengan gangguan tumbuh kembang anak.


Di Amerika, 15-18% anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Hal ini menyebabkan 7-10%-nya putus sekolah. Dan 20-30% gangguan tersebut baru terdeteksi saat masuk sekolah.

Di Indonesia, 30% anak mengalami gangguan perkembangan. Ironisnya, ternyata 80%-nya disebabkan karena kurang stimulasi. Gangguan ini bukan hanya terjadi di pedesaan saja loh. Di pedesaan, 30% anak mengalami gangguan perkembangan. Sedangkan di perkotaan, 19% anak mengalami gangguan perkembangan. Diketahui juga bahwa 8% anak usia prasekolah mengalami gangguan bicara. Dan 34% anak termasuk kategori pendek.

Selain itu, masih ada gangguan perkembangan yang lain seperti gangguan autism sebesar 1% dari populasi Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Disabilitas intelektual sebesar 1-3% dari populasi umum. Cerebral palsy sebesar 1,5-2,5 per 1000 kelahiran hidup di USA. Serta ADHD sebesar 5% dari populasi umum.

Sebagai orang tua, kita perlu memahami ciri khas anak. Yaitu dapat bertumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapannya.

Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal di antaranya yaitu perbedaan ras/etnik atau bangsa, keluarga, umur, jenis kelamin, kelainan genetik, endokrin, dan kelainan kromosom. Adapun faktor eksternal di antaranya yaitu gizi, penyakit kronis/kelainan kongenital, lingkungan fisik dan kimia, psikologis, sosio-ekonomi, lingkungan pengasuhan, dan obat-obatan.

Pertama, pertumbuhan. Yang dimaksud dengan pertumbuhan yaitu:
  • Bertambahnya ukuran, jumlah sel, dan jaringan interseluler. 
  • Bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh.
  • Bersifat kuantitatif.

Hal-hal yang terjadi dalam proses pertumbuhan di antaranya adalah:
  • Perubahan ukuran
  • Perubahan proporsi
  • Hilangnya ciri-ciri lama
  • Timbulnya ciri-ciri baru


Penilaian pertumbuhan dapat dilakukan dengan cara mengukur:
  • Berat badan
  • Panjang badan/tinggi badan
  • Indeks Massa Tubuh

Untuk memantau pertumbuhan anak, kita dapat menggunakan beberapa alat. Salah satunya yaitu Kartu Menuju Sehat (KMS). Fungsi KMS yaitu:
  • Alat untuk memantau pertumbuhan anak
  • Sebagai catatan pelayanan kesehatan anak
  • Sebagai alat edukasi


Kedua, perkembangan. Yang dimaksud dengan perkembangan yaitu:
  • Bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks.
  • Bersifat kualitatif.

Karakteristik perkembangan anak di antaranya:
  • Perkembangan melibatkan perubahan
  • Perkembangan awal menentukan perkembangan selanjutnya
  • Pola yang tetap
  • Tahap-tahap yang berurutan
  • Mempunyai kecepatan yang berbeda
  • Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan

Perkembangan anak terdiri dari dua pola, yaitu:
  • Sefalokaudal: perkembangan terlebih dahulu berada di daerah kepala, kemudian menuju ke arah kaudal. Contohnya perkembangan dimulai dengan bayi dapat mengangkat dan mempertahankan posisi tegak kepala, kemudian berguling ke kanan dan ke kiri, dilanjutkan dengan duduk.
  • Proksimodistal: perkembangan terjadi terlebih dahulu di daerah proksimal (gerakan kasar), lalu berkembang ke daerah distal (jari-jari yang memiliki kemampuan halus). Contohnya perkembangan dimulai dengan bayi hanya dapat mengamati tangannya, mencapai mainan, kemudian bertepuktangan.


Perkembangan otak anak dimulai sejak awal kehamilan, masa ini adalah waktu yang paling penting dan paling peka. Saat bayi lahir, otaknya belum lengkap baru 1/4 besar otak dewasa dan 2/3 jumlah sel otak dewasa. Perkembangannya rata-rata menurun setelah usia 2-3 tahun. Ketika anak berusia 10 tahun, jumlah sel otaknya mencapai 500 triliyun. Dan baru benar-benar matang setelah 30-40 tahun.

Makanya, 1000 hari pertama kehidupan anak (270 hari di dalam kandungan dan 730 hari setelah lahir), merupakan masa yang sangat penting. Kenapa? Karena dampak yang ditimbulkan pada periode ini bersifat permanen dan jangka panjang.

Berikut aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam perkembangan anak.
  • Motorik kasar: aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk melakukan pergerakan dan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar. Contohnya duduk, berdiri, berjalan, berlari, dan lain-lain.  
  • Motorik halus: aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk melakukan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil serta memerlukan koordinasi yang cermat. Contohnya mengamati sesuatu, mencari benang, mencoret, dan lain-lain.
  • Kemampuan bicara dan bahasa: aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk merespon suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah, dan lain-lain. Contohnya berkata "aaa, ooh", tertawa, teriak, menyebutkan nama benda, dan lain-lain.
  • Sosialisasi dan kemandirian: aspek yang berhubungan dengan kemandirian anak, bersosialisasi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Contohnya: membalas senyum, membereskan mainan, makan sendiri, dan lain-lain.


Adapun tanda-tanda bahaya (red flags) dalam perkembangan anak yaitu:
Tanda bahaya perkembangan motorik kasar:
  • Gerakan asimetris
  • Refleks primitif sampai usia lebih dari 6 bulan
  • Gangguan tonus otot
  • Gangguan refleks tubuh
  • Adanya gerakan tidak terkontrol
Tanda bahaya perkembangan motorik halus:
  • Refleks menggenggam hingga usia lebih dari 4 bulan
  • Dominasi 1 tangan sebelum usia 1 tahun
  • Eksplorasi oral yang masih dominan setelah usia lebih dari 14 bulan
  • Perhatian penglihatan yang inkonsisten
Tanda bahaya gangguan bicara dan bahasa:
  • Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap benda pada usia 20 bulan
  • Ketidakmampuan membuat frase bermakna pada usia 24 bulan
  • Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan
Tanda bahaya gangguan sosio-emosional:
  • Jarang senyum pada usia 6 bulan
  • Kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah pada usia 9 bulan
  • Tidak merespon bila dipanggil namanya pada usia 12 bulan
  • Belum ada kata pada usia 15 bulan
  • Tidak bisa bermain pura-pura pada usia 18 bulan
  • Belum ada gabungan dua kata yang berarti pada usia 24 bulan
  • Tidak ada babling, bicara, dan kemampuan bersosialisasi pada segala usia
Tanda bahaya gangguan kognitif:
  • Kurangnya fixation pada usia 2 bulan
  • Kurangnya kemampuan mata mengikuti gerakan benda pada usia 4 bulan
  • Belum merespon/mencari sumber suara pada usia 6 bulan
  • Belum babling pada usia 9 bulan
  • Belum ada kata berarti pada usia 24 bulan
  • Belum dapat merangkai tiga kata pada usia 36 bulan

Oleh karena itu, perkembangan anak harus sering dipantau. Baik oleh orang tua, keluarga, masyarakat, dan petugas kesehatan.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam memantau perkembangan anak.
  1. Surveilans yaitu suatu proses yang fleksibel, longitudinal, berkesinambungan, dan kumulatif dengan menggunakan pengetahuan yang dimiliki seorang tenaga medis profesional untuk mendeteksi anak yang mungkin mengalami gangguan perkembangan. Dilakukan secara rutin pada setiap anak yang berkunjung ke tempat praktik dokter.
  2. Skrining yaitu suatu tindakan yang singkat dengan menggunakan alat-alat terstandarisasi untuk membantu mengidentifikasi anak yang berisiko mengalami gangguan perkembangan. Dilakukan secara rutin pada usia 3, 6, 9, 12, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66, dan 72 bulan.
  3. Assesment yaitu evaluasi perkembangan secara komprehensif untuk menentukan masalah perkembangan yang dicurigai. Apakah itu berupa:
  • Keterlambatan (delay) yaitu keterlambatan domain/aspek perkembangan (tidak sesuai dengan urutan dan waktu).
  • Disosiasi/menyimpang yaitu gangguan salah satu domain perkembangan yang secara signifikan berbeda dengan perkembangan domain lain.
  • Abnormal yaitu bukan bagian dari milestone perkembangan normal.

Dari hasil pemantauan, dapat disimpulkan gangguan perkembangan pada anak seperti:
  • Cerebral palsy yaitu gangguan motorik dan postur tubuh non progresif, serta kerusakan sel-sel motorik pada saat sedang tumbuh.
  • Disabilitas intelektual yaitu intelegensia rendah (kurang dari 70) sehingga tidak mampu belajar dan beradaptasi dengan lingkungan.
  • Sindrom down yaitu kecerdasan terbatas, dapat dilihat dari fenotipnya (trisomi 21).
  • Gangguan autism yaitu gangguan perkembangan pervasif (bahasa, interaktif, perilaku maladaptif) yang muncul sebelum usia 3 tahun.
  • Perawakan pendek yang dapat terjadi karena gangguan gizi, kelainan endokrin, atau kelainan kromosom.
  • Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif.

Read more >>

Wednesday, February 3, 2016

Finally... Winner Bratwurst


Udah lama banget saya ingin merasakan kembali nikmatnya hidangan di Winner Bratwurst. Sebuah restoran di Kota Bandung yang menyajikan sosis sebagai menu utamanya.

Mungkin banyak teman-teman yang berpikir, "Ah sosis mah biasa. Di mana-mana juga ada, mulai dari gerobak di pinggir jalan sampai restoran mewah. Mau bikin sendiri di rumah juga gampang." Eits, sosis di Winner Bratwurst sih beda. Selain homemade, sosis khas Jerman ini cukup legendaris karena udah ada di Bandung sejak tahun 1984. Seumur sama saya :D

Nah, Winner Bratwurst ini pusatnya berada di Jalan Setrasari, jauh banget dari rumah saya, ujung ke ujung. Zaman kuliah, kalau ke Winner ya ke sini. Kalau zaman udah kerja, sempat ada cabangnya di daerah Dago. Jadi kalau ke Winner dekat banget dari tempat kerja. Setelah saya jadi ibu rumah tangga, cabangnya pindah ke daerah Cisangkuy. Biasanya saya titip suami untuk minta dibungkus.

Namun sekarang cabang-cabang itu udah enggak ada lagi. Bingung deh kalau lagi kepingin. Seperti kemarin, ketika Bandung seharian hujan dan sore harinya saya tiba-tiba ingin Bratwurst Saus Black Pepper ala Winner Bratwurst.

Untung ada Go-Food by Go-Jek. Tinggal pesan online, bayar ongkos cuma Rp 15.000. Coba kalau beli sendiri. Pakai angkot, bisa habis ongkos Rp 40.000 bolak-balik. Belum macet dan angkotnya ngetem, bisa memakan waktu sampai 4 jam di jalan bolak-balik. Kemarin saja, saya pesan pukul 15.40, makanannya baru sampai ke rumah pukul 17.40, heuheu....


Alhamdulillah ketika sampai, makanannya masih hangat. Terima kasih banyak Mas Go-Jek :D Bratwurst Saus Black Pepper pesanan saya seharga Rp 32.000 dikemas di dalam kotak styrofoam. Isinya terdiri dari bratwurst, saus black pepper, potato wedges, chicken potato, sayur kukus, serta dilengkapi dengan saus sambal dan saus tomat.


Sosisnya yummy, renyah dan juicy. Dicocol saus black pepper jadi semakin mantap. Senang, karena sausnya melimpah, enggak pelit. Rasa sausnya ringan, enggak terlalu gurih, masih lebih gurih saus barbeque yang menempel di sosisnya. Tapi hangat dari black peppernya sangat terasa.


Kalau potato wedgesnya sih enggak terlalu istimewa. Rasanya seperti french fries biasa, hanya bentuknya saja yang dibuat wedges. Sayur kukusnya juga biasa saja, saus mayonya kurang banyak, hehe.... Yang spesial sih, dan selalu membuat saya ketagihan yaitu chicken potatonya. Mirip perkedel gitu, tapi bagian luarnya dibalut tepung roti. Teksturnya garing di luar dan lembut di dalam. Rasanya enak banget, gurih. Dan yang paling penting nih, semuanya dijamin halal :)

Penasaran enggak? Cobain deh kalau teman-teman main ke Bandung ;)

~~~

Winner Bratwurst
Jl. Setrasari No. 42 Gegerkalong Hilir
Bandung

Read more >>

Tuesday, February 2, 2016

Memilih Hijab yang Sesuai


Model pakaian saat ini memiliki banyak pilihan dari berbagai merek sehingga masyarakat bisa mudah untuk mendapatkan pakaian yang diinginkan. Setiap orang memiliki keinginan yang berbeda–beda namun bagi umat Islam tentu mempunyai sebuah aturan tersendiri terkait dengan pakaian ini, karena tujuannya jelas ketika Islam memerintahkan untuk berpakaian yaitu untuk menutupi aurat pada laki–laki ataupun perempuan. Pakaian yang menutupi aurat tersebut biasa disebut dengan hijab. Berbagai hijab busana muslim ini sekarang menjadi berkembang terkait dengan kebutuhan akan kenyamanan berpakaian tersebut. Sehingga orang–orang mencoba untuk beralih menggunakan hijab dalam berpakaian untuk menutupi auratnya masing–masing.

Model hijab busana ini memang masih sedikit bila dibandingkan dengan model pakaian pada zaman sekarang yang sangat beragam dan malah menjadi trend yang memang sudah biasa dipakai dalam kehidupan sehari–hari. Berbagai jenis baju yang tidak sesuai dengan tuntunan agama Islam menjadi pilihan utama bila dibandingkan dengan hijab. Model hijab sekarang padahal sudah bisa lebih modis dengan disesuaikan dengan zaman pada saat ini. 

Dalam memilih hijab ini tentu harus memiliki ketentuan yang memang harus menjadi tolak ukur untuk kita pilih baik untuk pakaian laki–laki ataupun perempuan diantaranya adalah sebagai berikut ini :

Pertama niatkan dalam memilih atau membeli baju tujuan untuk mencari keridoan Allah SWT. Dengan niatan yang tulus ini akan berdampak pada pakaian yang dikenakan. Pakaian ini dipilih sesuai dengan ketentuan Allah SWT dengan menutupi aurat laki–laki ataupun perempuan sehingga keridhaan pun akan datang kepada orang tersebut.

Kedua coba memilih pakaian yang tidak ketat. Supaya mendapatkan ridha Allah SWT ini tentu harus sesuai jilbab yang dikenakan tersebut yaitu tidak ketat menutupi semua aurat dan lain sebagainya. 

Ketiga lebih mengutamakan menutupi aurat dari pada trendi dari pakaian tersebut. Ini penting karena banyak kaum muslim yang lebih memilih jilbab namun masih tidak sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Sehingga ini bisa mengurangi makna dari pakaian tersebut.

Read more >>

Friday, January 29, 2016

Ketagihan Donita Rasa Keju

Masih ingat cerita saya tentang Donita, donita kentang beku? Donat kentang ini praktis banget dan menjadi bahan wajib yang ketersediaannya harus ada di kulkas. Waktu itu kan saya mencoba yang rasa cokelat. Benar-benar recomended deh. Donatnya lembut, serta isian cokelatnya pun melimpah dan enak.

Nah, kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya ketika mencoba varian Donita yang lain, yaitu yang rasa keju. Ternyata, ketika pesan lagi, saya mendapati bahwa kini kemasan Donita menjadi lebih kece. Tadinya, kemasan Donita hanya berupa bungkus plastik biasa, kini menjadi dua lapis dengan tambahan kotak plastik di bagian dalamnya.


Dengan desain kemasan baru tersebut, informasi yang tertera di atasnya pun menjadi lebih menarik untuk dibaca. Di bagian depan, selain keterangan rasa donat, kita juga dapat melihat produk ini 100% produk dalam negeri dan sudah memiliki sertifikat halal dari MUI.


Sedangkan di bagian belakang, kita dapat mengetahui cara penyimpanan, cara penyajian, komposisi, dan tanggal kedaluwarsa. Karena enggak menggunakan bahan pengawet, donat ini harus disimpan di dalam freezer, sehingga bisa bertahan hingga 23 hari. Apabila disimpan di luar freezer, hanya bisa bertahan selama 4 hari saja. Satu kemasan seharga Rp 30.000 berisi enam buah donat keju.

Cara penyajiannya sangat mudah. Keluarkan dulu dari freezer dan diamkan selama 5 sampai 10 menit. Kemudian goreng deh dalam minyak panas dengan api kecil hingga berwarna kuning keemasan.


Praktis kan ya. Pokoknya Donita ini andalan banget deh untuk mengatasi perut yang lapar pas saya sedang malas berkutat di dapur. Begitu juga kalau saya enggak sempat membuat bekal untuk Jav. Tinggal goreng sebentar, jadi deh. Sehat pula.


Nah, sekarang saya kasih bocoran bagaimana rasanya ya. Tekstur donatnya garing di luar dan lembut di dalam. Wanginya harum dan rasanya enak. Di tengahnya berisi keju yang juga begitu lembut dan mulur ketika ditarik. Agak kecewa sih ketika melihat isian kejunya yang enggak melimpah seperti Donita yang rasa cokelat. Gigitan pertama, saya mendapati rasa kejunya pun kurang kuat. Namun setelah gigitan-gigitan berikutnya, semakin terasa deh enaknya. Rasa kejunya pas, jadi enggak membuat enek.

Dibanding yang rasa cokelat, saya yang pecinta keju ini tentu lebih menyukai donat yang rasa keju. Bahaya deh pokoknya. Sekali makan, enggak bisa berhenti. Apalagi disantap bersama teh manis hangat sambil membaca buku. Hmmm mantap.

~~~

Donita
WA 087708781600 
BBM 522D81FF

Read more >>

Thursday, January 28, 2016

Ketika Jav Mulai Belajar (Lagi) Tidur Sendiri


Sebenarnya umur berapa ya idealnya anak mulai tidur terpisah dari orang tuanya? Kalau bule-bule sih, dari sejak bayi juga anak-anaknya sudah dibiasakan untuk tidur sendiri ya.

Duh saya sih enggak kuat. Jangankan beda kamar sama Jav bayi, beda kasur saja lemas. Soalnya kalau malam dia sering banget bangun untuk menyusu. Daripada capek bolak-balik plus jadi kurang tidur, paling praktis ya Jav bayi tidur satu kasur dengan saya. Ketika dia menangis, tinggal lep aja disodorin ASI langsung dari sumbernya tanpa saya harus beranjak dari kasur :D

Ketika umurnya tiga tahun, Jav pernah belajar tidur sendiri. Enggak pakai acara drama. Berikut tips-tips yang saya lakukan waktu itu.
  • Memberikan pengertian bahwa Jav sudah besar dan sudah layak untuk mempunyai kamar sendiri.
  • Membuat kamarnya terasa nyaman. Saya biarkan Jav memilih sendiri sprei dan dekorasi kamar lainnya.
  • Sebelum tidur, saya menemani Jav di kamarnya sambil membacakan buku untuknya.
  • Saat Jav sudah terlelap, saya tinggalkan dia di kamarnya dengan lampu tetap menyala. Belum sempat beli lampu tidur :p
  • Kadang Jav tidur nyenyak sampai pagi, tapi kadang juga terbangun di tengah malam. Saya temani lagi sebentar sampai Jav tidur lagi. Capek sih, tapi biarin lah namanya juga masih dalam proses belajar. Wayahna :D

Sayangnya proses belajar tersebut terputus karena Jav sakit. Enggak tega dong saya membiarkannya tidur sendiri. Kalau lagi sakit mah pengecualian lah. Masalahnya, ketika Jav sudah sembuh, berbarengan dengan dimulainya dia masuk playgroup. Lalu tiba-tiba saja Jav enggak mau lagi tidur sendiri. Kenapa? Karena dia takut sama hantu dan monster yang diceritakan oleh teman-teman di sekolahnya. Argh! Anak-anak itu tahu dari mana sih tentang hantu dan monster? Siapa sih yang mengajari mereka? Saya merasa sangat gemas.

Berbagai cara sudah saya lakukan supaya Jav mau belajar lagi tidur sendiri, namun enggak pernah berhasil. Ya sudahlah, enggak saya paksakan. Lagipula saya juga kini tahu bahwa dalam Islam, usia anak 0 sampai 7 tahun itu disebut masa hadhonah. Masa di mana anak-anak harus merasakan kasih sayang yang sebesar-besarnya dari orang tuanya. Baru pada umur 7 tahun (sama seperti ibadah salat), orang tua harus mulai membiasakan anaknya untuk mulai belajar tidur terpisah. Dan ketika berumur 10 tahun, anak sudah wajib tidur terpisah dari orang tuanya.

Jadi, sebenarnya enggak apa-apa ya kalau Jav masih tidur bersama saya dan ayahnya. Tapi semakin lama, tubuh Jav juga semakin besar. Sekarang usianya sudah lima tahun. Sempit, heuheu.... Akhirnya kami mulai serius mengajak Jav untuk belajar lagi tidur sendiri.

Alhamdulillah sudah beberapa hari ini Jav mulai tidur sendiri di kamarnya. Masih seperti dulu. Kadang tidur nyenyak sampai pagi, kadang terbangun di tengah malam. Sempat mati listrik pula, sehingga membuat Jav menangis histeris tengah malam. PR juga nih untuk sedia lampu emergency di kamar Jav. Tapi lumayan lah, Jav mau tidur sendiri saja sudah merupakan kemajuan.

Supaya semakin semangat latihannya, setiap pagi, saat Jav bangun tidur, saya enggak pernah bosan mengapresiasi kemauannya untuk tidur sendiri. Saya juga bertanya pada Jav, "Mana monster sama hantunya? Enggak ada kan?" :D

Yang bermasalah justru saya. Apa saya merasa bahagia ketika melihat ruang kosong di kasur antara saya dan ayahnya Jav? Enggak juga. Sama seperti ketika berhasil menyapih Jav dari ASI, saya malah enggak bisa menahan diri untuk enggak menangis. Terharu tapi sedih, bangga tapi takut, semuanya bercampur menjadi satu. Dasar emak baper, hehe....

Kalau teman-teman, bagaimana pengalamannya? ;)

Read more >>