Friday, January 30, 2015

Puding Oreo

Semester baru ini, saya sudah berniat untuk rutin membawakan Jav bekal yang agak banyak ke sekolah. Supaya dia belajar berbagi sama semua, bukan sama anak tertentu saja, heuheu…. Enggak bakalan sering-sering juga sih. Mungkin 1-2 kali sebulan.



Beberapa waktu yang lalu, saya bawain Puding Oreo untuk Jav dan teman-temannya.

Bahan:
  • 400 ml air
  • 400 ml susu cair
  • 100 gram gula pasir
  • 1 bungkus agar-agar bubuk
  • 3 bungkus susu kental manis putih
  • 1 kuning telur
  • 10 keping Oreo, potong-potong kecil (sisihkan krimnya)
Cara membuat:
  • Rebus air, susu cair, gula pasir, dan agar-agar bubuk, dan susu kental manis sambil diaduk sampai mendidih. Matikan api.
  • Ambil satu sendok sayur rebusan susu. Masukkan ke dalam kuning telur. Aduk rata.
  • Tuang lagi campuran telur ke dalam rebusan susu. Aduk rata. Nyalakan api. Masak lagi sambil diaduk sampai
  • mendidih.
  • Masukkan susu kental manis. Aduk rata. Masak lagi sambil diaduk sampai mendidih.
  • Tuang ke dalam cetakan. Dinginkan.
  • Sajikan bersama vla cokelat.



Saya juga melibatkan Jav ketika membuatnya. Mulai dari mengumpulkan bahannya, memotong Oreo kecil-kecil, sampai memasukkan semua bahannya. Memasak bersama balita itu banyak manfaatnya loh, baik untuk kecerdasan anak maupun untuk motoriknya. Alhamdulillah Jav semangat, ya masaknya, ya makannya juga ;)



Sayang enggak ada foto Javnya, karena waktu itu masaknya malam hari.

Read more >>

Thursday, January 29, 2015

3 Taun K3B Sauyunan

Hari Minggu 18 Januari 2015, Kumpulan Emak Blogger (KEB) genap berusia tiga tahun. Jadi, setelah Arisan Ilmu yang berlangsung di halaman belakang Grapari Digilife selesai, acara dilanjutkan dengan syukuran ulang tahun KEB. Para emak pun masuk ke dalam ruangan dan berkumpul di hadapan tumpeng dan kue tar yang telah tersedia.

Pada kesempatan ini, Mak Mira Sahid--founder KEB--memperkenalkan terlebih dahulu semua makmin KEB--kecuali Mak Sary Melati yang berhalangan hadir, serta pergantian makmin yang terjadi selama tiga tahun ini. Momen ini adalah pertama kalinya bagi saya bertemu muka dengan para makmin KEB, setelah selama ini hanya bisa melihat fotonya dan bertukar komentar di blog. Salut deh sama para emak ini yang bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk KEB.

Para makmin KEB (Dok. Pribadi)
Acara selanjutnya yaitu potong tumpeng dan potong kue tar. Potong tumpeng dilakukan oleh Mak Mira, dan potongan pertamanya diberikan kepada Mak Alaika--Srikandi Blogger 2013. Sedangkan potong kue dilakukan oleh Mak Indah Juli, dan potongan pertamanya diberikan kepada… Mak Okti yang juga sedang berulang tahun pada hari itu. Suasana haru pun melingkupi para emak.

Potong tumpengnya, potong tumpengnya... (Dok. Pribadi)
Potongan tumpeng pertama (Dok. Pribadi)
Potong kuenya, potong kuenya... (Dok. Pribadi)
Penuh haru (Dok. Pribadi)
Di ulang tahunnya yang ketiga ini, KEB meluncurkan logo dan tampilan website terbarunya loh. So, para emak yang hadir pada hari itu beruntung sekali bisa menjadi yang pertama melihat perubahan yang disampaikan oleh Mak Lusi tersebut.

Tapi, ada lagi yang lebih penting daripada tampilan website yang lebih rapi dan cantik, yaitu isinya. Mak Lusi mengundang para emak untuk turut berpartisipasi menjadi kontributor di website-nya KEB. Selain artikel kita akan dibaca oleh orang yang lebih banyak, blog kita juga akan mendapat backlink. Wuih, menggiurkan sekali yah….

Tampilan website KEB yang baru (Dok. Pribadi)
Setelah itu, melalui sebuah video, Mak Pungky--Srikandi Blogger 2014, memberikan kejutan untuk emak-emak di Bandung. Dalam video tersebut, emak-emak yang di luar kota dan bahkan di luar negeri juga rupanya turut memeriahkan  ulang tahun KEB dan menyampaikan doanya untuk KEB. Merinding menontonnya :D Mau nonton juga? Videonya bisa dilihat di sini.

Lalu, masih ada kejutan lain. Om NHer pun ikut meramaikan acara ini dengan mengirimkan video beliau yang sedang memainkan lagu Manuk Dadali menggunakan piano. Para emak pun bersama-sama menyanyikan lagu tersebut diiringi permainan musik Om NHer. Keren!

Nah, waktunya makan siang, para emak pun kembali ke taman belakang untuk mencicipi tumpeng, kue tar, dan berbagai cemilan yang dibawa oleh masing-masing emak. Semuanya ada. Mulai dari kerupuk seblak, cilok, brownies, bolu talas, sampai schotelFull deh perut saya :)) Sambil mengobrol santai, tidak lupa para emak juga saling bertukar kado.

Acara hari itu kemudian ditutup dengan games. Selesai makan, para emak diajak untuk menggerakkan lagi badannya dengan dance battle. Siapa yang berhasil mendapatkan nilai paling tinggi, maka berhak mendapatkan hadiah. Heboh!

Emak-emak lagi nge-dance (Sumber: Mak Junita Sari)
Sekali lagi, selamat ulang tahun untuk KEB. Semoga panjang umur dan sukses selalu. Semoga para anggotanya selalu sauyunan berbagi kebaikan dan inspirasi :)

Tigaaa (Sumber: Mak Mira Sahid)
Read more >>

Wednesday, January 28, 2015

Arisan Ilmu KEB: Things You Can Do with Your Article

Hari Minggu tanggal 18 Januari 2015 yang lalu, Kumpulan Emak Blogger (KEB) menggelar acara Arisan Ilmu di Bandung. Arisan yang merupakan kerjasama antara KEB dan IDBlognetwork ini adalah arisan yang ketiga, setelah dua kali arisan sebelumnya diadakan di Jakarta.

Namanya arisan enggak seru dong yah kalau tanpa acara kocok-mengkocok. Alhamdulillah  nama saya termasuk ke dalam daftar 35 emak beruntung yang namanya terpilih menjadi peserta Arisan Ilmu kali ini. Tapi, semua emak yang ingin ikut hadir, boleh datang kok. Bisa sama-sama dapat ilmu juga, hanya enggak dapat merchandise saja.

Arisan di KEB tentunya bukan sembarang arisan. Judulnya saja Arisan Ilmu, pasti ada ilmu yang dibagikan dong. Apabila tema Arisan Ilmu sebelumnya tentang personal branding dan etika job review, maka tema kali ini yaitu tentang apa saja yang bisa kita lakukan terhadap artikel-artikel di blog kita.

Acara yang diadakan di GraPARI Digilife ini dimulai pada pukul sembilan pagi. Setelah disambut oleh Mak Tian dan Mak Efi untuk melakukan registrasi dan mendapatkan merchandise, para emak dengan dress code berwarna merah pun berkumpul di bagian belakang gedung. Tempatnya terbuka, namun tetap nyaman dengan rumput sintetis dan dekorasi yang cerah.

Kaos dari @uteesme (Dok. Pribadi)
Jamu dari @gendhis_id (Dok. Pribadi)
Mak Meti--Srikandi Blogger Persahabatan 2014--dengan pembawaannya yang menyenangkan, membuka acara ini. Setelah itu Mak Mira Sahid--founder KEB--menyampaikan sedikit sambutannya.

Mak Meti (Dok. Pribadi)
Mak Mira (Dok. Pribadi)
Sebelum sharing ilmunya dimulai, agar suasana semakin akrab, maka para emak pun berkenalan terlebih dahulu. Secara bergantian, semua emak yang duduk dengan formasi melingkar, menyebutkan nama, domisili, alamat blog, dan sejak kapan bergabung dengan KEB. Seru! Beberapa emak sudah ada yang saya kenal, tapi sebagian besarnya belum. Oh, ternyata blog favorit saya ditulis sama emak ini. Atau, Ya ampun, ini emak yang sering memberi komentar di blog saya. Hohoho....

Kemudian, sekitar pukul setengah sepuluh, baru deh Mak Alaika--Srikandi Blogger 2013--sebagai narasumber, mulai membagikan ilmunya.

Mak Alaika (Dok. Pribadi)
Artikel merupakan nyawa blog, sementara template merupakan raga blog.
So, hal yang bisa kita lakukan terhadap artikel-artikel di blog kita, yaitu:
  • Back up secara manual. Untuk berjaga-jaga agar artikel di blog kita--yang sudah banyak itu--enggak hilang, maka kita harus secara rutin melakukan back up. Cara manual bisa dilakukan dengan menyalin artikel-artikel tersebut ke bentuk .doc di Word. Keuntungannya, kita bisa membuka artikel tersebut kapan pun kita mau. Atau kita juga bisa mencetak dan menjadikannya sebagai koleksi pribadi.
  • Back up menggunakan tools yang sudah tersedia di blogspot atau wordpress. Yaitu dengan mengekspor artikel di blog ke bentuk .xml. Kelebihannya, komentar di artikel juga ikut ter-back up
  • Menyusunnya menjadi sebuah e-bookE-book merupakan bentuk pdf dari sebuah dokumen. Bisa dijual ataupun dibagikan kepada teman-teman.
  • Submit ke media cetak (koran atau majalah). Artikel yang sudah pernah di-publish secara online, bisa diolah lagi. Apabila artikel pada blog lebih terasa personal, maka artikel untuk media harus dikemas dalam bentuk feature, yaitu yang memiliki unsur berita.
  • Menerbitkan buku. Selain melalui penerbit mayor, kini, menerbitkan buku bisa lebih mudah dengan melalui penerbit indie. 
  • Memasarkannya. Untuk memasarkan e-book, salah satu caranya yaitu bisa menggunakan aplikasi Qbaca dari Telkomsel.
Saat sesi tanya jawab, bukan hanya Mak Alaika yang memberikan pencerahannya. Mak Indah Juli juga turut membagikan berbagai pengalamannya mulai dari tips blogwalking, cara mengirim surat pengantar ke media, sampai trik SEO.

Mak Indah (Dok. Pribadi)
Kebetulan waktu itu saya ikut bertanya. Enggak disangka, ternyata yang bertanya dapat hadiah. Asyik! Hihihi….

Pembagian hadiah (Sumber: Mak Dwi Wulan)
Pukul sebelas, acara yang bertabur ilmu ini harus segera diakhiri, karena masih ada acara lain yang enggak kalah serunya. Acara syukuran ulang tahun KEB yang ketiga! Yeay! Mau tau bagaimana keriaan sekaligus keharuan yang terjadi selama perayaan tersebut? Tunggu cerita selanjutnya ya ;)

Read more >>

Sunday, January 25, 2015

Kado untuk Buku-Bukuku

Walaupun saya senang membaca, namun baru beberapa tahun terakhir saja saya hobi membeli buku. Sejak kecil sampai kuliah, saya lebih senang membaca cerpen di majalah. Kalaupun membaca novel, biasanya meminjam dari teman atau menyewa dari taman baca di dekat rumah. Baru, setelah bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri, saya mulai rutin membeli buku. Tapi masih sangat terkendali. Buktinya, buku-buku koleksi saya tersebut hanya menghabiskan satu rak lemari.

Ketika Jav sudah lahir, kesibukan dan proses adaptasi sebagai ibu baru membuat saya tidak pernah membeli buku lagi. Bahkan ketika pindah rumah dan dibelikan rak khusus buku oleh suami, buku-buku itu hanya berpindah tempat dan tidak pernah bertambah.

Setahun kemudian, setelah saya mulai senang menulis cerita fiksi, saya pun kembali rajin membeli buku (selain untuk me time, maksudnya untuk referensi juga). Meskipun saya jarang keluar rumah, bukan berarti akses terhadap buku menjadi terbatas, kan ada toko buku online.

Semakin lama, buku saya terus bertambah. Hobi saya belanja buku semaki menggila. Ditambah lagi, saya juga lumayan sering mendapat buku gratis baik dari hadiah kuis, lomba dan giveaway, reward dari penerbit yang bukunya sudah saya tulis resensinya di media cetak, juga buntelan dari penulis dan penerbit yang ingin bukunya saya review di blog buku saya.

Syukurnya, semua buku-buku itu lancar terkirim ke rumah, karena menggunakan jasa pengiriman yang terpercaya. Petugasnya ramah dan tidak ragu menyapa saya ketika kami berpapasan di jalan (ini buktinya saya hobi belanja online, petugasnya sampai hafal sama saya, hihihi….). Bahkan kalau di rumah saya sedang tidak ada orang, paket buku saya langsung diantar ke rumah orang tua. Jadinya tenang deh, karena yakin paket buku saya bisa selalu sampai tepat waktu ;)

Rasanya? Senang banget. Saya bersyukur sekali karena saya tidak pernah kehabisan buku bacaan…. Sampai tiba-tiba, saya menyadari bahwa rak buku saya ternyata sudah sangat overload :)) Buku-buku yang pada awalnya disusun berdasarkan urutan nama penulisnya, sekarang teronggok begitu saja :(

Kondisi dua baris tengah rak buku saya (Dok. Pribadi)
Harus punya rak buku baru nih. Beberapa kali suami menawarkan rak buku baru yang bisa dibeli di toko furniture terdekat. Namun karena model rak buku di sana biasa saja, saya pun mengulur waktu agar tidak terburu-buru membeli rak buku baru.

Saya kepingin rak buku yang bukan hanya besar tapi juga lucu.

Mau yang seperti ini (Sumber)
Atau yang seperti ini (Sumber)
Apalagi yang ini, mau banget.... (Sumber)
Ada yang mau bikinin atau beliin? :D


Read more >>

Tuesday, January 20, 2015

Rekreasi Murah Meriah di Alun-Alun Bandung

Akhir-akhir ini, Alun-Alun Bandung sedang nge-hits banget. Maklum, lapangan taman yang tadinya kumuh itu, sekarang berubah kinclong setelah di-make over oleh Kang Emil. Apalagi saat musim liburan kemarin. Setiap hari pasti ada saja teman di Facebook yang meng-upload foto selfie-nya di sana.

Saya sendiri, sebenarnya belum berminat untuk ikut menikmati taman itu, karena pasti pengunjungnya ramai sekali. Tapi karena kepingin mengajak Jav naik Bandros--bus yang desain dan warnanya kece itu--maka mau enggak mau, saya pun menginjakkan kaki juga di sana. Karena, sejak 5 Januari 2015, halte Bandros yang sebelumnya berada di Taman Cibeunying, pindah ke Alun-Alun.

Bandros (Bandung Tour on Bus)
Waktu itu, kami tiba di Alun-Alun pukul setengah sembilan pagi. Tapi, ternyata oh ternyata, tiketnya sudah habis. Padahal--katanya--loketnya dibuka pukul delapan. Ditambah lagi, hari itu, dari tiga bus--sumbangan dari Telkomsel dan Bank Mandiri--yang tersedia, hanya satu bus yang beroperasi.

Kecewa? Sudah pasti. Saya penggemar Kang Emil, tapi tetap saja saya kecewa. Jarang-jarang loh saya ke pusat kota untuk menikmati pesona Kota Bandung tercinta. Karena sekarang ini, macetnya enggak asyik banget. Apalagi weekend. Kalau enggak penting-penting amat, lebih baik diam di rumah daripada terjebak macet di jalan dan berdesak-desakan di tempat tujuan. Nah, sekalinya mencoba, hari kerja pula, tetap saja enggak bisa menikmati.

Tapi saya sih enggak akan pundung. Coba aja lagi, lain kali. Apalagi, katanya sih bulan Maret nanti jumlah busnya bertambah jadi delapan.

Bandros (Bandung Tour on Bus)
Halte: sisi selatan Alun-Alun Bandung
Waktu operasi: Sabtu - Kamis, 08.00 - 15.00 WIB
Harga tiket: balita dan manula: gratis, dewasa: Rp 10.000

Taman Alun-Alun Bandung
Karena gagal naik Bandros, kami pun memutuskan untuk bermain sejenak di Taman Alun-Alun.

Dok. Pribadi
Uniknya, sama seperti ketika hendak memasuki masjid atau musala, sebelum menginjakkan kaki di taman, kita harus membuka alas kaki terlebih dahulu :)) Tujuannya agar rumput sintetis yang terhampar seluas 4.000 meter persegi tersebut enggak cepat rusak. Yup! Karena taman ini berada di atas lahan parkir berlantai beton, maka enggak akan memungkinkan apabila ditanami rumput asli.

Berhubung enggak ada niat untuk main di taman, kami pun enggak membawa mainan apapun untuk Jav. Untungnya ada pedagang yang menjual bola. Jadi Jav bisa main-main bola di sana.

Dok. Pribadi
Sementara itu, saya dan suami hanya bisa tersenyum miris melihat petugas Satpol PP sibuk memunguti sampah, padahal tempat sampah banyak. Ada juga petugas yang menegur pengunjung karena alas kakinya enggak dilepas, tapi dicuekin. Menurut suami sih, alangkah baiknya apabila Taman Alun-Alun yang baru diresmikan pada tanggal 31 Desember 2014 ini dijadikan tempat percontohan dalam menerapkan aturan. Siapa yang melanggar, langsung didenda. Supaya masyarakat bisa lebih taat aturan.

Dok. Pribadi
Kami enggak terlalu lama nangkring di sana. Karena matahari sudah bersinar sangat terik, kami pun kepanasan. Padahal masih pukul sembilan pagi. Bukan cuma kepala, kaki juga kepanasan. Iya, rumputnya juga panas. Jadi kalau mau main di taman, jangan lupa bawa payung dan pakai kaus kaki. Atau mending sekalian sore aja ke sananya.

Ternyata, di sebelah utara taman ada playground. Jav pun main perosotan dulu deh. Selain perosotan, ada ayunan dan jungkat-jungkit juga.

Dok. Pribadi
Menara Masjid Raya Bandung
Tiba-tiba saya terpikir untuk naik ke menara Masjid yang berada di sebelah barat taman. Saya sih sudah pernah-delapan tahun yang lalu, sedangkan Jav dan suami saya belum pernah.

Kami pun berharap pengunjung yang akan naik ke menara enggak terlalu ramai. Tapi lagi-lagi kami salah. Apalagi, dari dua menara kembar, yang beroperasi hanya satu, yang di bagian utara saja. Daripada pulang, kami pun membeli tiket dan ikut antre di depan lift. Kasihan Jav. Tapi biarin lah, biar dia belajar antre ;)

Setelah setengah jam menunggu, akhirnya kami sampai juga di lantai 19 (puncak menara). Angin sepoi-sepoi dan pemandangan Kota Bandung yang lapang membuat hati--yang kesal karena kehabisan tiket Bandros--dan kepala--yang kepanasan di taman--menjadi adem.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
Lumayan lah. Gagal menikmati Kota Bandung dari atas Bandros, masih bisa tetap menikmati Kota Bandung dari ketinggian 81 meter. 360 derajat :)

Menara Masjid Raya Bandung
Waktu operasi: setiap hari, 09.00 - 17.00 WIB
Harga tiket: anak: Rp 2.000, dewasa: Rp 3.000

Read more >>

Friday, January 16, 2015

Sarapan Pagi Bersama KEB

Siapa yang suka ninggalin sarapan? Sarapan pagi itu penting loh untuk bekal energi di siang hari. Saya sendiri, sejak kecil, paling enggak bisa ninggalin rumah kalau belum sarapan. Lebih baik pergi agak terlambat daripada enggak sempat sarapan. Begitupun sekarang. Walaupun saya ini ibu rumah tangga yang enggak kemana-mana, sekitar jam 6 pagi, perut pasti udah bunyi-bunyi minta diisi.

Beberapa tahun belakangan ini, rutinitas sarapan saya bertambah. Bukan hanya sarapan untuk keperluan badan saja, tetapi untuk kebutuhan jiwa juga. Jadi, setiap pagi, saya selalu meluangkan waktu selama beberapa menit untuk membuka ponsel. Bukan untuk mainan sosmed atau chatting, tapi untuk menengok FB-nya KEB. 

Udah pada tau kan ya KEB itu apa? KEB itu tempat kumpulnya para emak blogger dari berbagai latar belakang baik status, usia, profesi, hobi, dan sebagainya. Meskipun terdiri dari latar belakang yang berbeda serta gaya penulisan yang berbeda pula, namun semuanya selalu berbagi tulisan-tulisan hebat, keren, dan inspiratif. Mulai dai resep masakan, kegiatan bersama anak, cerita jalan-jalan dan kuliner, resensi buku, tips nge-blog, renungan-renungan, sampai review produk, pokoknya lengkap deh. Menambah wawasan sekali. Sarapan yang bukan hanya nikmat, tetapi juga bergizi :)

Makanya serasa ada yang kurang kalau belum sempat blogwalking ke blog-nya para emak blogger. Apalagi di komunitas ini, rasa kekeluargaannya pun kental sekali.


Tahun ini, KEB merayakan ulang tahunnya yang ke-3 loh. Selamat ulang tahun KEB! Semoga panjang umur dan semakin jaya. Semoga selalu menginspirasi bukan hanya untuk para emak-emak anggotanya tetapi juga untuk semua emak di Indonesia. Aamiin....

Selama dua setengah tahun bergabung dengan KEB, saya memang belum pernah ikut berpartisipasi dalam event-event yang diadakan oleh KEB. Bukannya enggak mau, karena sebetulnya saya tuh kepingin banget kenalan dan bertemu muka dengan para emak-emak keren ini. Hanya waktu dan tempatnya lebih sering enggak memungkinkan untuk saya. 

Nah, hari Minggu, tanggal 18 Januari besok, akan diadakan acara 3 Taun KEB Sauyunan sekaligus Arisan Ilmu di Bandung. Wuih, mudah-mudahan kali ini berjodoh bisa ikut seru-seruan sama para member dan gegedug KEB yang sengaja datang ke Bandung. Enggak sabar, tapi deg-degan juga :))

Read more >>

Friday, January 9, 2015

Serunya Acara Talkshow dan Peluncuran 'Buku Pintar ASI dan Menyusui'

Hari Sabtu, tanggal 27 Desember yang lalu, saya--mewakili Kumpulan Emak Blogger--berkesempatan menghadiri acara peluncuran 'Buku Pintar ASI dan Menyusui' di Togamas Buah Batu.

Asyik! Bertambah lagi deh koleksi buku parenting yang nangkring di rak buku :D
(Dok. Pribadi)
Walaupun acaranya diselenggarakan di Kota Bandung, namun bukan berarti peserta yang hadir hanya orang Bandung saja. Banyak juga peserta yang sengaja datang dari luar kota seperti Jakarta, Bekasi, Garut, Sumedang, dan Subang. Keren! Lalu, jangan dikira semua pesertanya hanya ibu hamil dan ibu menyusui ya, para gadis dan ayah pun ikut serta dalam acara ini loh. Mantap deh!

Penandatanganan kolase Buku Pintar ASI dan Menyusui
kiri-kanan: Teh Monik, perwakilan dari Noura Books, Kang Veby, Kang Idzma
(Dok. Pribadi)
Acara talkshow yang dimulai pada pukul 10 pagi ini dipandu oleh Kang Idzma dari Ayah Asi Bandung sebagai moderator. Narasumbernya yaitu Teh Monik--penulis 'Buku Pintar ASI dan Menyusui'--serta Kang Veby--koordinator Ayah ASI Bandung.

Teh Monik menceritakan latar belakang di balik penyusunan buku ini. Ketika anak pertamanya lahir pada tahun 2005, Teh Monik tidak tahu tentang IMD (Inisiasi Menyusu Dini), tidak tahu posisi menyusui yang nyaman untuk ibu yang baru melahirkan secara SC (Sectio Caesarea), tidak tahu bagaimana cara menangani payudara yang bengkak, tidak tahu bahwa ibu hamil bisa tetap menyusui (tandem nursing), dan tidak tahu teknik menyapih yang baik. Begitu juga ketika anak keduanya lahir, Teh Monik tidak tahu bagaimana menangani anak yang menolak menyusu (nursing strike).

Pengalaman dua kali menyusui--yang bisa dikatakan tidak mulus--tersebut, membuat Teh Monik terus menggali ilmu tentang ASI dan menyusui. Selain belajar secara otodidak dari berbagai sumber, Teh Monik juga mengikuti Pelatihan Konseling Menyusui Modul 40 Jam WHO-UNICEF. Berbekal berbagai teori laktasi dan pengalaman praktis sebagai konselor menyusui di La Leche League (LLL), Teh Monik akhirnya menyusun buku ini.

Kang Veby dan Teh Monik
(Dok. Pribadi)
Masalah yang dirasakan Teh Monik dibenarkan oleh Kang Veby. Minimnya informasi tentang ASI dan menyusui menjadi penyebab utama gagalnya pemberian ASI. Selama ini referensi yang sering digunakan berasal dari 'katanya' (kata orang tua, kata tetangga, dan lain-lain) yang belum tentu terjamin kebenarannya, mitos atau fakta.

Oleh karena itu Ayah ASI dibentuk sebagai wadah sharing bagi para ayah yang peduli pada keberhasilan pemberian ASI. Peran ayah sebagai garda sangat penting dalam proses tersebut. Karena misalnya, ketika ibu sudah masuk ke dalam ruang persalinan, ayah lah yang harus berada di garis terdepan untuk memperjuangkan pemberian ASI bagi bayinya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh AAP (American Academy of Pediatrics), ayah yang teredukasi dapat mendukung kesuksesan pemberian ASI.
Acara ini berlangsung secara interaktif. Bukan hanya Teh Monik dan Kang Veby saja yang membagikan pengalamannya. Beberapa undangan yang hadir pun turut menceritakan kisah dan pendapatnya masing-masing terkait ASI dan menyusui.

Neng Mirra menjadi undangan pertama yang menyampaikan pendapatnya. Neng Mirra ini masih gadis loh. Menyusui merupakan salah satu bentuk ibadah. Oleh karena itu, menurutnya sangat penting untuk mengetahui ilmu tentang ASI dan menyusui sebagai persiapan sebelum menikah.

Selanjutnya ada Teh Renny, perwakilan dari ibu hamil. Teh Renny sedang mengandung anak yang kedua. Berdasarkan pengalaman bersama anak pertamanya, Teh Renny merasakan intervensi yang berlebih dari orang tua. Ditambah lagi karena bekerja, akhirnya Teh Renny hanya bisa menyusui anaknya hingga 8 bulan saja. Menurutnya, semua ibu--dan ayah--harus bijak dalam memilih informasi, terutama di social media. Karena terkadang saat sedang terpuruk, orang-orang bukannya memberikan dukungan, tetapi malah menghakimi. Padahal every parent have their parenting style.

Bunda Ira dan suaminya kemudian bercerita mengenai pengalamannya menyusui bayi kembar--Carissa dan Cassidy. Karena pemberian ASI untuk anak pertamanya tidak optimal--7-8 bulan saja, maka mereka berkomitmen untuk memberikan ASIX (ASI Eksklusif) dan menyusui hingga dua tahun pada anak keduanya. Namun keraguan tiba-tiba menghampiri ketika dokter memberi tahu bahwa anak kedua mereka ternyata kembar. Mampukah? Beruntung, mereka bisa berkonsultasi pada Teh Monik. Sehingga sejak awal kehamilan, mereka sudah mempersiapkan semuanya, termasuk mencari Rumah Sakit dan dokter yang mendukung IMD. Syukurlah, si kembar berhasil IMD meskipun dilahirkan secara SC, dan masih disusui hingga saat ini mereka berusia 21 bulan.
Pemberian ASIX harus disertai dengan pengamatan kurva pertumbuhan bayi.
Lalu, Ibu Nani memaparkan pengalamannya sebagai Kepala Bidan di Desa Cimerang, Padalarang. Di tempatnya, hanya sekitar 10-12 ibu yang memberikan ASIX kepada bayinya. Padahal penyuluhan dan sosialisasi sering dilakukan. Masalahnya, selama produsen susu formula masih gencar memasarkan produknya, maka hal tersebut akan menjadi bumerang bagi bangsa ini. Walaupun daya tahan tubuh bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi yang diberi susu formula, namun pada kenyataannya, saat ini susu formula masih banyak diminati karena bayi yang diberi susu formula cenderung lebih gemuk.

Terakhir, yaitu Ibu Ani yang sengaja datang dari Bekasi untuk menceritakan kisah perjuangannya demi kesehatan anak pertamanya yang lahir kurang bulan dan tidak mau menyusu. Maka sang bayi pun diberi madu dan pisang meskipun usianya baru 2 hari. Rupanya anak Ibu Ani menderita Hirschsprung's disease dan dioperasi ketika usianya 21 hari. Syukurlah kesehatan anak Ibu Ani cepat pulih karena ditangani oleh dokter yang Pro ASI.
Hirschsprung's disease: Cacat bawaan pada usus, yaitu tidak adanya saraf pada usus besar sehingga bayi tidak bisa BAB. Hal ini harus dideteksi sedini mungkin agar dapat dioperasi secepat mungkin. Salah satu caranya yaitu dengan memastikan bahwa bayi sudah mengeluarkan mekonium--BAB pertama--maksimal 24 jam setelah kelahirannya.

Para undangan yang telah ikut berpartisipasi menceritakan pengalamannya
kiri-kanan: Ibu Ani, Neng Mirra, Ibu Nani, Teh Renny, Bunda Ira, Teh Monik
(Dok. Pribadi)
Seru! Dari acara ini, saya mendapatkan banyak sekali ilmu tentang ASI dan menyusui. Baik dari Teh Monik, Kang Veby, para undangan yang berbagi pengalamannya, sesi tanya jawab, bahkan dari kuis. Sebagian besar isinya memang sudah saya ketahui--dan praktekkan, tapi tidak sedikit juga hal-hal yang baru saya ketahui pada hari itu.

Berikut beberapa catatan yang saya highlight (karena merupakan pengetahuan baru yang saya dapatkan) dari sesi tanya jawab.
Induksi laktasi (menyusui tanpa hamil terlebih dahulu) bisa dilakukan dengan cara menstimulasi payudara ibu setiap 30 menit sekali, setiap hari, selama 2 minggu. Dengan didampingi oleh konsultan laktasi, tentunya.
Wow…. Pasti sangat melelahkan, meskipun pasti setimpal dengan hasilnya :)
Rooming in bukan hanya berarti bahwa ibu dan bayi dirawat dalam kamar yang sama, tetapi berada di atas satu kasur yang sama. Ibu dan anak melakukan skin to skin contact selama 24 jam. Apabila ibu melahirkan melalui proses SC, maka skin to skin contact dilakukan 30 menit setelah sang ibu sadar. Sambil menunggu, skin to skin contact bisa dilakukan bersama ayah.
Ah…. That would be a lovely moment…. Baru membayangkannya saja sudah membuat saya terharu :')

Sudah, itu saja? Eits, masih ada lagi loh yang membuat mata saya berkaca-kaca di acara ini. Yaitu dua video yang diputar persembahan dari Teh Monik dan juga dari Ayah ASI Bandung. Video makjleb dari UNICEF yang dipersembahkan oleh Teh Monik bisa dilihat di sini. Kalau video dari Ayah ASI Bandung, isinya adalah kumpulan foto para ayah bersama anaknya masing-masing. Ada ayah yang hobi motor, hobi naik gunung, hobi memelihara ular, bahkan ada pula ayah yang bertato, tapi bukan berarti hobi tersebut menjadi penghalang bagi mereka untuk menjadi ayah ASI.

Cuplikan video dari Ayah ASI Bandung, so sweet….
(Sumber)
Selain bertabur ilmu, acara ini juga bertabur hadiah yang sudah dipersiapkan untuk para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan kuis. Pertanyaannya mudah kok.
  • Apakah bentuk payudara mempengaruhi jumlah ASI?
  • Apakah ibu menyusui boleh memakan makanan yang pedas?
  • Apakah ibu menyusui boleh minum air dingin?
  • Disebut apakah penutup payudara yang berfungsi untuk menahan ASI agar tidak rembes?
  • Apakah yang dimaksud dengan mastitis?
  • Apakah yang dimaksud dengan oksitisin dan prolaktin?
Ayo, bisa menjawab pertanyaan di atas tidak? Kalau belum bisa, padahal saat ini sedang hamil atau bahkan sedang menyusui, berarti wajib membaca 'Buku Pintar ASI dan Menyusui'. Saya sudah membaca, dan isinya lengkap sekali. Pokoknya sangat recomended bukan hanya untuk ibu yang sedang hamil atau menyusui, tetapi juga untuk para ayah, para calon orang tua baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah, serta siapapun yang peduli pada keberhasilan pemberian ASI.

Bisa menjawab pertanyaan di atas, bahkan sudah berhasil memberikan ASI? Alhamdulillah.... Tapi, ingat pesan ini yah….
Mendukung ibu menyusui berarti menemani bukan menghakimi. Sukses menyusui tidak perlu membuat ibu menjadi sombong dan menghakimi sehingga membuat ibu yang lain merasa down. Harus lebih bijak juga dalam menyikapi media sosial.
Setuju? Sip :)

Foto bersama Teh Monik
(Dok. Pribadi)
Oleh-oleh, goodie bag dan door prize
(Dok. Pribadi)
Psst, tunggu review 'Buku Pintar ASI dan Menyusui' karya Teh Monik di blog ini ya ;)

Read more >>

Saturday, January 3, 2015

Jav 4 Tahun

Selamat ulang tahun, Sayangku.... 

Maaf ya, tahun ini Ayah sama Bunda enggak bikin acara apa-apa (biasanya ada syukuran kecil-kecilan ngundang tetangga sekitar rumah). Tadinya tahun ini pingin ngajak Jav syukuran di panti asuhan, tapi karena baru pulang dari luar kota, jadinya ditunda dulu deh. Enggak apa-apa lah ya, syukuran kan enggak harus pas ulang tahun aja. Tiap hari juga Bunda bersyukur dan berdoa kok untuk Jav.

Semoga Jav panjang umur dan sehat selalu....
Semoga Jav semakin mandiri....
Semoga Jav enggak gampang marah-marah lagi....
Semoga Jav menjadi anak yang saleh, sukses di dunia dan akhirat :)

Dok. Pribadi
  • Udah bisa ngeboseh sepeda dengan dua kaki. Kemarin-kemarin ngeboseh-nya cuma pakai kaki kanan, heuheu…. Yeay! :D
  • Udah bisa pakai kaos sendiri.
  • Udah tamat Iqro 1.
  • Hasil tes sidik jarinya: Thinking - Extrovert.

Read more >>