Sunday, May 3, 2015

Jav 4 Tahun 4 Bulan



Jav: "Jav sayang sama Bunda."
Saya: "Bunda juga sayang sama Jav."
Jav: "Kalau Bunda sayang sama Jav, berarti Jav boleh main sepeda."
Sedang berusaha membujuk bundanya supaya boleh main sepeda di siang hari saat matahari sedang pas berada di atas kepala :p Lagi semangat banget main sepeda karena dua roda kecil di samping ban belakangnya udah dilepas. Yeay!

Jav: "Tadi waktu Jav di sekolah ada odong-odong lewat."
Saya: "Oya?"
Jav: "Iya, Jav mau naik odong-odong sama Bunda."
Saya: "Masa Bunda naik odong-odong. Mending naik kereta atau naik pesawat."
Jav: "Ke rumah Habil?"
Saya: "Rumah Habil mah deket, naik angkot aja. Kita naik pesawat ke Bali atau ke luar negeri."
Jav: "Di luar negeri yang ada salju?"
Saya: "Iya, nanti kita liat salju."
Jav: "Waktu itu Jav liat Pi***to di TV."
Saya: "Iklan?"
Jav: "Iya, di luar negeri, setirnya di sebelah kiri."
Saya: "Oiya."
Jav: "Kalau di Indonesia, setirnya di sebelah kanan."
Apapun bahasannya, ujung-ujungnya pasti nyambung ke mobil :))

Read more >>

Friday, May 1, 2015

Tetangga Masa Gitu

Sumber
Beberapa minggu terakhir ini, Jav sedang gemar-gemarnya bermain bersama salah satu anak tetangga, sebut saja X. Setelah selama ini dikelilingi oleh anak-anak tetangga perempuan, wajar apabila dia senang sekali bermain dengan anak tetangga laki-laki. Umurnya pun sebaya, hanya berbeda satu bulan.

Jujur, saya tidak mengenal orang tua X. Keluarga mereka baru pindah beberapa bulan yang lalu. Tidak ada acara syukuran, oke lah. Tapi juga tidak berusaha memperkenalkan diri pada tetangga sekitar--saya. Hmmm… mungkin memang begini perilaku orang-orang zaman sekarang, sudah melupakan etika bertetangga.

Walaupun baru tinggal di rumah ini selama empat tahun, tapi saya sudah tinggal di komplek ini sejak lahir. Sebagai warga lama, sejak remaja hingga sekarang, saya lumayan aktif di komplek. Jadi tidak heran apabila sebagian besar warga di komplek ini sudah mengenal dan berhubungan baik dengan saya. Jadi, kalau ada tetangga baru yang tidak mau kenal ya sudah, saya sih tidak rugi.

Dulu, rumah saya merupakan bangunan pertama yang menempati kaveling baru di komplek ini. Kanan-kiri-depan rumah dikelilingi oleh tanah kosong. Ketika satu per satu rumah lain mulai dibangun, saya merasa sangat antusias karena akhirnya bisa mempunyai tetangga. Saya berkhayal bahwa nanti bisa bertukar resep masakan, bersama-sama menemani anak bermain di taman, atau saling menjaga anak ketika salah satu butuh pergi mendadak.

Sayangnya, khayalan saya belum pernah kesampaian. Jangankan bisa seakrab itu, kenal saja tidak. Tetangga-tetangga saya tersebut pindah dan tinggal begitu saja. Setiap melewati rumah saya, ya lewat saja, padahal saya sedang nangkring di depan rumah. Mau saya ajak senyum, malah pura-pura tidak melihat. Kesal? Tidak. Kecewa? Iya.

Kalaupun akhirnya kami kenal, itu karena saya yang SELALU menghampiri mereka ketika mereka sedang berada di halaman rumah. Padahal saya tipe orang yang sangat pemalu loh. Habis bagaimana lagi? Masa tinggal di lingkungan yang sama tapi tidak saling mengenal?

Bagi saya hubungan dengan tetangga seharusnya lebih erat daripada dengan saudara. Bukankah apabila terjadi sesuatu pada kita, tetangga yang akan tahu lebih dulu tahu daripada saudara. Jadi, siapa yang memperkenalkan diri terlebih dahulu tidak menjadi masalah.

Lucunya nih. Kemarin, Jav mengajak X main di dalam rumah. Awalnya X menolak, tapi menyerah juga setelah dibujuk oleh Jav. Yang membuat saya bengong yaitu ketika kakak perempuan X datang dan melarang X main di dalam rumah Jav. Sambil memasak di dapur, saya menguping kata-kata kakaknya X. Intinya, X tidak boleh main di dalam rumah Jav, karena nanti dimarahi mamanya. Ini--rumah Jav--rumah orang lain, keluarga mereka tidak mengenal ayah dan ibu Jav.

*Gubrak!* Tetangga masa gitu?

Alasan mamanya X untuk tidak membiarkan anaknya bermain di rumah orang asing memang bagus sih. Tapi, rasanya tidak pantas deh dia berbicara seperti itu selama dia--sebagai warga baru--belum memperkenalkan dirinya pada tetangga sekitar.

Saya sendiri belum pernah memiliki pengalaman menjadi warga baru. Tapi berdasarkan hasil pencarian dari berbagai sumber, berikut beberapa etika bertetangga untuk beradaptasi di lingkungan baru:
  • Kalau ada dananya, mengundang tetangga sekitar untuk datang ke rumah. Syukuran sekaligus memperkenalkan diri.
  • Mendatangi langsung rumah tetangga. Tidak perlu semuanya, cukup tetangga kanan-kiri-depan.
  • Rajin nangkring di depan rumah.
  • Murah senyum dan tidak malas menyapa tetangga.
  • Aktif mengikuti kegiatan di lingkungan seperti arisan, kerja bakti, dan lain-lain.
  • Rajin mengikuti pengajian atau--untuk laki-laki--rutin salat berjamaah di masjid.

Bukan hanya warga baru loh, untuk warga lama pun ada etikanya juga untuk menyambut tetangga baru, di antaranya:
  • Menyambut atau minimal memberi senyum pada tetangga baru ketika melihat truk pengangkut barang di depan rumahnya.
  • Menawarkan bantuan atau memberikan camilan ketika tetangga baru sedang sibuk pindahan.
  • Meyakinkan tetangga baru agar tidak sungkan menghubungi apabila membutuhkan informasi.

Ada tambahan? :)

Read more >>

Monday, April 27, 2015

9 Ide Kado Ulang Tahun Pernikahan untuk Suami


Ingin memberi hadiah kejutan untuk suami di hari ulang tahun pernikahan? Tapi bingung mau memberi apa? Saya juga merasakannya beberapa waktu yang lalu.

Bulan Maret kemarin, pernikahan saya dan suami genap berusia lima tahun. Sejak menikah, saya dan suami memang tidak pernah merayakan hari ulang tahun pernikahan kami. Begitu juga tahun ini. Tapi kali ini berbeda. Walaupun tidak dirayakan, saya ingin memberi sesuatu untuk suami.

Memberi hadiah kan tidak harus di hari-hari tertentu? Iya sih. Kebetulan saja waktu ulang tahun pernikahan kami satu bulan yang lalu pas ketika saya sedang ada rezeki. Alhamdulillah hobi menulis saya mulai memperlihatkan hasilnya. Sebelumnya sih saya tidak pernah memberi hadiah ulang tahun pernikahan untuk suami. Namanya juga ibu rumah tangga, sejak berhenti bekerja, rasanya tidak afdal kalau memberi hadiah untuk suami tapi uangnya dari suami juga, hihihi….

Terus hadiahnya apa? Prinsip saya sih, berhubung hadiahnya dalam rangka hari ulang tahun pernikahan, maka harus bisa dinikmati berdua. Kalau memberi barang-barang kebutuhan pribadinya sih, lain waktu saja. Langsung saja belikan ketika dia memang sedang membutuhkan. Kalau yang begini, baru deh sah apabila menggunakan uang suami untuk membelikannya :D

Nah, berikut beberapa hadiah kejutan ulang tahun pernikahan yang sempat terpikir oleh saya.

1. Menonton film di bioskop
Saya dan suami sama-sama mempunyai hobi menonton film. Tetapi sejak Jav lahir, kami tidak pernah lagi menonton film di bioskop. Saya kangen banget mencium aroma bioskop :)) Pasti rasanya akan menyenangkan apabila bisa menikmati lagi suasana bioskop berdua dengan suami.

2. Menginap di hotel
Kepingin deh menyingkirkan sejenak segala rutinitas dan menikmati quality time bersama suami di tempat yang baru. Tidak perlu jauh-jauh. Di dalam kota pun tidak masalah, yang penting bisa menikmati suasana yang berbeda.

3. Menonton pertunjukan musik
Saya dan suami belum pernah menonton pertunjukan musik berdua. Dulu, waktu masih jomblo, saya suka iri apabila melihat pasangan yang menikmati pertunjukan musik berdua. Sambil peluk-pelukan pula, aduh…. Sekarang, giliran sudah mempunyai pasangan yang halal, malah belum pernah mencoba menonton pertunjukan musik berdua.

4. Membuat makanan kesukaan
Ada yang bilang perasaan itu munculnya dari mata lalu turun ke hati. Tapi ada juga yang bilang bahwa munculnya dari perut terus naik ke hati. Entah mana yang lebih benar, tapi waktu itu saya membuat camilan kesukaan kami berdua, Oreo Cheese Cake. Dibuatnya dengan penuh cinta. Jadi harusnya sih sampai ke hati suami ;)

5. Makan malam romantis
Makan malam romantis tidak harus dilakukan di restoran mahal dan mewah. Di rumah pun bisa romantis loh. Lebih hemat pula :D

6. Membuat album foto
Di zaman yang serba digital seperti sekarang ini, jarang sekali bahkan tidak pernah saya mencetak foto-foto hasil dokumentasi keluarga kami. Sayang, momen-momen spesial tersebut teronggok begitu saja di dalam komputer. Mencetak dan menyusun perwakilan foto-foto selama lima tahun pernikahan kami ke dalam sebuah album sepertinya sebuah ide yang sangat menarik.

7. Memberi voucher
Voucher ini spesial, karena saya sendiri yang akan memberikan pelayanannya. Tapi bukan voucher memasak atau memijat ya, itu kan memang kewajiban saya sebagai seorang istri. Jadi voucher-nya berupa hal-hal yang biasa dilakukan suami saya dan saya malas mengerjakannya, seperti mencuci mobil, merapikan rumput, dan lain-lain. Jadi terasa kan pengorbanannya, hehehe….

8. Memesan barang couple
Misalnya kaos pasangan, mug pasangan, jam tangan pasangan, ponsel pasangan. Pokoknya jangan mau kalah sama para pasangan ABG :p

9. Membeli lingerie baru
Iya, lingerie memang akan dipakai sama saya sendiri. Tapi yang menikmati berdua, kan? Hohoho…. Tidak perlu ribet, belinya di Shopious saja ;)

Belum semuanya tereksekusi sih. Tapi lumayan bisa menjadi tabungan ide untuk hadiah kejutan ulang tahun pernikahan kami tahun berikutnya. Insya Allah….

Ada tambahan ide? Bagi-bagi ya :)

Read more >>

Thursday, April 16, 2015

Fried Oreo


Ini dia resep simpel yang baru saya coba beberapa waktu lalu. Fried Oreo alias Oreo Goreng. Oreo tuh enak banget ya (ini bukan tulisan berbayar ya :p). Dimakan langsung begitu saja juga udah enak. Dibikin puding, yummy. Dibikin cheesecake, mantap. Nah, kali ini Oreonya digoreng. 

Saya sudah sering sih mendengar tentang Oreo Goreng ini. Tapi berhubung membuat adonan pelapisnya butuh pakai mixer, saya pun enggak tertarik membuatnya. Eh, ternyata kalau enggak suka yang ribet, bisa loh pakai adonan yang sudah jadi saja, yaitu menggunakan adonan pancake.


Bahan:
  • Oreo
  • Tepung pancake instan

Cara Membuat:
  • Buat adonan pancake sesuai dengan petunjuk di belakang kemasannya.
  • Celupkan Oreo.
  • Goreng hingga berwarna kekuningan.



Hasilnya, Oreonya jadi enggak kriuk-kriuk lagi, tapi lembut seperti cake. Rasanya juga jadi enggak terlalu manis. Enak! Camilan simpel yang lumayan mengenyangkan :)

Read more >>

Friday, April 10, 2015

Berburu Warna

Beberapa waktu yang lalu, saya kekurangan salah satu bahan puding untuk pesanan teman esok harinya. Kebetulan, hari sedang cerah. Sekalian saja saya ajak Jav jalan-jalan sore.



Jalan-jalan sore banyak manfaatnya loh untuk balita. Mulai dari membuat otot menjadi lebih rileks, membantu tidur menjadi lebih nyenyak, mengenal lingkungan sekitar, serta melatih sosialisasi dengan warga sekitar.
Field trips can serve a variety of purposes, such as exposing children to new things or helping children to see familiar things in new ways. (Sumber)
Supaya acara jalan-jalannya lebih seru dan tidak selesai begitu saja, waktu itu saya ajak Jav untuk berburu warna juga. Untuk melihat hal-hal yang sudah biasa melalui cara yang baru.


Apa saja yang dibutuhkan?
  • Sore yang cerah. Sekarang ini cuaca tidak bisa ditebak. Kadang cerah seharian, kadang sudah hujan sejak pagi. Makanya, kalau sorenya cerah, langsung deh dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan di luar rumah.
  • Tubuh yang segar. Jav paling susah diajak tidur siang. Kadang sudah diajak tidur pun, dianya malah main terus. Tapi kalau memang mengantuk, tanpa diajak juga bisa langsung tidur sendiri. Memang paling asyik ya mengajak Jav jalan-jalan setelah tidur siang. Apabila tidak tidur, khawatir sepulangnya jalan-jalan malah ketiduran sebelum sempat makan malam.
  • Pakaian santai. Selama perginya masih di sekitar komplek, saya lebih nyaman memakai pakaian rumahan yang santai, agar bisa bergerak lebih leluasa. Tapi tetap rapi ya, malu soalnya sama tetangga :p Jav saya pakaikan celana pendek, kaus, jaket, dan topi. Sedangkan saya, pakai celana panjang, kaus, dan jilbab instan. Kalau mau tampil lebih kece, bisa pakai jilbab instan Zoya dari Zalora :)
  • Kamera. Ini nih yang paling penting. Tadinya mau pakai kamera saku, tapi ternyata belum dicas, heuheu…. Ya sudahlah, pakai kamera dari ponsel saya saja.
  • Uang. Sementara Jav berburu warna, saya berburu camilan, hihihi…. Jadi harus bawa uang dong :D



Sambil berjalan, saya meminta Jav memperhatikan lingkungan sekitar. Cari benda dengan warna tertentu, lalu mendokumentasikannya menggunakan kamera. Jav kan sering tuh foto-foto menggunakan kamera saku ayahnya, ninnya, dan yangkinya. Tidak akan berhenti deh, sebelum baterainya habis. Sampai-sampai saya bosan menghapus foto-foto tidak jelas hasil karya dia. Makanya, daripada Jav curi-curi menggunakan kamera dengan hasil yang tidak menentu, lebih baik sekalian saja diarahkan.



Hasilnya, hmmm… lumayan. Hanya menurut saya sih tidak sebagus apabila Jav menggunakan kamera saku. Tangannya sering goyang. Apalagi setiap ada mobil yang lewat, perhatiannya langsung teralihkan. Dasar maniak mobil :))



Selain meningkatkan kemampuan observasi, Jav juga belajar bertanggungjawab ketika membawa dan menggunakan ponsel saya. Kapan-kapan coba lagi ah. Tapi cari tempat yang lebih menarik ;)

Referensi:
http://www.notimeforflashcards.com/2013/05/iphone-photo-safari-color-hunt.html

Read more >>