Friday, July 15, 2016

Saat Tagihan PDAM Membengkak: Do's and Don'ts

tagihan pdam membengkak

Teman-teman pernah enggak mengalami tagihan PDAM yang tiba-tiba membengkak hingga beberapa kali lipat? Kalau pernah, apa yang teman-teman lalukan? Mengomel? Atau mengikhlaskan saja? Ternyata, apabila tagihan PDAM membengkak jauh dari biasanya, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan dan jangan dilakukan.

Do: Cek meteran. 
Lihat apakah angka jumlah pemakaian air yang tercantum pada tagihan sama dengan yang tertera pada meteran di rumah. Hal ini bisa dilakukan sendiri. Atau apabila sedang berada di luar rumah, bisa meminta tolong kepada orang rumah untuk mengecek dan mendokumentasikannya.

Don't: Membayar tagihan.
Apabila sudah jelas angka jumlah pemakaian air yang tercantum di tagihan enggak sesuai dengan yang tertera di meteran, membayar tagihan hanya akan menambah rumit proses selanjutnya.

Do: Melakukan pelaporan ke bagian pengaduan di kantor PDAM.
  • Apabila tagihan belum dibayar, maka jumlah tagihan bisa langsung dikoreksi. 
  • Sedangkan apabila tagihan sudah dibayar tetapi langsung melapor di hari yang sama, katanya sih uangnya bisa kembali. 
  • Namun apabila tagihan sudah dibayar dan enggak langsung dilaporkan, uangnya enggak bisa kembali lagi. Tagihan bulan-bulan ke depannya tentu akan disesuaikan. Tapi karena biaya pemakaian airnya enggak flat (progresif), jelas tetap akan merugikan pelanggan. 

Nah, beberapa waktu yang lalu, saya pernah mengalami kejadian ini. Sejak bulan Februari 2016, tagihan PDAM di rumah yang saya tinggali tiba-tiba membengkak. Pemakaian air yang biasanya hanya 3-6 m3 per bulan tiba-tiba menjadi 23 m3 per bulan. Tagihan di rumah yang saya tinggali kan selalu sekalian dibayar oleh ayah saya. Sayangnya, beliau baru menyadari hal tersebut pada bulan April 2016.

Bayangkan, kami bukan hanya dirugikan dengan angka pemakaian air yang enggak sesuai, tetapi juga sudah melunasi tagihan dengan jumlah yang sangat besar. Yup, biaya pemakaian air kan enggak flat, tetapi progresif. Pemakaian air di bawah 10 m3 biayanya Rp 3.300 per m3, di atas 10 m3 biayanya Rp 6.000 per m3, di atas 20 m3 biayanya Rp 9.400 per m3, dan seterusnya.

Maka, total tagihan PDAM selama 3 bulan yang seharusnya hanya Rp 97.200 menjadi Rp 414.600. Ada selisih Rp 317.400. Mungkin bagi sebagian orang, uang tersebut enggak seberapa ya. Tapi bagi saya, cukup loh untuk melunasi tagihan PDAM selama 9 bulan. Lumayan banget kan....

Lalu apa yang saya lakukan?

Pertama, melakukan laporan pengaduan melalui akun Twitter PDAM setempat (2 Mei 2016). Adminnya menjawab bahwa laporan saya akan segera disampaikan ke bagian terkait. Namun ditunggu hingga beberapa hari, enggak ada kabar lagi.

Kedua, menanyakan kelanjutan laporan saya melalui akun Twitter PDAM setempat (9 Mei 2016). Adminnya lalu meminta nomor telepon saya agar bisa dihubungi. Saya pun langsung memberikan nomor ponsel.

Ketiga, karena merasa bahwa proses pengaduan melalui Twitter cukup lambat, saya pun mencoba mengirimkan laporan pengaduan melalui email (10 Mei 2016). Saya melengkapi email tersebut dengan lampiran bukti pembayaran tagihan PDAM selama 5 bulan terakhir, foto angka pemakaian air di meteran, dan perhitungan pemakaian air versus tagihan. Akhirnya dibalas melalui DM Twitter (11 Mei 2016) bahwa untuk mengganti kelebihan bayar yang saya minta, tagihan pada bulan Mei 2016 akan menjadi 0 m3. Hmmm....

Keempat, berhubung belum puas, saya meminta suami untuk langsung datang ke bagian pengaduan di kantor PDAM (12 Mei 2016), membawa berkas yang sama dengan yang saya lampirkan di dalam email. Tujuannya untuk mengetahui alasan apa yang menyebabkan angka pemakaian air enggak sesuai dengan aslinya, serta meminta pengembalian kelebihan bayar dalam bentuk uang.

Rupanya, pada bulan Februari 2016 terjadi human error. Oke lah, dimaklum, namanya manusia pasti bisa salah. Namun untuk bulan Maret dan April 2016, masih menjadi misteri kenapa menggunakan data dari tagihan bulan Februari 2016, bukan dari laporan petugas pencatat meteran.

Mengenai pengembalian kelebihan bayar dalam bentuk uang, PDAM hanya akan memberikan tagihan 0 m3 sampai angka pemakaian air di meteran mencapai angka yang sudah kami bayar. Saya kecewa dong. Penggantian berupa pemakaian air tentu merugikan karena kami sudah membayar dengan tarif progresif. Masih harus membayar administrasi Rp 17.000 per bulan pula. Tapi mau bagaimana lagi, ya sudahlah terima saja.

Eh, tiba-tiba seminggu kemudian (18 Mei 2016) rumah saya didatangi petugas dari bagian pengaduan di PDAM. Petugas tersebut mencocokkan angka pemakaian air di meteran serta menyampaikan pesan dari kepala bagian pengaduan bahwa biaya administrasi bulanan akan ditanggung oleh beliau. Jadi kami enggak perlu membayar apapun sampai angka pemakaian air di meteran mencapai angka yang sudah kami bayar. Nanti bukti pembayarannya akan dititipkan melalui petugas pencatat meteran. Alhamdulillah.... Klop deh perhitungannya.

Dan ternyata memang benar, pada bulan Juni, saya mendapat bukti pembayaran tagihan PDAM bulan Mei 2016 melalui petugas pencatat meteran. Meskipun enggak dikembalikan dalam bentuk uang dan prosesnya cukup panjang, tentu saja saya merasa salut pada kesediaan PDAM Tirtawening Kota Bandung dalam menerima pengaduan dari saya dan menyikapinya dengan cara yang paling memungkinkan. Terima kasih....

Pelajaran untuk ke depannya, apabila tagihannya enggak wajar, jangan langsung dibayar deh. Harus dicek dulu dan langsung dilaporkan ke bagian pengaduan PDAM. Plus enggak boleh berburuk sangka juga. Soalnya saya sempat mengira kesalahan tagihan tersebut disebabkan kelalaian petugas pencatat meteran. Maaf ya, Pak....

48 comments :

  1. Pernah, Mba. Emang sih waktu itu lagi banjir gede, jadi petugas susah cek meteran. Alhasil ditembak tagihannya. Tapi beberapa bln ke depan bayarnya jadi murah sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya bln ke depannya jd dbikin lbh murah :)
      cmn herannya kalau terpaksa ditembak knp ga liat dr history penggunaan yah :D

      Delete
  2. Kalau saya mah alhamdulillah mbak belum pernah sampai membengkak karena rutin cek gitu loh.

    ReplyDelete
  3. tahun kmrn aku ngalamin ini, tagihan membengkaknya jadi berkali2 lipat. yg tadinya cuma 40rebu, jadi sampai 200 rebu. dan itu berlangsung sampe setahun lebh. cek meteran udah, sampai komplen ke pdamnya. tetep aja. masalah terselesaikan setelah aku ngotot minta ganti meter air.. alhamdulillah kembali normal.

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah, tagihan pam dirumah gak pernah membengkak,,,,mudah2an jgn sampe deh

    ReplyDelete
  5. Hai Nath, saya mau kasih saran nih ya, kalau mengalami pelayanan yang kurang baik dari lembaga apapun (termasuk contohnya PDAM ini), lebih baik langsung ke customer service-nya, bukan ke admin social medianya.
    Sebab, admin social media biasanya hanyalah orang rekrutan yang bukan karyawan langsung dari lembaga tersebut. Admin ini biasanya buzzer-buzzer yang direkrut dari agensi public relation, mereka kadang-kadang cuma diberi product knowledge seadanya untuk melancarkan tugas meningkatkan branding dari lembaga tersebut. Tapi kompetensi mereka dalam meladeni keluhan pelanggan, paling-paling hanya sampai menerima keluhan, lalu melanjutkannya ke lembaga itu. Bahwa lembaga itu mau mendengarkan laporan dari admin socmednya, itu urusan belakangan (dan seringnya tidak).

    Dan itu menjelaskan kenapa keluhan Nathalia melalui Twitter PDAM tidak direspons dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, krn saya ga ada wkt dtg ke bag pengaduannya, ya saya minta tolong lewat sosmed, spy disampaikan ke bag pengaduan... sebenernya responnya cpt loh, yg lama itu justru follow up dr bag yg bersangkutannya :)

      Delete
  6. Aku belum paham soal tagihan air ataupun listrik, kecuali pas disuruh buat syarat untuk subsidi uang kuliah, hihi.

    Sayangnya, kadang ada aja malah orang yg dengan sengaja mengurangi jumlah tagihannya, jadi semacam apa ya namanya, ngutak-ngatik gitulah, jadinya bayar lebih sedikit dari yang seharusnya.

    ReplyDelete
  7. Wah.. duit 300an itu bukan jumlah yang sedikit.. untung saja bisa balik walaupun gak tunai ya.. masalah tagihan yg gak sesuai ini sepertinya masalah umum di berbagai daerah.. harus diperangi bersama..

    ReplyDelete
  8. Waduwww lumayan juga tuh 300 ribuan Mba. Tapi emang iya sih ya, nggak baik kalo berburuk sangka duluan sama petugasnya. Tapi kalo waspada kan boleh aja.

    ReplyDelete
  9. wah saya hanya anak kost yang masih kurang paham yang beginian, biarlah ibu kost yang mengurusnya, hehe

    ReplyDelete
  10. Aku pernah, mba. Sudah lapor ke kantor PDAM tapi petugasnya nggak langsung ke tkp. Ya, kitanya yang mesti giat meminta petugas mengecek meteran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh gt... untungnya klo dsini petugas pencatat meterannya disiplin

      Delete
  11. mbaaaaaaak murah sekaliiiii 97ribuuuu
    aku tiap bulan 300ribu ga pernah kurangg huhuhuh
    padahal pemakaiannya normal2 aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. 97rb itu 3 bln loh mba, jd sbulan rata2 25-30rb :D
      emang mba echa pemakaian per bulannya brp m3?

      Delete
  12. Replies
    1. saya jg pake :D
      eh, maksudnya nyedot air tanah mba? di sini air tanahnya jelek, udah pake filter jg tetep aja kotor...

      Delete
  13. nggak nyangka juga sih kak complain nya bisa dapet penanganan bagus. alhamdulillah ya, kak :)

    ReplyDelete
  14. Walaah, ternyataa.. PDAM pun ada yg begitu.. untungnya saya pakai air sumur, jdi gak pakai PDAM :)

    ReplyDelete
  15. tipnya sangat bermanfaat, sekalipun saya di rumah enggak pakai air pdam, tapi kadang tagihan listrik pun suka membengkak di luar kewajaran, dan harus diurus" deh :) bagaimana pun kalau tagihan enggak wajar jumlahnya ya patut dicurigai :)

    ReplyDelete
  16. Hhmmm aku baru tahu loh mba, tagihan air itu bayar.. Aku kira listrik aja.. Atau selama ini aku yang gak tau ya.. Secara semua ada yang handle, jadi yang ku tahu bayar listrik hehehe

    ReplyDelete
  17. HMmm 2 bulan lalu tagihan yg biasanya sekitar 50-60rb tiba2 jadi 90rb. Tapi aku mikirnya positif aja mungkin karena aku selalu pergi & pagar terkunci, petugasnya nggak bisa merecord, jadi dia main kira2, trus di benerin di bulan berikutnya kekurangannya. Soalnya cara merecordnya skrg difoto pakai hp jadi aku percaya aja. Next time aku cek ah angkanya. Bener nggak segitu.

    ReplyDelete
  18. Hah???? Banyak amir sampai 400 ribu. Cobain ngecek punyaku juga ah. Soale mulai ada kenaikan juga

    ReplyDelete
  19. Tagihan bulan kemarin naik 2x lipat dan tagihan bulan ini naik 2x lipat...bingung saya klo harus adu otot sama petugas pdam..soalnya ini meteran baru 1thn'an..dan msalah sebelumnya mengadu tp cuma diketawain..sedihkan jadi customer tp keluhanya cuma jadi bahan ledekan..😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah masa diketawain? :(
      angka di meterannya sesuai dgn angka di tagihan?

      Delete
  20. skrg giliran saya yg kena biaya g jelas dari PDAM lokasi sy di sukabumi, sblmnya sy mau cerita rmh saya (sukabumi) jarang ditempati terakhir ditempati sktr 40 hari nah karena merasa memang lama blm bayar PDAM (karena jarang dirumah) biasanya pihak administrasi sudah memaklumi (pembayaran PDAM 3bln terakhir paling tinggi hanya 35rb) dan sesampainya di sukabumi (blm sempat buka kunci rumah saya memutuskan untuk bayar air dulu (kantor cabangnya tdk terlalu jauh dari rmh hanya sekitar 50meter) sesampainya disana saya kaget tagihan air saya melonjak drastis sampai >1JUTA!!! what the hell is going on?! otomatis saya langsung menanyakan kenapa ini bisa melonjak? kalau memang benar sebesar itu kemana air itu ngalir coba??! sy sempet debat dengan pihak administrasi (bukan orang yang biasanya menerima saya/pihak ke-3) apa yang harus saya lakukan? meteran air dengan tagihan sudah di cek ternyata memang sebesar itu tp siapa yang memakainya? rumah dalam keadaan kosong+terkunci pagar tinggi, kolam sebelumnya saya curiga air itu mengalir ke kolam ikan depan rumah saya tapi sesudah di cek ternyata kolam ikan pun kering! saya sangat kebingungan dan kecewa dengan pelayanan bagian administrasi PDAM tersebut beliau seperti tidak ingin tahu dengan tagihan yang seperti itu dan mengancam air akan diputus dari rumah bila tidak membayar... terakhir pihak PDAM menyarankan untuk di cek ulang besok (senin) tidak tahu di cek apanya.... bagi yang punya saran tolong kirimkan segera ke email saya ihsan_nawawi@yahoo.com :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama aq juga..air pam cm buat teras aja..yang didalam pake air sumur. Tagihan biasa cm 58ribuan jadi sejutaan lebih...kebayang gimana rasanyatuh pusing..gliyeng2..

      Delete
  21. wahh aku sampai tagihan 2jt padahal pemakaian pdam cuma 1 kamar gak wajar banget kan

    ReplyDelete
  22. alhamdulillah, tagihan pam dirumah gak pernah membengkak,,,,mudah2an jgn sampe deh

    ReplyDelete
  23. Saya lagi kena nih masalah sama tagihan ...biasanya per bulan cm kena 59rb ..bulan kemaren lupa gak bayar..eh bayar2 kena 1jutaan....syok bgt rasanya...astagfirullah...mau nangis rasanya..

    ReplyDelete
  24. Saya juga lagi kena kasus yg sama..
    Saya baru nempatin rumah 2 bulan (ngontrak).Bulan pertama hbs 51 m3 habis 400rb an padahal sy jarang banget nyalain air pam nya..sebulan paling 6-7x nyalain pamnya. Karena saya kerja dan istri juga kerja tinggal serumah ber 2 dan pagi selalu di tinggal kerja pagi smpai sore sama sy dan istri.pas udh wktunya bayar sy coba dtang ke PDAM buat bayar tagihan waladalah hbsnya banyak bget padahal jrang buka air PAM nya tp sy belum komplain sy blm paham jg.nah di bulan ke 2 sama hbsnya segitu jg dan sy komplain tetapi posisi udah di bayar tagihanya..esoknya si petugas datang buat cek katanya ada kebocoran jd harus di ganti semuanya.trs kl masalah ky gitu uang sy yg selama 2 bulan itu bisa di kembalikan ga ya.kan itu kesalahan PDAM nya krena bocor bkn karena pemakaian sy.

    ReplyDelete
  25. Saya mau tanya kalo misalnya saya pasang baru okt 2016 di perumahan...lalu pertama saya diminta menambah sejumlah uang alasannya jika tidak mau membayar maka tidak akan dipasang cepat...min 6 bulan-12 bulan baru dipasang lalu setelah bayar uang tambahan tersebut dia tidak mau memberikan bukti pembayaran resmi.. pada saat pengajuan Dr pihak perumahan hanya suru menandatangani dan dittd oleh agent..tetapi semua dikosongkan..setelah dipasang jg TDK ada dokumen yg diberikan dan di TTD dan tidak mendapat nomor id pelanggan..setelah ditanya dijanjikan akan diberikan ke alamat rumah.lalu tdk kunjung diberikan juga 1 bulan saya tanya LG 2 bulan Syawal tanya lagi 3 bulan saya tanya lagi dijanjikan terus dia bilang sebelum diberikan id pelanggan gratis digituin saya...id pelanggan setelah keluar akan dikirimkan kerumah dan setelah dpt id pelanggan baru bisa keluar tagihan... Tetapi yg JD masalah tiba" org perumahan datang PD bulan ini BIL tagihan belum dibayar dan meninggal JD harus diputus... Tp tidak diputus...lalu saya menghubungi mencari tau masuk ke wilayah mana stlh itu saya langsung datang untuk bertanya id pelanggan saya mana dan tagihan saya mana gimn saya bisa byr KLO saya tidak diberikan idpel.. setelah berdebat akhirnya di kasi kertas print biasa dgn catatan Jan 2017 pemakaian 0 kepala 26 RB denda 10 persen(sebenarnya sudah ada pemakaian) bulan Februari 2017 pemakaian 44 m3 + denda 10 persen Maret sekian kubik denda 10 persen April tulis tangan sekian kubik denda 10 persen... Denda administrasi keterlambatan 440 RB (beliau BIL biaya pemutusan) pdhl ga diputus hanya status di komputer ditulis putus... JD setelah itu saya baru dikasi id pelanggan... Saya keberatan karena kesalahan PDAM sendiri gak memberikan id pelanggan dan saya tanya selalu belum keluar ternyata keluar tagihan begitu dan harus saya byr 1 juta lebih hari itu jg dengan biaya cash/transfer ke rek pribadi pimpinan gak bisa debit dll...saya gak mau saya tinggal pulang pertama saya keberatan karena gak dikasi kasih id pelanggan saya harus bayar denda 10 persen perbulan plus ADM keterlambatan 440 RB dengan total 1 JT lebih...dibana jika saya belum mau membayar hari itu akan dikenakan denda 10 persen LG dan administrasi keterlambatan bisa bertambah jadi 880 RB dan 1,8 JT yg sebelumnya dikenakan 440 RB...(dan beliau pun berkata pihak PDAM d dan pihak perumahan sudah ada sistem saling bantu..entah maksudnya apa) saya minta diperbaiki tagihannya...dan d saya keberatan dengan denda dan administrasi
    d yg besar itu lebih besar Dr lintah darat..tp beliau BIL gak bisa sudah mmasuk ke tagihan...biasa saja saya dirumah yg satu lagi jika telat bayar akan dikirimkan surat peringatan dsb..lalu saya ke perumahan dan saya komplen jg lewat perumahan..beliau menyalahkan PDAM dan hanya BIL itulah jeleknya pake PAM dan menawarkan jasa air sumur Zzzz.... Saya JD bingung harus mengadu kemana.. sedangkan pihak cab PDAM dgn perumahan saling kerjasama saling membantu.. JD kaya ada KKN gitu..JD bukan saya TDK mau membayar..saya mau membayar sesuai dengan penggunaan saya...tetapi saya tidak bisa membayar karena idpel gak keluar keluar tiba" yg DTG cuma bilang mau putus itu pun org perumahan bukan org PDAM kan aneh...apa yg harus saya lakukan...? Bagaimana saya harus melapor karena PDAM cab tersebut jg tidak bisa memberikan titik tengah hanya suru bayar itu semua berikut denda 10 persen per bulan dan administrasi keterlambatan yg akan terus bertambah padahal saya baru mendapatkan id pelanggan itu baru beberapa hari ini itupun karena saya berdebat dl bisa mau putus bisa keluarin tagihan Tp id pelanggan gak ada"... Baru dikasi idpel tersebut..nah skrg apa yg harus dilakukan...padahal kesalahan bukan disaya..

    ReplyDelete
  26. tagihan saya 2jt mbak... padahal belom pernah pake air karena rumah baru jadi belum ditinggalin

    ReplyDelete