Sunday, September 11, 2016

20Fit: Sehat dan Bugar Hanya Dalam 20 Menit

20fit

Biasanya teman-teman kalau olahraga butuh waktu berapa lama? Satu jam? Dua jam? Saya sih rata-rata olahraga (senam atau lari) itu paling juga setengah sampai satu jam saja. Tapi karena enggak dilakukan secara konsisten, jadi hasilnya kurang memuaskan. 

Kepingin banget daftar jadi member gym, supaya program latihannya lebih teratur dan terarah. Tapi ya itu, waktunya enggak ada. Sudah full sama kegiatan ibu rumah tangga seperti mengasuh anak dan mengurus rumah. Ditambah pekerjaan membantu perusahaan keluarga dan ngeblog juga. Makanya, saya hanya bisa curi-curi waktu olahraga setelah selesai salat Subuh. Di rumah saja. Belum ada kan gym yang buka jam segitu? Hihihi....

Hingga beberapa bulan yang lalu saya mengetahui sebuah tempat fitness yang membuat penasaran dari Instagram. Namanya 20FIT. Kenapa menarik? Karena hanya dengan latihan selama 20 menit, kita bisa mendapatkan hasil seperti nge-gym selama dua jam. Wow! Dan enggak menggunakan alat berat pula. Asyik banget. Yup, selain karena enggak ada waktu untuk nge-gym, sebenarnya saya memang agak takut nge-gym karena seram sama alat beratnya. Khawatir cedera. Selain takut air, saya juga memang ciut sama alat berat, heuheu....

Sebagai pengganti alat berat, 20FIT menggunakan teknologi Electro Muscle Stimulation (EMS) untuk memberi stimulasi pada otot. Atau bahasa simpelnya sih ototnya disetrum supaya latihannya bisa lebih efektif. Kira-kira begitulah pengetahuan singkat mengenai 20FIT yang saya dapatkan dari hasil baca-baca di website-nya. 

Namun rupanya saya baru memiliki kesempatan untuk mencoba latihan di 20FIT beberapa minggu yang lalu. Rasanya campur aduk banget. Antara senang, enggak sabar, tapi deg-degan juga takut ngos-ngosan enggak kuat, hehehe....

Untuk bisa berlatih di 20FIT, saya harus mem-booking waktunya terlebih dahulu. Caranya mudah kok. Buka saja website-nya, pilih studionya (saat ini sudah terdapat 29 studio), lalu tentukan waktunya (mulai pukul 6 pagi sampai pukul 9 malam). Ketika itu saya memilih waktu latihan hari Minggu tanggal 28 Agustus 2016 pukul 09.45-11.00 WIB di studio 20FIT Bandung.

20fit

Selanjutnya Mba Yuli, customer service 20FIT Bandung langsung menghubungi saya untuk konfirmasi. Beliau juga memberi informasi bahwa baju latihan khusus akan dipinjamkan. Air mineral, handuk untuk latihan, serta handuk dan peralatan untuk mandi juga sudah tersedia. Kalau mau, saya hanya perlu membawa sepatu sport. Tapi enggak wajib kok, kalau enggak pakai juga enggak apa-apa. Berhubung berhijab, yang pasti saya perlu membawa manset dan legging, karena panjang baju latihannya hanya sesiku dan panjang celana latihannya hanya selutut.

Sehari sebelum jadwal yang sudah ditentukan, customer service 20FIT kembali menghubungi. Mas Rendy mengingatkan jadwal latihan saya dan memohon agar datang 10 menit sebelum waktu latihan dimulai.

Pukul 9.30 keesokan harinya saya sudah tiba di studio 20FIT Bandung. Cuaca hari itu agak mendung, bahkan sempat gerimis juga. Duh, dingin-dingin begitu paling enak memang tidur-tiduran di kasur sambil selimutan, hehe... Tapi kali itu saya lebih antusias untuk latihan. Soalnya sudah penasaran banget.

Ketika datang, saya langsung disambut dan diberi selembar formulir yang harus diisi dan ditandatangani. Pertanyaannya seputar data diri, riwayat kesehatan, dan kebiasaaan olahraga. Tentu saya mencoba menjawab sejujur mungkin agar trainer-nya bisa menyesuaikan level latihan sesuai dengan kondisi saya.

Setelah semuanya terisi, saya diberi semua perlengkapan latihan plus kunci loker. Saya pun langsung berganti pakaian dan menyimpan tas di loker. Sementara Jav dan ayahnya yang ikut mengantar bersantai di ruang tunggu. Suasananya nyaman sekali. Kesan pertama saya berada di studio ini adalah tempatnya modern, fasilitasnya lengkap, dan pegawainya sangat ramah. Bahkan seorang office boy menawarkan teh atau kopi untuk suami.

20fit

Namun di ruang ganti, cukup kaget ketika menyadari bahwa saya lupa membawa jilbab untuk latihan, hiks.... Terpaksa deh latihan mengenakan jilbab yang sudah dipakai. Sedih, soalnya setelah selesai latihan di 20FIT, kami akan main ke rumah teman suami dan juga ke rumah orang tua suami. Masa jilbabnya dipakai latihan, basah dong kena keringat. Tapi ya bagaimana lagi, pasrah saja deh. Toh, warna jilbabnya jadi serasi sama Mba Ayu, trainer saya hari itu, hohoho....

Selesai berganti pakaian, Mba Ayu membimbing saya untuk menggunakan mesin yang secara sepintas mirip alat penimbang badan. Mesin ini memang bukan alat penimbang badan biasa karena dapat menghitung komposisi masa di dalam tubuh. Wuih, canggih. Namanya InBody Analyzer. Mba Ayu berjanji akan menjelaskan hasilnya setelah saya selesai latihan.

20fit

Lalu saat yang dinantikan pun datang juga. Saya diajak masuk ke studio mini. Di sana sudah tersedia rompi dan sabuk yang dipenuhi dengan kabel. Mba Ayu menyemprot bagian dalam rompi dan sabuk tersebut dengan air sambil bertanya "Sudah sarapan?", "Tadi malam tidurnya cukup?", "Sudah pernah yoga?", dan lain-lain. Kemudian beliau membantu saya untuk mengenakan perlengkapan yang sudah basah tersebut. Selain rompi untuk tubuh bagian atas, badan saya juga dipasangi sabuk di bagian lengan, pinggul, dan paha. Brrr dingin, hihihi....

20fit

Sambil memberikan waktu pada saya untuk melakukan peregangan, Mba Ayu memberi penjelasan bahwa pakaian yang basah dapat memudahkan aliran listrik menuju ke otot. Listriknya berasal dari mesin EMS Miha Bodytech. Yup, di dalam studio tersebut terdapat dua buah mesin EMS dari Miha Bodytech yang diimpor dari Jerman. Selain memberikan hasil latihan yang maksimal dalam waktu yang minimal, teknologi ini juga aman bagi persendian. Bahkan pada mulanya, latihan ini ditujukan untuk terapi bagi penderita stroke loh. Hooo, saya pun semakin takjub sambil mengangguk-angguk.

20fit

Selanjutnya Mba Ayu menyambungkan kabel di rompi dengan mesin EMS Miha Bodytech. Selama tiga menit pertama, latihan hanya berisi adaptasi dengan listrik yang dialirkan secara terus-menerus. Mba Ayu mulai mengalirkan listrik di bagian lengan, punggung, sayap, pinggang bagian belakang, perut, dada, pinggul, hingga paha. Levelnya tentu diawali dari yang paling rendah, kemudian terus naik secara perlahan hingga dirasa cukup berat. Entah kenapa di pinggang bagian belakang rasanya kencang sekali, makanya saya meminta agar levelnya dikurangi. Sebaliknya, karena menggunakan celana latihan yang dilapis legging, listriknya kurang terasa di bagian paha. Maka di bagian tersebut, listriknya disetel sampai level yang paling tinggi.

20fit

Apabila sudah sering latihan, bagian adaptasi ini bisa dilewat. Jadi latihan intinya dilakukan selama dua puluh menit penuh. Karena baru pertama kali, latihan inti yang saya dapatkan hanya sepuluh menit. Ada beberapa gerakan yang saya lakukan ketika itu, mulai dari squat hingga plank. Yang pasti semuanya mencakup lima aspek latihan, yaitu cardio, strength, flexibility, balance, dan core.

Adapun listriknya diberikan secara berkala setiap empat detik. Jadi ketika Mba Ayu memberi aba-aba "Go!", listrik mengalir selama empat detik dan saya melakukan gerakan yang sudah dicontohkan sambil membuang nafas secara perlahan. Lalu ketika Mba Ayu mengatakan "Rest....", listrik berhenti mengalir selama empat detik dan saya kembali ke posisi normal sambil mengambil nafas. Setiap gerakan diulang sekitar delapan kali. Namun semakin lama semakin terasa berat karena level listriknya terus ditingkatkan. Rasanya? Seru banget! Hahaha.... Karena hitungannya jalan terus, jadi enggak ada waktu untuk ngarenghap (istirahat dan mengambil jeda sejenak).

20fit

20fit

20fit

20fit

20fit

Terakhir, tujuh menit sisanya digunakan untuk body relaxation. Listrik dialirkan lagi secara terus-menerus dengan level ringan sambil melakukan gerakan agar otot kembali rileks. Fiuh....

Latihan pun selesai. Meski 'hanya dua puluh menit' dan gerakannya 'hanya gitu-gitu doang' tapi rasa cape dan keringatnya sama dengan nge-gym selama dua jam loh. Akhirnya saya diberi kesempatan untuk istirahat dan minum. Sebagai bonus saya juga dibantu melakukan gerakan peregangan otot yang baik dan benar. Gerakan tersebut bisa diulang di rumah kalau badan terasa mulai pegal. Pasti pegal, apalagi bagi orang yang olahraganya kadang semangat kadang malas seperti saya, heuheu....

Setelah selesai mandi air hangat dan berganti pakaian, badan terasa lebih ringan dan segar. Mba Ayu kembali menghampiri untuk menjelaskan hasil analisis tubuh saya. Alhamdulillah, Jav dan ayahnya juga kebagian. 

20fit

Begini hasil analisis milik saya. Berat badan 49,2 kg dan tinggi badan 159 cm, jadi body mass index (BMI)-nya 19,5. Meskipun nyaris masuk ke kategori kurus, tapi masih ideal lah ya. Namun... eits tunggu dulu. Jangan jadikan berat badan sebagai patokan loh, lihat juga dong bagaimana komposisi di dalamnya.

Ternyata hasil analisis body composition saya cukup mencengangkan. Muscle mass, total body water, protein, fat free mass, dan mineral-nya di bawah standar. Begitu juga dengan hasil obesity diagnosis-nya. Percent body fat dan waist-hip ratio-nya di atas standar, sedangkan basal metabolic rate-nya di bawah standar. Kesimpulannya fitness score saya yaitu 68. Dan kalau mau lebih sehat dan bugar, sebaiknya saya mengurangi fat (lemak) sebanyak 3,6 kg serta menggantinya dengan muscle (otot) sebanyak 8,8 kg. Glek! 

Nah kata Mba Ayu, dengan latihan di 20FIT secara teratur, dua kali seminggu, maka dalam enam kali latihan dapat mengurangi lemak sebanyak 2% dan menambah otot sebanyak 2% juga. Menggiurkan sekali ya. 

Teman-teman tertarik juga kah? Berikut informasi biaya latihan di 20FIT ;)

20fit

~~~

20FIT Bandung
Jalan Terusan Dr. Sutami Kav. 3 Sarijadi Bandung 40151
Website: www.20fit.co.id
Facebook: 20FIT 
Twitter: 20FIT
Instagram: 20FIT

30 comments :

  1. Wuih mantap. Bikin kabita sama tempat kayak gini. Tapinya... jauh dari Soreang. *Emang Soreang mah jauh dari mana-mana kaliii* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. apa ya yg kmarin deket dr soreang teh, oh itu kampung batu :D

      Delete
  2. waw... kayaknya latihannya agak berat ya, tapi karena aad pendamping mungkin menjadi lebih nayman ya bagi pemula

    ReplyDelete
  3. wah harganya lumayan juga ya, sama kayak fitness
    sensasinya gmn itu mbak? kesetrum gitu atau gmn sih ya? haha penasaran

    ReplyDelete
  4. Buat yang ga punya banyak waktu exercise rutin dan sibuk kayaknya cocok banget latihan kayak gini, ya. hehehe Pernah bahas ini juga bareng temen. Sehat terus ya teh Lia... :*

    ReplyDelete
  5. aku pernah lewat aja tempat ini..
    Ow ternyata begitu cara kerja olah raganya ya..
    Haseek..ayo..ayo..sehat ..sehat!!

    ReplyDelete
  6. harus di sempetin nih kayak gini,.. biar sehat terus dan terhindar dari penyakit..

    ReplyDelete
  7. wahh lumayan deket dari rumah nih... tinggal giman caranya menghalau rasa malas aja :((((

    ReplyDelete
  8. Ini sih singkat padat dan jelas hasilnua hihihihi.... cocok buat yang ga suka berlama-lama olahraga..

    ReplyDelete
  9. Aku pengen banget nyobain ini Teh, reviewnya wara-wiri di temlenku, hihi.
    Tapi belum ada di Palopo nih. Semoga pihak 20fit baca komenku dan segera buka cabang di Palopo. Amin :)

    ReplyDelete
  10. Mba Nathalia, aku juga pengen nyoba tapi belum terwujud.
    Tapi nggak tahu ya apakah kuat menerima setruman seperti itu. Hihiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi... kuat lah, kan pelan2 dimulai dr level yg paling rendah :)

      Delete
  11. Wuiis kerenvanget yah latihannya, memang kalau mau sehat harus usaha yah..

    ReplyDelete
  12. lah, mbak nathalia aja yang kurus, lah aku ini apakabar lemaknya menyebar dan posesif :v

    ReplyDelete
  13. Mbaaa..jadi khawatir ih.. Saya 160cm dan cuma 42kg. Udah ya ngga ideal,,pegimana dg body composition sayaaa? Ah..jadi pengen nge-gym. -_-

    ReplyDelete
  14. Wah, pernah lihat di tipi nihhh..hihi

    ReplyDelete