Thursday, May 9, 2019

3 Lokasi Termurah Menjual Rumah di Bandung


Bandung adalah kota favorit saya. Bagaimana enggak, saya lahir dan tinggal di Bandung, hihihi.... Ternyata saya enggak sendiri. Bandung juga menjadi salah satu kota favorit orang-orang dalam pencarian rumah loh. Berdasarkan data dari portal properti Lamudi.co.id, sepanjang tahun 2018 lalu, Bandung menjadi kota kedua favorit pencarian rumah setelah Jakarta Selatan. 

Sepanjang tahun 2018 lalu, setiap bulannya ada sekitar 22.267 orang yang berencana untuk membeli rumah di Bandung. Sekadar info nih, rata-rata harga jual rumah Bandung mencapai Rp 7.623.895 per meter persegi. 

Nah, bagi teman-teman yang berencana untuk membeli rumah di Bandung, apakah tahu di mana lokasi yang menjual hunian murah di Bandung? Berdasarkan data dari Lamudi, kawasan yang paling murah jual rumah Bandung berada di daerah Arjasari, dengan rata-rata harga hunian mencapai Rp 3.694.444 per meter persegi. 

Beralih ke kawasan selatan, di sana terdapat sebuah area yang diberi nama Katapang. Rata-rata harga rumah di sana mencapai Rp 4.100.000. Banderolan tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga jual rumah Bandung Selatan lainnya. 

Harga jual rumah Bandung murah lainnya berada di kawasan Kacapiring. Di sana teman-teman bisa menemukan hunian dengan harga rata-rata mencapai Rp 4.125.000 per meter persegi. 

Mart Polman, Managing Director Lamudi.co.id mengatakan, banyaknya pemburu properti mencari hunian di Bandung disebabkan karena kota berjuluk Paris Van Java tersebut menjadi salah satu ibu kota terbesar di Indonesia. Pertumbuhan perekonomian di kota ini juga selalu menunjukkan tren yang positif. Contohnya seperti data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Kota Bandung. Pada tahun 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi di Bandung mencapai 7,79%. Meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 7,64%. 

Masifnya pembangunan infrastruktur juga dijadikan salah satu indikator menggeliatnya bisnis properti di Bandung. Contohnya seperti adanya pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung serta pembangunan jalan tol layang Jakarta-Cikampek. Kedua proyek ini dapat mempercepat perjalanan dari Jakarta menuju Bandung. 

Bukan hanya itu. Kondisi wisata alam yang sangat asri di Bandung Selatan juga bisa dijadikan prospek yang menjanjikan untuk bisnis properti. Apalagi untuk masyarakat di kota besar seperti Jakarta. Hal ini juga didukung oleh industri tekstil yang kian berkembang di Bandung. 

“Kepadatan penduduk di Kota Bandung, nantinya akan membuat pencari properti akan membeli hunian di kawasan Kabupaten Bandung, salah satunya adalah Bandung Selatan,” kata Mart. 

Pilihan mulai bergeser ke hunian vertikal 

Menariknya, tren pencarian properti di Bandung kini telah mengarah ke hunian vertikal. Buktinya, saat ini di Bandung telah marak dibangun beragam apartemen yang menawarkan berbagai kelebihan. Salah satunya seperti PT Belaputera Intiland yang membangun sebuah apartemen di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat. 

Menurut Marketing Manager PT Belaputera Intiland, Raymond Hadipranoto, potensi pasar untuk di segmen apartemen masih terbuka lebar. Baik bagi mereka dengan motivasi untuk ditinggali atau investasi. 

Raymond mengatakan, pihaknya sengaja membangun apartemen ini karena melihat potensi yang besar untuk apartemen. Hal ini disebabkan karena lahan di Bandung semakin lama semakin berkurang, harga rumah pun kian lama kian merangkak naik. Jadi pilihannya nanti masyarakat akan mencari hunian vertikal sebagai tempat tinggal. 

“Apartemen ini sengaja dikembangkan untuk menyasar kelas menengah, harga unit apartemen yang kita tawarkan ini cukup murah, yakni Rp 350 juta,” kata Raymond.

3 comments :

  1. Saya pindah ke Bandung 7 tahun Teh karena ikut suami kerja. Dan emang ya harga rumah di Bandung sekarang mihil mihil....

    ReplyDelete
  2. 3.694.444 per meter persegi ini tanah + bangunan atau tanahnya aja beb?

    ReplyDelete