Friday, July 26, 2019

Jangan Langsung Ditutup, Inilah Cara Rawat Luka yang Benar

cara rawat luka yang benar

Menjalani hubungan LDM sama suami, berarti harus mandiri. Termasuk mengganti air minum isi ulang sendiri. Alhamdulillah, selama ini saya enggak pernah kesulitan mengangkat-angkat galon. Asalkan enggak sedang hamil sih, oke oke saja. Tapi saya seringnya kesusahan membuka segelnya, makanya perlu bantuan pisau. Nah kemarin, mungkin karena kurang hati-hati, pisaunya meleset. Kena jari dan berdarah deh.

Setiap hari, kita memang enggak bisa lepas dari kegiatan-kegiatan yang rentan terhadap datangnya luka. Entah luka sayat ataupun luka gores pada kulit. Sayangnya, masih banyak loh yang enggak tahu bagaimana mengatasi luka yang benar sesaat setelah luka terjadi.

Kebanyakan orang langsung menutup luka dengan plester tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Padahal kulit yang terbuka karena luka sangat rentan terkontaminasi bakteri yang ada di tanah ataupun udara. Efeknya, bukannya sembuh, justru luka malah terinfeksi saat ditutup. Lalu bagaimana cara rawat luka yang benar?

Tips Rawat Luka Bebas Infeksi 

Langkah pertama untuk menangani luka yang baru saja terjadi adalah dengan melihat, apakah luka tersebut mengeluarkan banyak darah atau enggak. Jika luka mengeluarkan banyak darah, siapkan bantalan kasa anti lengket terlebih dahulu. Tekan bagian yang mengeluarkan darah dengan lembut dan perlahan-lahan. Pastikan menggunakan bantalan kasa yang bersih dan steril untuk mengurangi risiko kontaminasi terhadap luka yang terbuka. Namun jika luka enggak mengeluarkan banyak darah, cukup seka luka tersebut dengan kapas sampai luka benar-benar terlihat. 

Selanjutnya, lakukan pembersihan pada area luka. Gunakan air mengalir yang bersih untuk menghilangkan debu-debu serta kotoran yang menempel di permukaan luka. Cara yang kedua ini sering kali diabaikan banyak orang saat rawat luka. Alhasil, kotoran ikut tertimbun bersama dengan plester yang menjadi penutup luka. Kotoran ini nantinya akan mencegah luka sembuh dan menimbulkan infeksi lain yang bisa memperparah luka. Pastikan untuk membersihkan luka sampai ke sela-sela hingga enggak ada satu kotoran pun yang tertinggal. 

Setelah dibersihkan dan dicuci menggunakan air mengalir, selanjutnya adalah proses desinfeksi. Proses ini juga sangat penting mengingat beberapa bakteri enggak bisa dihilangkan hanya dengan air bersih saja. Gunakan cairan desinfektan yang aman untuk menghindari risiko luka semakin parah. Gunakan kapas steril untuk mengusapkan desinfektan secara perlahan-lahan ke permukaannya. Jangkau semua sisi untuk memastikan luka sudah benar-benar bersih dari bakteri yang mengontaminasi. 

Jika sudah bersih, maka langkah rawat luka selanjutnya adalah menutup luka dengan plester luka. Pastikan untuk menggunakan plester luka yang lentur agar luka enggak semakin parah karena terkena plester tersebut. Pastikan juga untuk menggunakan plester yang memiliki bantalan silver antibiotik agar proses penyembuhan luka di bawah plester bisa berjalan dengan cepat tanpa infeksi. 

Untuk pilihan plester luka, Hansaplast ahlinya. Didesain sebagai plester rawat luka yang elastis, Hansaplast bisa menyesuaikan dengan kontur dan aktivitas kulit di bawahnya. Katakan selamat tinggal pada luka yang meregang terkena plester yang kaku. Selain itu, bantalan silver yang ada di bawahnya akan melepaskan antibiotik dan membantu penyembuhan luka secara perlahan-lahan.

10 comments :

  1. Wah kalau solusi untuk luka ya memang Hansaplast ini ya Mbak

    ReplyDelete
  2. Wah bisa dicoba nih Mbak tipsnya kalau kaki atau tangan sedang terluka

    ReplyDelete
  3. Wah memang kalau hendak membersihkan luka itu ya harus air mengalir ya

    ReplyDelete
  4. Wah bermanfaat banget nih Mbak artikelnya. Terima kasih atas informasinya

    ReplyDelete
  5. Merawat luka itu memang harus dengan cara yang benar nih ya. Jangan sampai salah

    ReplyDelete
  6. Ternyata ada aturannya ya. Aku biasanya main hajar-hajar aja pakai plester. Salah ternyata XD

    ReplyDelete
  7. Pembersihan luka dengan air mengalir, ini yang biasanya orang tidak tahan dengan rasa perihnya.

    ReplyDelete
  8. Hansaplast ini juga andalanku banget beb buat nutup luka

    ReplyDelete
  9. sama-sama ngandalkan hansaplast, dulu waktu saya kecil ada alternatifnya untuk nutup luka saya lupa nama rumputnya tapi mujarab juga untuk luka

    ReplyDelete
  10. Kalau saya biasanya dicuci sampai bersih setelau itu dibalut pakai kain atau tisu. Tapi kalau ada hansaplast ya saya kasih itu....

    ReplyDelete