Thursday, February 27, 2020

Pengalaman Keputihan Saat Hamil

keputihan saat hamil

Rasanya baru kemarin hamil Rashya. Sekarang anaknya sudah batita, huhuhu.... Kok, jadi kepingin punya bayi lagi ya? Kangen menyusui dan menggendong, hihihi.... Tapi kalau mengingat kerepotan merawat, mengasuh, dan mendidik anak, rasanya harus mempertimbangkan ribuan kali dulu, deh, sebelum memutuskan untuk hamil lagi. Dua anak saja rasanya keteteran, banyak bolongnya, hiks.... 

Berbagai Keluhan Saat Hamil 

Jika mengingat masa-masa ketika mengandung Jav dan Rashya dulu, rasanya ada saja keluhannya. Apalagi sekarang, di mana usia saya sudah semakin tua, heuheu.... Meski sebenarnya, keluhan saat hamil setiap orang itu berbeda-beda, ya. Ada yang berat, bahkan ada yang enggak merasakan keluhan sama sekali. 

Kalau saya nih, dua kali hamil kemarin keluhannya kurang lebih sama, lah. Mulai dari morning sickness yang enggak sesuai dengan namanya, karena sakitnya bukan pagi saja tetapi seharian. Saya juga enggak nafsu makan, padahal 1000 hari pertama itu penting untuk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Selain itu, saya kerap merasa pegal di bagian pinggang dan kaki. Ada juga heartburn, yang entah kenapa pas hamil Rashya itu lebih sering dan lebih parah. Kaki bengkak, hemoroid, keputihan, dan lain-lain. Cerita lengkapnya sudah saya tulis di artikel lain ya. Nikmat banget deh pokoknya, hehehe.... 

Keputihan Saat Hamil 

Kali ini saya mau membahas lebih detail soal keputihan nih. Keputihan adalah kondisi ketika vagina mengeluarkan lendir atau cairan. Cairan tersebut diproduksi oleh kelenjar vagina dan leher rahim. Meski cukup membuat risih, sebenarnya proses ini merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan melembapkan vagina. Karena saat keputihan, cairan ini keluar sambil membawa sel mati dan bakteri. 

Nah, ketika hamil, produksi cairan ini menjadi lebih banyak. Kenapa? Pertama, karena selama hamil, leher rahim dan dinding vagina menjadi lebih lembut dari biasanya. Kedua, karena dipengaruhi oleh tingginya kadar hormon estrogen di dalam tubuh. Dan ketiga, karena adanya peningkatkan aliran darah ke leher rahim. 

Jadi sebenarnya keputihan saat hamil merupakan hal yang wajar. Selama cairan yang keluar tersebut normal, yaitu berwarna bening atau putih susu dan enggak berbau, teman-teman enggak perlu khawatir. 

Pengalaman Menangani Keputihan Saat Hamil 

Meski begitu, keputihan yang normal ini tetap harus diperhatikan, lho. Jangan sampai berubah menjadi keputihan yang abnormal karena hal tersebut berarti menunjukkan adanya infeksi. Berikut pengalaman saya menangani keputihan saat hamil. 
  • Setelah buang air, vagina dibersihkan dari depan ke belakang. Jangan terbalik ya, supaya enggak ada bakteri yang masuk ke dalam vagina. 
  • Setelahnya, vagina harus selalu dijaga supaya tetap kering dan bersih. Katanya sih pas keputihan itu enggak boleh memakai pantyliner. Tapi repot kan kalau harus sering mengganti celana? Saya sih lebih suka memakai pantyliner, lebih praktis. Supaya tetap aman, saya memilih pantyliner tanpa pengharum dan sering mengganti pantyliner. 
  • Pilih celana berbahan katun dan enggak terlalu ketat. Ada juga, lho, celana khusus untuk ibu hamil. Tentunya celana ini tetap cantik dan yang terpenting adalah nyaman saat dikenakan. 
  • Rutin mengkonsumsi yoghurt dan minuman yang banyak mengandung bakteri baik. Supaya bisa melawan bakteri jahat, hohoho.... 

Keputihan yang Abnormal 

Teman-teman perlu waspada apabila cairan yang keluar berwarna kuning, hijau, atau abu-abu, serta berbau tajam dan menyebabkan rasa gatal atau perih. Meski bukan ketika sedang hamil, saya sendiri pernah mengalaminya beberapa bulan setelah melahirkan Jav. Rasanya enggak enak banget, gatal dan mengganggu. 

Saya pun langsung menemui dokter kandungan. Alhamdulillah, setelah diberi obat supositoria dan bubuk berwarna ungu untuk dicampur dengan air hangat, keputihannya bisa sembuh. 

Nah, apabila teman-teman mengalami keputihan abnormal saat hamil, sebaiknya segera menemui dokter agar bisa ditangani dengan baik. Keputihan abnormal bisa karena infeksi jamur atau infeksi bakteri. Apabila dibiarkan, infeksi ini berisiko menyebabkan ketuban pecah dini dan bayi lahir prematur. 

Oh iya, bagi teman-teman yang ingin mendapatkan lebih banyak informasi terpercaya seputar kehamilan dan mengurus anak, Shopee kini menghadirkan Shopee Moms Club, lho! Dengan menjadi anggota Shopee Moms Club, selain bisa berbagi informasi, teman-teman juga bisa menikmati promo diskon spesial! Tertarik untuk bergabung? Kunjungi tautan ini ya! 

15 comments :

  1. Ternyata bahaya juga ya keputihan yang berlebihan saat hamil, rupanya termasuk infeksi yg berisiko menyebabkan ketuban pecah dini dan bayi lahir prematur. Thanks mbak ilmunya

    ReplyDelete
  2. Wah, ternyata ada juga ya club khusus buat para mommy di shopee. Ada2 aja nih. Tau aja shopee kalo emak2 doyan belanja. Apalagi yang baru mau punya baby. Uda pasti hunting barangnya dobel2. Buat diri sendiri & bayinya

    ReplyDelete
  3. Shopee mom club? Ah baru denger nih
    Bisa belajar banyak gabung di sana ya Mbak? Penasaran syarat nya apa saja ya biar bisa gabung ...

    ReplyDelete
  4. Aku dulu pas hamil anak ke3 begitu Mba. Rasanya gateeeel banget. Tapi kata dokter gak boleh pake pembersih buat vagina. Akhirnya cuma basuh pake air sirih doank. Ternyata setelah lahiran hilang dendiri

    ReplyDelete
  5. Sama mba permasalahannya ketika saya hamil juga suka keputihan. Tp katanya ga boleh pakai cairan kewanitaan ya karena khawatir ganggu janin. Saya waktu ya cuma dibersihkan air aja dN sering gnti CD

    ReplyDelete
  6. Saat hamil memang rentan sekali keputihan, tapi untung sih keputihan saya selama hamil masih normal. Memang penting menjaga kebersihan organ kewanitaan biar jauh dari keputihan

    ReplyDelete
  7. Aku banget ini. Sampai akhirnya di tes laboratorium sama dokter dan dikasih obat yang dimasukkan ke vagina. Alhamdulillah lumayan sembuh

    ReplyDelete
  8. Harus waspada dan bisa membedakan mana keputihan normal.dan mana yang mengindikasikan pemyakit ya mom...ok, noted. Terima kasih infonya..

    ReplyDelete
  9. Saya lupa, dulu saat hamil mengalami keputihan atau enggak. Tetapi, namanya keputihan apalagi berlebihan memang gak bagus, ya. Apalagi kalau dialaminya saat hamil

    ReplyDelete
  10. Kalo.alamin keputihan sangat mengganggu bangt y mba apalagi kalau disertai rasa gatal saya suka pakai pantyliner nih saat keputihan suka risih kalo clana lembab ya mba

    ReplyDelete
  11. Ouwww jadi diiringi juga dengan mengonsumsi yogurt ya. Waaahh bermanfaat banget nih infonya Mba.

    Saya yang juga merasa kalau keputihab itu malah jadi lelah sendiri kalau nggak pakai pantyliner. Tapi iya, pilih oantyliner yang nggak pakai pewangi biar nggak alergi.

    ReplyDelete
  12. Ada saat-saat tertentu saya mengalami keputihan yang agak banyak, tapi warna dan baunya masih normal. Saya juga masih sering pakai pantyliner kalau pagi hingga siang agar saat sholat dhuhur celana masih bersih. Setelah itu nggak pakai lagi sampai malam

    ReplyDelete
  13. Jadi bumil memang kudu ekstra aware dengan kondisi tubuh yaa Mbak. Bukan parnoan tapi menjaga dari hal yang tak diinginkan bagi ibu dan janin

    ReplyDelete
  14. Jangankan pas hamil mba. Sekarang pun aku ngalamin keputihan yang intensitasnya cukup sering. Meski gak mengakibatkan gatal, tapi agak worry juga ya...

    ReplyDelete
  15. Wow, infotmasi buat para ibu kian mudah diakses, terlebih sda Shoopee Moms Club

    ReplyDelete