Thursday, March 14, 2019

Lunch Dadakan di Warung Steak Pasadena

Sumber: https://warung-steak-pasadena.business.site/

Sudah lama saya penasaran sama Warung Steak Pasadena ini. Gara-gara sering melihat sepupu yang kalau sedang ada di Bandung, suka makan di sini. Sempat bilang sama suami. Tapi karena lokasinya cukup jauh dari rumah, rencana untuk menjajal steak dari Warung Steak Pasadena tersebut belum pernah terwujud.

Hingga beberapa waktu yang lalu, saya dan suami ada perlu di RSHS. Kami datang pukul setengah 10, tapi susternya memberi tahu kalau dokternya baru bisa ke rumah sakit pukul 12 karena saat itu beliau sedang mengajar. Bingung kan, mesti ngapain coba selama 2 setengah jam. Pulang, enggak mungkin. Menunggu di rumah sakit juga enggak nyaman, kasihan Rashya.

Susternya sempat memberi saran supaya kami main ke PVJ saja. Tapi karena ada insiden dengan mobil kami (cerita menyusul) yang lumayan menghabiskan waktu juga, saya menolak main ke PVJ. Suami pun kemudian mengajak makan siang di Warung Steak Pasadena yang tempatnya lumayan dekat dari RSHS. Yeay! Akhirnya kesampaian juga. 

Setelah insiden mobil itu selesai, kami baru tiba di Warung Steak Pasadena pukul 11. Masih sepi. Pegawainya sedang duduk-duduk di depan. Mungkin kami pengunjung pertama. Meski begitu, parkirnya butuh perjuangan. Bukan karena penuh, tapi karena tempat parkirnya memang kecil dan terbatas.

Enggak pakai lama, kami langsung memesan Tenderloin Steak with Mushroom Sauce, Sirloin Steak Special with Blackpepper Sauce, dan Soda Gembira. Sambil menunggu pesanan disiapkan, saya menyuapi Rashya dulu.

Soda Gembira (Rp 23.900)

Pesanan yang pertama kali sampai, tentu minumannya. Namanya juga Soda Gembira, rasanya standar lah ya, manis manis segar gitu. 

Enggak lama setelah itu, makanannya juga sampai. Pesanan saya dan suami sama-sama disajikan di atas hotplate bersama kentang goreng dan sayuran kukus, serta saus yang terpisah. Berhubung saya masih menyuapi Rashya, jadi saya meminta agar pesanan saya disimpan di pinggir dulu saja. Pelayan pun melakukan permintaan saya. Namun dia bilang, sebaiknya sausnya dituang dulu. Kenapa ya, mungkinkah supaya dagingnya enggak gosong, hehe....

Setelah selesai makan, Rashya mulai enggak mau diam, ingin memainkan minuman dan sedotannya. Makanya saya meminta sedotan baru pada pelayan, untuk mainan Rashya. Rupanya, tanpa diminta, dia juga membawakan piring kecil dan garpu. "Untuk dede," katanya. Wuih, baik dan tanggap ya. Dan betul saja, meski sudah makan, rupanya Rashya masih ingin ngemil. Kentang goreng dan wortel kukusnya saja sih. Dagingnya dicuekin. 

Tenderloin Steak (Rp 79.900)

Berhubung suasana sudah kondusif, saya pun mulai makan. Walau salah pesan tingkat kematangan, niatnya ingin medium well malah well done, tapi daging tenderloinnya empuk kok. Rasanya enak. Apalagi dipadukan dengan mushroom sauce yang gurih. Kentang goreng dan sayuran kukusnya sih standar. Fresh. Tapi buat saya cenderung tawar, makanya harus dimakan bersama sausnya.

Sirloin Steak Spesial (Rp 81.900)

Pesanan saya dan suami hampir mirip. Hanya saja, dari segi ukuran, sirloinnya tampak lebih besar. Empuk juga. Pelengkapnya pun sama, yaitu kentang goreng dan sayuran kukus. Namun karena spesial, ditambah telur dan daging asap juga. Sausnya pun mirip. Kayanya bahan dasarnya sama. Tapi kalau blackpepper sauce lebih terasa tajam ladanya.

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga mencicipi steaknya Warung Steak Pasadena. Eh, tapi belum benar-benar puas deng. Soalnya masih penasaran ingin mencoba juga Tongue Steaknya, hehehe....

~~~

Warung Steak Pasadena
Jl. Sukamaju No. 33 Bandung

2 comments :