Sunday, January 13, 2013

Kenalan Yuk!

Aku berjalan pulang dengan tergesa dari kampusku di Jalan Ganesha menuju Jalan Dago. Aku ingin segera bisa istirahat di rumah setelah rangkaian UAS yang melelahkan ini. Namun aku begitu kesal saat melihat Jalan Dago yang sudah begitu ramai dipadati oleh kendaraan roda empat berplat B. Ah iya, besok long weekend. Bagaimana aku bisa cepat sampai di rumah kalau jalanan sudah macet begini. Aku mendengus kesal.

"Permisi.." aku membalikkan tubuh tepat sebelum menyeberang jalan karena mendengar suara seorang lelaki di belakangku. Sepertinya dia memang berbicara padaku karena saat itu hanya aku satu-satunya orang yang berada di sini.

"Yah?" aku memandangnya tidak mengerti.

"Boleh kenalan?" tanyanya sambil menjulurkan tangan yang terlihat gemetar.

What?! Lelaki culun ini ingin mengajakku kenalan?! Kayanya dia engga punya cermin deh! Aku bersungut di dalam hati sambil melihat penampilannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Haris.. Geologi 2010.." dia memperkenalkan dirinya. Ternyata dia sama-sama angkatan baru di kampus kami, pantas culun.

"Mela.." jawabku sambil sekilas menerima jabatan tangannya.

"Boleh minta pin BB?" tanyanya sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

"Engga pakai BB.." jawabku singkat.

"Kalau gitu boleh minta nomor telepon?" tanyanya.

"Nol delapan satu delapan tiga tiga lima lima enam lima.." jawabku dengan tidak sabar. Aku juga sengaja memberi nomor yang salah padanya, mengganti angka nol menjadi angka enam.

"Makasih ya.." dia tersenyum kikuk.

"Oke.." aku menjawab dengan malas lalu segera berbalik dan menyeberang jalan.

Tiba-tiba di perjalanan dalam angkutan kota aku merasa sedikit bersalah karena tidak bersikap ramah dan bahkan memberikan identitas palsu pada siapa tadi namanya, ah aku tidak memperhatikan. Tapi ya sudahlah, resiko dia mengajakku kenalan pada waktu, tempat, juga cara yang salah.

Dua tahun kemudian...

"Dia belum punya cewek?" tanyaku pada Citra setelah dia bilang padaku bahwa pacarnya, Tomi yang kuliah di Geologi akan membawa seorang teman.

"Setauku sih engga.." jawab Citra.

Sore ini Citra akan memperkenalkan pacar barunya. Setelah itu kami akan menonton film bersama.

Beberapa saat kemudian, dua orang yang kami tunggu akhirnya muncul. Aku sudah pernah melihat wajah Tomi secara sepintas dari Facebook-nya. Berarti lelaki di sebelah Tomi yang dimaksud Citra. Benar kata Citra, lelaki itu memang ganteng.

"Halo say.." Tomi mencium pipi Citra.

"Kenalin nih temen aku.. Namanya Meta.." Citra mengenalkan aku pada Tomi dan temannya.

"Hai.. Meta.." aku mengulurkan tangan pada Tomi.

"Tomi.." Tomi menyambut uluran tanganku dengan ramah.

"Meta.." aku mengulurkan tangan pada teman Tomi.

"Haris.. Kita kan udah pernah kenalan.." katanya sambil menyambut uluran tanganku.

Aku mengernyitkan kening. Aku tidak ingat pernah berkenalan dengan Haris. Bagaimana mungkin aku lupa jika sudah pernah berkenalan dengan lelaki ganteng ini. Ah, mungkin ini cara dia menggombaliku.

"Oh ya.. Kapan?" aku bertanya padanya.

"Beberapa tahun yang lalu.. Tapi kamu memberikan identitas palsu.. Waktu itu kamu mengaku bernama Mela dan memberikan nomor telepon yang salah.." jawabnya santai.

Awalnya aku tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Haris. Namun tiba-tiba aku ingat pada adegan di perempatan Ganesha-Dago dua tahun yang lalu. Lelaki culun itu adalah orang yang sama dengan lelaki ganteng di depanku ini?

"Ingat?" Haris bertanya sambil tersenyum. Gantengnya. Tapi aku tidak peduli karena saat ini warna mukaku pasti sudah semerah kepiting rebus. Aku malu sekali. Sementara itu Citra dan Tomi memperhatikan kami dengan pandangan tidak mengerti.

~~~~~

#13HariNgeblogFF Hari ke-1

2 comments :

  1. Si Haris culun ini ingatannya kuat yaaa... :D


    Tapi jadian kan ya?

    *eh? :D

    ReplyDelete
  2. @ rinibee: mudah2an ya..
    soalnya selain ingatannya kuat, si haris ini kayanya pemaaf :D

    @ inez: tampaknya haris udah suka banget sama meta sejak pandangan pertama hihi :D

    ReplyDelete