Showing posts with label my published writing. Show all posts
Showing posts with label my published writing. Show all posts

Wednesday, November 5, 2014

LDR AntiGalau @ Heart Ring

Hampir lupa kalau beberapa waktu lalu saya pernah menulis sebuah artikel tentang LDR (long distance relationship) untuk proyek buku Warung Blogger. Bersama 33 kontribur lainnya, kami membuat tulisan seputar love and relationship.

Nah, sekarang bukunya udah jadi loh…. Yuk, dibeli. Seluruh royalti dari hasil penjualan akan disumbangkan ;)


Judul: Heart Ring
Penulis: Vanisa Desfriani, dkk
Editor: Isnaini Khomarudin
Penerbit: Sixmidad
Cetakan: Pertama, September 2014
Tebal: 183 halaman
ISBN: 978-602-70506-9-3

Sunday, October 12, 2014

Segera Terbit: My Wedding Story

Masih ingat buku antologi saya yang ini? Alhamdulillah, setelah diterbitkan secara indie, akhirnya buku ini dicetak ulang dan diterbitkan oleh penerbit mayor.


Judul: My Wedding Story
Penulis: Imazahra Fatimah, dkk
Penerbit: Salsabila (Al-Kautsar)
Harga: Rp 58.000
Jodoh adalah rahasia Allah. Kita tidak pernah tahu siapa yang kelak akan Allah sandingkan dengan kita dalam sebuah pernikahan. Perjalanan cinta untuk menuju pernikahan seringkali berkelok-kelok, tidak mudah. Kadang membuat kita lelah dan terjatuh. Namun kadang pula jalannya dimudahkan hingga kita sendiri terheran-heran dengan keajaiban itu.
Pernikahan adalah tempat berkumpulnya dua hati, dua cinta, dua jiwa, dua janji. Pernikahan adalah momen untuk mengekalkan dan membuktikan cinta. Dan berhimpunlah dua anak manusia dalam kebaikan.
Buku ini berisi kumpulan kisah terpilih tentang pernikahan. Cerita-cerita yang unik tersaji, memperkaya rasa kita dengan keindahan cinta dalam bingkai pernikahan.
Selain bisa dibeli di toko-toko buku kesayangan, bisa juga pesan lewat saya. Kalau pesan lewat saya, diskon 20% loh…. Yuk! ;)

Friday, August 29, 2014

Pengalaman Jav Mengikuti Lomba @ Republika

Udah sejak lama saya melihat tulisan teman-teman blogger bolak-balik mejeng di Leisure-nya Republika. Saya juga ingin dong mencoba. Rencananya sih ingin mengirim tulisan untuk rubrik Buah Hati, soalnya kalau rubrik Jalan-Jalan enggak ada pengalaman. Sayangnya rencana tinggal rencana. Jangankan mengirim tulisan, menulis aja enggak.

Sampai dua minggu yang lalu, saya mendapat bocoran dari Mbak Ika Koentjoro bahwa kalau mengirim tulisan tentang momen lebaran bersama anak, kemungkinan dimuatnya akan lebih besar. Soalnya, waktu itu kan masih suasana lebaran. Duh, momen lebaran apa ya yang bisa saya ceritakan…. Sepertinya enggak ada yang spesial deh.

Walaupun begitu, saya ingat-ingat terus kata kuncinya: momen. Kalau momennya pas, maka peluang dimuatnya bisa lebih besar. Nah, kebetulan kemarin kan ada momen Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekolah Jav juga mengadakan berbagai lomba. Langsung saya tulis deh pengalamannya. Alhamdulillah, tulisan saya dimuat hari Selasa tanggal 26 Agustus kemarin.

Terima kasih banyak untuk Mba Ika atas pencerahannya. Semoga ini bukan karena keberuntungan pemula. Semoga ini bukan kali yang pertama dan terakhir.

Tulisan ini saya persembahkan khusus untuk Jav, yang ketika selesai lomba menangis pilu karena enggak dapat hadiah. Waktu itu hati saya teriris sekali. Inginnya mengajak Jav ke toko saat itu juga dan membolehkan Jav memilih barang apapun yang dia suka. Tapi enggak mungkin kan saya berbuat seperti itu, enggak mendidik :D

Versi cetaknya (Dok. Ika Koentjoro)
Berikut tulisan asli yang saya kirimkan.

~~~

Menang Atau Kalah Bukan Masalah

Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sekolah Jav (4 tahun) mengadakan beberapa perlombaan untuk murid muridnya. Diantaranya yaitu lomba memakan kerupuk, lomba meniup balon, lomba membawa kelereng dengan sendok, lomba memasukkan pensil ke dalam botol, dan lomba menukar bendera dan boneka dengan warna yang sesuai.

Sejak awal, saya merasa sangat khawatir. Apakah usia Jav tidak terlalu dini untuk mengikuti perlombaan? Bagaimana jika dia kalah dan sedih melihat teman-temannya mendapat hadiah?

Tetapi, saya mencoba untuk menyingkirkan kekhawatiran tersebut. Karena pada dasarnya, mengikuti berbagai lomba 17 Agustus tentu akan memberikan banyak manfaat dan pengalaman baru bagi Jav. Selain melatih fisik dan menstimulasi kemampuan motoriknya, yang lebih penting lagi, dengan mengikuti berbagai lomba, Jav dapat mulai belajar berkompetisi dan bersikap sportif dalam menghadapi kemenangan atau kekalahan.

Sebelumnya, saya jelaskan pada Jav bahwa ketika lomba, semua anak akan berusaha untuk menjadi yang terbaik. "Jav harus cepat makan kerupuknya."

Untuk mengantisipasi kekecewaan Jav apabila saat berlomba ternyata dia kalah, saya tekankan padanya bahwa pada saat lomba nanti, yang penting bukan menang atau kalah, dan mendapat hadiah atau tidak. "Yang menang nanti dapat hadiah, nah yang kalah ngasih selamat sama yang menang."

Namun, seperti yang sudah saya perkirakan sebelumnya, sebagai murid yang paling kecil, Jav tidak memenangkan satu perlombaan pun. Mulanya Jav tidak peduli. Tetapi setelah melihat teman-temannya yang menang mendapat hadiah, dia pun meminta bagiannya. Akhirnya Jav menangis karena tidak mendapat hadiah.

Saya peluk Jav sambil berbisik, "Jav sedih ya, enggak apa-apa. Namanya juga lomba, ada yang menang dan ada yang kalah. Jav mau ikut lomba aja, Bunda udah seneng. Jav juga seneng kan? Tadi ketawa-ketawa ya sama temen-temen waktu lagi lomba? Kalau Jav mau hadiah, berarti Jav harus latihan lagi, supaya tahun depan bisa ikut lomba lagi."

Syukurlah, menjelang pulang, Jav sudah tidak menangis lagi. Apalagi Ibu Guru juga memberi medali sebagai penghargaan karena Jav telah mengikuti lomba.

Ini adalah kali pertama untuk Jav mengikuti lomba 17 Agustus. Bagi balita seusia Jav, menang dan kalah bukanlah yang utama. Melalui kegiatan seperti ini, Jav mulai belajar mengenal kompetisi. Bahwa untuk mendapatkan sesuatu, dia harus berusaha terlebih dahulu. Makanya, ketika beberapa orang tua menawarkan untuk memberikan hadiah milik anak-anaknya kepada Jav, saya menolak. Dengan begitu, saya berharap semangat juang Jav untuk berhasil mulai terbangun.

~~~

Sedangkan yang sudah diedit bisa dilihat di sini. Silakan dibandingkan.

Versi online-nya (Dok. Pribadi)
Berminat untuk mengirim juga? Ada panduannya di sini :)

Thursday, April 24, 2014

Gagasan Tentang Transportasi Publik @ Koran Jakarta

Tidak pernah terpikirkan bahwa saya akan nekat mengirimkan sebuah opini ke media cetak.

Dulu, waktu masih jadi mahasiswa, salah satu dosen saya pernah memberi tantangan pada mahasiswanya: "Siapa yang tulisannya tentang guna lahan atau pertanahan berhasil menembus media cetak, maka nilai A sudah ditangan." Tapi saya sama sekali tidak tertarik dengan tantangan yang menggiurkan itu. Enggak pede.

Apalagi sekarang. Setelah tiga tahun tidak pernah berkutat lagi dengan dunia perencanaan kota dan wilayah, saya mana berani mengirim opini tentang bidang itu ke media.

Tapi, beberapa bulan yang lalu, saat mengirim resensi pertama saya ke Koran Jakarta, redaksinya meminta saya untuk menulis opini tentang perencanaan kota. Saya pun bingung harus menulis apa, dan akhirnya lupa dengan permintaan tersebut.

Saat saya mengirim resensi yang kedua kalinya ke Koran Jakarta, lagi-lagi redaksinya meminta saya untuk menulis opini tentang perencanaan kota. Kali ini akhirnya saya putuskan untuk mencoba. Kalau dimuat ya syukur, kalau tidak ya saya tau diri.

Ternyata tulisan saya dimuat. Tapi dengan banyak catatan dan beberapa kalimat yang dihilangkan. Intinya sih, standar layaknya opini yang dimuat di Gagasan-nya Koran Jakarta itu:
  • Bersifat nasional
  • Tidak menonjolkan seseorang
  • Pembahasan yang mendalam
  • Menunjukkan temuan baru
Versi cetaknya (Dok. Pribadi)
Berikut tulisan asli yang saya kirimkan.

~~~

A developed country is not a place where the poor have cars. It’s where the rich use public transport. (Enrique Penalosa, former Mayor of Bogotá, Colombia)

Beberapa tahun terakhir ini, masalah kemacetan di kota-kota besar Indonesia terasa semakin memprihatinkan. Sebagai contoh, jika sebelumnya kemacetan di Kota Bandung hanya terjadi pada saat akhir pekan dan di ruas-ruas jalan tertentu saja, kini kemacetan selalu terjadi kapan saja dan di mana saja. Melelahkan dan merugikan.

Kemacetan ini, pada dasarnya disebabkan oleh pertumbuhan penggunaan kendaraan pribadi yang terus meningkat. Dinas Perhubungan Kota Bandung menyebutkan bahwa pada tahun 2010, jumlah kendaraan pribadi di Kota Bandung adalah sebanyak 1,2 juta unit, dengan rincian sepeda motor sebanyak 800 ribu unit dan mobil sebanyak 400 ribu unit. Pada tahun 2012, jumlah tersebut meningkat menjadi sebanyak 2,2 juta unit, dengan rincian sepeda motor sebanyak 1,3 juta unit dan mobil sebanyak 900 ribu unit. Ditambah lagi, ada sebanyak 15 ribu sampai 20 ribu unit kendaraan yang masuk ke Kota Bandung setiap akhir pekan. Sementara itu, infrastruktur jalan tidak pernah bertambah.

Banyak hal yang melatarbelakangi peningkatan jumlah penggunaan kendaraan pribadi. Pertama, alihfungsi guna lahan yang tidak terkendali dan tidak memperhatikan bangkitan dan tarikan pergerakan yang diakibatkannya. Kedua, kualitas transportasi publik yang tidak memadai, sehingga menyebabkan masyarakat beralih ke kendaraan pribadi. Dan ketiga, kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan bagi para produsen kendaraan sehingga akses masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi semakin terjangkau.

Berbagai program kini diluncurkan oleh pemerintah dalam usaha untuk mengembalikan citra Kota Bandung sebagai kota yang nyaman. Termasuk diantaranya beberapa program yang bertujuan untuk mengatasi masalah kemacetan di Kota Bandung.

Program jangka pendek yang saat ini sudah berjalan diantaranya adalah #SeninGratis. Setiap hari Senin dan Kamis, siswa SD, SMP, dan SMA di Kota Bandung dapat menikmati bus sekolah gratis yang merupakan bantuan dari dana CSR beberapa perusahaan swasta. Ada juga #JumatBersepeda. Setiap hari Jumat, diharapkan masyarakat Kota Bandung menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor ataupun ke sekolah. Serta yang beberapa waktu lalu baru diperkenalkan yaitu Bandros (Bandung Tour on Bus) untuk para wisatawan. Program-program tersebut melibatkan masyarakat secara langsung untuk ikut ambil bagian dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Selain itu, pemerintah Kota Bandung juga mempunyai program jangka menengah dan jangka panjang seperti membangun monorel untuk daerah perkotaan dan cable car untuk daerah yang berbukit. Semuanya diupayakan dengan menarik investor dari luar negeri.

Program-program tersebut merupakan sebuah gebrakan yang sangat positif, meskipun dampaknya belum terlihat secara signifikan. Setidaknya sudah ada usaha untuk mulai mengubah budaya masyarakat Kota Bandung agar kembali melirik moda transportasi lain selain kendaraan pribadi.

Lalu bagaimana nasib program-program tersebut apabila Kota Bandung mengalami pergantian kepemimpinan? Akankah terus berlanjut?

Bagaimana juga nasib angkutan umum di Kota Bandung? Angkutan umum (atau biasa disebut angkot) merupakan moda transportasi publik yang paling sesuai dengan karakteristik jalan di Kota Bandung yang lebarnya kecil dan memiliki jumlah persimpangan yang banyak.

Sayangnya, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, banyak hal yang melatarbelakangi penurunan jumlah penggunaan angkutan umum. Namun hal yang paling krusial yaitu kualitas pelayanan angkutan umum itu sendiri yang tidak dapat diandalkan. Ngetem, ugal-ugalan, menentukan tarif sesukanya (karena ada target jumlah setoran yang harus dipenuhi para supir), menyebabkan masyarakat mulai meninggalkan angkutan umum. Dampaknya, pendapatan para supir angkutan umum semakin berkurang. Hal ini membuat mereka semakin senang ngetem, ugal-ugalan, dan menentukan tarif sesukanya. Yang tentu saja membuat masyarakat semakin enggan untuk kembali menggunakan angkutan umum. Sebuah lingkaran setan yang tidak akan ada ujungnya.

Dari Masyarakat untuk Masyarakat

Riset Indie (sebuah kelompok penelitian independen) mencoba untuk memotong lingkaran tersebut. Setelah mengundang beberapa ahli untuk melakukan pemetaan masalah kemacetan di Kota Bandung bersama komunitas kreatif lainnya, Riset Indie juga menginisiasi kegiatan Angkot Day. Pada hari itu, masyarakat Kota Bandung dapat menikmati pelayanan angkutan umum rute Kebon Kelapa-Dago dengan nyaman (gratis, tidak ngetem, dan tidak ugal-ugalan). Begitu juga dengan para supir angkutan umum, mereka dapat memberikan pelayanan terbaik tanpa perlu merisaukan pendapatan yang masuk. Ya, hari itu Riset Indie menyewa 200 angkutan umum yang dananya berasal dari anggota komunitas dan para donatur.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, sekarang ini Riset Indie bekerjasama dengan Organda dan Pemerintah Kota, sedang mencoba mengembangkan konsep integrasi angkutan umum. Dengan terintegrasinya angkutan umum di Kota Bandung, maka semua angkutan umum akan memiliki standar pelayanan yang sama. Serta pengelolaan dan pengawasannya pun akan lebih mudah.

Selain itu, agar program ini dapat terjaga keberlanjutannya, Riset Indie juga sedang berusaha membentuk sebuah forum yang anggotanya merupakan kelompok masyarakat pengguna angkutan umum. Forum inilah yang akan mengelola angkutan umum di Kota Bandung secara mandiri.

Forum tersebut berkaca pada keberhasilan Central Park Conservancy, sebuah organisasi privat non-profit yang mengelola Central Park di New York. Organisasi yang dibentuk pada tahun 1980 ini merupakan kelompok masyarakat yang peduli pada perbaikan dan peningkatan Central Park. Walaupun begitu, organisasi ini masih berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Kota New York.

Meskipun belum dapat dipastikan keberhasilannya, konsep yang disusun oleh Riset Indie juga memberikan suatu harapan baru bagi pelayanan transportasi publik yang lebih baik di Kota Bandung.

Apabila masyarakat mengelola sendiri angkutan umumnya, seharusnya hasilnya akan lebih efisien. Kenapa?

Pertama, karena andil yang besar dalam pengelolaan angkutan umum tersebut dimiliki oleh masyarakat sebagai stakeholder utama, yaitu pengguna angkutan umum.

Kedua, karena dikelola oleh masyarakat, maka hasilnya pun akan lebih tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Masyarakat lah yang paling memahami pelayanan angkutan umum seperti apa yang mereka harapkan. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk meninggalkan angkutan umum.

Ketiga, dalam prosesnya, masyarakat akan terpicu untuk menghasilkan ide-ide yang kreatif demi terciptanya pelayanan angkutan umum yang sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Baik itu dalam hal pengumpulan dana maupun dalam pengelolaannya, karena hasilnya akan mereka nikmati sendiri.

Keempat, karena terlibat secara langsung, masyarakat akan mempunyai rasa memiliki dan tanggung jawab yang besar terhadap keberlanjutan pelayanan angkutan umum. Secara logika, hal ini seharusnya membuat semua masyarakat turut serta untuk memanfaatkan pelayanan angkutan umum.

Kelima, pengelolaan angkutan umum oleh forum masyarakat akan lebih terorganisasi dibandingkan dengan pengelolaan angkutan umum yang saat ini dilakukan secara tersendiri oleh masing-masing pengusaha.

Keenam, pengelolaan angkutan umum oleh forum masyarakat tidak akan terpengaruh oleh pergantian kepemimpinan, meskipun pada pelaksanaannya tetap bertanggungjawab pada Pemerintah Kota.

Secara teori, pelayanan angkutan umum yang lebih baik seharusnya akan berhasil membuat masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih pada angkutan umum. Namun, apakah pada pelaksanaannya akan benar-benar berhasil? Kita tidak akan tahu sebelum mencobanya. Dan kita tidak mungkin dapat mencobanya sebelum ada yang memulainya.

~~~

Sedangkan yang sudah diedit bisa dilihat di sini. Silakan dibandingkan :)

Versi online-nye (Dok. Pribadi)

Saturday, March 22, 2014

Kerudung Merah Jambu @ Dino dan Kantin Kejujuran

Saat hendak tidur, Raka tiba-tiba teringat pada kerudung merah jambu yang dijual di salah satu kios di pasar. Setiap Raka menemani ibunya belanja ke pasar, mereka pasti melewati kios penjual kerudung itu. Ibu belum sanggup membelinya, dia hanya akan menatap kerudung merah jambu itu dari kejauhan.

Bayangan Raka lalu beralih dari kerudung merah jambu itu pada selembar uang Rp 50.000 milik Tante Gina. Tante Gina oranf yang sayang kaya, uang Rp 50.000 tentu tidak seberapa baginya. Raka mulai tergoda untuk tetap menyimpan uang itu agar dapat membelikan kerudung merah jambu untuk Ibu.

~~~

Bagaimana akhir kisah Raka tadi? Yuk beli bukunya dan baca kelanjutan cerita anak karya saya ini :)



Detail Buku:
Judul: Dino dan Kantin Kejujuran (Kumpulan Cerita Anak)
Penulis: Ririn Rahayu Astuti Ningrum, dkk
Tahun Terbit: Februari 2014
Tebal Buku: 216 hlm
Harga Buku: Rp 48.000,-

Blurb:
Buku ini menghimpun 30 cerita anak (cernak) yang sangat bagus sebagai bacaan anak. Di dalamnya mengandung banyak pesan-pesan moral yang bisa menjadi bekal bagi anak dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari. Tentang kejujuran, kesetiaan, persahabatan, kasih sayang ibu, semangat meraih cita-cita, dan pesan-pesan moral penting lainnya.

Friday, March 14, 2014

Pesta Ulang Tahun Monday FlashFiction

Jadi, tanggal 25 Januari 2014 yang lalu adalah hari ulang tahun Monday FlashFiction yang pertama. Namanya ulang tahun, rasanya ada yang kurang ya kalau enggak dirayakan. Berhubung yang ulang tahun ini komunitas para pecinta flashfiction, jadi dirayakannya juga dengan membuat flashfiction. Yup! Pesta FlashFiction :)



Flashfiction tersebut dikumpulkan dan dijadikan ebook. Ada empat puluh buah flashfiction berjudul 25 Januari dalam ebook tersebut.

Berminat membacanya? Silakan download di sini. Selamat menikmati :)

Tuesday, January 21, 2014

Rumah Kosong @ Dua Dunia Anisa

Aku sedang membuka kulkas saat terasa ada angin yang bertiup di ruangan ini, membuatku merinding. Padahal, semua pintu dan jendela sudah tertutup. Beberapa saat kemudian, suara tangisan bayi itu terdengar kembali. Meskipun rumah ini ramai oleh suara televisi dan tawa Tania, samar-samar aku dapat mendengar suara tangisan yang memilukan itu.

Kuraih ponsel yang terletak di saku, lalu mengetikkan sesuatu. "Suara-suara itu terdengar lagi. Aku ingin kamu cepat pulang dan mencarikan orang pintar untuk mengusir makhluk halus itu." Kukirimkan pesan singkat itu pada Dani.

~~~

Bagaimana cerita lebih lengkap tentang kisah Anisa ini? Apa dia dapat bertahan dengan suara-suara misterius dari rumah kosong di sebelahnya? Apa Dani-suaminya segera pulang dan menolong Anisa?

Penasaran? Yuk beli bukunya :)



Detail Buku
Judul: Dua Dunia Anisa
Pengarang: Anisa Ae, dkk
Ukuran: 14x20 cm
Tebal: vi + 179 hlm
Harga: Rp 40.000

Kontributor:
Ka Adi, Nenny Makmun, Ria Hidayah, Nelly Nezza, Vera Hartono, Kaname Hitsugaya, Leni Sundari, Anung D’Lizta, Rere Z, Veronica B Vonny, Gemintang Halimatsasa’diyah, Nathalia Diana Pitaloka,Ika Dhayu Setyani, Kanugrahan Akbar, Bedhy Baradae, Sepri Ayu Flow, Dedul Faithful, Putri An-Nissa Nailhatul Izzah, dan Toffa Giez.

~~~

Berminat untuk membeli bukunya? Hubungi saya ya :)

Monday, January 13, 2014

Ada Nama Saya Disebut


Udah pada beli dua buku ini belum? Buat yang belum beli karena masih ragu, coba deh baca reviewnya di sini.
Ada nama saya disebut-sebut hihihi...

Tuesday, September 17, 2013

Lorong Waktu @ Best of Monday Flashfiction

Tok! Tok! Tok! Seseorang mengetuk pintu kamar Mikha.

Mikha bangun secara tiba-tiba. Dia duduk di kasur dengan perasaan tidak keruan. Tangan kanannya memegang sebuah remote control. Keringat mengucur di badannya.

"Lo abis pakai remote control itu lagi?" tanya Mikho saat memasuki kamar.

Mikha tidak menjawab.

"Lo abis dari mana?" tanya Mikho lagi.

"Gue abis dari masa depan. Dan gue mengetahui kenyataan paling pahit dalam hidup gue." jawab Mikha.

"Gila lo! Siapa orang yang ngasih lo remote control itu masih enggak jelas, tapi lo udah berapa kali bolak- balik ke masa depan. Kita enggak tau apa resikonya." Mikho merebut remote control itu dari Mikha dan melemparnya ke sudut kamar.

"Tapi berkat remote control itu gue tau bahwa di masa depan seseorang akan merebut Shena dari gue." kata Mikha. Di bawah selimut, tangan kirinya meremas sebuah potongan koran yang dibawanya dari masa depan.

"Udahlah, perempuan masih banyak, lo enggak usah ambil pusing." Mikho menenangkan kakaknya.

"Lo enggak ngerti perasaan gue!" Mikha bangkit lalu mengambil remote control itu kembali. Baterainya lepas, tapi sepertinya tidak ada yang rusak.

"Lo mau ke mana lagi?" tanya Mikho.

"Masa lalu..." jawab Mikha sambil memencet tombol rewind.

"Mikha! Tunggu! Lo enggak boleh mengubah takdir!" Mikho berusaha mencegah kepergian Mikha, namun terlambat.

~~~

Apa yang dilakukan Mikha di masa lalu?

Kalau mau tau bagaimana kelanjutan cerita saya ini, yuk langsung aja pesen bukunya :)



Best of Monday FlashFiction
by Monday FlashFiction
Harga: Rp 45.000
Bisa dipesan di sini

Perkenalkan, kami adalah para pencinta FlashFiction yang tergabung dalam sebuah grup Monday FlashFiction. Buku ini berisi 30 lebih FlashFiction dan Fiksimini hasil seleksi ketat para membernya, yang merupakan sebuah eksekusi prompt yang dilemparkan di setiap Senin. Dengan terjualnya buku ini, maka kami ikhlas memberikan royalti yang terkumpul kepada yang membutuhkan. Ini merupakan satu bentuk syukur kami bahwa pembelajaran kami berjalan lancar, dan semoga ini menjadi motivasi bagi para Monday FlashFiction-er untuk lebih produktif lagi berkarya. Dan, semoga teman-teman lain yang belum kenal dengan FlashFiction bisa mengetahui keberadaannya. Semoga juga teman-teman Monday FlashFiction tetap semangat menulis dan berkarya.

Thursday, July 18, 2013

Semakin Yakin dan Mantap

Kalau ditanya, apakah saya mau mengulang hari spesial itu, menjadi ratu dan raja sehari lagi? Dengan mantap saya akan menjawab tidak. Selain karena saya berharap bahwa pernikahan tersebut merupakan pernikahan kami yang pertama dan terakhir, saya juga tidak ingin mengulang persiapan pernikahan yang sangat menguras tenaga itu. Cukup satu kali saja seumur hidup. 

Meskipun cukup melelahkan, banyak hikmah yang saya dapatkan ketika mempersiapkan acara pernikahan. Persiapan pernikahan membuat saya merasa semakin yakin dan mantap bahwa menikah dengan suami adalah keputusan yang benar.

~~~

Bagaimana cerita lebih lengkap tentang persiapan acara pernikahan saya dan suami? Mengapa persiapan tersebut bisa membuat saya merasa semakin yakin dan mantap pada suami? Yuk beli bukunya :)


Detail Buku
Judul: My Wedding Story: Kumpulan Kisah Inspiratif Menuju Pernikahan
Genre: Non Fiksi – Life Story
Penulis : Ihwan Hariyanto, Dwi AR Dkk.
Penulis Tamu: Imazahra Fatimah
Penyunting: Ivonie Zahra
Desain sampul: Rana Wijaya Soemadi
Penata Letak: Dee An
Penerbit: Mozaik Indie Publisher
ISBN: 978-602-17723-3-1
Tebal: 250 hlm, 14,8×21 cm
Harga: Rp. 45.000

Blurb
Percayalah! Pernikahan bukan sekedar rumus aku + kamu = kita. 
Bukan pula sekedar seremonial persandingan dua anak manusia di pelaminan.
Pernikahan adalah peristiwa sakral penyatuan dua insan dalam satu ikatan suci yang merupakan gerbang untuk memulai kehidupan baru sebagai sebuah keluarga.
Maka tak heran jika persiapannya begitu menyita waktu, tenaga, dan pikiran.
Ingin tau bagaimana serunya persiapan pernikahan pasangan LDR? Hebohnya persiapan pernikahan beda negara? Pusingnya ketika dihadapkan pada sederet ritual adat? Dan beragam cerita seru lainnya seputar persiapan pernikahan?
Ikuti kisah 25 penulis yang terangkum dalam My Wedding Story. Seru, heboh, dan penuh hikmah.
Selamat menikmati. Semoga menginspirasi.

Ayo miliki buku yang keren ini! Yang berminat langsung hubungi saya ya :)

Wednesday, June 19, 2013

Kisah Kupu-Kupu Buruk Rupa & Gerhana Matahari

Kisah Kupu-Kupu Buruk Rupa
Di sebuah hutan hidup sekumpulan kupu-kupu. Semua kupu-kupu mempunyai sayap yang cantik berwarna-warni. Ada yang berwarna kuning, merah hijau, biru, dan ungu. Setiap pagi mereka menari-nari di antara bunga-bunga. Tapi ada satu kupu-kupu yang tidak pernah ikut menari. Namanya Rania. Dia dikucilkan oleh teman-temannya karena sayapnya yang berwarna cokelat kusam, berbeda dengan kupu-kupu lainnya. 

Gerhana Matahari
Hari itu langit sangat cerah. Matahari pun bersinar dengan terang. Namun, tiba-tiba ada sebuah benda gelap yang menghalangi matahari.
"Mungkin itu makhluk luar angkasa," kata Lupi si gajah.
"Mana mungkin, pasti itu setan!" kata Gio si gorila.
"Jangan-jangan ini kiamat!" kata Gira si jerapah.
Mendengar kata kiamat, mereka semua berlari masuk ke dalam kelas dengan panik sambil menangis.

~~~

Bagaimana kelanjutan kedua cerita tadi? Yuk beli bukunya :)


Detail Buku
Judul: Fabel Cinta Indonesia
Pengarang: Radindra Rahman, dkk
Ukuran: 14 x 20 cm
Tebal: vi + 183 hlm
Harga: Rp 40.000 

Blurb
Banyak sekali cerita anak yang beredar untuk pertumbuhan buah hati kita. Begitu juga buku ini yang dibuat khusus putra-putri Anda dengan beragam cerita dalam bentuk fabel. Cerita anak dalam buku ini memuat nilai-nilai yang wajib dimiliki setiap warga Indonesia sebagai karakter bangsa.

Karakter bangsa Indonesia harus ditanamkan sejak dini dan buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh putra-putri Anda. Cerita dalam buku yang berbentuk fabel ini terasa tidak menggurui dan mudah dicerna oleh anak-anak.

Adapun 18 nilai dalam pendidikan karakter bangsa tersebut adalah: (1) Religius, (2) Jujur, (3) Toleransi, (4) Disiplin, (5) Kerja Keras, (6) Kreatif, (7) Mandiri, (8) Demokrasi, (9) Rasa Ingin Tahu, (10) Semangat Kebangsaan, (11) Cinta Tanah Air, (12) Menghargai Prestasi, (13) Bersahabat, (14) Cinta Damai, (15) Gemar Membaca, (16) Peduli Lingkungan, (17) Peduli Sosial, dan (18) Tanggung Jawab.

Ingin membelikan buku yang bergizi dan mengajarkan karakter bangsa pada anak? Buku ini adalah solusinya.

Yang berminat langsung hubungi saya ya :)

Wednesday, March 6, 2013

Langit Pun Tersenyum

Awan
Mungkin aku dapat sedikit menikmati liburan kali ini seandainya hanya aku dan bumi yang berlibur di sini. Tidak ada orang lain, tidak ada langit, hanya kami berdua. 

Bumi
Liburan kali ini tidak terlalu menyenangkan. Bagi teman-temanku, Pantai Pangandaran ini tempat yang mengasyikkan untuk berlibur. Bagiku tidak begitu karena semenjak tiba di sini Langit selalu murung.
~~~

Mau tau bagaimana kisah cinta Awan, Bumi, dan Langit? Yuk beli bukunya :)

Detail Buku
Judul: SECRET ADMIRER #4 -Cinta dalam Diam-
Genre : Antologi cerpen remaja
Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Design Cover : BoLin & Ary Hansamu Harfeey
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-7876-31-6
Tebal : 155 Hlm, 14, 8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp 39.000,- 

Blurb
Aku tersenyum untuk senyummu, yang meski itu bukan kamu tujukan untukku.
Aku menikmatimu dalam zona nyamanku, yang walau terkadang tak mampu ku gambarkan seberapa perihnya saat belati kesiaan itu melukaiku.
Aku mengagumimu lebih dari yang seharusnya. Aku rela menukar segalanya agar keberanian mampu melecutku untuk sekadar membuang jarak antara aku dan kamu. Dan kalau itu mimpi, aku tak ingin bangun lagi.
Kalau itu jadi kenyataan, aku tak akan tidur selamanya. Biarkan aku bergumul dengan dysania dan insomnia, demi bertaruh untuk seulas senyummu.
Aku terus bertahan dengan cinta ini, cinta yang berlumur rasa sakit. Jika untuk mencintaimu aku harus selelah ini, maka sudah ku lakukan.
Doakan aku agar tak miliki rasa jengah untuk terus mencintaimu dalam diam.

Penulis Kontributor
Boneka Lilin, Kartika Ariefianthy, Nanda Aulia Novtika, Dinda Amalia Soenandar, Rizma Benedicta, Mia Fitriana,.Amilatun Sakinah, Alida N. Annashar, Risna Utami, Lilynonoyrus, Putri Vellly, Sisillia Tri.Cahyani, Nurul Hasanah, Jeck, Annisa.Rahmadanita, Jay Wijayanti, Lisnawati Tri Hastuti, Vera Yulia, Julia Meta Sari, Rainsya.Pelangi, Ranti Maretna Huri, Devy Widya Cahyani, Mutiah Wijayanti, Anggitan K, Lita Ikhwani, Yulitha Rohman, Annisa Nur Illahi, Irma Garnesia, Nathalia Diana Pitaloka, Nusaibah Az Zahra, Regina Mega Pratiwi, Fathur Rozi, Cucu Nurhalika, Dian Tria Yunita, Yuyun Sri.Wahyuni, Uyi Kaha, Hida Althafunnisa.

Yang berminat langsung hubungi saya ya :)

Thursday, January 31, 2013

Aku dalam Majalah Sahabat Wanita

Malam ini aku sedang berada di ruang tunggu Bandara Soekarno-Hatta, siap berangkat liburan ke Barcelona bersama keluarga. Tas sudah masuk bagasi. Waktu boarding masih beberapa menit lagi. Aku mengecek paspor untuk melihat dokumen imigrasi. 

"Ini, Bun," Jav menghampiri dan membawakan hot chocolate untukku. 

"Makasih, sayang," aku langsung menyeruput minuman yang dibawakan anak sulungku. 

"Ayah sama Rayya kemana?" tanyanya. 

"Lagi cari bacaan. Tuh!" aku menunjuk suami dan anak bungsuku yang berjalan ke arah kami. 

"Bun, lihat nih.... Rayya nemu majalah yang cover-nya Bunda," katanya. 

"Mana?" Jav mengambil majalahnya. Aku ingat salah seorang reporter majalah ini mewawancaraiku beberapa minggu yang lalu.
 
"Yuk, baca bareng!" Jav mengajakku.

~~~~~

Mau tau bagaimana kelanjutan cerita dari tulisan saya ini? Yuk beli bukunya di sini :)


Dare To Dream #2
0 Colour Pages & 110 B/W Pages
Harga: Rp 37500 
Penerbit: Nulisbuku.com

Thursday, December 27, 2012

Ini Gila Ini Cinta

Alisha
Sore ini Yuda keluar dari kantornya seperti biasa. Dia berjalan ke lobby dan menunggu taksi yang biasa menjemputnya. Dengan sebuah pisau di tangan yang sempat aku curi dari Amore Cafe, aku siap menghampirinya. Maafkan aku Yuda. Jika aku tidak dapat memilikimu, maka tidak ada perempuan lain yang dapat memilikimu.

~~~~~

Mau tau kelanjutan dari tulisan saya ini? Bagaimana cerita selengkapnya tentang Alisha dan Yuda? Beli buku Lamitta di toko buku kesayangan kalian :)


Judul: Lamitta
Oleh: Endah Wahyuni dkk
Ukuran: 14x20cm
Terbit: Desember 2012
Penerbit: DIVA
Harga: Rp 42.000

Lamitta merupakan buku kumpulan cerpen Juara Lomba Cerpen Inspirasi Galaxy Cinta Diva Press.

Endorsements

“…Dalam kumpulan cerita ini, banyak hal yang dapat kita petik untuk menjadi seorang pengarang. Kita seperti dipaksa meneguk minuman asing, yang harus dinikmati dengan hati dan kesabaran.”
Oka Rusmini, penyiar dan novelis.

“Wajah cinta dalam antologi ini mengingatkan saya pada wajah-wajah dalam seri potret Andy Warhol. Nge-pop, warna-warni, tetapi presisi— merepresentasikan realitas yang difiksikan secara ringan. Kadang riang, kadang suram. Klise, tetapi segar dengan caranya. Dan yang penting: jujur….”
Miranda Harlan, novelis.

“Kelahiran buku ini, akan turut memberi warna dan makna yang tak bisa diabaikan dalam menyuburkan sastra Indonesia.”
Kwek Li Na, cerpenis dan penyair.

“Aku suka cerita pertama, yang kedua juga, eh yang ketiga juga, semuanya deeehh…! Selamat untuk para rekan penulis, yang selalu menulis hal-hal yang pengecualian, tetapi ada doa yang tulus dalam setiap cerita dan memang pantas untuk diceritakan… bravo!!!"
Rangga Wirianto Putra, novelis.

“Dengan kereta imajinasinya, para pengarang kumpulan cerpen ini mampu menyuguhkan cerita romantis yang penuh dengan warna- warni dan menggetarkan hati. Betul-betul cocok buat kado para pengagum cinta.”
Indah El-Hafidz, novelis.

“Merinding dan mengejutkan!”
Yuan Acitra, penulis.

“Dari penulis-penulis seperti yang karyanya ada di dalam antologi inilah saya belajar. Keberanian mereka menuliskan sebuah kisah, meski terkadang lucu, membuat saya mengerti: kita tak pernah benar-benar sendirian.”
herlinatiens, novelis.

Tuesday, December 11, 2012

Sebuah Bonus Pemicu Semangat



Judul: Akhirnya Tulisanku Terbit Juga

Penerbit: Goresan Pena Publishing
ISBN: 978-927-1392-90-8
Jumlah halaman: 100 halaman
Harga: Rp 30.000

Sinopsis
Akhirnya tulisanku terbit juga terinspirasi dari banyaknya tulisan yang tidak masuk dalam sebuah lomba atau audisi. Seakan-akan orang itu dibatasi untuk berkarya. Padahal semua karya itu adalah sesuatu yang tidak ternilai.

Dalam buku ini, berbagai perjuangan para penulis dalam mengeksplorasi karyanya. Sangat inspiratif dan mengandung banyak hikmah. Ternyata, kita sadar bahwa semua orang itu memiliki karya yang luar biasa. Maka patutlah kita mengapresiasinya.

Untuk mengapresiasi semua karya, maka muncullah buku ini. Semoga menjadi inspirasi dan bermanfaat. Salam pena. 

Kontributor
UKM FDI Pintu Gerbang Penyair dan Penulis Dunia : Sandi Iswahyudi
"Kenangan, Cinta, dan Warnet Berdebu" : Ken Hanggara
Air Mata Ibu : Rahmat Akbar
Antologi Pertama : Chinglai Li
Awalnya Coba-Coba, Eh Tulisanku Langsung Dimuat! : Hanna Kristina
Mawar Terakhir Untuk Friska : Caka. A. A
Sebuah Bonus Pemicu Semangat : Nathalia Diana Pitaloka
Tanpa Beban Dan Penuh Cinta : Wahyu Widyaningrum
Berkatalah yang baik atau diam : Eka Desyi Ernawati
Gadis Kecil di Perempatan Jalan : Eka Desyi Ernawati
Goresan Tinta Berjuta Makna : Sis Ariyanti
I’m Proud Tobe A Writer : Trance Taranokanai
Lika Liku Menulis : Al Khanza Demolisher
Kau Selalu Tersenyum : Heris Gentur
Keimananku : Heris Gentur

Friday, August 31, 2012

Dea Pun Tersenyum

Hari ini hari Jumat, biasanya menjadi hari yang paling ditunggu karena setelah lima hari bekerja dan sekolah, para pegawai dan murid sekolah dapat menghabiskan waktu bersama keluarganya. Namun tidak begitu dengan Bu Lina, majikanku. Seperti hari-hari lainnya, sepulang dari kantor, Bu Lina langsung mandi, makan malam, kemudian masuk ke ruang kerjanya. Lembur. 


"Dea sudah tidur?" Bu Lina bertanya saat aku membawakan kopi ke ruang kerjanya. Bu Lina sangat cantik. Meskipun selalu bersikap tegas, tapi hatinya sungguh baik dan lembut.

"Sudah Bu.." jawabku.

"Kenapa Dea murung saat makan malam tadi?" Bu Lina bertanya mengenai putri semata wayangnya. Ternyata Bu Lina sadar bahwa malaikat kecilnya sedang murung.

"Sejak pulang dari rumah Mela, Dea jadi murung terus Bu.." kataku. 

"Siapa Mela?" tanyanya.

"Teman baru Dea di sekolahnya Bu, rumahnya di komplek sebelah.." aku menjelaskan.

"Dea dan Mela main berdua saja? Mereka bertengkar?" Bu Lina menebak.

"Engga Bu.. Ada Mamanya Mela juga.. Mereka malah seru loncat-loncat main trampolin sambil tertawa.." kataku.

"Oh.. Mungkin Dea ingin punya trampolin juga.." Bu Lina menebak lagi.

Bu Lina pun langsung menelepon Mba Sarah, sekretarisnya. Dia minta dipesankan sebuah trampolin untuk Dea.

~~~~~

Mau tau bagaimana kelanjutan cerita Dea dan Bu Lina? Apa benar Dea murung karena ingin trampolin? 

Kelanjutan cerita Mela dan Bu Lina bisa dibaca di buku SENYUM MALAIKAT KECIL..


SENYUM MALAIKAT KECIL
-Banyak tawa dalam kisah sederhana-

Penulis : Boneka Lilin et Boliners
Editor : Boneka Lilin
Layout : Boneka Lilin
Cover Design : Ary Hansamu Harfeey
Penerbit : Penerbit Harfeey
ISBN : (Dalam proses)
Genre : Kumpulan cerpen anak
Tebal : 165 Hlm, 14,8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp40.000,- 

SINOPSIS

Lima orang anak laki-laki bernama Ari, Arif, Rizal, Rago, dan Hiro, senang mencari kebahagiaan dengan cara melakukan petualangan-petualangan alam.

Ada juga lima gadis cilik lainnya, Neng, Mela, Dea, Nika, dan Riva, yang kerap mengulas senyum dari hal-hal sederhana yang terjadi dalam hidup di masa kanak-kanak mereka yang menyenangkan.

Hal-hal sederhana apa sajakah yang berhasil membuat kesepuluh malaikat kecil itu tersenyum bahagia? Ikuti kisah petualangan mereka selengkapnya dalam buku "Senyum Malaikat Kecil", banyak tawa dalam kisah sederhana.

Kontributor :
Boneka Lilin, Titi Nurmala Kekenusa, MeTha Yuliana, Ika Wahyu, Nur Lailatul Khasanah, Shofa Faridah Istiqomah, Nathalia Diana Pitaloka, Diani Ramadhaniesta,Nenny Makmun, Hiedha Ell Gazza, Mulyoto JJ, Sri Juli Astuti, Ulil Latifah, Tri Harun Syafii, Iwan Wungkul, Enni K. Hairuddin, Rashashi Ihsani, Ayuni Adesty, Ibnu M. Freed, Riani Suhandi, Risty Arvel, Umistha F, Hana Bee, Jea, Purba Sari, Titi Haryati Abbas, Tahiruddin Tawil, Sandza, Ulfah Kurniawaty, Eisya Shiraz, Zumaro, Achmad Humaidy, Nurul Kartika Sari, Vinny Erika Putri, Erni Misran, Nai Saras, Dwitya Sobat Ady Dharma, Novia Anggraini, Lamia Melodi, Dian Novandra. 

~~~~~

Berminat? Langsung aja hubungi saya yah :)

Friday, January 27, 2012

Soto Koya

3 hari menuju ulang taun Rizky..
Aku tau hadiah apa yang pas untuk ulang taun suamiku. Soto koya buatanku! Kenapa soto koya? Karena aku ingat beberapa minggu yang lalu Rizky pernah bilang kangen soto koya masakan almarhumah ibunya. Kenapa buatanku? Siapa sih suami yang engga suka masakan istrinya yang dibuat dengan cinta. Hanya masalahnya, aku engga bisa masak! Kalian pasti mencibir padaku. Hei, aku kan wanita bekerja, statusku ini weekend wife (Rizky pulang ke Bandung saat weekend aja, sisanya di Jakarta). Jadi untuk apa aku repot-repot masak. Lagipula Rizky engga pernah protes. Tapi aku harus belajar masak. Dan momen ulang taun Rizky adalah awalnya. Semangat! Aku pun mulai browsing resep soto koya, aku pilih resep dengan bahan dan cara pembuatan paling minimalis. Maklum, aku kan pemula.

~~~~~

Mau tau gimana kelanjutan perjuangan istri Rizky memasak soto koya untuk kado ulang tahun suaminya? Bisa dibaca di buku 15 Hari Bagian 1..




Penerbit: Nulisbuku (www.nulisbuku.com)

Harga: Rp 37.500


Gimana? Ayo buruan beli ya..Kalau mau pesen, langsung aja klik gambar di atas ^^