Showing posts with label #FF2in1. Show all posts
Showing posts with label #FF2in1. Show all posts

Wednesday, December 18, 2013

Terlambat

Credit
"Seharusnya kamu tidak melakukan hal itu!"

"Tapi ini bukan salahku!"

"Jelas-jelas ini salahmu. Kalau kamu tidak kabur dari rumah, semua ini tidak akan terjadi!"

Aku menangis.

"Dasar cengeng!"

"Iya ini salahku... Tapi aku tidak pernah berharap membuat Mama seperti ini..."

"Kalau kamu sayang Mamamu, kenapa kamu kabur?"

"Aku tidak tahu... Mungkin aku tidak suka diatur..."

"Mamamu tidak mengaturmu... Bukankah kamu memang suka menari?"

"Iya aku memang suka menari..."

"Kalau begitu, kenapa semuanya harus dibuat rumit?! Sampai Mamamu terkena serangan jantung!"

"Aku suka menari seperti Mama, tapi aku cinta melukis seperti Papa..."

"Papamu yang kabur bersama wanita simpanannya itu?!"

"Aku sayang Mama... Aku ingin Mama sembuh... Aku mau memilih jurusan tari saat kuliah nanti, asalkan Mama sembuh..."

"Percuma! Semuanya sudah terlambat!"

Aku menangis lagi sambil menatap sosok yang berada di depanku. Bayanganku. Duduk di kursi roda dengan kaki yang sudah diamputasi karena sebuah kecelakaan yang terjadi ketika aku kabur dari rumah.

~~~

#FF2in1 Sesi 18 Desember 2013
Tema kedua: "Mirrors" - Justin Timberlake

Diam-Diam Suka

Credit
Seperti biasa, sore ini aku sedang menyiram tanaman di halaman rumah. Dari kejauhan, terdengar sebuah suara motor mendekati arah rumah ini. Itu pasti suara motor Dimas. Aku sudah hapal.

Motor itu berhenti di rumah sebelah. Pemiliknya lalu turun untuk membuka pagar. Sebuah senyuman tersungging dari bibirnya ketika tatapan mata kami bertemu. Deg! Rasanya jantungku berhenti berdetak melihat senyumnya. Senyum yang dia berikan untukku. Aku mencoba membalas senyumnya. Namun terlambat, Dimas sudah kembali menaiki motornya dan memasukkannya ke halaman rumah.

Ya, beginilah keseharianku. Selalu berharap bisa sering bertemu Dimas. Tapi setelah bertemu, malah seperti orang bodoh. 

"Wi! Dewi!" tiba-tiba wajah Dimas muncul dari balik tembok pembatas antara rumah ini dan rumah sebelah. Wajahku langsung terasa hangat. Dimas mengetahui namaku! Padahal belum sebulan aku tinggal di sini.

"Ya?" jawabku gugup sambil menghampirinya.

"Ini ada titipan kue dari Mama buat Bu Retno," Dimas menyodorkan sebuah kotak padaku.

"Oh iya," jawabku malu-malu sambil menerima kotak darinya.

Aku sudah hendak berbalik ketika Dimas memanggilku lagi.

"Pssst! Risa udah pulang belum?" tanyanya.

"Belum," jawabku pendek.

"Kalau udah pulang, sampein salam dari aku ya..." katanya sambil tersenyum.

Aku mengangguk pelan. Hatiku kecewa karena ternyata Dimas menyukai Risa, putri majikanku.

~~~

#FF2in1 Sesi 18 Desember 2013
Tema pertama : "Diam-Diam Suka" - Cherrybelle

Wednesday, July 10, 2013

Kala Cinta Menggoda

Air mataku menetes seiring dengan kepergian kereta yang sedang kutumpangi meninggalkan Stasiun Tugu. Kenangan tentang tadi malam kembali hadir. Suasana hangat di sebuah warung angkringan di Jalan Malioboro. Heru yang selama ini hanya berani mencuri pandang, tadi malam mulai mendekatiku dan memberiku sebuah lagu melalui pengamen jalanan. Sangat manis. Sama persis seperti yang Geri lakukan padaku setahun yang lalu.

Aku mulai membandingkan Heru dan Geri. Dari segi fisik, Heru memang lebih baik dari Geri. Namun dalam caranya mendekatiku, Heru tidak seluwes Geri. Tetapi justru hal itulah yang membuatku semakin menyukai Heru. 

Saat kami harus menyeberangi jalan menuju shelter Trans Yogya, Heru menggenggam tanganku. Perasaan hangat menjalar dari tangan ke seluruh tubuhku. Aku sangat menyukai sensasi itu. Sama persis seperti yang Geri lakukan padaku setahun yang lalu.

Ya Tuhan, aku jatuh cinta pada Heru. Tetapi saat itu aku melepaskan tanganku dari genggaman tangan Heru, pelan-pelan. Aku mencoba tersenyum padanya, meskipun hatiku terasa sakit. 

Kuhapus air mata yang mengalir di pipiku. Sepotong hatiku tertinggal di Yogya. Namun aku lega karena kali ini aku tidak tergoda. Aku sangat menyayangi Iwan, dan aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama dengan perselingkuhanku bersama Geri setahun yang lalu.

~~~

192/500 kata

#FF2in1 Sesi 10 Juli 2013 (2) 
Tema: "Cinta Dua Hati" - Afgan

Curiga

"Hai..." Laras tersenyum padaku.

"Eh... Mmmm... Hai..." jawabku tergagap. Aku tidak menyangka Laras menyambutku di ruang tamu rumahku.


"Maaf, aku enggak bilang dulu mau kesini." katanya setelah melihat sikapku yang menjadi tidak nyaman.


"Kamu nyari aku?" tanyaku.


Laras menjawab dengan anggukan.


Aku menelan ludah. Demi Tuhan, aku seharusnya senang mengetahui Laras sengaja datang kemari untuk menemuiku. Perasaanku menjadi tidak keruan.


"Udah lama ya kita enggak ngobrol." kata Laras sambil tersenyum padaku. Ah, hari ini dia sangat cantik. Sejak dulu dia memang selalu cantik, bahkan ketika kami masih berebut ayunan di TK di dekat rumah kami. 


Laras meminum air putih yang sudah disediakan Mbok Inah. Lagi-lagi dia tersenyum padaku. Putri Persahabatan di kampus kami tersenyum padaku si kutu buku! Dadaku bergemuruh kencang.


"Aku mau bilang sesuatu sama kamu." katanya mulai salah tingkah.


Aku menunggu perkataan Laras selanjutnya dengan gelisah.


"Aku... Aku... Me..." Laras tidak menyelesaikan kalimatnya.


"Ya?" tanyaku. Tidak mungkin Laras mencintaiku. Tidak mungkin! 


"Aku menabrak kucingmu... Maaf..." lanjutnya. 


Benar firasatku. Pantas perasaanku tidak enak. Sejak kami di TK dia memang selalu menjadi sumber masalahku. Aku mengusap bekas jahitan di dahiku karena terjatuh dari ayunan saat didorong oleh Laras kecil.


~~~


189/500 kata


#FF2in1 Sesi 10 Juli 2013 (1)

Tema: "I Knew You Were Trouble" - Taylor Swift

Wednesday, February 27, 2013

Matamu

Aku melirik jam di tanganku, sudah telat 15 menit. Aku mempercepat langkahku menyusuri sebuah pedestrian di sebuah pusat perbelanjaan yang berkonsep ruang terbuka. Siang ini aku ada janji kencan makan siang berdua dengan istriku. Rutinitas setiap hari Jumat yang kami lakukan sejak menikah.

Tiba-tiba aku merasakan sebuah tatapan yang tertuju padaku. Aku segera mengurangi kecepatan jalanku dan membalas tatapan itu.

Ah! Aku merasakan sesuatu yang berbeda saat aku menatap matanya. Jantungku berdegup semakin cepat karena hasrat yang besar untuk memilikinya. Aku berusaha untuk mengacuhkannya, tapi matanya tidak berhenti menatapku. Mata yang sangat indah, begitu serasi dengan badannya yang ramping dan pembawaannya yang sangat anggun.

Seandainya aku belum menikah, tentu tanpa perlu berpikir panjang aku akan langsung menghampirinya. Aku kembali mempercepat langkahku, berusaha keras untuk tidak mempedulikan tatapan dari mata indahnya.

Selamat tinggal. Maaf aku tidak dapat berinteraksi lebih jauh denganmu. Aku sangat mencintai istriku yang alergi terhadap bulu binatang.

~~~~~

#FF2in1
Sesi 27 Februari 2013
Tema kedua : 'The Way You Look At Me' - Christian Bautista

Mantan Terindah

Trisa

"Truth or dare?"

"Hmmm.. Truth aja deh.."

"Oke.. Sebutin siapa mantan terindah lo?"

Mendengar pertanyaan yang baru disebutkan itu sontak membuat semua anak-anak bersorak-sorai.

Pikiranku langsung melayang pada sosok Andra dan tiba-tiba sebuah suara di kepalaku menyanyikan sebuah lagu yang dibawakan oleh Kahitna, Mantan Terindah.

"Hmmm.. Aris.." setelah beberapa lama menimbang-nimbang, dengan pipi yang bersemu merah akhirnya Alisa menjawab siapa mantan terindahnya.

Sekonyong-konyong semua mata mengalihkan pandangannya pada Aris, dan ledekan pun menghujani lelaki manis berkacamata itu. Aris, yang kini menjadi pusat perhatian hanya menanggapi dengan memamerkan senyuman lebarnya.

Untung bukan aku yang mendapat pertanyaan itu. Tentunya aku akan mati kutu memikirkan jawabannya. Tidak mungkin aku menyebutkan nama Andra sebagai mantan terindahku, sementara ada Bima di sini. Bisa-bisa hubunganku dan Bima menjadi kacau hanya gara-gara pertanyaan keramat itu.

Andra

Yeah! Malam tahun baru ini aku jomblo lagi. Terpaksa aku terima tawaran Si Ijoel untuk bermain Play Station semalaman di rumahnya.

Saat aku tiba di rumah Ijoel, sudah ada Fahmi dan Tomi yang sudah lebih dulu tiba.

"Halo Bro.." aku menyapa mereka semua.

"Eh ada Si Andra juga.." kata Tomi.

"Enggak malem taun baruan sama cewek lu?" tanya Fahmi.

"Cewek gue yang mana?" aku balik bertanya.

"Ah dasar, sok playboy lu! Pura-pura bingung cewek yang mana? Emang cewek lu ada berapa sih.." Ijoel berkomentar sambil tertawa.

"Itu loh, cewek yang pernah lu bawa waktu kita karaoke bareng.. Yang rambutnya panjang, yang wajahnya imut mirip Sherina Munaf.." lanjut Fahmi.

Aku tahu persis siapa yang dimaksud Fahmi, satu-satunya perempuan yang memporakporandakan hidupku. Siapa lagi kalau bukan Trisa.

"Dia bukan cewek gue.. Udah ah enggak usah dibahas.. Aib!" jawabku.

Mendengar jawabanku yang ketus, mereka pun tidak berkomentar lagi.

Ah Trisa! Aku menyukai dia sejak pertama kali aku mengenalnya. Trisa memang tidak pernah membalas pernyataan cintaku. Tapi tatapan matanya dan segala bentuk perhatiannya padaku sudah cukup untuk menjawab semuanya.

Aku mempunyai harapan yang besar pada Trisa meskipun aku tidak tahu akan dibawa kemana hubungan ini. Sampai suatu hari dia berkata agar aku tidak perlu menemuinya lagi. Duniaku rasanya runtuh. Dengan bodohnya aku menanggalkan harga diriku sebagai lelaki dan memohon-mohon padanya untuk tidak meninggalkanku. Usaha yang sia-sia karena Trisa lebih memilih Bima-pacarnya, daripada aku yang hanya selingkuhannya.

~~~~~

#FF2in1
Sesi 27 Februari 2013
Tema pertama: 'Mantan Terindah' - Kahitna

Wednesday, February 20, 2013

Janji

Aku memandang selembar foto di tanganku. Kulihat wajah cantikmu tersenyum kepadaku.

Bayangan masa lalu kembali berputar di kepalaku. Matamu yang sembab karena menangis saat melihatku pergi, juga suaramu yang lirih saat memanggilku.

Fira, kali ini akan kubuktikan janjiku, bahwa aku sangat menyayangimu dan tidak akan pernah lagi meninggalkanmu.

~~~

"Dia tidak ada!" Heru berteriak kasar padaku.

"Jangan bohong! Aku tau dia ada di dalam!" kataku.

"Percuma kamu menemuinya! Dia membencimu! Kini dia mencintaiku!" katanya sinis.

"Tidak mungkin! Dia tau bahwa aku akan kembali! Aku sudah berjanji padanya! Fira! Fira!" aku berteriak memanggil namanya.

Beberapa saat kemudian gadisku akhirnya muncul. Dia terlihat kaget dengan kedatanganku.

"Fira! Aku kembali sayang!" kataku.

"Papa! Papa datang kemari untuk menjemputku kan?" Fira menghambur ke dalam pelukanku.

"Iya sayang.. Sesuai janji Papa.." aku memeluknya dengan erat, tidak lagi mempedulikan Heru, ayah tiri Fira yang terlihat jengkel melihat pemandangan di depannya.

~~~~~

#FF2in1 
Sesi 20 Februari 2013
Tema kedua: 'The Promise' - Secret Garden

Thursday, December 27, 2012

Karma

"Oke.. Jadi sesuai rencana awal, kita mulai saja proyek ini secepatnya.." kataku segera membuat kesimpulan.

"Tapi Pak.. Bukankah tadi sudah saya sampaikan bahwa berdasar studi kelayakan, lokasi itu tidak sesuai untuk pembangunan rumah susun skala besar.." Tomi mengulang lagi hasil analisisnya.

"Saya mengerti.. Tapi ini perintah Bos Besar.. Kita ikuti saja apa kemauannya.. Oke.. Kita tutup pertemuan ini.." aku tidak menghiraukan pendapat Tomi. Rasanya tidak sebanding hasil analisis pegawai fresh graduate itu dengan uang berjumlah milyaran yang aku terima dari Bos Besar. Dengan uang itu aku akan membangun rumah megah untuk istriku di kampung halamannya.

Beberapa tahun kemudian...

Ah! Ternyata benar hasil analisis Tomi waktu itu. Salah satu komplek rumah susun yang baru dihuni belum sampai sebulan itu tiba-tiba ambruk dan menimbulkan banyak korban. Sebentar lagi berita ini akan menyebar dan KPK pasti akan menginterogasiku. Aarrgghh!!

Aku bergegas berjalan meninggalkan ruanganku. Tapi kenapa suasana kantor sore ini begitu aneh. Pandangan mata seluruh staf terpaku pada gambar di layar televisi.

"Ada apa ini?" tanyaku.

"Aceh diterjang tsunami Pak!" seseorang menjawab pertanyaanku.

Saat itu juga mataku menangkap gambar kampung halamanku yang habis diterjang air.

"Allahu akbar.. Allahu akbar.." para pegawai memuji kebesaran Allah.

Tiba-tiba badanku lemas dan duduk bersimpuh. Bagaimana keadaan istri dan anakku? Apakah mereka selamat? Atau jangan-jangan mereka hanyut terbawa air dan sedang meregang nyawa?

"Ya Allah.. Engkaulah yang Maha Kuasa.. Tolong ampuni dosa-dosaku.. Aku mohon selamatkan istri dan anakku.." aku menangis tersedu.

~~~~~

#FF2in1 Sesi 27 Desember 2012 (2)
Tema: Indonesia Menangis - Sherina Munaf

Friday, October 5, 2012

A Thousand Years

"Aku seneng banget.." kata Rika yang masih berada di dalam pelukanku. Kami baru saja selesai menikmati indahnya malam pertama.

"Aku juga seneng banget sayang.." kataku sambil mengecup kening Rika.

"Sampai sekarang aku masih engga percaya.. Kita baru berkenalan beberapa bulan yang lalu dan sekarang sudah menjadi suami istri.." Rika melanjutkan.

"Iya, aku juga engga nyangka.." kataku sambil tersenyum.

~~~

"Ternyata kamu berbohong ya?!" pagi ini Rika menyambutku dengan pertanyaan yang mengejutkan.

"Apa maksud kamu?" aku bertanya tidak mengerti.

"Ini..!" Rika melempar.sebuah buku tebal yang sudah kusam.

Aku tidak berkata apa-apa.

"Aku sudah curiga dari dulu.. Bagaimana kamu begitu hafal dengan teman-teman SMA-ku.. Pasti mantanmu sekolah di SMA yang sama denganku kan?! Kalau bukan, ini milik siapa?!" kata Rika marah.

Aku tertawa.

"Mantan? Ini punya sepupuku sayang.. Aku engga pernah punya pacar selain kamu.." aku menjelaskan.

"Bener?" tanyanya.

"Iya bener.." aku memeluknya.

Maafkan aku Rika karena harus berbohong padamu. Buku kenangan SMA itu bukan milik sepupuku, tapi milikku. Kamu memang baru mengenalku beberapa bulan, tapi aku sudah mengenalmu bertahun-tahun. Aku sudah mencintaimu sejak kita sama-sama sekolah di Taman Kanak-Kanak. Berkat mantra dari Ki Sukoco, akhirnya kamu dapat menyadari keberadaanku dan jatuh cinta padaku.

~~~~~

#FF2in1 (2)

Wednesday, October 3, 2012

Rindu

Lagi-lagi aku memikirkan dirinya. Aku sangat rindu padanya. Jarak yang jauh antara kami berdua membuat hatiku nelangsa. Seharusnya dia berada di sini denganku, atau aku yang berada di sana bersamanya. Sama saja. Aku tidak peduli, yang penting kami bersama. Aku rindu mendengar suaranya juga gerak-geriknya yang lincah.

But we're stuck where we are

And it's so hard,you're so far
This long distance is killing me
I wish that you were here with me


Aku sedang menatap fotonya yang menempel di dinding saat Ari masuk ke kamarku, kamar kami. Dia menyapaku tapi aku tidak menghiraukannya. Dia membelaiku, tapi aku tidak peduli. Aku sedang terserang rindu berat, tidak ingin diganggu. Tapi Ari tidak menyerah, kini dia memelukku dan menatap mataku.

"Kamu kenapa? Hmm.. Aku tau, kamu pasti kangen sama Livy.. Aku juga kangen sama Mita.. Aku kangen adik kecilku yang cerewet itu.. Sabar ya Firly, sebentar lagi ujianku selesai, jadi kita bisa pulang dan bertemu lagi dengan Mita dan Livvy.." Ari berkata sambil tersenyum.

Pasrah, aku pun hanya bisa mengaing pelan dan mengambil posisi tidur di pahanya.

"Anjing pintar.." Ari berkata sambil membelai kepalaku.


~~~~~

#FF2in1 (2)

Bertepuk Sebelah Tangan

"Cocok ga?" Citra bertanya padaku saat keluar dari ruang ganti pakaian.

Aku tersenyum.

"Kok malah senyum.." kata Citra manja.

"Iya cocok banget.. Aku selalu suka kamu pakai baju warna emas.. Kita minta sama Mba Gea untuk tambah maniknya biar kamu makin bersinar.." aku akhirnya menjawab sekaligus memberi masukan.

Kini Citra tersenyum, dia berjalan menuju cermin dan kembali mematut bayangan dirinya di depan cermin. Terlihat mantap dengan kebaya pengantin pilihannya.

"Gimana sayang?" Mba Gea muncul dan langsung menghampiri Citra.

"Oke Mba.." jawab Citra.

"Syukur deh kalau begitu.. Sekarang Mas Danu coba beskapnya ya.." Mba Gea memberikan satu set pakaian padaku.

Aku menerimanya dan langsung masuk ke ruang ganti. Sambil berganti pakaian aku mendengar Citra dan Mba Gea berbicara.

"Gimana kamu dan Danu bisa bertemu?"

"Danu itu seniorku di kampus Mba.. Saya engga sungkan dekat dengannya, orangnya baik banget.. Dia selalu ada saat saya dan Bima butuh bantuan.. Seperti persiapan pernikahan ini.. Sebagai ketua panitia pernikahan, pasti Danu yang paling sibuk.."

Aku menghela nafas. Citra benar, aku sudah terlalu banyak berkorban untuk orang yang aku cintai. Sayangnya sia-sia. Karena Bima, orang yang aku cintai memilih menikah dengan Citra.


Aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu

Meski kau takkan pernah tahu

Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk sluruh hatiku



~~~~~

#FF2in1 (1)