Tuesday, December 29, 2015

Warna Warni 2015


Ikutan teman-teman blogger yang lain ah.... Menulis rekapan beberapa hal yang terjadi di tahun 2015 ini.

Dimulai dari dunia blogging dulu ya. Alhamdulillah, sejak memutuskan untuk menggunakan Top Level Domain (TLD) di awal tahun ini, blog saya mulai kecipratan job review. Mudah-mudahan tahun 2016 bukan kecipratan lagi, tapi kebanjiran job review, hihihi.... Karena sedang beradaptasi dengan job review, saya pun jarang mengikuti lomba blog. Untungnya masih ada beberapa lomba blog yang berhasil saya menangkan. Di antaranya yaitu lomba blog The Urban Mama bersama Baygon, Bumbu Padang Restumande, dan Jumpa Blogger Sunlife. Oiya, saya juga merasa sangat terhormat karena diberi kepercayaan untuk menjadi salah satu kontributor di salah satu website tentang wisata Bandung. Sayangnya, saya enggak bisa sering-sering menghadiri event offline. Waktunya sering enggak pas. Giliran waktunya cocok, tetap enggak bisa karena ada aturan enggak boleh membawa anak, hiks.... Ya sudahlah, fokus blogging di rumah saja.

Kalau blog buku, alhamdulillah di awal tahun ini, buku yang saya review, semuanya didapatkan secara gratis. Ada yang memang dikasih dari penulis dan penerbit untuk saya review, ada yang merupakan hadiah lomba, serta ada juga yang merupakan hadiah dari penerbit karena saya telah meresensi bukunya di media massa. Tahun ini, resensi saya untuk buku Cerita Cinta Indonesia dan Gerbang Trinil dimuat di Koran Jakarta. Adapun lomba review buku yang saya ikuti hanya dua, dan dua-duanya menang. Yaitu lomba review buku Friends Don't Kiss dan Ally (first chapters). Sayangnya, karena sibuk dengan blog utama, di pertengahan tahun saya mulai jarang menulis review buku. Namun, senangnya hati ini karena masih dipercaya untuk menggelar blog tour bagi buku Rentak Kuda Manggani dan Maneken.

Di luar dunia blogging, pada pertengahan tahun ini, saya melakukan sesuatu yang agak nekat. Yaitu menerima tawaran pekerjaan di bidang perencanaan wilayah dan kota. Sebuah bidang yang sudah lima tahun enggak pernah saya geluti lagi. Seru, tapi belum bisa maksimal euy.... 

Di pertengahan tahun juga, Jav mulai sekolah di tempat yang baru. Hampir gagal, hanya masuk waiting list, karena telat mendaftar. Alhamdulillah, rezeki banget Jav akhirnya bisa masuk. Karena di sekolah yang baru ini, bukan hanya Jav yang menerima manfaatnya, tetapi saya juga. Banyak kegiatan positif untuk orang tuanya. Saya jadi ikut bertambah ilmunya. Enggak menyesal deh harus mengantar-jemput Jav pakai sepeda, karena lokasinya memang agak jauh dari rumah.

Alhamdulillah juga, tahun ini saya sudah mulai percaya diri lagi untuk menyetir mobil. Terakhir menyetir mobil itu tahun 2004, heuheu.... Berkat latihan singkat dengan suami, serta kepercayaan yang diberikannya, jadi semangat lagi deh. Jarak tempuhnya memang masih pendek. Karena belum benar-benar berani dan belum punya SIM juga. Mudah-mudahan tahun 2016 bisa berani jalan-jalan ke kota.

Di akhir tahun, saya berhasil bebas dari kawat gigi. Bayangkan, selama tujuh setengah tahun saya sudah memakai kawat gigi. Setia banget ya, hehehe.... Tapi agak sedih juga sih, karena Jav sempat berkomentar kalau saya jadi enggak cantik lagi karena enggak ada hiasan di giginya, huhuhu....

Dan yang terakhir, yang masih sangat fresh di akhir tahun ini. Insya Allah Jav bakal punya adik. Jav seneng banget. Mohon doanya ya teman-teman. Semoga calon adik Jav bisa lahir sehat dan sempurna :)

Monday, December 28, 2015

Selamat Tinggal Kawat Gigi


Menjelang pergantian tahun nih.... Apa ada yang baru dari teman-teman? Kalau saya, kalender baru, penampilan juga baru dong. Gigi saya akhirnya polos lagi. Setelah selama tujuh setengah tahun memakai kawat gigi. Fiuh, akhirnya....

Sebelumnya, gigi seri atas saya memang enggak rapi. Sampai SMA sih giginya masih lumayan rapi. Baru ketika kuliah, mulai maju. Mungkin karena gigi gerahamnya tumbuh sedangkan rahangnya enggak cukup. Akhirnya terdorong deh sehingga terdapat dua buah gigi seri yang bertumpuk di depan. Jadi, saya memakai kawat gigi itu bukan untuk gaya-gayaan ya. Namun karena memang kebutuhan. Biayanya pun hasil pinjaman dari ibu saya, dicicil setiap bulan dari gaji yang dulu enggak seberapa, hihihi....

Tapi kok bisa sampai tujuh setengah tahun begitu sih? Hmmm, ceritanya panjang. Meskipun lama pamasangannya tujuh setengah tahun, ternyata setelah saya hitung di catatan rekam medis sih selama ini hanya tercatat empat puluh delapan kali pertemuan. Berarti sebenarnya hanya butuh waktu empat tahun!

Sejak tahun 2008 sampai tahun 2010 sih saya rajin banget kontrol gigi setiap bulan. Baru deh setelah melahirkan Jav tahun 2011, saya mulai sering bolos. Bukan karena malas, tapi karena kesal. Bayangkan, saat itu saya mempunyai bayi yang terpaksa harus ditinggal bersama ayahnya setiap harus kontrol. Tentu saya enggak bisa pergi begitu saja, banyak hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Pergi dari rumah pukul enam pagi dan sampai di tempat dokter pukul delapan pagi. Lalu bertemu dengan perawat yang mengabarkan bahwa hari itu dokternya enggak praktik.

Kecewa dan kesal. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Entah kenapa, saya selalu enggak dapat pemberitahuan dari pihak rumah sakit. Dulu sih kalau dokternya enggak praktik, saya bisa langsung ke tempat kerja yang lokasinya enggak jauh dari sana. Namun setelah mempunyai anak dan berhenti bekerja, saya harus kembali lagi ke rumah tanpa menghasilkan apa-apa.

Beberapa kali kejadian seperti itu membuat saya pundung. Hingga pada tahun 2014 saya memutuskan untuk pindah dokter. Dokter yang lama memberikan surat rekomendasi untuk dokter yang baru, tanpa memberitahu bahwa apabila pindah dokter, ada biaya peralihan yang harus saya bayar. Besar biaya peralihannya berbeda-beda tergantung dokternya. Namun rata-rata sepertiga sampai setengah dari biaya awal yang sudah saya keluarkan dulu. Dan saya baru mengetahuinya setelah konsultasi pada tiga dokter yang praktik di dekat rumah saya.

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya dengan kandel kulit beungeut (enggak tahu malu) saya meminta kembali pada dokter yang lama. Daripada keluar biaya lagi, heuheu.... Untung dokternya baik. Karena enggak ingin cerita lama terulang kembali, setiap malam sebelum kontrol, saya konfirmasi dulu langsung pada dokternya. Saya enggak bisa mengandalkan pihak rumah sakit untuk memastikan apakah beliau praktik atau tidak. Alhamdulillah, setelah enam bulan kontrol lagi, kawat gigi saya pun bisa dilepas. Yeay! Selamat tinggal kawat gigi.... Meskipun memang sih perjuangan belum benar-benar selesai karena saya masih harus memakai retainer (kawat gigi lepasan) selama enam bulan ke depan, supaya posisi giginya enggak berubah.

Kesimpulannya, bagi teman-teman yang tertarik untuk memakai kawat gigi, apabila dianalogikan, memakai kawat gigi itu seperti sebuah pernikahan. 
  • Harus dilakukan dengan orang yang tepat, yaitu dokter orthodonti.
  • Membutuhkan ketelitian sebelum memulainya. Jangan sampai menyesal di kemudian hari karena prosesnya sangat panjang. 
  • Membutuhkan biaya yang besar. Kalau mau yang lebih murah, bisa coba di rumah sakit yang disubsidi pemerintah. Di Bandung ada RSGM Unpad di Jalan Sekeloa dan RSGM Bandung di Jalan Riau. 
  • Membutuhkan komitmen yang kuat, karena harus menyisihkan waktu dan biaya untuk kontrol setiap bulan. Belum perawatannya yang harus ekstra.
  • Mau menerima kelebihan dan kekurangan dokter beserta keluarga besarnya (rumah sakit). Kalau ada yang membuat enggak sreg seperti saya, jangan pundung, lebih baik langsung dicari solusinya.

Friday, December 25, 2015

Warung Pasta, Surganya Pasta


Siapa yang suka pasta? Saya? Suka banget sama pasta, enggak tahu kenapa. Salah satu restoran pasta favorit saya yaitu Warung Pasta. Dulu, zaman masih kerja di ITB, saya sering banget ke sana. Lokasinya memang berada di Jalan Ganeca, dekat sekali dari ITB.

Warung Pasta selalu menjadi andalan saya. Contohnya, ketika saya baru-baru memakai bracket tujuh tahun yang lalu. Sepulang dari dokter gigi (jadwalnya pagi), saya pasti mampir ke Warung Pasta. Pertama, karena biasanya sepulang dari dokter gigi saya suka lapar lagi walaupun sudah sarapan di rumah, hihihi.... Selain penjual bubur ayam, hanya Warung Pasta yang sudah buka sejak pagi. Dan kedua, tekstur pastanya yang lembut cocok untuk gigi saya yang baru ditarik.

Begitu juga ketika saya sedang hamil lima tahun yang lalu. Agak bingung kalau mau makan siang, soalnya enggak bisa makan ayam, enggak tahan sama baunya. Tapi kalau sama keju doyan. Dan di Warung Pasta, selain surganya pasta ya surganya keju juga.

Sejak berhenti bekerja, saya enggak pernah lagi mampir ke Warung Pasta. Makanya kemarin, sepulangnya dari dokter gigi, saya sengaja mampir ke sana. Mumpung Jav sudah libur, jadi santai.

Tempat duduknya bisa pilih yang indoor atau outdoor. Kemarin saya memilih duduk di area outdoor bagian depan, supaya bisa menikmati suasana Jalan Ganeca yang ketika itu sedang gerimis. Betah deh. Apalagi tersedia fasilitas free wifi pula. Password-nya sudah tertulis di meja, enggak perlu tanya-tanya lagi.

Menu yang tersedia di Warung Pasta bukan hanya pasta saja kok. Ada pizza, calzone, nasi, serta berbagai macam camilan dan minuman juga. Tapi saya sih kemarin pesan pasta. Pilihan menu pastanya cukup banyak. Setelah memilih menu, kita pilih juga jenis pasta dan ukuran porsinya. Jenis pastanya bisa spaghetti, fusilli, fettucine, pappardelle, penne, atau linguenne. Sedangkan ukuran porsinya bisa small, medium, atau large.

Akhirnya saya memesan Snowy Chip Spaghetti ukuran small seharga Rp 18.500 untuk Jav, serta Meat Lover Fusilli Panggang ukuran medium seharga Rp 27.500 untuk saya. Murah meriah ya. Sambil menunggu pesanan kami dibuat, pelayan menyajikan semangkuk keripik sebagai welcome snack. Enak! Renyah dan gurih :D


Enggak lama kemudian Snowy Chip untuk Jav sudah siap. Spaghettinya dicampur dengan saus krim dan daging asap. Rasanya gurih dan teksturnya benar-benar lembut. Semakin mantap lagi dengan tambahan taburan keju parmesan.

Sedangkan Meat Lover-nya, karena dipanggang dulu, selesainya agak lama. Dan ketika baru disajikan, jangan coba-coba memegang pot keramiknya ya, panas. Judulnya juga Meat Lover, jadi pastanya dipanggang bersama berbagai macam jenis olahan daging, yaitu saus daging, sosis, dan daging asap. Segar, apalagi banyak potongan tomat juga. Kalau yang ini, asyiknya diberi tambahan taburan cabai kering.


~~~

Warung Pasta
Jl. Ganeca No. 4 Bandung
Website: www.warungpasta.com
Facebook: Warung Pasta
Twitter: @WarungPasta

Monday, December 21, 2015

Tips Mengendarai Mobil bagi Pemula


Sudah beberapa bulan terakhir ini saya menjemput Jav menggunakan mobil. Yeay! Bukannya mau gaya-gayaan, tapi karena terpaksa. Soalnya Jav itu kan pulang sekolah pukul 11, kadang main dulu sampai pukul 12. Kebayang kan, pukul segitu sinar matahari teriknya seperti apa. Kalau saya memakai sepeda, sinar ultravioletnya berbahaya untuk kesehatan kulit.

Suami juga sudah lama menyuruh saya untuk menggunakan mobil setiap beberapa hari sekali. Kasihan mobilnya menganggur, selama suami di luar kota. Hasilnya, beberapa waktu yang lalu harus ganti aki karena soak, enggak pernah dipakai, heuheu....

Dan ternyata, setelah saya agak berani mengendarai mobil (enggak jauh-jauh sih), manfaatnya lumayan terasa. Seperti ketika saya harus mengambil data dan rapat koordinasi di kantor konsultan tempat saya bekerja freelance. Karena untuk menuju ke sana enggak ada angkutan umum yang lewat. Biasanya sih diantar jemput sama orang kantor, tapi enggak enak juga kalau terus-terusan.

Atau ketika Jav sedang sakit seperti kemarin. Saya enggak perlu menyusahkan orang tua untuk titip membeli obat. Jav bisa ikut saya membeli obat, dan menunggu di dalam mobil. Aman deh Javnya enggak terkena angin.

Begitu juga ketika musim yang sudah berganti beberapa minggu terakhir ini. Kadang dari pagi sudah hujan. Untung saya sudah berani membawa mobil, jadi enggak perlu bolos sekolah karena hujan. Soalnya kalau pakai sepeda, saya belum punya jas hujannya.

Tapi sesungguhnya, sampai sekarang saya masih sering merasa deg-degan setiap membawa mobil. Memang enggak separah waktu pertama kali. Sudah enggak terlalu lemas seperti dulu. Iya, dulu tuh kalau sudah berhasil kembali ke rumah dengan selamat, rasanya bahagia dan lega, tapi badan rasanya lemas sekali. Lebih melelahkan daripada mengendarai sepeda, hihihi....

Makanya saya penasaran, ada enggak sih teman-teman yang seperti saya? Yang sedang berjuang mengumpulkan keberanian setiap membawa mobil di rimba lalu lintas yang ramai dan padat :D Kalau ada, saya punya tipsnya nih. Tips supaya berani ya, bukan tips teknik menyetir. Serta tips pun untuk pemula, bukan untuk teman-teman yang sudah bisa menyetir sambil berdandan :p

Pertama, percaya diri. Kalau sudah lulus mempelajari teknik menyetir mobil (bisa menyalakan mobil, bisa maju-mundur dan belok kanan-kiri, bisa berhenti dan maju lagi di tempat yang menanjak, serta bisa memarkirkan mobil) enggak perlu ragu. Dan jujur, saya merasa lebih percaya diri ketika menyetir mobil sendiri daripada ketika ditemani suami. Kalau ada yang menenami, suka takut salah. Sedangkan kalau sendiri, merasa lebih bertanggungjawab.

Kedua, posisi yang aman dan nyaman. Sebelum menyalakan kendaraan, atur dulu posisi kursi dan spion. Pastikan persneling pada posisi netral. Serta jangan lupa gunakan safety belt. Dan ketika hendak menggerakkan mobil, pastikan rem tangannya sudah kembali ke posisi semula. Dulu saya selalu lupa pada yang terakhir ini. Ya iya mobilnya enggak bisa maju :D

Ketiga, buka jendela. Bagi saya, bagian paling mengerikan saat menyetir mobil yaitu ketika membawa mobil ke luar dari komplek menuju jalanan yang padat. Susah.... Solusinya, yaitu buka jendela agak rendah. Tujuannya bukan untuk memperlihatkan wajah saya yang cantik, tapi untuk memperlihatkan wajah saya yang memelas. Sudah beberapa kali terbukti berhasil loh, hehehe....

Keempat, matikan musik. Berisik. Maklum masih pemula, butuh suasana yang tenang.

Kelima, perhatikan komposisi gas. AC mati ataupun menyala, membutuhkan komposisi gas yang berbeda.

Keenam, ingat posisi tangki bensin. Saya pernah panik ketika sudah masuk pom bensin tapi saya lupa di mana letak tangki bensinnya. Untung ada Jav yang hafal dan langsung memberi tahu saya. Fiuh....

Terakhir, santai. Apapun yang terjadi di jalan, enggak perlu panik. Ketika ada motor yang menyalip, tetap tenang. Ketika ada mobil di belakang yang mengklakson, jangan grogi. Karena kalau grogi, mesin mobil bisa mati, dan kita pun menjadi semakin panik lagi.

Ada tambahan? ;)

Sunday, December 20, 2015

Comfort Food

Beberapa hari yang lalu, saya merasa enggak enak badan. Badan lemas dan pegal, kepala pusing, hidung meler, bernapas pun enggak nyaman. Nafsu makan? Tentu saja menurun. Saya sih mikirnya mungkin karena sedang diserang virus, maka aktivitas tubuh fokus untuk melawan virus. Makanya aktivitas yang lain menjadi terbengkalai. Termasuk keinginan untuk makan.

Untungnya mulut enggak sampai terasa pahit. Pengalaman saya sih, kalau cuma enggak enak badan saja, bukan sakit parah, lidah enggak pernah terasa pahit. Kecuali kalau makan obat. Lidah yang tadinya biasa-biasa saja, malah jadi pahit, jadi makin malas makan. Makanya, sebisa mungkin saya enggak mau minum obat. Kalau hanya terserang virus sih, biar sembuh sendiri saja.

Namun supaya tubuh tetap berenergi dan virusnya berhasil dilawan, walau enggak semangat, saya tetap harus makan dong. Lagi enggak nafsu makan begitu sih biasanya kepinginnya makan mi goreng instan dan ngemil keripik kentang rasa rumput laut, hihihi.... Harumnya yang menggoda itu bisa menggugah selera. Tapi enggak mungkin lah, lagi sakit begitu dikasih bahan pengawet dan bahan penyedap buatan, bisa jadi enggak sembuh-sembuh sakitnya :D

Lagi sakit mah jangan nakal dulu deh, makan yang aman-aman saja. Ini nih comfort food (makanan yang menyenangkan dan membuat nyaman) ketika sakit versi saya.


Bubur Ayam
Gizinya lengkap, teksturnya pun lembut. Dikunyah sedikit saja, bisa langsung ditelan. Sehingga dapat meringankan tugas organ pencernaan. Favorit saya sih bubur ayam yang versi kampung, yang encer dan enggak enek. Lebih sip lagi kalau buburnya ditambah kuah kari. Hmmm... yummy....

Sup Ayam
Katanya, sup ayam dapat menyembuhkan sakit pilek dan demam, karena mengandung berbagai zat yang dapat membantu saluran pernapasan lebih lega, mencegah dehidrasi, mengatasi peradangan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Memang betul sih yang saya rasakan, rasanya nyaman kalau menyantap sup ayam ketika sedang sakit. Hangat dan bumbunya simpel. Isinya pun lengkap, ada sayur dan protein. Paling oke lagi sih kalau supnya berupa chicken cream soup. Sup ceker juga asyik.

Teh Hangat
Minuman pun enaknya yang hangat-hangat, seperti teh hangat. Uapnya dapat melegakan pernapasan. Adapun cairannya  menyamankan tenggorokan, dan memperbaiki sistem pencernaan yang terganggu, serta mengandung banyak antioksidan yang dapat menguatkan daya tahan tubuh.

Pepaya
Kalau sedang sakit, buah pun enggak suka yang aneh-aneh. Yang mudah dikunyah dan mudah dicerna saja seperti pepaya. Apalagi buah pepaya juga mengandung vitamin C yang dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh. Serta serat yang dapat melancarkan sistem pencernaan dan membuang racun dari dalam tubuh.

Keju dan Pasta
Kalau camilan, pinginnya yang gurih-gurih seperti hmmm... lasagna :D Walaupun gurih, tapi rasanya lebih ringan di lidah dan nyaman di perut. Untuk kesehatan, keju kaya akan nutrisi seperti kalsium, protein, vitamin, zat besi, dan fosfor. Sedangkan pasta merupakan salah satu sumber karbohidrat komplek yang dapat meningkatkan suasana hati. 

Sayangnya, sesederhana apapun makanan yang saya idamkan ketika sakit, lumayan sulit juga untuk didapatkan. Mau masak, malas. Mau pesan antar, yang bisa hanya fast food dan chinese food. Kalau sedang sehat sih enak makan chinese food, tapi kalau sedang sakit malah jadi enek.

Alhamdulillah, saya tinggal enggak jauh dari rumah orang tua. Jadi kalau saya sedang sakit dan Mamah kebetulan sempat masak (ibu saya ini wanita karir yang super sibuk), kadang saya dapat kiriman makanan. Dan, di antara berbagai jenis makanan, masakan Mamah itu ternyata makanan yang paling enak dimakan ketika sedang sakit.

Jujur, saya baru menyadarinya akhir-akhir ini. Maklum, sejak lahir sampai menikah, saya selalu tinggal bersama orang tua. Enggak pernah ngekos dan enggak pernah merasakan bagaimana rasanya kangen masakan ibu. Sekarang, saya baru sadar bahwa walaupun hanya tumis sayur dan tahu goreng tepung, masakan Mamah itu rasanya nikmat sekali. Apalagi ketika saya sedang sakit. Pasti karena signature of hand and love yang terkandung di dalamnya ;)

Ini cerita tentang comfort food versi saya. Bagaimana dengan teman-teman?

Monday, December 14, 2015

Donita, Donat Kentang Beku yang Praktis

Saat Pasjum (pasar Jumat) di grup Facebook ITBMotherhood beberapa waktu yang lalu, saya sempat membeli beberapa macam makanan dan mainan untuk Jav. Anak-anak ITB pasti sudah enggak asing dengan yang namanya pasjum. Pasar dadakan yang biasa digelar setiap hari Jumat di sekitar Masjid Salman. Terinspirasi dari pasjum di Salman, di grup Facebook ITBMotherhood juga digelar pasjum untuk para anggotanya.

Nah, salah satu makanan yang saya beli kemarin yaitu Donita. Cantik ya namanya, hihihi... Donita merupakan merk donat kentang beku. Lumayan lah untuk persediaan di rumah. Kalau sedang malas membuat bekal untuk Jav, tinggal memanfaatkan donat kentang beku ini saja.

Walaupun termasuk ke dalam jenis makanan instan, tapi saya enggak khawatir sih dengan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. Karena katanya donat ini enggak mengandung bahan pengawet buatan dan bahan pemanis buatan. Praktis namun tetap sehat.

Donat kentang beku ini berawal ketika Ibu Ernita membuat donat kentang sebagai bekal sehat untuk anaknya ke sekolah. Hal tersebut membuat orang-orang di sekitarnya meminta untuk dibuatkan juga. Sepertinya sih, sekarang distributornya sudah banyak, tersebar di berbagai kota.

Donat ini terdiri dari beberapa macam varian rasa. Ada rasa original, cokelat, keju, tiramisu, kacang hijau, kacang merah, nanas, strawberry, dan blueberry. Banyak ya. Karena singkatan dari Donita ini ternyata DOnat aNeka cITa rasA.

Waktu itu saya mencoba yang rasa cokelat. Satu bungkus berisi 8 buah donat. Harganya Rp 30.000. Kebetulan saat itu sedang ada promo untuk anggota ITBMotherhood, harganya jadi Rp 27.000. Lumayan, hihihi....

Donat ini bisa tahan selama 30 hari di freezer. Cara penyajiannya sangat mudah. Cukup keluarkan dari freezer, tunggu selama kurang lebih lima menit, kemudian goreng di dalam minyak panas dengan api kecil.

Bentuk bekunya kan kecil. Sayangnya, ketika saya mencoba menggorengnya, ukurannya tetap kecil. Padahal saya kira akan mengembang. Entah memang dari sananya begitu, atau sayanya yang enggak ahli, heuheu.... Pernah juga saya mencoba memanggangnya di dalam oven. Ukuran donat matangnya juga sama, kecil.


Namun memang sih, kalau dari segi rasa, Donita ini kulitnya empuk sekali. Isian cokelatnya juga benar-benar lembut. Langsung lumer ketika digigit. Mantap.... Saking empuk kulitnya dan melimpah cokelatnya, kalau enggak hati-hati menyantapnya bisa meleber ke mana-mana. Manisnya pun pas, enggak bikin giung.

Jadi penasaran ingin mencoba rasa yang lainnya, terutama sih yang rasa keju. Oh iya, yang rasa kacang hijau bagus juga loh untuk ibu hamil dan ibu menyusui.

~~~

Donita Bandung
WA 087708781600 
BBM 522D81FF

Saturday, December 12, 2015

Tentang Jav dan Morinaga Chil-Go!


Enggak terasa, beberapa minggu lagi Jav genap berusia 5 tahun. Sedih deh, sudah enggak bisa disebut balita lagi. Masa-masa golden age-nya pun akan segera berakhir. Eits, tapi tunggu dulu. Ternyata perkembangan otak anak, terutama fungsi kognitifnya, masih bisa berkembang sampai usia anak 12 tahun loh. Wuih senangnya.... Masih ada banyak waktu nih untuk memberikan nutrisi penting bagi tumbuh kembang Jav :D


 Gizi Seimbang 
Sebenarnya sih, selama ini Jav enggak pernah ada masalah dengan tumbuh kembangnya. Untuk memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi, saya menggunakan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang sudah diterapkan di Indonesia sejak tahun 1990-an, dalam menyediakan makanan sehari-hari untuk Jav--dan keluarga juga tentunya. Bagaimana sih PUGS itu? Berikut empat prinsip dalam PUGS.

Mengonsumsi makanan beragam. 
Karena enggak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh-kecuali Air Susu Ibu (ASI) untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan. Makanya karbohidrat, sayuran, protein, serta buah-buahan yang dikonsumsi, harus bervariasi dan berwarna-warni. Syukurlah, Jav enggak pernah pilih-pilih makanan. Apapun yang saya sediakan, pasti dihabiskan. Mulai dari nasi sampai pasta, dia suka. Mulai dari daging belut sampai salmon, dia senang. Mulai dari sayur tauge sampai brokoli, dia doyan. Begitu juga dengan buah, mulai dari jeruk sampai naga, selalu lahap.

Jangan lupa air putihnya. Kandungan mineral dalam air putih yang diminum sebanyak minimal 8 gelas per hari, dapat membuat tubuh sehat dan bekerja secara maksimal. Kalau di rumah saya sih ditambah madu dan sari kurma juga sebagai suplemen alami. Di luar itu, ya camilan sehat. Apabila buah dikonsumsi selama 20-30 menit sebelum makan (untuk mengoptimalkan manfaatnya), camilan ini sifatnya hura-hura. Bebas dikonsumsi kapan saja, asalkan waktunya enggak mendekati waktu makan buah dan waktu makan berat.

Membiasakan perilaku hidup bersih. 
Seperti mencuci tangan dan mencuci kaki setiap pulang dari luar rumah, serta mencuci tangan sebelum makan. Kadang Jav masih harus diingatkan.

Melakukan aktivitas fisik.
Hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi ke dalam tubuh. Soal ini sih, Jav enggak khawatir kekurangan. Aktivitas fisiknya lumayan banyak. Mulai dari lari pagi, main sepeda sore, senam, main bola, dan main sepeda di sekolah, bahkan di rumah pun merangkak-rangkak, loncat-loncat, dan lari-lari :D

Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam batas normal. 
Apabila enggak ideal, bisa segera dicari penyebabnya dan diketahui cara menanganinya. Walaupun terhitung kurus, tetapi BB Jav masih berada pada batas normal sih.


 Morinaga Chil-Go! 
Salah satu camilan sehat yang saya sediakan di rumah untuk Jav yaitu Morinaga Chil-Go!. Yup! Morinaga Chil-Go! merupakan susu cair pertumbuhan untuk anak usia 1-12 tahun. Memang sih, sampai umurnya 2 tahun 2 bulan, Jav masih minum ASI. Namun menurut American Academy of Pediatrics, susu (bukan susu formula) boleh diberikan setelah anak berusia 1 tahun.

Morinaga Chil-Go! merupakan produk inovasi baru dari Kalbe Nutritionals dan Morinaga. Kalbe Nutritionals (PT Sanghiang Perkasa) merupakan bagian dari PT Kalbe Farma, Tbk. Kegiatannya fokus pada pengembangan produk nutrisi, dalam rangka mempertajam komitmennya di bidang bisnis makanan dan minuman kesehatan. Kalbe Nutritionals memastikan bahwa dalam setiap pertumbuhan dan perkembangan manusia, produk Kalbe Nutritionals dapat hadir menemani konsumennya agar bisa menikmati hidup melalui produk-produk nutrisi yang berkualitas.

Rangkaian produknya di antaranya seperti Prenagen dan Lovamil untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui. Milna, Morinaga dan Zee untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal buah hati. Entrasol, Nutrive Benecol dan Fitbar untuk meningkatkan kualitas hidup kaum dewasa dan kaum senior, serta Diabetasol untuk kenyamanan hidup kaum Diabetisi.


Dalam rangka memperluas layanan, serta menghadirkan kemudahan dan kepraktisan bagi pelanggannya, Kalbe Nutritionals menyediakan layanan konsumen Kalbe Customer Care 0800-140-2000 (bebas pulsa), layanan pesan antar Kalbe Home Delivery 500880, layanan pesan online Kalbe e-Store (www.kalbestore.com), serta melalui kanal-kanal jejaring sosial. Mantap ya.

 Morinaga Chil-Go! untuk Jav 
Terus, kenapa sih saya memilih Morinaga Chil-Go! untuk Jav? Berikut alasannya.

Lengkap
Nutrisi yang terkandung di dalam Morinaga Chil-Go lengkap dan sesuai untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang Jav. Walaupun sudah berusaha melaksanakan PUGS, namun namanya manusia, dalam praktiknya sih enggak selalu sempurna. Kadang khilaf, kadang malas belanja, kadang malas memasak :p Akhirnya masak seadanya atau membeli yang sudah jadi, yang kandungan nutrisinya belum tentu lengkap. Nah, makanya untuk melengkapi asupan nutrisinya, saya memberikan camilan sehat seperti Morinaga Chil-Go!.

Sebagai salah satu camilan sumber protein, Morinaga Chil-Go! mengandung nutrisi yang mendukung perkembangan otak anak terutama fungsi kogitifnya, seperti:
  • Kolin dan Inositol yang berperan dalam penyimpanan memori, berpikir, berbicara, dan gerakan sadar.
  • Vitamin B Kompleks, Zat Besi, dan Yodium yang merupakan vitamin dan mineral yang berperan penting dalam sistem saraf dan konsentrasi anak.
Dan dilengkapi dengan nutrisi penunjang daya tahan tubuh seperti:
  • Prebiotik Inulin 1000 mg yang merupakan prebiotik (makanan bagi bakteri baik) dan serat pangan untuk membantu kesehatan saluran cerna anak.
  • Zink yang membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh.
  • Kalsium yang tinggi untuk pembentukan tulang dan gigi.
  • Vitamin A, C, dan E yang melindungi sel tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.


Praktis
Morinaga Chil-Go! mudah dibawa ke mana saja, serta mudah juga untuk diminum. Tinggal tusukkan sedotannya, maka sebotol Morinaga Chil-Go! pun siap untuk dinikmati kapan saja.

Higienis
Selain karena kemasan Morinaga Chil-Go! yang memang higienis. Karena bentuknya sudah cair, kita enggak perlu menyeduh susu sendiri. Hal ini tentu meminimalkan masuknya bakteri ke dalam susu.

Ergonomis
Morinaga Chil-Go! dikemas dalam botol yang desainnya nyaman digenggam. Ukurannya pas untuk tangan kecil Jav.

Kemasan ramah lingkungan
Kemasan Morinaga Chil-Go dibuat dari bahan dasar yang ramah lingkungan karena dapat didaur ulang. 

Porsi yang pas
Morinaga Chil-Go! tersedia dalam kemasan 140 ml. Sesuai untuk perut balita seperti Jav.

Rasa yang bervariasi
Morinaga Chil-Go! terdiri dari 3 macam varian rasa yang menggoda, yaitu vanila, cokelat, dan strawberry. 

Cara mengonsumsi yang beragam
Morinaga Chil-Go! dapat diminum secara langsung dan dapat juga diolah kembali menjadi berbagai macam resep camilan sehat.


 Cara Asyik Menikmati Morinaga Chil-Go! 
Berikut beberapa cara asyik Jav menikmati Morinaga Chil-Go!.

Langsung diminum
Diminum langsung atau diminum dingin, Morinaga Chil-Go! ini enak banget. Jav memang paling doyan sama rasa cokelat, tapi rasa vanila dan strawberry pun dia suka. Saking sukanya, kalau enggak diingatkan dan dibatasi, entah bisa habis berapa botol. "Enak! Aku suka... Aku suka..." begitu komentarnya setiap menikmati sebotol Morinaga Chil-Go!.


Selain enak, Morinaga Chil-Go! juga praktis. Makanya selalu menjadi bekal yang asyik untuk pergi, maupun untuk bekal ke sekolah. Setiap pergi, Jav sudah saya biasakan menyiapkan sendiri kebutuhannya, seperti mainan serta makanan dan minumannya. Nah, dua benda yang enggak mungkin dia lupakan untuk dibawa yaitu die cast Tomica dan tentu saja beberapa botol Morinaga Chil-Go! berbagai macam rasa.


Begitu pun setiap pergi ke sekolah. Selain makanan ringan dan air putih, enggak boleh ketinggalan juga Morinaga Chil-Go!-nya. Waktu sekolahnya kan mulai pukul 8 pagi sampai 11 siang, kegiatan outdoor-nya pun lumayan banyak. Tapi saya enggak khawatir Jav akan kelaparan ataupun kelelahan karena sudah membekalinya dengan makanan dan minuman sehat yang cukup.


Dibekukan
Bagaimana kalau Morinaga Chil-Go!-nya dibekukan? Bukan hanya enak dan sehat, tapi juga segar. Agar mudah untuk dikonsumsi, saya menuangkan Morinaga Chil-Go! ke dalam plastik. Hasilnya, es mambo Morinaga Chil-Go yang menggoda.


Pssst, biasanya saya menggunakan es mambo Morinaga Chil-Go! ini untuk memancing Jav dan teman-temannya agar beristirahat di rumah saya setelah lelah bermain sepeda sore. Walaupun saya membebaskan Jav untuk bermain dengan siapa saja, namun saya tetap harus mengawasi kegiatan apa saja yang dilakukan Jav bersama teman-temannya.

Pernah loh saya mendapati Jav dan salah satu temannya pipis sembarangan. Membuat saya sangat shock. Memang meskipun tinggal di komplek, namun banyak pendatang yang tentu saja memiliki perbedaan latar belakang dan kebiasaan. Akhirnya saya beritahu teman Jav tersebut bahwa, "Selama ada toilet, pipis harus di toilet. Kecuali kalau sedang camping di hutan."

Kalau ada es mambo Morinaga Chil-Go! berbagai macam rasa, teman-teman Jav bisa betah bermain di rumah kami. Sehingga apabila ada perkataan dan perbuatan yang enggak sesuai dengan nilai-nilai yang kami ajarkan, bisa langsung diintervensi.

Diolah kembali
Banyak sekali loh resep camilan sehat yang bisa dibuat dengan memanfaatkan Morinaga Chil-Go! Mau yang dingin atau yang hangat, semuanya cocok. Seperti pancake, muffin, puding roti, smoothie, es krim, puding, dan lain-lain. Berikut saya beri sontekan beberapa resepnya ya.
  • Cookies and Cream Popsicle

Kalau es mambo, Morinaga Chil-Go!nya kan enggak perlu ditambah apa-apa lagi. Nah kalau yang ini, karena bentuknya popsicle, supaya esnya lebih lembut dan enggak terlalu cepat mencair ketika sedang disantap, maka saya menambahkan larutan tepung maizena. Cookies and Cream Popsicle ini paling cocok dinikmati ketika Jav baru pulang dari sekolah. Merupakan pelepas dahaga yang manis dan segar.

Catatan: Agar nutrisi yang terkandung di dalam Morinaga Chil-Go! enggak rusak, saya memasaknya pelan-pelan dengan menggunakan api kecil ;)
  • Muffin Cokelat Keju

Kadang, saya menerima pesanan kue-kue. Nah, salah satu bestseller-nya yaitu muffin ini. Khusus untuk Jav, saya mengganti susu cairnya dengan Morinaga Chil-Go! Eh, taunya vanilanya tertinggal, enggak ikut dimasukkan. Tapi hasilnya tetap harum kok. Wangi susu dan cokelatnya kentara sekali. Hmmm....


  • Puding Pot Strawberry

Tau es krim pot kan? Camilan yang sedang ngehits banget sekarang ini. Saya coba mengganti es krimnya dengan puding strawberry. Sebenarnya, ini puding susu strawberry biasa sih. Tapi karena menggunakan Morinaga Chil-Go! dan disajikan dengan cara yang menarik, membuat puding ini terasa lebih istimewa.

Catatan: Untuk keamanan, selalu gunakan wadah food grade. Karena potnya enggak food grade, maka saya mencetak pudingnya di dalam wadah food grade, baru dimasukkan ke dalam pot ;)
Dinikmati bersama
Menyantap makanan dan minuman seenak apapun, enggak akan terlalu nikmat kalau sendiri. Begitu juga dengan Jav. Walaupun sangat menyukai Morinaga Chil-Go!, tapi dia selalu membagikan Morina Chil-Go! miliknya kepada saudara-saudara dan teman-temannya. Terharu deh, Jav sudah terbiasa untuk berbagi :)

Emak pelit irit: "Enggak sayang, Morinaga Chil-Go!nya dibagi-bagi?"
Jav: "Kan enak, biar temen-temen Jav ikut ngerasain juga."


 Terima Kasih Morinaga Chil-Go! 
Makanya, tenang deh kalau di rumah ada stok Morinaga Chil-Go!. Bisa langsung diminum atau dibuat camilan lain. Serta lengkap pula nutrisinya ;)

Friday, December 11, 2015

Arem-Arem Mi

Pada tau arem-arem kan? Kalau menurut KBBI sih, arem-arem itu lontong bersantan yang berisi daging cincang dsb yang dibumbui. Isinya dapat dibuat bervariasi. Bisa daging cincang, daging ayam, sayur, bahksn oncom, tergantung selera masing-masing.


Wednesday, December 9, 2015

Belly Dance untuk Perut Lebih Ramping


Saya termasuk orang yang enggak doyan berolahraga. Salah satu jenis olahraga yang saya suka hanya senam. Kenapa? Karena olahraga senam enggak memerlukan keahlian men-dribble bola seperti dalam olahraga basket atau men-service bola seperti dalam olahraga voli. Aturan dalam olahraga senam juga enggak ribet seperti sepak bola, yang bahkan sampai sekarang pun saya masih belum mengerti offside tuh seperti apa, hihihi.... Plus, olahraga senam pasti diiringi dengan musik, membuat olahraga terasa lebih menyenangkan ;)

Jenis senam favorit saya yaitu zumba dan belly dance. Tapi sepertinya, badan saya sudah enggak cocok untuk zumba. Ketika mengikuti Zumba Party di acara launching salah satu gym kemarin, nafas saya ngos-ngosan. Badan terasa berat untuk diajak melakukan gerakan-gerakan yang enerjik. Pengaruh umur mungkin ya, hihihi....

Yoga juga saya merasa kurang cocok. Yang dirasa paling cocok untuk kondisi tubuh saya sekarang ini ya belly dance. Karena ukuran tubuh saya memang biasa, tapi perutnya besar. Sampai-sampai saya pernah dihentikan oleh petugas bandara karena dia mengira saya sedang hamil :p Makanya, cocok deh kalau senamnya belly dance.

Yup! Senam yang berasal dari Timur Tengah ini memang memfokuskan gerakannya pada otot perut. Tapi, saya sih biasanya senam di rumah saja. Pertama, untuk menghemat waktu. Biasanya saya senam setelah melaksanakan salat Subuh. Coba kalau di sanggar senam, enggak ada kan yang sudah buka pukul segitu, hehehe.... Kedua, enggak ada tempat senam belly dance yang lokasinya berada di dekat rumah. Dan ketiga, bisa lebih hemat biaya juga, hohoho.... Instrukturnya kan dari Youtube :D

Saya kasih bocoran nih, alasan-alasan yang membuat saya senang senam belly dance.
  • Enggak terlalu heboh seperti zumba atau aerobik dan enggak terlalu membosankan seperti yoga atau pilates. Meskipun tetap saja sih pasti ngos-ngosan juga kalau latihannya enggak rutin :D
  • Mengencangkan otot perut.
  • Membuat tubuh lebih bugar.
  • Gerakannya membuat saya merasa seksi :p 
  • Fokusnya memang pada otot perut. Tapi semua bagian tubuh bergerak juga kok. Mulai dari kepala, bahu, tangan, dada, pinggul, juga kaki.
  • Katanya bisa melancarkan proses persalinan juga.

Teman-teman tertarik enggak? Kalau iya, ayo langsung cari sanggar senam yang menyediakan kegiatan belly dance sebagai salah satu programnya. Bisa saja sih mengandalkan Youtube seperti saya. Tapi kalau saya kan dulu suka menari, bahkan sempat juga hampir menjadi instruktur senam. Takutnya untuk teman-teman yang masih pemula, ada salah postur atau salah teknik. Nanti bukannya sehat, malah jadi cedera.

Yang pasti sih, mau senam di rumah ataupun di sanggar senam, kostumnya harus yang benar dong, supaya nyaman. Memang sih pakaian senam dengan kualitas yang bagus, harganya pasti mahal. Tapi enggak perlu bingung, kunjungi Harbolnasnya Zalora sajaPraktis dan hemat. Sudah pada tahu kan bahwa tanggal 12 Desember merupakan Hari Belanja Online Nasional. Harus dimanfaatkan tuh. Kapan lagi coba ada diskon besar-besaran seperti itu. Apalagi di Zalora, acaranya sudah dimulai dari tanggal 10 Desember. Iya, besok.

Yuk ah, siap-siap belanja, supaya olahraganya lebih semangat ;)


Tuesday, December 8, 2015

Kambing Bakar Cairo

Malam minggu kemarin, udara Bandung terasa lebih dingin karena sorenya habis hujan. Dengan kondisi seperti itu, selain minum wedang, rasanya perut ini ingin diisi dengan menu makanan yang spesial. Setelah memasak selama seminggu penuh, pas weekend kepingin dong sekali-kali makan yang spesial. Bosan, makan masakan sendiri :p

Eh, ternyata suami mengajak kami makan di luar. Sehati, hohoho.... Pilihan pun jatuh pada warung seafood langganan yang lokasinya berada enggak jauh dari rumah. Soalnya waktu itu sudah Maghrib, sudah waktunya perut untuk segera diisi :D Eh, ternyata warung seafood-nya enggak jualan.

Setelah berdiskusi, kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Jalan Cihapit. Enggak apa-apa deh telat makan sebentar, karena kami akan makan malam di Kambing Bakar Cairo. Yeay! Udah lama banget saya pingin makan di sana. Sejak Kambing Bakar Cairo yang berada di Jalan Pelajar Pejuang pindah ke Jalan Cihapit, kami enggak pernah makan kambing bakar lagi.

Wuih, ternyata Kambing Bakar Cairo yang berada di Jalan Cihapit ini tempatnya kece banget. Luas, terdiri dari dua lantai. Tampilan tampak depannya pun terlihat mewah. Meskipun lahan parkirnya cukup besar, namun selalu penuh. Sampai-sampai kami harus parkir agak jauh dari sana.

Makan di Kambing Bakar Cairo, pesan apa lagi kalau bukan kambing bakar. Memang sih ada juga menu lain seperti kambing goreng, sate, sop, nasi goreng, dan lain-lain. Tapi saat itu saya sedang ingin melepas kangen dengan kambing bakar di sana yang lembut, enggak bau, dan rendah kolesterol.

Untuk ukurannya, kita bisa memilih ukuran small dengan berat 250 gr, ukuran medium dengan berat 350 gr, atau ukuran large dengan berat 500 gr. Sedangkan untuk jenisnya, kita bisa memilih paha, iga, atau punggung. Kalau paha, banyak dagingnya. Kalau iga, ada lemaknya. Dan kalau punggung, ada sumsumnya.

Tadinya saya mau memesan paha yang small. Namun karena paha yang small sudah habis, akhirnya saya ganti dengan punggung yang small. Sedangkan suami, memesan tongseng. Adapun minumannya, kami memesan Cappucino Float dan Orange Mango Smoothies with Boba.

Kambing Bakar Punggung Small - Rp 47.000
Kambing bakarnya disajikan di atas hot plate, dilengkapi dengan sepiring kecap, merica, dan cabai rawit. Dagingnya lembut, enggak perlu pakai pisau untuk memotongnya. Rasanya orisinal, enggak aneh-aneh. Cukup disiram sambal kecap dan disantap bersama nasi putih hangat saja sudah nikmat banget.

Tongseng - Rp 42.000
Tongsengnya juga enak. Dagingnya banyak dan lembut. Kuahnya gurih. Segar juga karena ada sayurnya, kol dan tomat.

Cappucino Float - Rp 18.000
Untuk minumannya, kalau Cappucino Float sih standar ya rasanya begitu. Yang unik itu Orange Mango Smoothies with Boba. Rasanya asam manis. Serta dilengkapi dengan boba, yang meletus di dalam mulut. Lucu dan segar.

Orange Mango Smoothies with Boba - Rp 25.000
Ayo, yang suka kambing tapi takut sama kolesterolnya, coba deh ke sini. Bukan hanya enak dan aman. Bahkan katanya Kambing Bakar Cairo ini kambing bakar terenak kedua se-Timur Tengah. Hmmm, tapi buat saya sih, terenak pertama :D

~~~

Kambing Bakar Cairo
Jalan Cihapit No. 35 
Bandung

Friday, December 4, 2015

Tentang Timbunan Buku


Beberapa waktu yang lalu, seorang teman meminta saya untuk mereview novel perdananya. Saya hanya bisa menjawab dengan emoticon nyengir :D Bukannya saya enggak mau membeli, membaca, dan mereviewnya. Karena saya sudah beli kok sejak bukunya masih dalam status pre order dan sudah selesai dibaca juga. Hanya saja memang belum sempat direview.

Saya memang sudah bertekad, kalau ada teman yang menerbitkan buku, ingin membuat reviewnya. Hitung-hitung membantu promosi. Saya kan enggak jago cuap-cuap di Twitter atau Facebook. Makanya, cara yang paling mudah dan memungkinkan ya dengan membuat reviewnya di blog.

Hal ini juga sempat menjadi perjanjian enggak tertulis di antara teman-teman Just Write 2. Kalau ada salah satu teman yang berhasil menerbitkan karyanya, teman yang lain ikut membantu promosinya. Kalau enggak sempat, ya minimal enggak meminta buku gratis :p Beli dong ah, sebagai bentuk dukungan kepada sesama penulis.

Tapi ya begitu deh. Kadang saya masih suka moody untuk membuat review buku. Apalagi kalau bukunya hasil beli sendiri, bukan buntelan dari penerbit atau penulis. Rasanya lebih santai karena enggak ada keharusan untuk membuat review secepat mungkin. Poinnya bukan pada beli sendiri atau gratisnya ya, tapi pada tanggungjawabnya. Kalau dikasih kan, sibuk-enggak sibuk, malas-enggak malas, ya harus membuat reviewnya saat itu juga. Sedangkan kalau buku teman, pasti direview juga kok, meskipun waktunya enggak tau kapan disesuaikan dengan kesibukan lain :D

Membicarakan tentang kesibukan, sebenarnya kondisi kesibukan saya bisa loh dilihat dari tumpukan buku di rak, terutama di bagian timbunan buku yang belum dibaca.
  • Apabila timbunan buku yang belum dibacanya stagnan, enggak bertambah dan enggak berkurang, berarti saya sedang sibuk banget. Karena saya enggak sempat membeli buku baru, dan juga enggak sempat membaca buku yang ada. 
  • Apabila timbunan buku yang belum dibacanya berubah, bertambah terus, berarti saya hanya sedang sok sibuk. Karena saya enggak sempat membaca buku, tapi ternyata masih sempat pilih-pilih dan belanja di toko buku online.
  • Apabila timbunan buku yang belum dibacanya berubah, perbedaan jumlahnya enggak signifikan, tapi judul bukunya berganti, berarti saya sedang santai. Karena sempat membaca buku dan sempat membeli lagi yang baru.
  • Nah, apabila timbunan buku yang belum dibacanya berubah, berkurang terus, enggak bertambah, berarti apa ya.... Hmmm, berarti saya sedang enggak punya uang. Karena saya sempat membaca buku, tapi enggak ada uang untuk membeli lagi yang baru :))
Kalau teman-teman bagaimana? Sama enggak dengan saya? ;)

Thursday, December 3, 2015

Jav 4 Tahun 11 Bulan


  • Makin dewasa. Akhir-akhir ini saya sering dinasihati sama Jav :D
  • Setiap baru sampai di sekolah, Jav biasanya dengan sukarela memasang penahan sepeda. Hingga guru-guru Jav yang biasa menyambut di depan gerbang berkata, "Wah rajin ya, bisaan," yang saya balas dengan cengiran. Belum tahu saja Bu Guru, bahwa Jav juga paling hobi menyalakan mesin mobil. Tentu dia harus memastikan terlebih dulu, bahwa persnelingnya berada pada posisi netral.

Tuesday, December 1, 2015

Derita Anak Sulung


Beberapa waktu yang lalu, suami menemani Jav bermain di taman komplek. Sepulangnya dari sana, suami cerita bahwa selain Jav ada juga anak-anak lain yang sedang bermain. Maklum, weekend. Nah di antara anak-anak lain tersebut ada sepasang kakak-adik yang juga sedang bermain sambil ditemani ayahnya. Namun ayahnya terlihat sibuk dengan ponselnya.

Tiba-tiba si adik terjatuh dan menangis. Coba tebak apa yang dilakukan ayahnya? Bukannya memperhatikan si adik, dia malah memukul dan memarahi kakaknya. Intinya sih, dia menyalahkan si kakak karena enggak becus menjaga adiknya. Padahal menurut suami saya, usia si kakak sepertinya enggak jauh berbeda dengan usia Jav. Berarti masih balita!

Duh, rasanya gemas sekali ketika saya mendengar cerita itu....

Memang enggak aneh sih apabila orangtua 'berharap' sangat besar pada si sulung. Biasanya si sulung selalu dibebani tanggung jawab yang lebih berat daripada si bungsu. Harus jadi panutan untuk adik-adiknya, harus mengalah kepada adik-adiknya, harus bisa menjaga adik-adiknya, dan lain-lain. Hal tersebut dianggap wajar. Saya sendiri memang banyak melihat di sekitar, bagaimana si sulung sering mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan, hanya karena dia dilahirkan lebih dulu dari adiknya. Hmmm, padahal si sulung tetaplah seorang anak (bahkan mungkin balita) yang juga masih butuh perhatian dari orangtuanya :(

Saya memang belum memiliki pengalaman bagaimana cara mengasuh anak yang adil. Anak saja baru satu, hihihi.... Namun, saya sudah bertekad untuk lebih berhati-hati apabila nanti diberi amanah anak lebih dari satu. Di antaranya:
  • Memberikan perlakuan yang sama. Siapa pun yang berbuat salah, harus ditegur dengan cara yang baik. PR banget nih. Lah sekarang saja kadang saya masih suka kelepasan membentak Jav. Padahal membentak kan enggak baik untuk perkembangan anak :(
  • Ketika anak-anak bertengkar, jangan memihak siapa pun. Posisikan orangtua dalam posisi yang netral. Kadang saya perhatikan, apabila dibiarkan, anak-anak bisa kok menyelesaikan sendiri masalahnya. Apabila orangtua ikut campur dan membela salah satu anak, masalah mungkin bisa lebih cepat selesai. Namun akan menimbulkan rasa sakit hati pada anak yang lain. Jangan sampai deh, anak tumbuh menjadi pribadi yang pendiam, tertutup, dan enggak percaya diri karena pola asuh orangtua yang salah.
  • Ketika mereka bertengkar dan mengarah pada hal yang membahayakan, baru orangtua harus ikut melibatkan diri. Bukan untuk memberi solusi singkat, bahwa salah satu anak harus mengalah. Tapi untuk mengetahui apa penyebabnya, lalu setelah itu baru mencarikan solusi yang adil, baik bagi pihak yang benar, maupun bagi pihak yang salah.
  • Jangan beri beban pada salah satu anak untuk menjadi panutan, contoh, atau teladan bagi anak lain. Masa anak balita yang sedang aktif dan butuh menyalurkan energinya serta melatih motorik kasarnya, harus duduk manis menemani adiknya yang masih batita, misalnya. Beda usia, berbeda pula kebutuhannya. Kasihan dong, kalau dibatasi.
  • Hati memang enggak bisa dipaksakan. Mungkin ada saja sih kecenderungan kita lebih menyanyangi anak yang satu daripada anak yang lain. Namun jangan diperlihatkan. Kita enggak bisa mengatur hati, tapi masih bisa kan mengatur sikap. Tong nyirikeun teuing.

Berikut saya tuliskan kutipan dari novel keren 'Sabtu Bersama Bapak' yang terkait dengan anak sulung.
"Seorang anak, tidak wajib menjadi baik atau pintar hanya karena dia sulung. Semua anak wajib menjadi baik dan pintar karena memang itu yang sebaiknya semua manusia lakukan. Menjadi panutan bukan tugas anak sulung-kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orangtua-untuk semua anak."
(Sabtu Bersama Bapak, halaman 105)
Ketika orangtua memberikan waktu dan ruang untuk bersimpati dan berempati dengan si Sulung, anak sulung itu akan memiliki waktu dan ruang untuk bersimpati dan berempati pada adik-adiknya.
(Sabtu Bersama Bapak, halaman 208)